Saturday, August 29, 2026

Cegah ISPA, Pemuda Katolik Riau Bersama Caritas Kevikepan, WKRI dan PMKRI Pekanbaru Berbagi Masker

Must Read

PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru yang memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemuda Katolik Komda Riau bersama Caritas Kevikepan Riau Keuskupan Padang turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Jumat (28/8/2026).

Aksi sosial tersebut turut melibatkan organisasi Katolik lainnya, yakni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru St. Albertus Magnus dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Riau.

Sebanyak 3.200 masker KF94 dibagikan di empat titik yang ramai dilalui masyarakat, yakni Simpang Empat Lampu Merah Soebrantas, Simpang Empat Lampu Merah SKA, Simpang Empat Lampu Merah Ahmad Yani, serta Bundaran Tugu Zapin di depan Kantor Gubernur Riau.

Vikep Kevikepan Riau, RD. Alexius Sudarmanto mengatakan pembagian masker ini merupakan tahap pertama. Ia menyatakan akan ada lagi tahap kedua.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut selama kabut asap di Riau belum mereda.

Ketua Pemuda Katolik Komda Riau, Agustinus Dian mengatakan, pembagian masker dan edukasi mengenai kesehatan menjadi langkah penting di tengah kondisi udara Pekanbaru yang kurang baik.

Menurutnya, polutan PM2.5 yang mencemari udara berukuran sangat kecil, bahkan sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia. 

Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan, terutama paru-paru.

“Berdasarkan laporan Dinkes Riau, kasus ISPA juga meningkat dalam beberapa hari belakangan. Sehingga tindakan pencegahan mesti diupayakan bersama,” kata Dian dalam siaran pers.

Dalam aksi tersebut, para relawan menyasar berbagai kelompok masyarakat, terutama mereka yang dinilai lebih rentan terdampak polusi udara, seperti lansia, anak-anak, pedagang kaki lima, serta pengemudi ojek online.

Dian mengatakan, dari pengamatan di lapangan, kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dari paparan kabut asap masih perlu ditingkatkan. 

Hal itu terlihat dari masih banyaknya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker.

“Pun ada yang menggunakannya, masih masker medis,” ujarnya.

Menurut Dian, penggunaan masker yang tepat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan polutan berukuran sangat kecil seperti PM2.5. 

Karena itu, ia berharap pemerintah bersama berbagai pihak dapat memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru.

Dian juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, Caritas Keuskupan Padang, Caritas Indonesia dan Pemuda Katolik Komcab Kampar.

“Semoga kabut asap ini segera berlalu dan kita warga Riau bisa menghirup udara yang sehat,” tutup Dian.

spot_img
Latest News

Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, Pemuda Katolik Surabaya dan Jawa Timur Ajarkan Penanaman Kangkung Hidroponik

SURABAYA, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Surabaya bersama Pemuda Katolik Jawa Timur menggelar kegiatan edukasi penanaman kangkung...
spot_img

More Articles Like This