Sunday, September 25, 2022

Pemuda Katolik Komda Sulteng Inisiasi Pertemuan Ormas Katolik dengan Uskup Manado

Must Read

(Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC bersama pengurus Ormas Katolik di Sulteng usai dialog pada Minggu, 1 Mei 2022 di Gasebo Gereja Katolik Paroki Sta. Maria Palu)

Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC meluangkan waktu untuk dialog bersama pengurus organisasi kategorial kemasyarakatan (Ormas) Katolik yang berada di Sulawesi Tengah pada Minggu, 1 Mei 2022 di Gazebo Gereja Katolik Paroki Santa Maria Palu.

Adapun pengurus sejumlah Ormas Katolik tersebut, yakni pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulawesi dan pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Palu, pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palu, pengurus Ikatan Sarjana Katolik Sulawesi Tengah, pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santa Maria Palu, dan pengurus Vox Point Indonesia Sulawesi Tengah.

Dialog yang diawali dengan doa yang dipimpin oleh Michael Haden, pengurus Dewan Pastoran Paroki (DPP) Santa Maria Palu itu berjalan kurang lebih 1 jam 30 menit.

Banyak hal yang diutarakan dalam dialog yang dipandu oleh Sekretaris Vox Point Sulawesi Tengah, Yohanes Budiman.

Mulai dari perkenalan pengurus dan kiprah masing-masing organisasi ini di Sulawesi Tengah sampai pada isu pemekaran Keuskupan Manado yang membawahi tiga wilayah administrasi pemerintahan, yakni Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Sulawesi Tengah, Agustinus Salut yang merupakan salah satu inisiator dialog bersama Uskup dengan Ormas Katolik ini menuturkan, ini merupakan pertama kali Ormas Katolik di Sulawesi Tengah melakukan dialog langsung bersama dengan Bapa Uskup Keuskupan Manado.

Sehingga diharapkan momentum ini dimanfaatkan semaksimal mungkin agar Bapa Uskup mengenal semua Ormas Katolik yang ada di Sulawesi Tengah dan ketemu langsung dengan semua pengurus masing-masing organisasi.

“Terimakasih Bapa Uskup yang telah meluangkan waktunya bersama kami, kiranya dalam kunjungan berikutnya ke Sulawesi Tengah selalu diagendakan untuk dialog bersama seperti ini,” kata Gusty sapaan akrab Ketua Pemuda Katolik KOMDA Sulteng.

Sementara itu, Mgr. Benedictus Estephanus Roll Untu, MSC mengapresiasi dan terima kasih atas inisiatif pengurus untuk bisa dialog bersama pada siang hari ini (Minggu).

Ormas Katolik harus mampu menjadi garam dan terang kepada masyarakat sesuai karakter Katolik.

Membangun karakter Katolik sudah sejak lama digalakan melalui sekolah-sekolah Katolik termasuk di wilayah Keuskupan Manado.

Karakter Katolik itulah yang harus ditampilkan oleh setiap umat Katolik ketika berada di tengah masyarakat.

Ormas Katolik harus tampilkan karakter Katolik di masyarakat, karena ini ciri khas kita, yakni menjadi garam dan terang. Bukan untuk mengkatolikan orang-orang yang berjumpa dengan kita, tetapi karakter katolik kita tampilkan menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.

Mgr. Rolly Untu juga menyampaikan, bahwa kader Ormas Katolik musti terlibat dalam politik, terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Musti saling dukung agar ada keterwakilan kita, baik di legislatif maupun eksekutif.

“Kader Katolik musti saling dukung agar ada yang mewakili kita duduk di legislatif maupun eksekutif,” imbuhnya.

Terkait dengan rencana pemekaran Keuskupan kata Mgr. Rolly Untu, memang sudah masuk dalam rencana strategis (Renstra) Keuskupan Manado, soal kapan itu terwujud, kita belum tau, dan Keuskupan apa namanya juga belum tau.

Tetapi yang jelas sudah masuk dalam Renstra, dan saat ini sudah ada tim penjajakan.

Diakhir pertemuan itu dilakukan foto bersama Bapa Uskup Keuskupan Manado dengan pengurus masing-masing Ormas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Menyoal Kasus Mutilasi 4 Warga Timika, Pemuda Katolik: Ini Perbuatan Merendahkan Martabat Manusia

Pemudakatolik.or.id, Papua - Berita mengejutkan datang dari Timika, Papua. Empat orang warga sipil Timika dimutilasi. Pembunuhan yang terjadi 22 Agustus...
spot_img

More Articles Like This