Login
or
Register

Bagikan Disinfektan,Pemuda Katolik Riau Taja Gerakan #angkat1saudaramu: Bantu Warga Terdampak Corona

April 09, 2020

Bagikan Disinfektan,Pemuda Katolik Riau Taja Gerakan #angkat1saudaramu: Bantu Warga Terdampak Corona

Sticky
0

PEKANBARU – Kerja sama dengan PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Pemuda Katolik (PK) Komda Riau mendistribusikan cairan disinsfektan bagi masyarakat sekitar dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Cairan disinfektan dengan jumlah 250 liter itu dibagikan kepada Paroki dan stasi-stasi terdekat pada Rabu (8/2/2020) kemarin.

Mulai dari Paroki Perawang, Stasi Karo Simalem, Paroki Santa Maria beserta stasi, Paroki Santo Paulus dan stasi, Paroki Kota Batak dan stasi.

“Tidak hanya itu, kita juga membagikan bagi saudara-saudara muslim kita melalui Masjid Nurul Huda di KM 9 Perawang dan beberapa Masjid di Pekanbaru nantinya,” kata Ketua Komda Riau, Pandapotan Sitanggang.

Selain itu, kata Pandapotan, Pemuda Katolik secara nasional pada 1 April 2020 lalu resmi menggelorakan Gerakan Nasional “Angkat Satu Saudara, Berbagi Berkah, Bantu Saudaramu”

“Gerakan ini juga dibarengi dengan tagar #angkat1saudaramu yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemik Virus Corona saat ini,”jelasnya.

Dia mengatakan bahwa gerakan ini harus dimulai dari para kader Pemuda Katolik seluruh Indonesia melalui instruksi organisasi untuk membantu langsung keluarga yang rentan dari dampak pandemi ini.

Adapun fokusnya adalah membantu kebutuhan dasar pangan mereka selama minimal 2 minggu.

“Dan secara kontinyu akan kita ajak semua masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda agar ikut dalam gerakan #angkat1saudara ini. Setiap hari akan kita kampanyekan gerakan ini agar menjadi sebuah gerakan sosial. Kita bantu pemerintah dengan cara ini agar bangsa kita segera keluar dari situasi saat ini,” terang Dia.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Ketua Umum Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa menjelaskan, bahwa gerakan ini untuk membantu para kepala keluarga yang kehilangan pendapatan harian mereka karena situasi pandemi ini.

“Mereka pahlawan bagi keluarganya, tapi situasi saat ini mereka terpaksa harus bertahan di rumah dan tidak bekerja. Mereka adalah para pekerja sektor informal, buruh harian, tukang bangunan dan yang lainnya,” kata Dia.

Sumber: tribunnews

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*