Oelamasi, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Kupang secara resmi melakukan penarikan kembali kader yang telah mengikuti Program Pelatihan Menjahit selama kurang lebih empat bulan di Sentra Efata Kupang. Kegiatan penarikan ini menjadi penanda berakhirnya salah satu program pemberdayaan keterampilan yang menjadi prioritas organisasi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya kader muda Katolik di wilayah Kabupaten Kupang.
Pelatihan yang berlangsung sejak Desember ini merupakan bentuk kerja sama strategis antara Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Kupang dengan Sentra Efata sebagai lembaga pembinaan vokasional yang memiliki fokus pada pelatihan keterampilan praktis dan kemandirian ekonomi. Program ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan kemampuan dasar hingga lanjutan dalam bidang tata busana, mulai dari pengenalan alat, teknik dasar menjahit, pembuatan pola, hingga penyusunan produk busana sederhana dan semi-formal.
Ketua Komcab Kabupaten Kupang menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen organisasi Pemuda Katolik dalam membentuk kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan gerejawi dan kemasyarakatan, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang dapat menunjang kemandirian pribadi.
“Para kader tidak hanya mendapat pelatihan teknis, tetapi juga mendapatkan pendampingan terkait etos kerja, kedisiplinan, dan kreativitas. Harapan kami, pengalaman ini menjadi modal awal mereka untuk terjun dalam dunia kerja maupun merintis usaha mandiri,” ungkapnya.
Dalam proses pelatihan, peserta menunjukkan perkembangan signifikan, baik dalam penguasaan teknik menjahit maupun kemampuan menghasilkan produk yang layak pakai. Pihak Sentra Efata menyampaikan apresiasi tinggi terhadap motivasi dan sikap belajar para peserta, yang dinilai konsisten dari awal hingga akhir program. Di fase penutupan, peserta menjalani sesi evaluasi dan mempresentasikan hasil karya berupa rok, blouse, serta beberapa produk kreatif berbasis kain.
Program ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, karena peserta dituntut untuk disiplin mengikuti jadwal latihan, bekerja sama dalam kelompok, serta menyelesaikan tugas praktik tepat waktu. Pendekatan ini diharapkan dapat melatih rasa tanggung jawab dan ketekunan, dua hal yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan keterampilan vokasional.

Sejalan dengan visi organisasi, kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis tetapi juga berdampak sosial. Kader yang telah kembali ke wilayah masing-masing diharapkan dapat menjadi penggerak dalam komunitas, berbagi pengalaman, serta memotivasi generasi muda lainnya untuk terlibat dalam pelatihan dan pengembangan diri. Pemuda Katotik Komcab Kabupaten Kupang menegaskan akan terus mendorong lahirnya ruang-ruang pemberdayaan serupa demi memperkuat kemandirian ekonomi pemuda Katolik di daerah tersebut.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Kupang berencana melakukan pemantauan lanjutan guna melihat perkembangan peserta serta membuka kemungkinan pelatihan lanjutan atau program pendampingan usaha kecil berbasis keterampilan menjahit.




