Tuesday, August 25, 2026

Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga, Pemuda Katolik Palangka Raya Salurkan Masker

Must Read

PALANGKA RAYA , 23 Agustus 2026— Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Palangka Raya menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat terdampak kabut asap karhutla di Kelurahan Kameloh Baru dan Petuk Ketimpun. Bantuan masker tersebut merupakan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan disalurkan melalui ketua RT agar dapat diterima warga sesuai kebutuhan.

Aksi ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi karhutla yang berdampak pada kesehatan masyarakat. BPBD Kota Palangka Raya mencatat 298 kejadian karhutla dengan luas 261,41 hektare terbakar sepanjang 1 Juni–19 Agustus 2026.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 2.052 kasus ISPA pada 7–11 Agustus 2026 di 14 kabupaten/kota, dengan 115 kasus tercatat di Palangka Raya pada 11 Agustus 2026.

Dalam dialog dengan warga, Pemuda Katolik menemukan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya masker, tetapi juga dukungan kesehatan bagi anak-anak yang mulai mengalami keluhan seperti demam dan gejala ISPA. Temuan tersebut menjadi perhatian Pemuda Katolik untuk mendorong dukungan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat terdampak.

Ketua RT 5 Kelurahan Kameloh Baru, Ibu Ningsih, mengatakan kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Menurutnya, petugas pemadam kebakaran dan Masyarakat Peduli Api (MPA) telah bekerja keras menangani kebakaran, namun mulai mengalami kelelahan.

“Petugas Damkar dan MPA sudah bekerja keras dan turun terus ke lapangan. Kondisinya sudah mulai kewalahan karena kebakaran masih terjadi dan mereka harus terus berjibaku memadamkan api,” ujar Ningsih.

Ningsih berharap dukungan terhadap masyarakat dan petugas di lapangan dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam hal perlindungan kesehatan selama kabut asap berlangsung.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Tanggap Darurat dan Bencana Pemuda Katolik Komcab Palangka Raya, Nopantri, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan respons cepat dari berbagai pihak. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan masyarakat dan petugas yang terpapar asap.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah respons cepat dan dukungan nyata. Selain masker, masyarakat membutuhkan vitamin, khususnya bagi anak-anak yang mulai mengalami keluhan kesehatan. Petugas Damkar, Manggala Agni dan MPA yang berada di lapangan juga perlu mendapat perhatian karena mereka bekerja dalam kondisi yang berat,” ujar Nopantri.

Ia menambahkan, dukungan konkret seperti masker N95, vitamin, oxygen portable dan kebutuhan kesehatan lainnya dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat maupun petugas yang bekerja di lapangan.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Palangka Raya, Lintalia, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi dalam situasi karhutla merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan bagian dari tanggung jawab sosial Pemuda Katolik.

“Pemuda Katolik hadir bukan hanya untuk melihat persoalan yang terjadi, tetapi juga mengambil bagian sesuai kemampuan yang kami miliki. Bantuan masker ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat membantu mengurangi risiko paparan asap bagi masyarakat. Ke depan, kami juga mendorong agar penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama, dengan perhatian yang seimbang antara pemadaman api dan perlindungan kesehatan masyarakat serta petugas di lapangan,” ujar Lintalia.

Menurutnya, situasi karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, sosial dan keselamatan masyarakat.

Pemuda Katolik mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan masyarakat untuk memperkuat penanganan dampak karhutla.

“Yang kita hadapi bukan hanya api, tetapi juga dampaknya terhadap manusia. Karena itu, gotong royong harus diperluas untuk memadamkan api, melindungi masyarakat, dan menjaga kesehatan para pejuang di lapangan,” pungkas Lintalia.

Pemuda Katolik Komcab Palangka Raya berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dan tanggap darurat sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

spot_img
Latest News

Pemuda Katolik NTT: Pemerintah Wajib Jamin Kesehatan Mental Nakes Korban Gempa

NAGEKEO, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) NTT mengimbau pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental tenaga...
spot_img

More Articles Like This