BANYUWANGI, pemudakatolik.or.id – Minggu (12/4/2026), Slogan “Pro Eclesia Et Patria bergema” Pengurus organisasi Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Banyuwangi periode 2025–2028 resmi dikukuhkan & dilantik. Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Agustinus Iwan Sanjaya yang dipercaya menjabat sebagai Ketua.
Acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan di ujung timur Pulau Jawa. Kehadiran sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, seperti Kepala Bakesbangpol R. Agus Mulyono dan Asisten Pemerintahan & Kesra MY Bramudya, menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap peran pemuda dalam pembangunan daerah. Turut hadir juga Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Banyuwangi, Purowidodo, yang memberikan pendampingan formal pada prosesi tersebut.
Salah satu pemandangan menarik dalam pengukuhan ini adalah kehadiran lintas tokoh agama yang tergabung dalam Rumah Kebangsaan Banyuwangi. Ketua Rumah Kebangsaan, Hakim Said, SH, hadir didampingi tokoh sentral seperti KH. Moh. Ikrom Hasan dan H. Syafa’at. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Pemuda Katolik adalah bagian yang tak terpisahkan dari toleransi ekosistem yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Banyuwangi.

Dalam pidato perdananya, Agustinus Iwan Sanjaya menekankan bahwa Pemuda Katolik tidak hanya sekedar wadah berorganisasi, tetapi juga tempat bertumbuhnya iman. Ia menggarisbawahi pentingnya peran Romo Moderator sebagai organisasi spiritual kompas.
“Dalam menjalankan roda organisasi, kami menyadari bahwa semangat berkarya harus beriringan dengan pendampingan rohani. Keberadaan Romo Moderator adalah kebutuhan mendasar agar setiap langkah langkah kami tetap diperlukan pada nilai-nilai keimanan,” ungkap Iwan.
Iwan juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran perwakilan organisasi kepemudaan lintas latar belakang, mulai dari GMNI dan HMI hingga berbagai OKP keagamaan lainnya. Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen mahasiswa dan pemuda ini merupakan energi positif untuk membangun Banyuwangi yang lebih harmonis.
“Kehadiran rekan-rekan lintas organisasi adalah bukti nyata bahwa persaudaraan di Banyuwangi sangat kuat. Ini menjadi modal utama bagi kami untuk terus bergerak bersama merawat kebhinekaan,” tambahnya.
Melalui pengukuhan ini, Pemuda Katolik Banyuwangi bersiap memulai masa bakti baru dengan fokus pada kontribusi nyata di bidang sosial, penguatan keagamaan, serta penjagaan nilai-nilai persahabatan di tengah keberagaman masyarakat.
Acara tersebut dihadiri sekitar 85 orang undangan yang terdiri dari lintas sektor organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.




