Login
or
Register

Uncategorized

July 04, 2016

Jelang Idul Fitri Pemuda Katolik Bali Gelar Pasar Murah

Pasar Murah Komda Bali

Pasar Murah Komda Bali (dok. Pemuda Katolik Komda Bali)

Denpasar, Pemuda Katolik Komisariat Daerah Bali menggelar pasar murah pada Minggu (3/7/2016). Bertempat di halaman Gereja Katolik St. Petrus Monang ManingJl. Gunung Batok I No. 1, Denpasar – Bali, acara pasar murah ini terbuka bagi masyarakat umum khususnya bagi yang berdomisili di sekitar Gereja. Acara ini digelar mulai pukul 09.00 – 11.00 Wita.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Bali Herman Umbu Billy, ST. mengatakan  tujuan digelarnya pasar murah ini adalah membantu Rakyat dan Pemerintah menstabilkan harga sembako. Jelang hari raya khususnya di bulan Ramadhan banyak spekulan memainkan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.
“Dengan adanya pasar murah ini dharapkan bisa membantu saudara-saudara yang akan berhari raya, paling tidak bisa bebrelanja kebutuhan dengan harga yang stabil,” kata pria yang akrab disapa umbu ini.
Gereja Katolik St. Petrus Monang Maning. dipilih sebagai lokasi Pasar Murah karena Gereja ini terletak ditangah – tengah pemukiman masyarakat umum. Kemajemukan dan kebhinekaan benar – benar dirasakan. Apalagi warga sekitar yang non katolik juga turut ambil bagian dengan turut menjaga keamanan selama berlangsungnya pasar murah.
“Luar biasa suasana kebinekaan di Monang-maning ini, kerukunan sangat terlihat selama kegiatan. Semoga bisa ditiru oleh saudara-saudara di tempat lain,” kata Umbu. Acara ini dapat berlangsung tidak lepas dari kerjasama dengan Kodam IX Udayana, Keuskupan Denpasar serta sejumlah organisasi dan lembaga masyarakat lainnya.
Sticky
0
June 13, 2016

Pemuda Katolik Surabaya dan Sidoarjo Berseru : Jangan Ganggu Pancasila!

Foto bersama Gus Ipul

Pengurus Pemuda Katolik Komcab Surabaya, Komcab Sidoarjo, Ketua Komda Jawa Timur bersama pemateri dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Dok.Komcab Surabaya)

SURABAYA – Ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, membarakan semangat para pemuda untuk menjaga Pancasila.

Beberapa di antaranya adalah Pemuda Katolik Surabaya dan Pemuda Katolik Sidoarjo yang kemudian menggelar talkshow kebangsaan bertajuk “Jangan Ganggu Pancasila”, Minggu (12/6/2016).

Mereka mendatangkan 3 narasumber: anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD), Aan Anshori, dan Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha Retnosari.

Talkshow digelar di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Ketua Panitia, Andreas Erick Lega, mengatakan, acara ini untuk memberikan semangat kepada pemuda supaya bersama-sama menjaga Pancasila dari kelompok yang anti Pancasila.

“Pancasila adalah dasar negara, pedoman hidup, jiwa dan kepribadian bangsa, sumber hukum, cita-cita bangsa dan pandangan hidup. Pemuda Katolik adalah organisasi yang berazaskan Pancasila dan cinta Indonesia,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Surabaya itu.

Mereka juga terus berusaha mengamalkan nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat, salah satunya dengan talkshow yang dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Sedangkan Eva Sundari mengatakan, talkshow tersebut menjadi wadah kaum muda untuk mengawal Pancasila dari segala ancaman.

“Saat ini di seluruh Indonesia ada 980 Perda diskriminatif. Perda ini sebagian besar menjadikan perempuan dan anak sebagai obyek kebijakan pemerintah daerah,” terang kader PDI Perjuangan ini.

Rektor UKWM, Kuncoro Foe, mengatakan acara tersebut sesuai dengan visi universitas untuk membentuk komunitas akademik reflektif berbasis Pancasila.

“Pancasila butuh untuk digaungkan sehingga keadilan sosial di negeri ini kembali terwujud. Namun tentu tidak bisa instan, harus perlahan-lahan agar hasilnya juga maksimal,” ujarnya.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf yang mengutarakan harapan agar Pancasila dapat menginspirasi dunia.

sumber : tribunnews.com

Sticky
0
May 18, 2016

Pemuda Katolik Akan Gelar Rapimnas di Solo

030121_881821_Walkot_Solo

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat audiensi dengan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Pemuda Katolik Cabang Solo dan Panitia Rapimnas I Pemuda Katolik, Selasa (17/5). Rapimnas I Pemuda Katolik akan dilaksanakan di Kota Solo, Nopember 2016 mendatang. FOTO: DOK.Pemuda Katolik

