Bandar Lampung, pemudakatolik.or.id – Dalam upaya memperkuat pengawasan pemilu yang inklusif dan berintegritas, Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung melakukan audiensi strategis dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung (29 April 2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat di Gedung Bawaslu Provinsi Lampung ini disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, S.H., M.H. Kehadiran jajaran Pemuda Katolik yang dipimpin oleh Ketua Komda Lampung, Falentinus Andi, S.H., M.H., dipandang sebagai langkah progresif keterbukaan lembaga terhadap keterlibatan pemuda.
Membawa semangat “Akselerasi Kolaborasi Pengawasan Partisipatif Menuju Demokrasi Berintegritas di Lampung”, Falentinus Andi memaparkan sebuah konsep kerja nyata yang diberi nama Formula “ACTION”. Formula ini dirancang sebagai peta jalan kolaborasi konkret untuk menghadapi tahapan pemilu ke depan:
A – Awareness & Education: Edukasi masif bagi pemilih pemula melalui jaringan institusi pendidikan Katolik di seluruh Lampung.
C – Community-Based Oversight: Memperkuat pengawasan berbasis komunitas (Gereja dan organisasi) guna menangkal politik uang serta politisasi SARA.
T – Technology & Digital Campaign: Perang melawan hoaks melalui kampanye digital kreatif yang terkoneksi langsung dengan pusat informasi Bawaslu.
I – Information Transparency: Mendorong akses data pengawasan yang lebih transparan dan ramah bagi generasi digital.
O – Organized Volunteers: Mobilisasi kader tersertifikasi P2P (Pusat Pendidikan Pengawasan Pemilu Partisipatif) sebagai relawan pemantau resmi.
N – Networking for Peace: Menjadi katalisator dialog lintas iman untuk meredam polarisasi identitas di tengah masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Falentinus Andi menegaskan bahwa Pemuda Katolik bukan sekadar penonton, melainkan mitra strategis. “Kami hadir bukan hanya untuk berdiskusi, tapi menawarkan solusi nyata melalui Formula ACTION. Kami siap menjadi garda depan dalam menjaga nilai demokrasi agar tetap bermartabat di Tanah Sai Bumi Ruwai Jurai,” tegas Falentinus. Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Bawaslu berkomitmen untuk memberikan ruang bagi kader-kader pemuda dalam program pengembangan kapasitas lembaga.

Audiensi ini menghasilkan empat poin besar yang akan segera ditindaklanjuti:
- Nota Kesepahaman (MoU): Penyiapan sinergi berkelanjutan melalui payung hukum formal terkait pengawasan partisipatif.
- Pembinaan Kader: Bawaslu berkomitmen melibatkan kader Pemuda Katolik dalam program pengayaan kapasitas, termasuk keterlibatan di P2P.
- Sekolah Politik: Kolaborasi dalam program Sekolah Politik dan Demokrasi Lampung yang akan fokus mencetak pemantau pemilu yang handal.
- Komitmen Bersama: Penegasan peran Pemuda Katolik sebagai mitra strategis Bawaslu dalam menjaga marwah pemilu yang berkualitas.
Langkah ini menandai babak baru kolaborasi antara lembaga pengawas dan organisasi kepemudaan berbasis agama di Lampung, demi terciptanya iklim politik yang sehat, damai, dan berintegritas.




