Bantul, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) pada Rabu, 27 Mei 2026 bertempat di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keberlangsungan roda organisasi sekaligus wujud nyata pelaksanaan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Muskomcab dihadiri oleh jajaran Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Daerah Istimewa Yogyakarta, pengurus Komisariat Cabang Kabupaten Bantul, anggota Pemuda Katolik Komcab Bantul, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran berbagai unsur organisasi tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam menjaga eksistensi serta keberlanjutan gerakan Pemuda Katolik di Kabupaten Bantul.
Kegiatan Muskomcab ini menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di tingkat cabang. Selain menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi, forum ini juga menjadi wadah regenerasi kepemimpinan untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi ke depan.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Ketua Pemuda Katolik Komda DIY, Rio Mayrolla, menegaskan pentingnya Muskomcab sebagai forum strategis organisasi. Ia menyampaikan bahwa organisasi yang sehat adalah organisasi yang terus bergerak dan mampu melakukan regenerasi kepemimpinan secara berkelanjutan.
“Musyawarah Komisariat Cabang merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di tingkat cabang. Forum ini bukan hanya agenda formal organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat arah gerak dan semangat pelayanan Pemuda Katolik,” ujar Rio Mayrolla.

Ia juga mengingatkan bahwa regenerasi merupakan hal penting dalam sebuah organisasi. Menurutnya, keberlanjutan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan kader-kader muda dalam melanjutkan perjuangan dan pelayanan kepada gereja maupun bangsa.
“Kami berharap ke depan Komcab Bantul dapat bergerak lebih baik lagi dalam melayani gereja dan negara, serta mampu menjadi wadah kaderisasi yang aktif, progresif, dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan Muskomcab berlangsung dengan semangat musyawarah dan kekeluargaan. Berbagai pembahasan strategis mengenai arah organisasi, evaluasi program kerja, serta penguatan kaderisasi menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Selain itu, agenda utama dalam Muskomcab ini adalah pemilihan Ketua Pemuda Katolik Komcab Bantul periode 2026–2029.
Melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis, forum Muskomcab menyepakati Maria Galuh sebagai Ketua Pemuda Katolik Komcab Bantul periode 2026–2029. Terpilihnya Maria Galuh diharapkan mampu membawa semangat baru dalam perjalanan organisasi Pemuda Katolik di Kabupaten Bantul.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Maria Galuh mengajak seluruh anggota Pemuda Katolik Komisariat Cabang Bantul untuk bersama-sama membangun organisasi yang semakin solid dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Pemuda Katolik harus menjadi organisasi yang beriman kokoh, berwawasan luas, solider, dan berdaya dalam karya untuk gereja,” ujar Maria Galuh.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif anggota dalam menjalankan program-program organisasi, membangun solidaritas antar kader, serta memperluas kontribusi Pemuda Katolik di tengah masyarakat.
Menurutnya, Pemuda Katolik tidak hanya hadir sebagai organisasi kader, tetapi juga harus mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda Katolik yang memiliki kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan komitmen pelayanan terhadap sesama.
Muskomcab ini sekaligus menjadi penanda bahwa roda organisasi Pemuda Katolik di Kabupaten Bantul tetap berjalan dan terus berproses. Semangat kaderisasi, pelayanan, dan pengabdian menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlangsungan organisasi di tengah dinamika zaman.
Dengan terselenggaranya Muskomcab 2026 ini, diharapkan panji-panji Pemuda Katolik dapat terus dikibarkan di Kabupaten Bantul melalui berbagai karya nyata yang memberikan manfaat bagi gereja, masyarakat, dan negara.
Pemuda Katolik Komcab Bantul berkomitmen untuk terus memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kader, dan menghadirkan gerakan-gerakan yang responsif terhadap kebutuhan umat serta tantangan sosial kemasyarakatan.




