Tuesday, April 21, 2026

Pemuda Katolik Kupang Hadirkan Ruang Dialog Kritis Dokumen Vos Estis Lux Mundi

Must Read

Kupang, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang kembali menghadirkan ruang refleksi dan dialog melalui kegiatan Diskusi Interaktif bertema “Terang di Balik Kegelapan: Memaknai Dokumen Vos Estis Lux Mundi (VELM) dalam implementasinya bagi Hidup Menggereja.” Aula Istana Keuskupan Agung Kupang, Sabtu 21 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman umat, khususnya kaum muda, terhadap semangat pembaruan Gereja dalam membangun transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap martabat manusia.

Diskusi ini menghadirkan narasumber yang kompeten, yakni Prof. Dr. Fransiskus Bustan dan RP.Dr Viktor Doddy Sau Sasi, CMF yang mengupas secara kritis sekaligus reflektif makna dan implementasi dokumen Vos Estis Lux Mundi dalam kehidupan menggereja saat ini.

Valentinus K. Masan Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang dalam sambutan. “Atas nama Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi pengetahuan, serta kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus mendukung kegiatan pembinaan generasi muda.”

Lanjut Valentinus yang juga Dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang “Kami berharap, melalui kegiatan ini, lahir pemahaman yang lebih mendalam sekaligus komitmen nyata, khususnya bagi kaum muda, untuk menjadi terang di tengah kehidupan menggereja dan masyarakat.”

Pastor Moderator RD. Andreas J. Alo’a dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai ruang refleksi iman yang kritis dan bertanggung jawab. “Kita semua dipanggil untuk semakin membangun kehidupan menggereja yang berakar pada kebenaran, keadilan, dan kasih. Ditengah perkembanan teknologi membuat anak muda hilang arah bahkan tidak keritis dalam menyikapi kasus yang viral dan populer di media online, sehingga kegiatan ini mau meyakinkan mereka agar jangan terpengaruh, tetap tenang dan percayakan pada hirarki yg mengatur sesuai dokumen yang berlaku.”

Lanjut RD. Andre Alo’a Pastor Kuasi St. Petrus Manulai II, “Pemuda katolik harus peka dan membuka ruang diskusi agar kita tdk saling curiga dan menghakimi. Gereja dipanggil untuk menjadi terang, bukan hanya dalam pewartaan, tetapi juga dalam keberanian untuk membenahi diri, menjaga martabat setiap pribadi, serta menghadirkan rasa aman bagi semua umat.”

Johanes Don Bosco Assan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, mewakili Wali Kota Kupang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Diskusi Interaktif ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai ruang dialog yang membangun kesadaran kritis, khususnya bagi generasi muda, dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan sosial dan keagamaan. Pemerintah Kota Kupang tentu mendukung setiap inisiatif positif yang mendorong kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, berintegritas, dan berkeadaban.”

Lanjut Toto Assan “Kami berharap, melalui kegiatan ini, lahir pemahaman yang lebih mendalam sekaligus komitmen bersama untuk menghadirkan terang dalam kehidupan bermasyarakat dan menggereja.”

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus DPP Paroki se-Kota Kupang, Perwakilan Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, Pengurus Pemuda Katolik Komda NTT, Pengurus Komcab Kota Kupang, Pengurus OMK Katedral, Pengurus Senat STIPAS Keuskupan Agung Kupang dan anak muda katolik.

spot_img
Latest News

Momentum Kartini, Pemuda Katolik Jabar Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan di Lingkungan Kampus

BANDUNG, pemudakatolik.or.id – Momentum peringatan Hari Kartini 21 April 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan ruang aman bagi perempuan...
spot_img

More Articles Like This