KUPANG, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mematangkan persiapan aksi kemanusiaan lanjutan untuk membantu masyarakat terdampak gempa Flores, termasuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi dan sulit mendapatkan akses logistik.
Sekretaris Pemuda Katolik Komda NTT, Aleksander Tamonob, mengatakan komitmen Pemuda Katolik adalah terus hadir di tengah masyarakat terdampak sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal tersebut disampaikannya setelah melakukan koordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Jiwa Naimata Kupang, Jumat (4/9/2026).
“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak di Flores dan membangun kolaborasi serta sinergi dengan semua pihak. Kami sudah berkoordinasi dengan Direktur RSKD Jiwa Naimata dan jajaran manajemen, serta rekan-rekan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) NTT dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI),” ujar Aleksander.
Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dalam aksi kemanusiaan sebelumnya. Pemuda Katolik bersama tenaga kesehatan telah terlibat langsung dalam penanganan masyarakat terdampak di Mbay, Nagekeo, Borong, serta Dampek, Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam aksi tersebut, fokus utama diarahkan pada dukungan kesehatan psikososial bagi penyintas, termasuk masyarakat umum, anak-anak, dan tenaga kesehatan yang turut menjadi kelompok terdampak.
“Berbekal pengalaman aksi kemanusiaan sebelumnya, kami sepakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi,” kata Aleksander.
Pada aksi lanjutan yang direncanakan berlangsung September ini, relawan Pemuda Katolik akan diarahkan ke sejumlah wilayah yang dinilai masih sulit dijangkau dan memiliki akses logistik terbatas. Di antaranya Lempang Paji, Kecamatan Elar dan Elar Selatan, Lambaleda dan sekitarnya di bagian utara Kabupaten Manggarai Timur, serta Reok Barat dan Kecamatan Cibal di Kabupaten Manggarai.
Menurut Aleksander, waktu pelaksanaan masih diselaraskan dengan berbagai pihak yang terlibat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus mengalir, termasuk dari Djarum Foundation yang akan berkolaborasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Koordinasi dan diskusi awal dengan pihak Djarum Foundation sudah berjalan dan akan terus kita lakukan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena banyak pihak merespons positif apa yang telah kita jalankan dan dukungan terus mengalir melalui Pemuda Katolik Komda NTT,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemuda Katolik Komda NTT telah menurunkan 65 relawan dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa dari RSKD Jiwa Naimata Kupang serta PAFI NTT. Tim memberikan dukungan kesehatan psikososial untuk membantu pemulihan mental, memberikan motivasi, dan membangun kembali semangat masyarakat terdampak.
Dalam pelaksanaannya, Pemuda Katolik juga terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan Satuan Tugas (Satgas) di masing-masing kabupaten serta Keuskupan melalui paroki-paroki di wilayah terdampak.
Direktur RSKD Jiwa Naimata Kupang, Novy Enggelin Elim, S.Farm., Apt., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Pemuda Katolik Komda NTT dalam penanganan masyarakat terdampak bencana di Flores.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pemuda Katolik yang telah memfasilitasi tenaga kesehatan kami untuk ikut turun dalam aksi kemanusiaan ini sehingga kami tidak perlu memikirkan anggarannya. Dalam situasi sulit seperti ini, semangat kolaborasi menjadi kata kuncinya. Kita harus bergerak bersama dan berjuang bersama-sama,” ujar Novy.
Ia menegaskan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi situasi bencana. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak akan memperkuat upaya penanganan dan membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
“Kalau kita bergandengan tangan, pasti kita sanggup memikul beban seberat apa pun itu. Kami menyambut baik semangat dari Pemuda Katolik,” tutup Novy.




