Sunday, November 27, 2022

Seminar Gernas Petra Digital DKI Jakarta, Anggota Komisi Nasional Disabilitas Jadi Narsum

Must Read

Pemudakatolik.or.id, Jakarta – Bertempat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ruang Auditorium Lt. 2 Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2022, Minggu (25/9).

Baca Juga Wagub Riza Patria Buka Rakerda Pemuda Katolik DKI Jakarta

Rangkaian acara Rakerda Komda DKI Jakarta 2022 diawali dengan Seminar Gerakan Nasional Pemuda Penggerak Transformasi Digital (Gernas Petra Digital) yang mengusung tema “Pemuda yang Kolaboratif dan Adaptif di Era Digital.”

Hadir sebagai pembicara Kikin Purnawirawan Tarigan Sibero mewakili Komisi Nasional Disabilitas, CN. Dr. Lauw Siegvrieda selaku Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi-A, Salsabila Syaira selaku praktisi komunikasi, dan Dr. Agustinus Rusdianto Berto yang adalah akademisi ilmu komunikasi.

Kikin Tarigan dalam pemaparannya mengatakan bahwa dalam konteks komunikasi dan informasi, penyandang disabilitas paling sering ditinggalkan. Untuk mengatasi hal itu, Komisi Nasional Disabilitas bersama dengan Kominfo sedang merancang suatu Peraturan Menteri yang mengatur bagaimana agar komunikasi dan informasi secara inklusif bisa dinikmati oleh semua orang termasuk penyandang disabilitas.

Menurut Kikin, Orang muda harus mendidik anak-anak mereka dalam hal-hal tentang penyandang disabilitas dan mengajarkan bahwa penyandang disabilitas bukan aib.

Narasumber kedua, yakni CN. Dr. Lauw Siegvrieda, menjelaskan bahwa pengkaderan pemuda pemudi adalah dengan bergerak terjun ke masyarakat dan menjadi garda terdepan di tiap-tiap wilayah komisariat cabang atau dengan kata lain Pemuda Katolik harus mempersiapkan kader-kader sebaik mungkin di tengah masyarakat. Beliau juga mengingatkan bahwa dalam hidup harus bekerja dan berdoa.

Selanjutnya, Salsabila Syaira mengatakan bahwa era digitalisasi pada saat ini membuka medium baru dalam berkomunikasi.
“digitalisasi atau era digital ini membuka yang namanya public sphere atau medium baru yang sangat luar biasa besar dan berpengaruh.”

Lebih lanjut, Salsa menyampaikan bahwa pada saat ini merupakan angkatan yang beruntung dalam menyampaikan gagasan.

“Kalau kita melihat, angkatan kita ini adalah angkatan yang paling beruntung kalau mau menyoal peran, opini, aspirasi dan penyampaian gagasan, hanya dengan modal gadget dan media sosial, video maupun podcast, semua orang dapat membuat semi koran, semi radio dan bisa menjadi pemilik dari opini masing-masing yang memiliki kekuatan yang lebih besar.”

Salsa juga menyatakan pentingnya kehadiran pemuda di era digital ini untuk membangun kolaborasi. Setiap isu yang ada, segera direspon bersama, agar propaganda yang disetting oleh berbagai pihak dapat diseimbangkan, hoax langsung segera diatasi, serta dapat memunculkan keadilan. Muara dari digitalisasi adalah collective behaviour, demokrasi yang harus lebih dewasa, pemanfaatan ruang digital berbasis data dan literatur, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum menutup pemaparannya, Salsa menyampaikan bahwa disrupsi atas digitalisasi hanya akan terjadi pada mereka yang tak beradaptasi dengan kemajuan.
Dr. Agustinus Rusdianto Berto selaku akademisi ilmu komunikasi menyampaikan bahwa dalam melaksanakan aktivitas digital generasi Y dan Z, biasanya berirama dengan perubahan sosial-ekonomi-politik yang terjadi melalui bentuk perdebatan seperti aktivisme digital dimana menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivisme offline, dan aktivisme digital sebagai bagian yang mandiri/otonom dari aktivisme offline.

Dalam pemaparannya, Berto juga menjelaskan kebiasaan konsumsi dan gaya hidup Gen Y dan Z, yang pertama adalah pentingnya role models yang memiliki kesamaan nilai, bahan mirroring & eksistensi idealisme Gen Z. Mereka melihat pasca pandemi bukan sebagai halangan, melainkan sebagai peluang untuk mengembangkan resilliensi diri dengan menjadi tanggung dan adaptif. Lebih lanjut, Gen Z memilih interaksi sosial dengan caranya sendiri, intens berkomunikasi dengan lingkarang sosialnya melalui media sosial sehingga terkesan asosial di lingkungannya, padahal selalu terkoneksi.

Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Kerja Daerah yang berupa sidang pembahasan program kerja Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta untuk periode 2022-2025.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menentukan arah gerak dan fokus dari Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta.dalam rangka membangun kader yang konkret, kolaboratif dan adaptif.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Berjalan Bersama, Pemuda Katolik Cianjur Tanggap Bencana

Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Cianjur turut terjun untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di Kabupatem Cianjur, Jawa...
spot_img

More Articles Like This