Tuesday, August 18, 2026

Ketua Pemuda Katolik Mojokerto Jadi Narasumber Forum 17-an dan Harlah Gus Dur, Dorong Gerakan Jaga Bumi

Must Read

MOJOKERTO, pemudakatolik.or.id – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Mojokerto, Nazario Ximenes Verdial, S.Kep., Ns., M.Kep., menjadi salah satu narasumber dalam Forum 17-an sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang digelar GUSDURian Mojokerto bersama komunitas lintas iman di GKJW Jemaat Tumpak, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Merusak Alam, Merusak Kemanusiaan” tersebut diisi dengan nonton bareng film “Agama Jaga Bumi”, dialog dan refleksi lintas iman. Forum ini menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas untuk memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap Indonesia, serta kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam pemaparannya, Nazario mengaitkan isu lingkungan dengan pesan ekologis dalam Ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus. Menurutnya, bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang.

“Ini menjadi momentum bagi kita, khususnya Pemuda Katolik, untuk mewujudkan pesan Laudato Si’ bahwa bumi adalah rumah bersama. Persoalan lingkungan bukan hanya persoalan satu agama atau kelompok, tetapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujar Nazario.

Ia menjelaskan bahwa Laudato Si’ mengajak manusia membangun kesadaran ekologis melalui beberapa hal penting, mulai dari melihat bumi sebagai rumah bersama, memahami hubungan antara kerusakan lingkungan dan persoalan sosial, melakukan perubahan gaya hidup, hingga mendorong keterlibatan seluruh umat manusia dalam menjaga lingkungan.

Menurut Nazario, kerusakan lingkungan tidak dapat dipandang sebagai persoalan ekologis semata. Dampaknya juga berkaitan erat dengan kehidupan manusia, terutama masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan, bencana, dan berbagai persoalan sosial akibat kerusakan alam.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam gerakan menjaga lingkungan melalui tindakan nyata dan kolaborasi lintas iman.

“Menjaga bumi berarti menjaga kehidupan. Karena itu, gerakan ekologis harus menjadi gerakan bersama. Kita perlu membangun kesadaran dan tindakan nyata mulai dari lingkungan terdekat,” katanya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pdt. Karji, S.Th., yang sekaligus menjadi narasumber. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di GKJW Jemaat Tumpak dengan melibatkan berbagai komunitas lintas iman.

Selain Nazario, forum juga menghadirkan Ketua Lesbumi NU Kecamatan Jetis, M. Ani R., serta Koordinator GUSDURian Mojokerto, Muhammad Kholilulloh, S.Pd.I., sebagai narasumber.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik Komunitas Persada, seni lintas iman, puisi kebangsaan, nonton bareng film “Agama Jaga Bumi”, serta dialog dan refleksi bersama.

Kegiatan dihadiri tokoh masyarakat, jemaat GKJW Tumpak, serta perwakilan komunitas lintas iman. Forum ditutup dengan doa lintas iman sebagai simbol persaudaraan dan komitmen bersama untuk merawat kebinekaan, menjaga lingkungan, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui keterlibatan dalam forum tersebut, Pemuda Katolik Komcab Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peran generasi muda dalam menjaga lingkungan, memperkuat dialog lintas iman, serta menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.

spot_img
Latest News

Ketua Pemuda Katolik Asmat Bahas Peran Pemuda Menjaga Masyarakat Adat dan Nilai Kebangsaan

AGATS, pemudakatolik.or.id – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Asmat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi publik bertema “Masyarakat...
spot_img

More Articles Like This