Tuesday, August 16, 2022

Mendukung Visi Transformasi Digital, Radikalisme dan Intoleransi Menjadi Fokus Seminar di Komda Jatim

Must Read

Pemudakatolik.or.id, Surabaya – Mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah Ali Fauzi menyebut perlu proses panjang bagi seseorang untuk meninggalkan pemikiran radikalisme.

Menurutnya, perlu riset dan metodologi dalam mengubah pola pikir radikalisme yang selama ini terjadi di Indonesia. Hal terpenting lainnya adalah pemahaman yang sama tentang radikalisme.

“Perspektif masyarakat di Indonesia sangat beragam. Ini juga menjadi tantangan juga. Intinya, harus memahami masalah terlebih dahulu dan harus paham tentang konsep
Islam itu anti kekerasan dan Islam itu rahmatan lil alamin,” ujar Ali Fauzi, saat menjadi narasumber di seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital, di Surabaya, Minggu (31/7/2022).

Ali Fauzi menjelaskan, orang yang masuk ke dalam jaringan terorisme awalnya adalah kelompok moderat. Dalam prosesnya, mereka mendapatkan doktrin yang berlawanan dengan apa yang didapat selama ini.

“Mereka kemudian mendapat dukungan moral dan material. Untuk moral, biasanya melalui pengajian dalam kelompok kecil,”terang Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian ini.

Sementara itu, Pegiat GusDurian Jombang Aan Anshori mengatakan, kemunculan politik moderasi beragama menunjukkan bahwa negara sedang tidak baik-baik saja. “Akar kebencian terobsesi menjadi yang paling suci,” jelasnya.

Anggota DPRD Jatim, Agatha Retnosari mengatakan, ancaman kebhinekaan terbesar saat ini adalah intoleransi . Ada beberapa penyebab semakin meningkatnya intoleransi, yakni regulasi yang berpotensi mengancam kerukunan beragama, seperti pasal tentang penodaan agama. “Persoalan lainnya adalah implementasi dan gender,” ujarnya.

Di sisi lain Agatha juga meminta kepada politisi untuk tidak membawa agama dalam ranah politik, karena akan menimbulkan persoalan persatuan dan toleransi.

“Kasus Pilkada bisa menjadi contoh, bahwa persoalan pilihan bisa menjadi ancaman bagi toleransi,” pungkasnya.

Pemuda Katolik bersama Kominfo telah melakukan kick off Gerakan Nasional Pemuda Petra Digital (Pemuda Penggerak Transformasi Digital) di Jawa Timur/Dok. PK Jatim

Transformasi Digital

Seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital adalah program Gerakan Nasional Pemuda Petra Digital yang merupakan kerja sama Pemuda Katolik Komda Jawa Timur dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Koordinator Petra Digital Pemuda Katolik Bondang Wicaksono mengatakan pada Mei 2022 kemarin Pemuda Katolik bersama Kominfo telah melakukan kick off Gerakan Nasional Pemuda Petra Digital (Pemuda Penggerak Transformasi Digital).

Bondan Wicaksono/dok. pribadi

“Jadi kick off ini sudah dilaksanakan di 11 titik. Format acara dalam bentuk budaya, dan pelatihan calon fasilitator dan instruktur utama Pemuda Petra Digital. Pelaksanaannya juga dilaksanak dalam acara Rakernas Pemuda Katolik pada Mei 2022 lalu,” sebut Bonda.

Lanjutnya, Komda Jawa Timur dan Banten menjadi titik kick off aktivasi Gerakan Nasional Pemuda Petra Digital ini. “Seminar Implementasi dan Penguatan Kebhinekaan di Era Digital ini adalah salah satu upaya menyiapkan dan melakukan akselerasi Gerakan Nasional Literasi Digital ini agar mendapatkan talent yang memiliki kualitas soal digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety,” ujar Bondan.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menegaskan Pemuda Katolik menargetkan 100 fasilitator dan instruktur utama, 1000 penggerak utama, dan 10 ribu cyber Petra Digital. “Dengan konsentrasi penggerak di sosial media yang fokus pada kontek toleransi, antiradikalisme, antihoax, antiSARA, bermedia sosial yang produktif dan penguatan resonansi kampanye visi serta program transformasi digital,” kata Gusma.

Gusma juga menegaskan Pemuda Katolik konsiten bekerjasama dengan pemerintah dalam rangka turut ambil bagian secara aktif dalam visi transformasi digital, dengan gerakan nasional ini akan berlangsung 1-2 tahun kedepannya.

Pemuda Katolik bersama Kominfo telah melakukan kick off Gerakan Nasional Pemuda Petra Digital (Pemuda Penggerak Transformasi Digital) di Jawa Timur/Dok. PK Jatim

“Jadi setiap wilayah yang menjadi titik kick off akan dipimpin 1 orang coordinator lapangan, 10 orang trainer utama literasi digital, 10 orang trainer pegian social media, 10 orang trainer jurnalistik, 10 orang trainer terkait branding dan konten kreatif, agar program pemerintah ini bisa merata ke seluruh Komda, Komcab, dan Komcab di Indonesia.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Ulang Tahun Gua Maria Kerep Ambarawa, Pemuda Katolik Tandu Arca Maria

Pemudakatolik.or.id - Ormas Pemuda Katolik yang dikenal berkiprah pada misi-misi ad-extra (Misi Keluar Gereja) harus juga memiliki akar identitas...
spot_img

More Articles Like This