CIREBON, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat melaksanakan Gerakan Ekologis untuk Jabar Asri melalui penanaman 500 pohon mangrove di kawasan permukiman nelayan, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemuda Katolik Komda Jawa Barat dalam mendorong kepedulian dan aksi nyata generasi muda terhadap kelestarian lingkungan. Penanaman mangrove juga menjadi implementasi semangat Laudato Si’, yakni panggilan untuk merawat bumi sebagai rumah bersama serta membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan.
Kegiatan melibatkan berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, dan elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama dan tidak dapat dibebankan kepada satu kelompok atau institusi.
Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, mengatakan penanaman 500 mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun gerakan ekologis yang melibatkan kaum muda secara langsung.
“Hari ini kita tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga menanam harapan dan komitmen untuk masa depan Jawa Barat. Pemuda harus mengambil peran dalam menjaga lingkungan karena keberlanjutan bumi adalah tanggung jawab kita bersama. Gerakan ini harus terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama lintas organisasi, komunitas, dan masyarakat,” ujar Alfian.
Menurutnya, semangat Laudato Si’ perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup melalui diskusi dan kampanye, tetapi harus diwujudkan melalui aksi yang memberikan dampak bagi masyarakat dan ekosistem.
Ketua DPD KNPI Jawa Barat, Bayu Umbara, mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik Komda Jawa Barat yang mengajak berbagai elemen kepemudaan terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.
“Pemuda hari ini harus menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan lingkungan. Apa yang dilakukan Pemuda Katolik di Cirebon ini adalah contoh bahwa gerakan kepemudaan dapat hadir dengan aksi konkret. KNPI Jawa Barat tentu mendorong kolaborasi seperti ini agar semakin banyak pemuda terlibat dalam menjaga lingkungan dan membangun Jawa Barat yang lebih asri dan berkelanjutan,” ungkap Bayu.
Dukungan juga disampaikan Laurentia Mellynda, anggota DPRD Kota Cirebon sekaligus Dewan Pembina Pemuda Katolik Komcab Kota Cirebon. Ia menilai penanaman mangrove memiliki nilai ekologis sekaligus sosial, terutama karena dilakukan di kawasan permukiman nelayan.
“Lingkungan yang sehat sangat berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat. Mangrove bukan hanya bicara tentang tanaman, tetapi juga tentang menjaga ekosistem pesisir, melindungi wilayah pantai, dan mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, gerakan seperti ini perlu dirawat dan dilanjutkan secara berkelanjutan,” kata Laurentia.
Ketua Pelaksana, Nikodemus Eufrian, menyampaikan bahwa penanaman 500 mangrove terlaksana berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak.
“Penanaman 500 mangrove ini merupakan hasil dari semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak. Kami berharap apa yang kita tanam hari ini dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat pesisir. Yang paling penting, gerakan ini tidak berhenti hari ini, tetapi terus dilanjutkan di berbagai wilayah Jawa Barat,” ujar Nikodemus.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemuda Katolik Komda Jawa Barat juga melakukan Deklarasi Pemuda untuk Jabar Asri yang disampaikan Sekretaris Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Boy Fernando Lumban Raja.
Deklarasi tersebut menjadi komitmen untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengembangkan budaya hidup ramah lingkungan, serta membangun kolaborasi lintas organisasi dan komunitas untuk mewujudkan Jawa Barat yang asri dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mencakup dorongan terhadap aksi nyata pelestarian alam, menjaga ekosistem pesisir dan hutan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Pemuda untuk Jabar Asri bukan sekadar deklarasi, tetapi sebuah panggilan untuk bergerak. Apa yang kita mulai hari ini di pesisir Cirebon harus menjadi energi baru bagi pemuda Jawa Barat untuk terus menjaga bumi, merawat lingkungan, dan menghadirkan perubahan melalui aksi nyata,” ujar Boy.
Ia menambahkan, gerakan ekologis merupakan bagian dari kontribusi pemuda dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi Jawa Barat. Semangat tersebut sejalan dengan visi Pemuda Katolik untuk terus bertumbuh, melayani, dan hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata.
Kegiatan Gerakan Ekologis untuk Jabar Asri diharapkan menjadi titik awal gerakan ekologis yang lebih luas di Jawa Barat. Melalui kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat, Pemuda Katolik Komda Jawa Barat mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Penanaman 500 mangrove di Cirebon menjadi simbol bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana, dilakukan bersama, dan dirawat untuk memberikan manfaat bagi generasi mendatang.




