LEBAK, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Lebak melakukan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak di Kantor Bawaslu Kabupaten Lebak, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi dan sinergi dalam memperkuat pendidikan politik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mengawal demokrasi yang berintegritas.
Delegasi Pemuda Katolik Komcab Lebak dipimpin Ketua Komcab Fransiskus Kurniadi Tulis, didampingi Wakil Ketua Mario Nugroho dan Sekretaris Fernando Thomas Simandalahi. Sementara itu, Bawaslu Kabupaten Lebak dihadiri Ketua Dedy Hidayat bersama jajaran pimpinan dan staf, di antaranya Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Dwi Agus, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Firman, Koordinator Divisi SDMO dan Pelatihan Deden Kurniawan, serta Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Asep Rizal.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Lebak, Dedy Hidayat, mengapresiasi kunjungan Pemuda Katolik Komcab Lebak. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi demokrasi melalui kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan.
“Terima kasih kepada Pemuda Katolik yang telah hadir. Ini merupakan pertemuan pertama antara Bawaslu dan Pemuda Katolik. Kami memandang pertemuan ini sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi dengan merangkul organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu semata. Dengan keterbatasan personel yang dimiliki, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kami menyadari bahwa tanpa partisipasi masyarakat, Bawaslu tidak dapat bekerja secara optimal. Karena itu, berbagai informasi dan masukan dari masyarakat, termasuk dari lingkungan organisasi keagamaan, menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi pengawasan,” katanya.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Lebak, Fransiskus Kurniadi Tulis, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat Pro Ecclesia et Patria mendorong Pemuda Katolik untuk berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk memperkuat demokrasi yang sehat.

Menurutnya, salah satu komitmen kepengurusan Pemuda Katolik Komcab Lebak adalah membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah maupun penyelenggara negara.
“Kami ingin mengetahui ruang-ruang kolaborasi yang dapat dibangun bersama Bawaslu. Pemuda Katolik siap berkontribusi dalam memperkuat pendidikan politik dan pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Asep Rizal, menjelaskan bahwa Bawaslu terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Program tersebut melibatkan berbagai organisasi lintas sektor dan lintas agama sebagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi politik masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Firman, menilai komunikasi yang baik antar-lembaga merupakan fondasi penting dalam membangun sinergi menghadapi berbagai agenda demokrasi di masa mendatang. Ia berharap Pemuda Katolik dapat terus berkolaborasi dengan Bawaslu, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan politik dan kepemiluan.
Koordinator Divisi SDMO dan Pelatihan, Deden Kurniawan, menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kabupaten Lebak menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan fungsi kelembagaan.
Ia juga memperkenalkan “Pilar Demokrasi”, sebuah ruang diskusi yang disediakan Bawaslu Kabupaten Lebak bagi masyarakat untuk membahas berbagai isu kepemiluan dan demokrasi. Menurutnya, ruang tersebut dapat dimanfaatkan oleh Pemuda Katolik sebagai wadah edukasi dan dialog kebangsaan.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Dwi Agus, menegaskan bahwa pengawasan pemilu pada hakikatnya merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Ia berharap Pemuda Katolik dapat menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal pelaksanaan pemilu agar berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam sesi diskusi, Sekretaris Pemuda Katolik Komcab Lebak, Fernando Thomas Simandalahi, menyampaikan bahwa nilai independensi dan netralitas yang dijunjung Bawaslu sejalan dengan ajaran Gereja Katolik yang mendorong umat menjadi warga negara yang bertanggung jawab melalui semangat 100% Katolik, 100% Indonesia. Menurutnya, Gereja selalu mengajak umat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dalam setiap pemilu.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pemuda Katolik Komcab Lebak, Mario Nugroho. Ia menegaskan bahwa Gereja Katolik mendorong partisipasi aktif umat dalam kehidupan demokrasi tanpa berpihak kepada peserta pemilu tertentu serta menjaga agar rumah ibadah tidak dijadikan sarana kampanye politik.
Sebagai tindak lanjut audiensi tersebut, Bawaslu Kabupaten Lebak dan Pemuda Katolik Komcab Lebak sepakat menyusun Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama dalam bidang pendidikan politik, pengawasan partisipatif, dan penguatan demokrasi. Draf nota kesepahaman akan disiapkan oleh Bawaslu untuk kemudian dibahas bersama sebelum ditandatangani kedua belah pihak.
Menutup pertemuan, Fransiskus Kurniadi Tulis menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Lebak atas keterbukaan dan komitmennya membangun kolaborasi dengan organisasi kepemudaan. Ia berharap kerja sama tersebut segera diwujudkan melalui berbagai program konkret yang dapat meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Lebak.
Audiensi diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus membangun sinergi, memperkuat pendidikan politik, serta mendorong pengawasan partisipatif demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.




