AMBARAWA, pemudakatolik.or.id — Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Semarang sukses menyelenggarakan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) 2026 pada 11–12 April 2026 di Kanisius Eco Learning Camp, Ambarawa.
Mengusung tema “Kader Pemuda Katolik yang Level Up dalam Karya bagi Gereja dan Masyarakat”, kegiatan dua hari ini menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi 22 peserta — terdiri dari 16 peserta putra dan 6 peserta putri — yang siap dikader menjadi pemimpin Gereja dan bangsa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP., M.Si., yang turut hadir dalam protokoler pembukaan KKD sekaligus memberikan materi tentang Wawasan Kebangsaan. Beliau membawa peserta merefleksikan identitas mereka sebagai warga negara dan warga Gereja sekaligus.
Melalui materi Kepemimpinan Pancasila, ia menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi pemersatu yang tidak bisa dipisahkan dari keutuhan bangsa: “Kehilangan Pancasila berarti kehilangan Indonesia.” Kehadiran pejabat pemerintah kota ini mencerminkan betapa KKD bukan sekadar agenda internal organisasi, melainkan sebuah kolaborasi nyata Pemuda Katolik dalam ekosistem kepemimpinan masyarakat Kota Semarang.
KKD 2026 dirancang dengan pendekatan komprehensif — memadukan dimensi spiritual, intelektual, dan praktikal kepemimpinan melalui empat sesi materi utama.

Materi kedua, Spiritualitas Kaum Awam, dibawakan oleh Albertus Dwiyoga Widiantoro, dosen Universitas Soegijapranata Semarang. Ia menegaskan bahwa panggilan hidup orang Katolik adalah hadir dan terlibat aktif di tengah dunia. Menekankan relevansi dokumen Gaudium et Spes art. 1, ia mengingatkan para peserta: “Sukacita dan harapan, duka dan kecemasan dunia masa kini adalah duka dan kecemasan para murid Kristus juga.” Pesan ini menjadi fondasi rohani yang mengalir sepanjang KKD — bahwa kepemimpinan Katolik bukan pelarian dari dunia, melainkan keterlibatan penuh di dalamnya.
Memasuki malam hari, sesi dilanjutkan dengan Public Speaking dan Negosiasi oleh Raden Yohanes Kristian Hardianto, S.H., Komisaris Utama BPR Gunung Rizki. Dengan latar belakang dunia bisnis dan hukum, ia menguraikan bahwa seorang pemimpin sejati adalah “orang yang karena keahliannya dipilih dan dilantik untuk mewujudkan visi yang memilihnya.” Ia merumuskan tiga komponen utama yang wajib dimiliki seorang pemimpin dalam akronim ASK: Attitude, Skill, dan Networking — tiga pilar yang tidak bisa berdiri sendiri-sendiri.
Keesokan harinya, suasana beralih ke alam terbuka. Tipe Kepemimpinan Pemuda Katolik dijelaskan dalam format outbond yang dipandu oleh Dewi Ratna Jai, S.Pd., dengan lima pos yang masing-masing merepresentasikan nilai kepemimpinan: Melayani, Rendah Hati, Empati dan Peduli, Memberdayakan, dan Rela Berkorban — semuanya berakar pada Servant Leadership, gaya kepemimpinan Yesus yang melayani. Dewi menegaskan, “Role model kepemimpinan Katolik adalah Yesus sendiri. Ia hadir sebagai teladan yang menghidupi apa yang disabdakan-Nya dalam pelayanan yang taat dan total pada kehendak Bapa.”
Melengkapi sesi-sesi tersebut, materi Analisis SWOT oleh Stefanus Agus Tri Haryanto, Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik, membekali peserta dengan alat analisis praktis untuk membaca potensi diri dan lingkungan sebagai modal kepemimpinan yang strategis.
Seluruh rangkaian materi ditutup dengan sesi Penjelasan Tugas KKD dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipandu oleh AR. Nur Cahya Utama selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi Kepemimpinan dan Keanggotaan dan Pelatihan. Sesi ini menjadi jembatan penting antara ruang pelatihan dan medan pelayanan nyata.
M. Arung Palaga, S.IP, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Semarang, menjadi ujung tombak dalam mengawal bagaimana semangat KKD ini dapat benar-benar terwujud dalam aksi pelayanan pasca-pelatihan. Ia menekankan bahwa RTL bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata para kader yang telah ditempa selama dua hari penuh.
Momentum KKD 2026 ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi yang lebih luas: Petrus Bangkit Priyo Nugroho selaku Ketua Komisariat Daerah (Komda) Jawa Tengah, Ignatius Sukmono Kristanto selaku Bendahara Komda Jawa Tengah, serta Nicholaus Kevin M.P., Ketua Komisariat Cabang Kabupaten Semarang, yang hadir sebagai peserta dengan tujuan mempersiapkan penyelenggaraan KKD serupa di wilayahnya. Kehadiran mereka memperkuat makna KKD ini sebagai gerakan kaderisasi yang berkelanjutan dan berjenjang.
KKD 2026 Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Semarang bukan sekadar agenda organisasi — ia adalah pernyataan iman dan cinta tanah air. Di bawah semangat “Pro Ecclesia et Patria” — demi Gereja dan Tanah Air — 22 kader muda Katolik Semarang pulang bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan visi yang lebih jernih, karakter yang lebih kokoh, dan semangat pelayanan yang siap diwujudnyatakan di tengah Gereja dan masyarakat.




