PONTIANAK, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Pontianak bersama sejumlah pihak menyalurkan 6.000 liter air bersih secara gratis kepada warga di Jalan Purnama Agung 6, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Senin (14/9/2026) malam.
Penyaluran air bersih yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut digelar di Yayasan Pemadam Kebakaran Khatulistiwa (YPKK) sebagai bagian dari rangkaian “Aksi Solidaritas Peduli Karhutla Kalimantan Barat”.
Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut memengaruhi ketersediaan air bersih.
Kegiatan melibatkan Pemuda Katolik Komcab Pontianak, Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat, Persaudaraan Insan Bhakti Xing Fu, Pemadam Kebakaran YPKK, Yayasan Panca Bhakti, serta unsur pemerintah dan kepolisian, termasuk Kecamatan Pontianak Selatan dan Polsek Pontianak Selatan, Polresta Pontianak.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga datang membawa galon masing-masing dan mengantre untuk mendapatkan air bersih.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, S.H., M.H., mengatakan distribusi dilakukan karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih semakin terasa.
“Dengan adanya distribusi air bersih yang memang dibutuhkan oleh warga masyarakat Kota Pontianak, harapan kita kolaborasi ini bisa membantu warga masyarakat untuk mendapatkan air bersih,” kata Inayatun.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dilakukan dan menjangkau lokasi lain yang membutuhkan.
“Harapan kita mudah-mudahan kolaborasi ini bisa berkelanjutan. Kita akan melanjutkan ke titik-titik di mana kita juga akan memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian air bersih. Menurutnya, air di rumah masih mengalir, tetapi kualitasnya mulai terasa payau hingga asin.
“Dengan kondisi seperti saat ini, kita sangat membutuhkan air bersih, terutama untuk minum. Karena kalau membeli juga harus antre. Saya hanya bisa bilang banyak-banyak terima kasih,” ungkapnya.
Ia mengatakan kebutuhan air untuk minum dan memasak di rumah mencapai sekitar satu galon per hari. Pada malam itu, warga tersebut membawa dua galon dan mendapatkan nomor antrean 59.
Warga lainnya juga menyampaikan hal serupa. Musim kemarau membuat kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi.
“Ini sangat membantu sekali, sedangkan sekarang sedang musim kemarau. Air sangat susah,” katanya.
Ia berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin, sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Menurutnya, harga air galon juga mulai mengalami kenaikan.
“Ada rasa khawatir air sudah mulai susah dan harga air galon juga saat ini sudah mulai naik. Bahkan ada yang sampai Rp12.000 per galon, normalnya Rp7.000,” ujarnya.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Pontianak, Stefanus Paras Agung, menyampaikan rasa syukur karena dapat mengambil bagian dalam aksi sosial tersebut.
“Kami dari Pemuda Katolik Komcab Pontianak sangat berbahagia dapat terlibat dalam acara ini,” kata Stefanus.
Menurut Stefanus, penyaluran air bersih tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam merespons kebutuhan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat.
“Kiranya kegiatan ini terus berlangsung untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Pontianak,” ujarnya.
Aksi penyaluran 6.000 liter air bersih tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah musim kemarau dan situasi karhutla di Kalimantan Barat.
Melalui aksi tersebut, Pemuda Katolik Komcab Pontianak kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui kerja sosial dan kolaborasi lintas elemen, sejalan dengan semangat Pro Ecclesia et Patria.




