Thursday, July 18, 2024

Adem, Pemuda Lintas Agama Tangerang Selatan Sikapi Kasus Pembubaran Doa Rosario

Must Read

Pemudakatolik.or.id, Tangsel – Pemuda lintas agama di Tangerang Selatan bersatu dalam sebuah pernyataan sikap mengecam keras kasus pembubaran paksa doa Rosario yang dilakukan terhadap mahasiswa Universitas Pamulang di Setu, Pamulang.

Dalam acara yang digelar di Chara Nepri Café Tangerang Selatan pada Rabu (9/5), berbagai organisasi pemuda seperti Pemuda Katolik Komisariat Cabang Tangerang Selatan, DPC GAMKI Tangsel, GP Ansor Tangerang Selatan, PAKIN Tangerang Selatan, Pemuda Muhammadiyah Tangerang Selatan, KPSHD Tangerang Selatan, dan Gemabudhi Tangerang Selatan, sepakat untuk mengecam tindakan intoleran tersebut.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) Pemuda Katolik Tangerang Selatan, Steve Elu menegaskan bahwa Pemuda Katolik Komcab Tangerang Selatan sangat menyangkan peristiwa ini bisa terjadi. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. “Mari kita percayakan penyelesaian kasus ini kepada pihak Kepolisian. Kami akan terus mengawal kasus ini agar bisa diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sembari itu, katanya lagi, “Kami akan mendampingi adik-adik yang menjadi korban dari peristiwa ini. Kondisi psikologis mereka harus dipulihkan. Juga, kondisi sosial di lingkungan tempat mereka tinggal harus kembali kondusif. Relasi sosial itu harus dibangun lagi dengan pendekatan-pendekatan harmonis sehingga peristiwa intoleran ini tidak terulang kembali…”

Ketua GAMKI Tangerang Selatan, Adi Saputra Simanulang, menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian pemuda lintas agama. Menurutnya, pernyataan sikap pemuda lintas agama ini adalah cermin sikap pemuda di Tangerang Selatan untuk mengecam aksi kekerasan yang menimpa teman-teman mahasiswa Katolik yang sedang beribadah.

“Peristiwa yang terjadi kemarin memotivasi kita semua untuk terus membangun keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama yang ada di Tangerang Selatan. Dan, kasus ini harus kita kawal agar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk saling menghargai,” tambah Adi Saputra.

Sementara itu, Wakil Ketua Muhammadiyah Rindang Panuntun mengingatkan agar hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita juga harus dijaga dengan baik. Sebagai warga, sudah sepatutnya kita mengenal satu sama lain dan saling menyapa. “Dan terkait kasus yang terjadi di Pamulang, tidak bisa dibenarkan. Karena itu, proses hukum yang sedang berjalan, harus kita hargai. Kita serahkan kepada polisi untuk menyelesaikan kasus ini…” ungkapnya.

Secara umum, ada lima sikap yang kemudian dibacakan sebagai sikap bersama Pemuda Tangerang Selatan, dalam menyikapi kasus yang terjadi di Pamulang, yaitu:

  1. Kami Organisasi Kepemudaan Lintas Agama Kota Tangsel meminta pemerintah Kota Tangsel dan jajarannya harus memiliki peranan membangun keharmonisan dan moderasi beragama demi membangun kerukunan antar umat beragama.
  2. Kami Organisasi Kepemudaan Lintas Agama Kota Tangsel meminta Pemerintah KotaTangsel dan jajarannya bersikap adil, dengan memberikan ruang kebebasan melaksanakan ibadah kepada setiap umat beragama di kota tangsel, tanpa perlakuan diskriminasi.
  3. Kami Organisasi Kepemudaan Lintas Agama Kota Tangsel meminta Pemerintah Kota Tangsel dan jajarannya untuk lebih aktif dalam pembinaan toleransi dan keberagaman di masyarakat agar tercipta kerukunan antar umat beragama.
  4. Kami Organisasi Kepemudaan Lintas Agama Kota Tangsel memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, FKUB, lembaga masyarakat dan agama di kota tangsel yang bergerak cepat mencegah terjadinya konflik, serta meminta seluruh elemen masyarakat untuk dapat menahan diri, tidak memprovokasi keadaan, serta menjaga ketenangan.
  5. Kami Organisasi Kepemudaan Lintas Agama Kota Tangsel berkomitmen memperkuat gerakan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi dan interaksi sosial antar suku, agama, dan golongan.

Saat ini Pemuda Katolik Tangerang Selatan terus berkomunikasi secara intens dengan Paroki Barnabas Pamulang melalui Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK), sebagai perpanjangan tangan informasi ke pihak Gereja yang sejak awal ikut memantau kasus tersebut.

Untuk diketahui, bahwa bagi umat Katolik, bulan Mei dan Oktober menjadi bulan penghormatan khusus kepada Bunda Maria, salah satunya dilakukan dengan Doa Rosario secara bergilir dari rumah ke rumah dalam satu wilayah teritorial terkecil.*

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Pemuda Katolik Sulteng Jejaki Kerjasama dengan Perwakilan Bursa Efek Indonesia

Pemudakatolik.or.id, Palu - Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan Bursa Efek...
spot_img

More Articles Like This