Bantul, pemudakatolik.or.id – Puluhan kader Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdiri dari Komisariat Cabang (Komcab) Bantul, Komcab Sleman, dan Komcab Kota Yogyakarta menunjukkan aksi nyata dan sinergi yang solid dalam merawat tradisi iman dan budaya melalui keterlibatan aktif dalam Prosesi Agung Ke-99 Mandala Tyas Dalem Gereja Ganjuran (21 Juni 2026).
Dalam kegiatan tahunan yang menjadi salah satu tradisi penting umat Katolik di Yogyakarta tersebut, Pemuda Katolik Komda DIY mengambil peran dalam mengawal jalannya prosesi gunungan tradisional hingga proses pembagian kepada umat. Sebanyak 58 gunungan yang berisi berbagai hasil bumi diarak sebagai simbol rasa syukur atas berkat dan kelimpahan yang diberikan Tuhan.
Keterlibatan para kader dari berbagai komisariat cabang menjadi wujud nyata semangat pelayanan, gotong royong, dan komitmen Pemuda Katolik dalam menjaga harmoni antara nilai-nilai keimanan dan budaya lokal yang telah mengakar di tengah masyarakat Yogyakarta.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Bantul, Maria Galuh, menyampaikan bahwa keterlibatan Pemuda Katolik dalam Prosesi Agung Mandala Tyas Dalem merupakan agenda rutin tahunan yang pada tahun ini terasa semakin istimewa karena mendapat dukungan penuh dari kader Pemuda Katolik se-DIY.
“Partisipasi Pemuda Katolik dalam kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada Gereja sekaligus upaya melestarikan tradisi budaya yang menjadi kekayaan Yogyakarta. Tahun ini semakin spesial karena didukung penuh oleh rekan-rekan Pemuda Katolik dari berbagai cabang di DIY,” ujar Maria Galuh.
Menurutnya, keterlibatan Pemuda Katolik dalam kegiatan ini bertujuan mendekatkan generasi muda dengan tradisi iman dan budaya yang hidup dan berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan dan budaya, Pemuda Katolik ingin terus menanamkan nilai kebersamaan, pelayanan, dan penghargaan terhadap warisan budaya bangsa.

Pemuda Katolik Komda DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang memperkuat hubungan antara iman, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.
“Pemuda Katolik akan terus berkomitmen menjaga iman dan budaya sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Yogyakarta,” tutup Maria Galuh.




