Thursday, July 18, 2024

Menempa Manusia Papua Melalui Pendidikan Asrama Ala Pastor Anthonius B.M. Tromp Osa

Must Read

MELALUI BUKU,”Pola Pendididikan Misionaris Dalam Membangun SDM Papua Berkaca Dari Semangat Spritualitas Pastor Anthonius B.M. Tromp OSA Di Wilayah Vogelkoop Tanah Papua.”

Yang ditulis oleh Robertus Yewen dan didiskusikan melalui webinar oleh Departemen Gugus Tugas Papua, Pengurus Pusat Pemuda Katolik pada Sabtu, 2 Juni 2023.

Ada 21 bagian yang diulas Yewen dalam buku itu yang merekam karya Tromp dari kesaksian beberapa orang yang pernah mengenyam didikannya.

Enam penanggap buku itu diantaranya Gabriel Asem, Prof. Dr.Drs. Ave Lefaan, Pastor Athanius Bame, OSA, Pastor Heribertus Lobya OSA, Yustina Ogoney (Ketua Komda Papua Barat) dan Vincentius P. Baru (Ketua Komda Papua Barat Daya).

Penanggap memantik dari berbagai sudut pandang terutama mengenai pola pendidikan yang ideal. Hal itu disampaikan Gabriel menilik sosok Tromp adalah pastor yang menurutnya baik, selalu merangkul semua orang tanpa membedakan latar belakang agama, suku dan golongan sosial.

Kesan Gabriel,” Pastor Antonius adalah pahlawan pendidikan bagi anak-anak Papua di wilayah kepala burung. Buku  Roberthus Yewen ini harus diperbayak lalu sebarkan ke sekolah-sekolah untuk menjadi pedoman pola pendidikan bagi  generasi muda sekarang  dan akan datang,” ujarnya.

Pola pendidikan asrama dengan pendekatan psikologis menurut Guru Besar Sosiologi  Universitas Cenderawasih, Ave Lefaan,”Kita mesti berkaca dari semangat spritualitas Pastor Tromp dengan pola pendidikan asrama. Melihat asrama bukan semata menjadi tempat tinggal tetapi menjadi ‘sekolah’ tempat belajar tentang kemandirian dan manajemen diri. Kedepan  menjadi hal yang penting untuk diterapkan dan diprioritaskan.,”

Tromp bagi Yustina, ibarat pohon beringin, ia  menjadi tempat bernaung dan perlindungan bagian semua orang.

“Pastor Tromp selalu lihat dari sisi kemanusiaan tanpa memandang perbedaan. Ia juga telah berjasa dalam membiayai  ayah saya untuk melangsukan pendidikannya. Dan saya juga mengalami kebaikan itu, bahkan anak saya merasakan,” tutur  Yustina mengenang jasa pastor sambil menetaskan air mata.

Tromp dimata rekan pastornya, Pastor Heribertus Lobya, OSA menilai dari sisi pemberian dirinya bagi gereja dan taat kepada uskup melalui pelayanan nyata di bidang pendidikan di wilayah Kepala Burung. Karya nyatanya dalam membangun sekolah berpola asrama seperti; Seminari Menengah Petrus Van Diepen, Sorong, SMA YPPK Agustinus Sorong, SMP dan SMA Villanova Manokwari. Model pendidikan berasrama seperti ini patut ditiru oleh Pemerintah Daerah di Tanah Papua.”

Pastor Lobya, Direktur SKPKC OSA mengaku bahwa selama ini pemerintah banyak membangun asrama tetapi tidak ada pendampingan, pembinaan dan aktivitas keseharian belum tersistem dengan baik.

Pendidikan merupakan bagian dari tugas penggembalaan. Yang  menjadi fokus perhatian Tromp adalah investasi sumber daya manusia. Untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia,  tentunya membutuhkan waktu sekitar 30 tahun. Setelah itu, baru dapat hasilnya.

Perwakilan  Ordo Santo Agustinus Pastor Athanasius Bame, OSA, mengakui hasil didikan Tromp, hari ini diakui,” Kita bisa lihat hasil lulusan dari pendidikan rintisan Tromp yang tersebar di berbagai lini (legislatif, yudikatif dan eksekutif, swasta dan lainnya) khususnya di wilayah kepala Burung,” peran serta  para alumni seminari dan SMA di Sorong.

Pengakuan lain dari Vincentius Paulinus Baru yang lebih mengapresiasi penulis buku yang telah mendokumentasikan karya pelayanan pastor melalui orang-orang terdekatnya.

“Karya beliau, bukan saja di bidang pendidikan.  Tetapi di  bidang ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat bisa dilihat dari hasil pertanian mereka kemudian ditampung ke  koperasi. Lalu  pemasarannya   di jual  ke toko dan pasar di Manokwari-Sorong. Catatan kepada penulis supaya menulis seri berikut dari sisi karya ekonomi.”

Ketua Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik Melkior N.N.Sitokdana mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengungkapkan,” Penting untuk terus bergerak menginisiasi diskusi yang bernilai tambah. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk merawat peradaban suatu bangsa. Khusus di tanah Papua, kontribusi misionaris dalam  pastoral pendidikan menjadi hal yang penting untuk dijadikan teladan. Seperti karya besar  almarhum Pasor Anthonius B.M. Tromp OSA.” [] Alfonsa Wayap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Pemuda Katolik Sulteng Jejaki Kerjasama dengan Perwakilan Bursa Efek Indonesia

Pemudakatolik.or.id, Palu - Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan Bursa Efek...
spot_img

More Articles Like This