Jakarta. pemudakatolik.or.id — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma (Gusma), menyampaikan pandangannya terkait pernyataan Donald Trump yang menyebut Paus Leo XIV lemah dalam menghadapi kriminalitas dan buruk dalam kebijakan luar negeri.
Menurut Gusma, pernyataan tersebut lebih mencerminkan perbedaan cara pandang daripada penilaian objektif terhadap kapasitas kepemimpinan Paus Leo XIV. Ia menilai bahwa menyebut seorang pemimpin global sebagai lemah hanya karena tidak menggunakan pendekatan konfrontatif merupakan penyederhanaan yang tidak tepat.
“Paus Leo XIV justru menunjukkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia modern. Dalam menghadapi kriminalitas, beliau tidak memilih pendekatan instan berupa hukuman semata, melainkan menyoroti akar persoalan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, dan budaya kekerasan. Ini adalah pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada solusi jangka panjang,” ujar Gusma.
Lebih lanjut, Gusma menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan luar negeri Paus Leo XIV juga tidak berdasar. Ia menjelaskan bahwa Vatikan sejak lama memainkan peran sebagai kekuatan moral global yang mengedepankan diplomasi, dialog, dan perdamaian.
“Menilai kebijakan luar negeri Paus dengan standar kekuatan militer adalah keliru. Paus Leo XIV melanjutkan tradisi diplomasi damai dengan menyerukan deeskalasi konflik dan perlindungan kemanusiaan. Dalam banyak kasus, pendekatan ini justru menjadi jalan keluar ketika kekuatan senjata gagal menyelesaikan konflik,” tegasnya.
Gusma menilai bahwa pernyataan Trump mencerminkan benturan dua cara pandang dalam melihat dunia. Di satu sisi, terdapat pendekatan yang mengedepankan dominasi dan tekanan. Di sisi lain, terdapat pendekatan yang menempatkan keadilan, rekonsiliasi, dan martabat manusia sebagai fondasi utama.
“Dalam konteks global saat ini, pendekatan yang diambil Paus Leo XIV bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kekuatan moral yang sangat dibutuhkan dunia,” tambahnya.
Sebagai organisasi kepemudaan Katolik, PP Pemuda Katolik menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Paus Leo XIV yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan sosial.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kritik yang dilontarkan Donald Trump lebih mencerminkan preferensi politik pribadi, bukan penilaian objektif terhadap kapasitas dan peran Paus sebagai pemimpin global.




