AGATS, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Asmat mengambil peran aktif dalam mendorong penyelesaian konflik antarwarga yang terjadi di Kota Agats melalui pendekatan dialog kultural. Selama tiga hari berlangsungnya konflik, organisasi ini terlibat dalam berbagai upaya membangun komunikasi dan mediasi guna menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif, Senin (3/8/2026).
Dalam upaya tersebut, Pemuda Katolik Asmat mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, penghormatan terhadap adat istiadat, serta budaya dialog sebagai jalan penyelesaian konflik. Pendekatan kultural dipilih karena dinilai lebih efektif membangun kepercayaan di tengah masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi antarkelompok yang berselisih.
Pengurus Pemuda Katolik Asmat turun langsung menemui tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai pihak yang terlibat untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menahan diri, menghentikan aksi saling serang, dan mengedepankan musyawarah sebagai jalan penyelesaian.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah menggunakan bahasa daerah dalam proses komunikasi dan mediasi. Langkah tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional sekaligus memudahkan masyarakat memahami pesan perdamaian yang disampaikan.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Asmat mengatakan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya berdampak pada kelompok yang berselisih, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat luas.
“Konflik ini telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi serta mengedepankan dialog sebagai jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya kehidupan yang harmonis di Kabupaten Asmat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat yang terlibat agar menghentikan konflik dan bersama-sama membangun suasana yang aman, damai, dan kondusif. Menjaga persaudaraan merupakan tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya.

Pemuda Katolik Asmat turut menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam proses penyelesaian konflik sehingga situasi keamanan di Kabupaten Asmat dapat kembali kondusif.
Proses mediasi dan penyelesaian konflik berlangsung di Aula Polres Asmat dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kapolres Asmat, Bupati Asmat, Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat, para kepala kampung dari berbagai distrik, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat.
Melalui keterlibatan aktif dalam proses dialog tersebut, Pemuda Katolik Komcab Asmat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan, memperkuat budaya dialog, serta merawat kerukunan di tengah masyarakat. Sejalan dengan semangat Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air), Pemuda Katolik meyakini bahwa penyelesaian konflik melalui musyawarah dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya merupakan fondasi penting dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Asmat.




