Tuesday, August 16, 2022

Gelar Seminar Kebangsaan, Pemuda Katolik Komcab Aceh Tenggara Siap Sukseskan Pemilu Serentak 2024

Must Read

Pemuda Katolik Komda Aceh bersama Pemuda Katolik Komcab Aceh Tenggara dan Seksi Kerawam Paroki Santo Yosef Lawe Desky menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema Peran Umat Katolik Menyongsong Tahun Politik yang Merajut Keanekaan Indonesia Menuju Moderasi yang Utuh pada Jumat dan Sabtu (24-25/6/2022), di Hotel Grand Orri Berastagi, Sumatera Utara.

Dihadiri 40 peserta yang berasal dari perwakilan Umat Katolik dan beberapa Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tenaga Pemerintah, Kepala Desa, Tenaga Pengajar, Pengusaha dan Tokoh Adat, seminar ini dibuka oleh Pembimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Baron Ferrison Pandiangan, S.Ag, MTh.

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma yang turut hadir di lokasi kegiatan mengapresiasi gerakan tersebut. Dia berharap Pemuda Katolik yang ada di Bumi Serambi Mekah ini mampu berperan dalam kontestasi Politik 2024 di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Seperti ikut serta menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panwascab. Hal ini bisa menjadi fokus utama Umat Katolik yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara. Selain itu juga Pemuda Katolik harus mampu menjadi animator dan fasilitator bagi umat yang berkeinginan bertarung di legislatif 2024. Sehingga Pemuda Katolik Komda Aceh dapat menjadi contoh bagi Komda-Komda lain dalam menjaga toleransi yang baik,” tuntas Dia.

Adapun seminar ini diawali dengan materi yang dibawakan Anggota Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang. Dalam pemaparannya, Suhadi mengatakan bahwa banyak ruang bagi pemuda untuk menjadikan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

“Tidak hanya terjun dalam politik praktis dan sebagai penyelenggara Pemilu saja. Akan tetapi, dapat mengawasi pelaksanaan Pemilu sebagai wujud pelaksanaan demokrasi dalam konsep pengawasan partisipatif. Secara lembaga yang berbadan hukum dapat menjadi pemantau Pemilu. Sedangkan secara individu, dapat mengawasi dalam konsep pengawasan partisipatif. Tantangan saya, setelah seminar ini, kader Pemuda Katolik di sini ikut mendaftar sebagai pemantau Pemilu,” himbau Dia.

Materi selanjutnya disampaikan Komisi Kerawam Keuskupan Sibolga,  RD. Paulus Posma Manalu. Pastor Posma memberikan gambaran kepada peserta seminar mengenai peta politik di Kabupaten Aceh Tenggara serta Peluang Umat Katolik untuk terlibat dalam konteks Perpolitikan Aceh Tenggara ini, baik menjadi penyelenggara maupun pengawas di Kabupaten, Kecamatan ataupun Desa.

“Oleh karena itu, kami mendorong Umat Katolik yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara ini juga berani bertarung di Legislatif,” singkat Dia

Kemudian pada hari kedua pelaksanaan seminar ini, Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan RP. Yosafat Ivo Sinaga, OFM, Cap berpesan agar umat Katolik Paroki Santo Yosef Lawe Desky mampu menjadi garam ditengah-tengah masyarakat. Dalam artian memberikan rasa seperti Yesus sebagai teladan kita, menjadi pelayan di tengah-tengah Dunia.

“Serta memegang teguh Ajaran Sosial Gereja sebagai landasan dalam bergerak untuk Pemilukada di tahun 2024 yang akan datang,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi, para peserta diajak dalam forum diskusi panel yang dimotori oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Anggota DPRD SUMUT 2014-2019 Richard Sidabutar dan Perwakilan Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara, Kaspar Sidabutar.

Pada kesempatan itu, Richard Sidabutar membagikan pengalamannya ketika bertarung di Legislatif pada 2014 lalu.

“Memang tidak ada yang mudah namun kalau kita bersama pasti kita bisa. Setidaknya kita umat yang berada di Aceh Tenggara ini berani untuk mencalonkan diri. Kemudian setelah itu serahkan semuanya kepada yang Yang Kuasa,”kata Dia.

Richard juga menghimbau kepada para peserta untuk segera terjun ke tengah masyarakat untuk melihat dinamika yang terjadi, menganalisis peluang yang ada serta menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh-tokoh yang ada.

“Dan Pemuda Katolik yang ada di Aceh ini tentu harus mampu menjadi fasilitator bagi umat kita yang ada di Aceh, khususnya Kab Aceh tenggara untuk bertarung di 2024,” lanjut Dia.

Sementara Kaspar Sidabutar sebagai Tokoh Masyarakat Kab.Aceh Tenggara dan Umat Paroki Santo Yosef Lawe Desky menambahkan bahwa seluruh umat dan gereja harus dapat menyatukan tujuan dalam menghadapi kontestasi Politik 2024 ini.

“Ketika kita memiliki satu tujuan pilihan bersama, saya yakin kita mampu mengantarkan satu perwakilan umat untuk duduk di kursi DPR Kab.Aceh tenggara,” tegs Dia.

Pada akhir pertemuan ini, Ketua Pemuda Katolik Komda Aceh, Stepanus Ginting mengucapkan terimakasih kepada Pembimas Katolik Aceh, Pastor Paroki dan Seksi Kerawanan Paroki Santo Yosef Lawe Desky, Ketua Umum Pemuda Katolik, Narasumber yang memberikan waktunya untuk datang secara langsung di kegiatan seminar ini. Kemudian juga untuk undangan khusus, Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut, Parulian Silalahi serta Pemuda Katolik Komcab Karo selaku pengampu wilayah dimana kegiatan ini dilaksanakan.

Stepanus juga menyatakan siap melaksanakan harapan yang disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Katolik, untuk menjadi Animator dan Fasilitator dalam Kontestasi Politik 2024 di Aceh.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Aceh tenggara Josfanli Simbolon sebagai Koordinator Kegiatan turut menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan kegiatan seminar ini.

“Sebagai Ketua Pemuda Katolik Komcab Aceh Tenggara, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik kita agar memiliki ketertarikan akan keterlibatan kita Umat Katolik di Aceh Tenggara dalam Kontestasi Politik 2024 ini,” harap Dia.

Selain itu, Josfanli juga meminta maaf kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini jika ada kekurangan maupu kesalahan selama kegiatan ber;angsung.

“Semoga usaha dan harapan kita setelah berakhirnya kegiatan ini dapat terwujud, itu semua demi Gereja dan Tanah Air,” tuntas Dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Ulang Tahun Gua Maria Kerep Ambarawa, Pemuda Katolik Tandu Arca Maria

Pemudakatolik.or.id - Ormas Pemuda Katolik yang dikenal berkiprah pada misi-misi ad-extra (Misi Keluar Gereja) harus juga memiliki akar identitas...
spot_img

More Articles Like This