Sunday, November 27, 2022

Pemuda Katolik: Investigasi Tuntas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan Malang

Must Read

Pemudakatolik.or.id, Malang – Laga Arema vs Persebaya yang dimenangkan tim tamu berakhir ricuh. Korban jiwa yang meninggal (per data pagi ini-red) sebesad 153 jiwa dengan deretan korban luka-luka lainnya. Eduardo Edwin Ramda selaku Ketua Departemen Riset dan Kebijakan Publik Pemuda Katolik menyampaikan dukacita atas insiden ini.

“Kami keluarga besar Pemuda Katolik menghaturkan duka cita atas korban jiwa yang meninggal dalam insiden ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan dikuatkan oleh naungan kasih Tuhan”, kata Edu.

Edu menyayangkan kericuhan yang timbul dalam pertandingan ini. Menurutnya, setiap elemen pertandingan layak diusut sebab memiliki tanggung jawab yang besar dalam insiden ini. “Panita pelaksana pertandingan hingga aparat keamanan harus diusut dan diberikan sanksi tegas. Terlebih, penggunaan gas air mata adalah hal yang jelas-jelas dilarang dalam aturan FIFA”, jelas Edu.

Selain itu, Edu menyampaikan bahwa ada efek struktural akibat insiden ini. “Sepakbola kita sedang berada pada performa dan progress yang baik. Geliat ETMC yang menarik di NTT hingga performa apik timnas vs Curacao adalah fakta bahwa Indonesia sedang climbing to the top. Jangan sampai karena nila setitik, rusak susu sebelanga”, jelas Edu.

Edu juga berpendapat bahwa insiden ini merupakan insiden luar biasa. “Jumlah korban jiwa 153 and still counting, ini yang terbanyak nomor 2 di dunia setelah insiden tahun 1954 di Peru. Karena efeknya sistemik, maka harus diadakan investigasi yang mendalam terhadap semua yang terlibat dalam insiden ini. Kalau sampai kejadian ini berdampak pada sepakbola Indonesia, maka banyak pihak yang akan dikorbankan seperti klub lainnya yang sudah go profesional dengan ekosistem bisnis yang baik hingga umkm yang bergantung pada hajatan liga 1”, pungkas Edu.

Sejalan dengan harapan Presiden Jokowi agar PSSI memberhentikan sementara Liga 1, Pemuda Katolik menilai ini langkah yang tepat untuk mengantisipasi kejadian serupa sekaligus ada kesempatan untuk mengevaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan saat pertandingan bola.

“Dengan evaluasi ini, sportivitas dan rasa kemanusiaan menjadi nilai penting dari pertandingan bola kaki. Bukan sekadar olahraga semata tapi ada semangat persaudaraan,” demikian Edu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Berjalan Bersama, Pemuda Katolik Cianjur Tanggap Bencana

Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Cianjur turut terjun untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di Kabupatem Cianjur, Jawa...
spot_img

More Articles Like This