Jakarta, pemudakatolik.or.id — Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) DKI Jakarta menegaskan komitmennya mendukung Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2026 tentang Keutuhan Ciptaan dengan mendorong gerakan ekologis yang disinergikan bersama kebijakan publik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Komitmen tersebut menjadi salah satu rekomendasi strategis hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta yang diselenggarakan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Melalui forum tersebut, Pemuda Katolik DKI Jakarta mendorong kadernya mengambil peran aktif dalam isu lingkungan hidup, khususnya penguatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.
Ketua Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta, Aloisius Anggorokresno Abiwangsa, menyampaikan bahwa terdapat ruang kolaborasi yang besar antara semangat Ardas KAJ 2026 dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama melalui kebijakan pemilahan sampah dari sumbernya sebagaimana tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) No 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

“Semangat menjaga keutuhan ciptaan yang menjadi perhatian Gereja memiliki nilai yang sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun kota yang lebih berkelanjutan. Pemuda Katolik siap menjadi bagian dari gerakan bersama ini melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata di tengah masyarakat,” ujar Anggo.
Menurutnya, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui program-program ekologis dengan melibatkan kader Pemuda Katolik, komunitas Gereja, Orang Muda Katolik (OMK) paroki, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain menetapkan rekomendasi strategis organisasi, pada kesempatan yang sama Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta juga melaksanakan Pembekalan Pengurus dengan menghadirkan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma dan Dewan Pembina Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta Heru Krisna.
Dalam arahannya, Stefanus Gusma menekankan pentingnya penguatan kaderisasi internal sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, Pemuda Katolik sebagai organisasi kader harus terus menghadirkan ruang pembinaan agar kader mampu bertumbuh dan mengambil peran di berbagai bidang.
“Kaderisasi adalah napas organisasi. Pemuda Katolik harus memastikan proses kaderisasi berjalan sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi. Di Jakarta, kedekatan dengan OMK paroki menjadi peluang besar untuk bersama-sama menghadirkan program yang bermanfaat bagi Gereja dan masyarakat,” ujar Gusma.
Sementara itu, Heru Krisna dalam pembekalan mengenai Kepemimpinan Transformatif mengajak kader Pemuda Katolik DKI Jakarta untuk memiliki cara berpikir adaptif, inovatif, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif.
Menurutnya, tantangan zaman membutuhkan kader yang tidak hanya mampu memahami persoalan, tetapi juga berani mengambil tanggung jawab untuk menghadirkan solusi melalui kerja kolaboratif.

Kegiatan Pembekalan dan Rakerda Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta dibuka oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Katolik Lorensius Purba dan dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat, serta para Ketua Komisariat Cabang (Komcab) se-DKI Jakarta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Misa Perutusan yang dipimpin oleh Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta, Romo Gregorius Soetomo, SJ, sebagai peneguhan komitmen kader untuk terus berkarya dengan semangat Pro Ecclesia et Patria, untuk Gereja dan Tanah Air.




