YOGYAKARTA, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) secara daring dengan mengusung tema “Peran Orang Muda Katolik dalam Merawat Persatuan dan Ketahanan Bangsa”, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 anggota baru dengan menghadirkan Dr. Jeane Francoise, Dosen President University; Huda Al Elna, perwakilan KPU Daerah Sleman; serta Abdul Heri, Pengurus Pemuda Katolik Komda DIY, sebagai narasumber.
Ketua Panitia MAPENTA, Stephanus Benny Pudyastato, menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadi modal penting bagi keberlanjutan proses kaderisasi dan regenerasi organisasi.
Sementara itu, Moderator Pemuda Katolik Komda DIY, Rm. Martinus Dam Febrianto, SJ, menekankan pentingnya mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata.
“Kepedulian kita untuk kebaikan bersama harus konkret,” ujarnya.
Ia berharap orang muda Katolik tidak hanya memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa, tetapi juga mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua Pemuda Katolik Komda DIY, Pancratius Rio Mayrolla, mengatakan MAPENTA merupakan bagian penting dari proses kaderisasi untuk memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan kader yang mampu berkontribusi bagi Gereja dan negara.
“Harapannya, dengan adanya MAPENTA dapat memperkuat jalannya roda organisasi sehingga organisasi senantiasa terus bergerak dan memberikan manfaat bagi Gereja dan bangsa,” ungkap Pancratius.
Menurutnya, Pemuda Katolik menjadi ruang bagi orang muda untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, membangun kepemimpinan, serta mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Pelaksanaan MAPENTA diharapkan tidak berhenti pada proses penerimaan anggota baru, tetapi menjadi awal pembinaan kader yang memiliki kepedulian sosial, semangat persatuan, integritas, serta komitmen untuk terlibat dalam berbagai persoalan masyarakat.
Dengan regenerasi yang terus berjalan, Pemuda Katolik Komda DIY menargetkan organisasi semakin solid dan mampu menghadirkan karya pelayanan yang memberikan manfaat bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Dalam doa penutup, peserta secara khusus mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi serta masyarakat di Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah.




