PONTIANAK, pemudakatolik.or.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kursus Kepemimpinan Menengah (KKM) dan Sekolah Politik yang dilaksanakan oleh Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Barat.
Dukungan tersebut disampaikan langsung saat menerima audiensi jajaran pengurus Pemuda Katolik Komda Kalbar di Ruang Kerja Wakil Gubernur pada Rabu, 15 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pemuda Katolik Komda Kalbar, Hubertus V. Wake, menjelaskan bahwa kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Kader Pemimpin Katolik yang Visioner, Berintegritas, dan Siap Berperan dalam Demokrasi” ini dijadwalkan berlangsung pada 17-19 April 2026 di PSE Keuskupan Agung Pontianak.
Menanggapi rencana tersebut, Wagub Krisantus Kurniawan berharap kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin masa depan.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, lahir kader-kader Pemuda Katolik yang militan dan berintegritas sehingga mampu mewujudkan demokrasi yang sehat di Kalimantan Barat,” ujar Krisantus.
Beliau juga mengonfirmasi kesediaannya untuk hadir langsung dan membuka acara secara resmi.
Hubertus V. Wake, atau yang akrab disapa Wake, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dan dukungan Pemerintah Provinsi. Ia menegaskan bahwa KKM dan Sekolah Politik merupakan agenda mandatory (wajib) organisasi untuk mempersiapkan kader dalam menghadapi dinamika politik dan demokrasi ke depan.

“Kami berterima kasih atas kesediaan Bapak Wakil Gubernur. Kami berharap ini menjadi kolaborasi nyata antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Pemuda Katolik dalam membangun daerah,” tutur Wake.
Kehadiran Pengurus
Dalam audiensi tersebut, Ketua Komda didampingi oleh sejumlah pengurus inti, di antaranya:
• Teofelus Boni (Sekretaris Komda Kalbar)
• Antoni Riyanto (Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan / Ketua Panitia)
• Srilinus Lino (Wakil Sekretaris Bidang Organisasi dan Keanggotaan)
• Gregorius Riyatno (Wakil Sekretaris Bidang LHK dan ESDM)
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang kuat dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.




