NANGA MAU, pemudakatolik.or.id – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga, Pemuda Katolik Komcab Sintang melalui Komisariat Anak Cabang (KAC) Paroki Santo Yosef Nanga Mau menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Pemberdayaan Sumberdaya Keling Kumang (YPSDKK). Kerja sama ini diwujudkan melalui pelatihan pendidikan dan pengelolaan keuangan bagi kaum perempuan yang digelar di Gereja Santo Yosef Nanga Mau, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 peserta ini difokuskan pada peningkatan literasi keuangan sebagai fondasi utama kesejahteraan rumah tangga.
Sinergi untuk Pemberdayaan Masyarakat
Ketua KAC Pemuda Katolik Nanga Mau, Lipanus, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum ibu.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari YPSDKK. Kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk memastikan perempuan di Nanga Mau memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mengelola sumber daya ekonomi mereka,” ujar Lipanus.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua Komcab Pemuda Katolik Sintang, Valentinus Narung, S.Sos., MM, didampingi Sekretaris Komcab, Juni, S.Sos. Selain memberikan penguatan organisasi, keduanya bertindak langsung sebagai narasumber.

Valentinus Narung dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini adalah bagian penting dari peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Ini adalah langkah konkret. Mengelola keuangan keluarga dengan baik adalah kunci kemandirian ekonomi yang dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga,” jelasnya.
Dibuka Secara Resmi oleh Pastor Paroki
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Nanga Mau, RD. Yohanes Triyadi. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang bijak bukan sekadar soal angka, melainkan pondasi untuk membangun keluarga yang sejahtera dan harmonis.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang meliputi:
Perencanaan Keuangan: Menyusun skala prioritas kebutuhan rumah tangga.
Arus Kas: Teknik mengelola pemasukan dan pengeluaran agar tetap seimbang.
Strategi Menabung: Tips mengalokasikan dana cadangan untuk masa depan.
Antusiasme Peserta dan Dampak Positif
Salah satu peserta, Katarina, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Menurutnya, wawasan baru yang didapat sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menghindari pola konsumtif yang tidak teratur.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari YPSDKK menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis. YPSDKK berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui edukasi yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kaum perempuan di Nanga Mau tidak hanya menjadi pengelola keuangan, tetapi juga menjadi pilar utama dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga di lingkungan masing-masing.




