Thursday, May 30, 2024

Melanjutkan Semangat Kartini, Melawan Stigma Ketidakmampuan Perempuan

Must Read
Alfonsa Jumkon Wayap, Ketua Bidang Perempuan dan Anak Pengurus Pusat Pemuda Katolik

Melalui momentum hari emansipasi perempuan yang telah dirintis oleh R.A.Kartini dimasa itu dengan semangat, “Habis Gelap Terbitlah Terang” telah memberikan dampak positif bagi kaum perempuan di Indonesia. Meski banyak melewati berbagai tantangan dalam lingkup sosial dan ruang-ruang publik.

Perempuan sering mengalami diskriminasi dan stigma mulai dari tatanan keluarga, budaya dan aspek sosial lainnya di tengah masyarakat.

Dalam perjalanan semangat Kartini tak pernah pudar. Melalui pendidikan, perempuan telah menunjukkan, ”TERANG” yang diharapkan Kartini. Untuk itu saya mengajak seluruh perempuan, khusunya untuk perempuan generasi millenial di era 4.0 agar mampu memberikan dampak positif. Perempuan harus keluar dari stigmatisasi yang terus melilit ruang-ruang ekspresi perempuan. Saya yakin perempuan masakini telah dan akan terus berkarya melalui keterlibatan diri dalam setiap proses-proses pembangunan di berbagai sektor.

Kontribusi perempuan dalam membangun bangsa Indonesia patut diberi apresiasi. Ini merupakan satu kemajuan besar.

Hal lainnya lagi yang menurut saya menjadi perhatian bersama adalah soal kesehatan dan pendidikan terhadap perempuan. Isu ini perlu mendapat perhatian serius. Terutama mereka yang berada di wilayah dengan akses kesehatan dan pendidikannya masih jauh dari harapan dan cita-cita Kartini hari ini.

Saya mengajak kepada perempuan muda untuk bisa memberi dampak dalam setiap lini kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat lemah, misalnya, saya titik beratkan pada dua aspek: pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, kita bisa lihat masih tinggi angka buta huruf di daerah-daerah pedalaman yang belum tersentuh akses pendidikan.
Kesehatan, kasus stunting sangat berdampak pada kehidupan generasi bangsa mendatang.

Hari ini dibutuhkan kontribusi nyata, misalnya di bidang pendidikan. Contoh konkrit dapat dilakukan dengan menjadi relawan guru, atau terlibat dalam kader-kader kesehatan, Posyandu dan lain sebagainya.

Saya mengajak para wanita Indonesia untuk kita teruskan semangat Kartini dalam melawan berbagai stigma ketidakmampuan perempuan.

Semangat Kartini harus terus dipupuk sesuai perkembangan zaman.*

Alfonsa Jumkon Wayap, Ketua Bidang Perempuan dan Anak Pengurus Pusat Pemuda Katolik
Jayapura, 21 April 2022

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Simak Pesan Uskup Agung Palembang untuk Pemuda Katolik Bengkulu

Pemudakatolik.or.id, Bengkulu - Pada Minggu, 26 Mei 2024, Pemuda Katolik Bengkulu mendapat kesempatan berharga untuk beraudiensi dengan Uskup Agung...
spot_img

More Articles Like This