Dairi, pemudakatolik.or.id – Dalam upaya memperkokoh persatuan dan toleransi di tengah keberagaman, organisasi kepemudaan lintas agama di Kabupaten Dairi menggelar Dialog Kebangsaan pada Senin (17/3) di simpang Salak kabupaten Dairi. Acara ini juga melakukan kegiatan Bakti Sosial Pembagian Takjil dan Nasi Kotak untuk masyarakat kabupaten Dairi berbuka puasa salam hal ini juga dihadiri oleh berbagai organisasi pemuda, termasuk Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Katolik, GAMKI, serta perwakilan dari aparat kepolisian setempat.
Kapolres Dairi, AKBP Faisal Andri Pratomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemuda lintas agama dalam menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Dairi. Beliau menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan mengawal kebhinekaan. Dialog seperti ini sangat penting untuk mempererat komunikasi dan kerja sama antara berbagai elemen masyarakat,” ujar Kapolres.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Dairi, Syahdani Pardosi, menegaskan bahwa persatuan harus terus dijaga di tengah dinamika sosial yang berkembang. Menurutnya, sinergi antara organisasi kepemudaan dan aparat keamanan sangat penting dalam menangkal paham radikalisme dan hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua GP Ansor Kabupaten Dairi, Selamat Bahagia Maha, yang menyebutkan bahwa pemuda harus menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial yang memperkuat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Dairi, Januar Pasaribu menekankan bahwa perbedaan agama dan keyakinan seharusnya menjadi kekuatan, bukan pemicu perpecahan.
“Kami ingin memastikan bahwa Kabupaten Dairi tetap menjadi daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Sinergi antar pemuda lintas agama menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai,” katanya.
Ketua Pemuda Katolik Dairi, Evan Hutagaol, juga menegaskan bahwa dialog seperti ini menjadi wadah penting bagi pemuda lintas agama untuk memahami perbedaan sekaligus mempererat persatuan.
“Sebagai pemuda, kita harus menjadi contoh dalam menjaga keberagaman dan persaudaraan. Jangan sampai perbedaan agama dan suku menjadi pemisah, justru harus menjadi perekat yang memperkuat persatuan bangsa,” ujar Evan.
Dialog Kebangsaan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Kabupaten Dairi sebagai daerah yang damai dan harmonis, di mana perbedaan dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun bangsa.