Thursday, June 13, 2024

Kartini dan Spirit Indonesia Emas 2045

Must Read

Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April ini merupakan hari lahirnya emansipasi untuk semua perempuan Indonesia.

Dengan perjuangan Kartini yang luar biasa mampu merubah posisi semua perempuan hingga bisa memiliki hak dalam memperoleh Pendidikan dan juga hak menyampaikan pendapat yang setara dengan kaum laki-laki.

Momentum hari Kartini tahun ini haruslah menjadi batu loncatan bagi kaum perempuan Indonesia dimanapun berada untuk berbuat sesuatu yang berdampak bagi generasi masa depan. Perempuan Indonesia harus terlibat aktif dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045.

Ada beberapa poin penting yang harus dijadikan fokus target yang harus dikejar dan diselesaikan, seperti masalah stunting, kesehatan reproduksi, Edukasi dan perlindungan keluarga dan berbagai masalah lain khususnya yang menjadi concern kaum perempuan.

Mengapa Stunting menjadi salah satu fokus utama? Hal ini dikarenakan stunting masih menjadi masalah yang teramat sering kita dapati terutama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia, akibat kekurangan asupan nutrisi/gizi.

Kondisi ini harus mendapatkan perhatian serius dari kaum perempuan dan harus segera dituntaskan guna menyambut momentum Indonesia emas 2045.

Mengutip Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis Kementerian Kesehatan, tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia turun sebanyak 2,8% poin dibanding tahun 2021, dari 24,4% menjadi 21,6%.
Hal ini memang menjadikan sebuah kabar baik yang patut kita apresiasi dan harus terus dievaluasi agar misi dimasa depan dapat digapai yakni bagaimana terus menggenjot angka penurunan stunting diseluruh Indonesia.

Hari ini kita sebagai perempuan Indonesia sedang mempersiapkan generasi sehat untuk menuju Indonesia Indonesia emas 2045 yang dimulai dari dalam lingkungan keluarga.
Bagaimana memulainya?
Kita harus mempersiapkan diri sejak dini. Dimulai dari persiapan kesehatan reproduksi bahkan sejak usia remaja. Dimana langkah awal dapat dimulai dengan mengakses program bantuan dari pemerintah khususnya dalam pemberian tablet penambah darah (FE ) pada Remaja Putri Sejak SMP guna pencengahan anemia dan juga lewat berbagai kegiatan sosialisasi/bimbingan kesehatan, edukasi untuk persiapan pra-nikah. Hal-hal itu teramat perlu bagi kaum perempuan, karena perempuan adalah tiang dan sekolah pertama di Rumah.

Peran perempuan dalam pencegahan stunting melalui perencanaan keluarga sangatlah penting. Pengambilan keputusan dalam perencanaan keluarga misalnya pada usia berapa akan menikah, berapa jumlah anak, jarak lahir anak sangat mempengaruhi dalam proses terjadinya stunting.

Selain Itu ada berapa langkah mendasar yang dapat diambil dimulai dari bagaimana memberikan makanan terbaik dan sehat untuk keluarga, memberikan edukasi/pendidikan kesehatan bagi keluarga.

Kartini-kartini hari ini punya perjuangan yang tidak kalah berat yakni mempersiapkan generasi emas 2045 tanpa stunting dan juga menjadi Kartini Kartini yang tidak Anti terhadap politik sehingga mampu menyuarakan isu terkait hak hak perempuan dan reproduksinya.

Selamat hari Kartini

Wakil Sekjen Bidang Perempuan dan Anak Pengurus Pusat Pemuda Katolik: Agustina Doren, S.SIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Pemuda Katolik Dampingi Hirarki Gereja Katolik Tarakan Audiensi ke Kemenag

Pemudakatolik.or.id, Tarakan - Pemuda Katolik Tarakan bersama Hirarki Gereja Katolik di Tarakan mengadakan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama Kota...
spot_img

More Articles Like This