Medan, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Medan menjajaki kolaborasi strategis dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan untuk memperluas akses generasi muda terhadap pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, pemagangan, dan pengembangan kewirausahaan. Hal tersebut dibahas dalam audiensi bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disnaker Kota Medan, Ramaddan, S.K.M., M.K.M., di Kantor Disnaker Kota Medan, Jumat (9/10/2026).
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi kepemudaan dan Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja, serta membuka peluang lahirnya wirausaha muda yang mandiri dan berdaya saing.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Medan, Argandhi Siloam Yosua Manalu, S.K.M., menegaskan bahwa organisasi kepemudaan perlu mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan, terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan dunia kerja. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi dengan mendorong generasi muda agar memiliki keterampilan yang relevan, sertifikasi kompetensi, serta keberanian untuk membangun usaha secara mandiri. Karena itu, kami melihat kolaborasi dengan Disnaker Kota Medan sebagai langkah strategis untuk memperluas kesempatan tersebut,” ujar Argandhi.
Ia menjelaskan bahwa Pemuda Katolik Komcab Kota Medan siap menjadi penghubung informasi sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam memanfaatkan program pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, dan pemagangan yang tersedia melalui Disnaker.
Sebagai langkah konkret, Pemuda Katolik siap berkoordinasi secara teknis dengan Disnaker Kota Medan untuk menjajaki pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan pasar kerja. Inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta melalui jejaring kepemudaan Katolik, termasuk Orang Muda Katolik (OMK) di tingkat paroki dan Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam skema kolaborasi yang dijajaki, Pemuda Katolik akan membantu menghimpun calon peserta dan memperluas sosialisasi program ketenagakerjaan. Sementara itu, dukungan teknis dari Disnaker, termasuk fasilitasi instruktur, kurikulum, sarana pelatihan, dan sertifikasi kompetensi, akan dikoordinasikan lebih lanjut sesuai program dan ketentuan yang berlaku.
“Harapan kami, audiensi ini tidak berhenti sebagai pertemuan formal, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin semakin banyak anak muda di Kota Medan memperoleh akses terhadap pelatihan berkualitas, memiliki kompetensi yang diakui, serta mampu meningkatkan daya saing, baik sebagai tenaga kerja profesional maupun sebagai wirausaha,” tambah Argandhi.
Plt. Kepala Disnaker Kota Medan, Ramaddan, menyambut positif inisiatif Pemuda Katolik untuk terlibat dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja. Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan dapat membantu memperluas jangkauan informasi dan mendorong generasi muda agar lebih aktif memanfaatkan program pengembangan keterampilan.
“Disnaker Kota Medan mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik Komcab Kota Medan. Kolaborasi dengan elemen kepemudaan merupakan peluang yang baik untuk memperluas sosialisasi program ketenagakerjaan dan mendorong generasi muda meningkatkan kompetensinya. Kami terbuka untuk berkoordinasi lebih lanjut mengenai kebutuhan pelatihan dan bentuk fasilitasi yang dapat dilakukan sesuai dengan program yang tersedia,” ujar Ramaddan.
Selain membahas peluang pelatihan dan sertifikasi kerja, audiensi tersebut turut menyinggung sosialisasi program pemagangan luar negeri, optimalisasi pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), serta perluasan informasi mengenai perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.
Dalam kesempatan yang sama, Pemuda Katolik Komcab Kota Medan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Ramaddan dalam membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan. Apresiasi tersebut juga disertai aspirasi agar Ramaddan dapat dipertimbangkan untuk menjabat sebagai Kepala Disnaker Kota Medan secara definitif.
“Kami melihat Ramaddan memiliki komitmen dan keterbukaan dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Atas dasar penilaian tersebut, Pemuda Katolik Komcab Kota Medan berharap Ramaddan dapat dipertimbangkan untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan secara definitif. Kami memandang kesinambungan kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada hasil penting untuk menjaga momentum penguatan program ketenagakerjaan, khususnya dalam peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja, dan pemberdayaan generasi muda. Tentu, harapan ini kami sampaikan sebagai aspirasi organisasi dengan tetap menghormati mekanisme dan kewenangan Pemerintah Kota Medan dalam menentukan pejabat definitif,” tegas Argandhi.
Bagi Pemuda Katolik Komcab Kota Medan, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan merupakan langkah penting untuk memastikan program ketenagakerjaan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi lanjutan diharapkan dapat diarahkan pada pemetaan kebutuhan pelatihan, penghimpunan calon peserta, serta pembahasan program yang relevan bagi generasi muda.
Melalui audiensi ini, Pemuda Katolik Komcab Kota Medan menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra yang aktif, konstruktif, dan solutif bagi Pemerintah Kota Medan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga, tetapi juga menghadirkan manfaat konkret berupa peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja, dan tumbuhnya wirausaha muda yang berdaya saing di Kota Medan.




