Thursday, June 20, 2024

Hadiri Penutupan KKL Pemuda Katolik, Iip Hidajat : Indahnya Kebersamaan dalam Perbedaan

Must Read

Berita Reprod. Pemerintah Kabupaten Kuningan

Pengurus Pemuda Katolik menyelenggarakan kegiatan kaderisasi bertaraf Nasional dalam kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjut II Pemuda Katolik (KKL) Tahun 2024. Dilaksanakan selama 3 hari, 22 -23 Maret 2024 dimana Penjabat Bupati Kuningan, Dr. Drs. H. Raden Iip Hidajat, Mpd berkesempatan hadir untuk menutup acara tersebut, Minggu (24/03/2024).

Bertempat di Gereja Katolik Paroki, Cisantana, peserta yang terlibat sebanyak 150 orang yang berasal dari 15 Provinsi se-Indonesia. Gelaran acara awalnya dibuka di Kota Cirebon dan berakhir di Kabupaten Kuningan.

Mengambil tema “Kiprah Strategis & Akseleratif Kader Pemuda Katolik Pasca Pemilu 2024”, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan pasca Pemilu Presiden 2024 dimana kader Pemuda Katolik ingin mengambil langkah strategis dan akseleratif untuk memperkuat peranan pemuda katolik.

“Tidak ada lagi paslon 01, 02 atau 03, yang ada adalah kebersamaan Indonesia. Kita tinggalkan kotak-kotak perbedaan menuju pembangunan Indonesia berkelanjutan. Pemilu sudah selesai, ayo membangun bangsa, dan kita juga ingin ambil bagian dalam pembangunan itu” ujarnya.

Stefanus juga menyinggung indahnya toleransi umat beragama yang terjadi di Indonesia saat-saat ini. Hal tersebut terkait dengan viralnya di media sosial tentang makna berbagi takjil meskipun beda keyakinan.

“Saat ini kita di hangatkan dengan makna toleransi masyarakat kita dalam memasuki bulan puasa. Meskipun berebut takjil menjadi humor di media sosial tetapi hal tersebut hanya guyonan. Ada makna toleransi dari masyarakat kita tentang indahnya berbagi. Siapapun boleh jajan

Dalam sambutannya, Iip Hidajat menyebutkan bahwa perbedaan bangsa Indonesia yang sangat majemuk sangat rawan terhadap perpecahan. Namun bangsa Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai sebuah Negara yang utuh karena adanya Pancasila.

“Di sila pertama, Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Meskipun mayoritas keyakinan di Indonesia beragama Islam, tetapi seluruh agama pun diakui. Ada Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Artinya meskipun kita berbeda keyakinan tetapi toleransi di Negara kita membuat kita hidup bersama-sama dalam sebuah harmoni” Kata Iip.

Iip pun menilai bahwa kebersamaan dalam perbedaan menjadi hal yang penting untuk bahu membahu membangun bangsa.

“Kebersamaan menjadi hal yang penting bagi kita sebagai anak bangsa untuk terus membangun Indonesia” Ujar Iip.

Iip juga mengucapkan selamat dan sukses atas gelaran penguatan kader dalam kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjut II Pemuda Katolik (KKL) Tahun 2024 ini.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para kader yang telah di gembleng dan diberi peningkatan kapasitas. Mari kita maknai perbedaan yang indah ini untuk sama-sama memberikan yang terbaik untuk Negara apapun profesi kita”

Pemukulan gong dilakukan sebagai tanda penutupan kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjut II Pemuda Katolik (KKL) Tahun 2024. Dilakukan sebanyak 5 kali sebagai simbol dari Pancasila. (BagProkompim/SetdaKuningan/Diskominfo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Kolaborasi dengan OMK, Pemuda Katolik Bengkulu Sukses Ciptakan Don Bosco CUP

Pemudakatolik.or.id, Bengkulu - Maraknya peran pemuda saat ini menjadi tolak ukur tongkat kepemimpinan masa depan, baik untuk gereja, masyarakat,...
spot_img

More Articles Like This