Monday, September 26, 2022

Romo Hadi Tutup Usia, Jarang yang Tahu Romo Hadi adalah Ketua Pemuda Katolik Komcab Bintaran

Must Read

Pemudakatolik.or.id – Romo Martinus Hadiwijoyo, Imam Diosesan Keuskupan Agung Jakarta wafat pada Senin, 29 Agustus 2022 Pkl. 14.35 Di RS Sint Carolus.

Romo Hadi dikenal sebagai Pendiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari / Tunggal Hati Maria (THS-THM).

Buku Memoar Alumni Pemuda Katolik terbitan Obor yang diterbitkan pada tahun 2010 mencatat Romo Hadi adalah Ketua Pemuda Katolik Cabang Bintaran, Yogyakarta pada tahun 1960-an.

Romo Hadi memang sangat aktif dalam gerakan kaderisasi, hal itu ditegaskan Prof. Dr. Anton “Dipo” Sudiarjo, SJ, imam Jesuit Guru Besar STFT Driyarkarta Jakarta. Sebagaimana dimuat di laman Sesawi.net, saat Romo Dipo SJ mengampu tugas sebagai pastor mahasiswa di Wisma Margasiswa Yogyakarta, mendiang Romo Hadi juga selalu aktif terlibat dalam gerakan kaderisasi.

Romo Hadi menjadi Ketua Pemuda Katolik di empat wilayah/ kampung, yaitu Dipowinatan, Pujokusuman, Keparakan Lor, dan Keparakan Kidul dalam wilayah Paroki Bintaran. Keterlibatannya dalam Pemuda Katolik juga akhirnya Romo Hadi pernah bersama Pasukan Khusus RPKAD dalam aksi Penumpasan G30 S PKI di Yogyakarta. Saat itu Romo Hadi juga sebagai Ketua Drum Band Jaya Katolika Yogyakarta.

Buku Memoar Alumni Pemuda Katolik juga mencatat Romo Hadi bersama 11 pria dan 4 wanita memulai Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari / Tunggal Hati Maria (THS-THM) sejak tahun 1984 di Seminari Mertoyudan.

Kecintaannnya pada Pemuda Katolik terlukis dalam puisi karya almarhum berikut ini ketika beliau menuturkan pengalamannya:

Memoriku, Pemuda Katolik-ku,
Duh Gusti, sumonggo kersoa,
nindaki wonten ing ngajeng kulo,
abdi Dalem matur sembah nuwun
dados seksi Pakaryan Dalem Gusti
dhuh Dewi Ibu Maria, nyuwun pangestu dalem, Amin.

(Ya Tuhanku dan Allahku,
berjalanlah di depanku,
hamba-Mu bersyukur dan bangga
menjadi saksi karya-karya-Mu
Bunda Maria Ibu-ku, mohon doa restumu ya Ibu. Amin)

Pemuda Katolik,
waktu itu aku kelas III SMA de Britto,
ya kukagumi
yang kubanggakan,
yang kubela sampai mati,
terbukti ini rumusan kami:
“taat sampai mati pada Gereja Katolik Roma”

Pemuda Katolik,
mulai kapankah terjadi kenyataan ini?
yang mengecewakan,
yang tercerai-beraikan,
yang menakutkan,

Pemuda Katolik,
yang tak termampukan melihat masa depan,
dituntun kegelapan dunia kah?
ditipu-dayakan setan kah?
tak berperan lagikah di Gereja?
tak berdayakah lagi Bangsaku ini?

Pemuda Katolik,
Secercah cahaya Ilahi, sudah bersinar akan jadi kenyataan besar,
dibimbing Tuhan bagi putra-putri di Bumi Pertiwi Indonesia menuju Gereja Universal Katolik Roma

Pemuda Katolik,
marilah bangkit bersama Gereja kita tercinta!
marilah maju berjuang bersama Bangsa Indonesia!
wujudkan iman kita, dasar percaya diri kita ini!
ungkapkan iman kita di segala bidang kehidupan!
Pro Ecclesia et Patria!

Selain Romo Hadi, kader Pemuda Katolik Yogyakarta yang kemudian menjadi imam pada masa-masa itu adalah Romo Y.B. Mangunwijaya, Pr dan Romo Hariadi, MSF sebagai Bendahara Pemuda Katolik Cabang Sleman tahun 1965-1967. Ada juga Sr. Floriana, CB di Kiduloji Yogyakarta, Sr. Alexis Sudibyo, CB yang kemudian aktif di Komda Jakarta tahun 1970. */ ces

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Pemuda Katolik Jawa Tengah Sukses Selenggarakan Rakerda, Ganjar Pranowo Beri Pesan Khusus

Pemudakatolik.or.id, Jateng - Sabtu sampai dengan Minggu siang, 24 - 25 September 2022, di Rumah Retret Panti Semedi Klaten,...
spot_img

More Articles Like This