Kamis, Juni 11, 2026

MENGHIDUPI LAUDATO SI’, PEMUDA KATOLIK JAWA TIMUR TERLIBAT AKSI PENANAMAN POHON DI TRAWAS

Must Read

Mojokerto, pemudakatolik.or.id – Semangat merawat bumi sebagai rumah bersama sebagaimana ditegaskan dalam Ensiklik Laudato Si’ diwujudkan secara nyata melalui aksi penanaman pohon dalam kegiatan Rekoleksi Rumpun Kerasulan Kevikepan Kategorial Keuskupan Surabaya Tahun 2026 yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Sasana Krida Jati Jejer (SKJJ), Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.

Mengusung tema “Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kelompok kategorial di bawah naungan Rumpun Kerasulan Kevikepan Kategorial Keuskupan Surabaya, antara lain Pemuda Katolik, PMKRI, WKRI, Christian Life Community (CLC), KSY, KKIT, KKM, KMKS, AIC, serta kelompok kategorial lainnya.

Keterlibatan Pemuda Katolik Komda Jawa Timur dalam kegiatan ini diwujudkan melalui partisipasi enam kader yang turut mengambil bagian dalam kepanitiaan kegiatan. Salah satunya adalah Yohanes Brilian Jemadur yang dipercaya sebagai Ketua Panitia. Kehadiran kader-kader Pemuda Katolik tersebut menjadi bentuk dukungan nyata kaum muda Katolik terhadap upaya Gereja dalam membangun kesadaran ekologis serta menghidupi semangat Laudato Si’ melalui aksi konkret di tengah masyarakat.

Tema rekoleksi dipilih sebagai respons atas panggilan Gereja untuk semakin menghidupi pesan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’. Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk menyadari bahwa persoalan lingkungan hidup bukan hanya persoalan teknis atau ilmiah, melainkan juga persoalan moral dan spiritual yang membutuhkan keterlibatan seluruh umat beriman.

Dalam sesi rekoleksi, narasumber R.P. Ignatius Suparno, CM mengajak peserta untuk memahami Ensiklik Laudato Si’ bukan sekadar sebagai dokumen Gereja yang dipelajari untuk menambah pengetahuan, melainkan sebagai ajakan untuk membangun kepekaan hati terhadap realitas dunia saat ini.
“Dalam dokumen Laudato Si’, Paus Fransiskus ingin mengajak kita merasakan bahwa bumi ini adalah rumah kita bersama. Karena itu, setiap kerusakan lingkungan sesungguhnya menyentuh kehidupan kita bersama, dan setiap upaya merawat bumi merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap sesama dan generasi yang akan datang,” ungkap R.P. Ignatius Suparno, CM.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Laudato Si’ menunjukkan keterkaitan yang erat antara krisis lingkungan hidup dan krisis sosial yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Dokumen Laudato Si’ menegaskan keterkaitan antara krisis lingkungan hidup dengan krisis sosial dalam bentuk ketidakadilan global. Paus Fransiskus ingin kita melihat kenyataan ini, bahwa persoalan lingkungan berkaitan erat dengan persoalan sosial dan ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kerusakan lingkungan sering kali berdampak paling besar kepada kelompok masyarakat yang rentan. Oleh karena itu, upaya merawat lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Sebagai bentuk konkret penghayatan atas refleksi tersebut, para peserta melaksanakan aksi penanaman pohon di lingkungan SKJJ Trawas. Pohon yang ditanam meliputi Juwet Putih, Durian Bawor, Gaharu, Sukun, dan Matoa. Pemilihan jenis pohon tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis jangka panjang, mendukung penghijauan kawasan, serta menjadi simbol harapan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Selain aksi penanaman pohon, rangkaian kegiatan rekoleksi juga meliputi refleksi iman, diskusi kelompok, Perayaan Ekaristi, serta penyusunan komitmen ekologis yang diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, komunitas, maupun organisasi masing-masing peserta.

Ketua Panitia, Yohanes Brilian Jemadur, yang juga merupakan Wakil Sekretaris Bidang Moderasi Beragama, Hubungan Masyarakat Katolik, Organisasi Kepemudaan, dan Antar Lembaga Pemuda Katolik Jawa Timur, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam kehidupan iman sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab umat beriman.

“Melalui rekoleksi ini, kami ingin mengajak seluruh peserta untuk semakin menyadari bahwa merawat bumi bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga merupakan panggilan iman. Kami berharap setiap peserta tidak hanya memperoleh penyegaran rohani, tetapi juga terdorong untuk menghadirkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan-tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun di komunitasnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa aksi penanaman pohon yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan merupakan simbol komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan ciptaan serta mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, Rumpun Kerasulan Kevikepan Kategorial Keuskupan Surabaya berharap semangat Laudato Si’ tidak berhenti pada tataran refleksi dan diskusi, melainkan tumbuh menjadi gerakan nyata yang mendorong umat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan mengambil bagian dalam upaya merawat bumi sebagai rumah bersama.

spot_img
Latest News

Pemuda Katolik Kabupaten Jayapura Siap Gelar Mapenta dan Muskomcab

SENTANI, pemudakatolik.or.id - Pengurus Karateker Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Jayapura siap menggelar Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) dan...
spot_img

More Articles Like This