 SOLO – Dalam rangka persiapan sebagai tuan rumah Rapimnas 2016, Pemuda Katolik Cabang Surakarta, Selasa (17/5), melakukan audiensi dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Balaikota. Dalam audiensi kali ini juga hadir Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

Ketua Pemuda Katolik Cabang Surakarta, Antonius Bambang Tri mengatakan audiensi kali ini sengaja dilaksanakan untuk meminta masukan dan pandangan dari Wali kota terkait rencana pelaksanaan Rapimnas 2016 Pemuda Katolik yang akan digelar November tahun ini.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma menjelaskan Rapimnas yang akan diselenggarakan di Solo merupakan amanat Kongres Pemuda Katolik Batam tahun 2015 lalu. Rapimnas ini juga merupakan ruang konsolidasi organisasi untuk mengejawantahkan hasil-hasil ketetapan Kongres dan Rakernas.

Menurut Gusma, salah satu yang akan dibahas adalah keterlibatan pemuda dalam pembangunan nasional berbasis desa, isu-isu kesejahteraan sosial, implementasi Pancasila dan nasionalisme.

Selain Gusma juga hadir dari Jakarta Ketua Bidang Politik Pengurus Pusat Fredi Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Ignatius Ganjar.

Wali Kota Solo menyambut baik rencana kegiatan organisasi nasional ini. Sebagai senior dan pemimpin daerah, Rudi mengimbau agar persiapan dilakukan sebaik mungkin. Selain misi internal organisasi, kegiatan Rapimnas ini harus lebih memperkenalkan Solo sebagai kota budaya yang masyarakatnya gotong royong, ramah dan toleran.

Ketua Panitia Rapimnas Bambang Mejik Margono menambahkan kepanitiaan yang sudah terbentuk akan melibatkan seluruh jaringan umat dan masyarakat. Kegiatan ini mengangkat tema seputar nasionalisme dan kebangsaan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi baik pengamat tingkat nasional maupun pejabat di tingkat pusat.

Rapimnas, kata dia, akan dihadiri oleh perwakilan Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia.

sumber : jpnn.com

Sticky
1
April 25, 2016

Rakernas Pemuda Katolik Hasilkan 3 Pernyataan Politik

DSC00895

Ketua Umum Pemuda Katolik Bersama Dirjen PKP – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan jajaran Pemda kab. Lamandau

Lamandau – Nanga Bulik : Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik 2016 yang dilaksanakan di Bumi Bahaum Bakuba Lamandau, resmi berakhir. Rakernas yang berlangsung mulai 19hingga 22 April tersebut, menghasilkan beberapa rumusan strategis yang kemudianmenjadi rekomendasi, baik berupa rekomendasi internal maupun eksternal.

Tiga statmen politik itu, pertama, menyoroti tentang Pembagunan Desa. Kedua, soal Pelaksanaan Pilkada;  dan  ketiga sikap Pemuda Katolik dalam menilai tentang posisioning Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dibeberkan Karolin, dalam hal pembangunan desa, kehadiran UU nomor 6 tentangDesa dinilai sebagai bukti kuat bahwa posisioning desa dan komunitas desasangatlah penting. Karena desa telah ditempatkan sebagai basis pelayanansekaligus subyek pembangunan nasional. Dengan demikian, sebutnya, Pemudakatolik mendukung penuh kebijakan politik negara tentang desa tersebut.

“Selain itu, kami (Pemuda Katolik) juga mendorong gerakan dan partisipasimasyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraanbersama. Di sisi lain, sebagai organisasi kader, Pemuda Katoliksiap mendukung pemerintah untuk menyukseskan program desa ini antara laindengan menjadi fasilitator atau pendamping dalam pelaksanaan tata kelolapemerintahan maupun pembangunan desa,” terangnya.

Adapun perihal Pelaksanaan Pilkada, Pemuda Katolik menilai bahwapenyelenggaraan Pilkada langsung pada satu sisi telah menumbuhkan alamdemokrasi yang lebih partisipatif. Meskipun, pemuda katolik juga tidakmemungkiri bahwa Pilkada juga telah menimbulkan ekses baru yang dalam haltertentu juga bisa menggangu relasi dan nilai-nilai sosial yang ada yang justruselama ini menjadi modal sosial bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara.

“Karenanya, kami (Pemuda Katolik) mendorong penuh penyelenggaraan Pilkadayang profesional dan netral. Kami juga mendukung upaya penataan sistemketatanegaraan melalui amandemen konstitusi, serta menganggap perludihidupkannya kembali GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara),” tegasnya.

Adapun dalam menyikapi MEA yang telah diimplementasikan per 31 Desember 2015lalu, berkaitan dengan implementasinya, Putri Gubernur Kalbar yang kinimerupakan anggota DPR RI tersebut juga menuturkan, Pemuda Katolik mengusulkanpenyelennggara negara untuk mengatur tentang ketentuan penggunaan TKA (TenagaKerja Asing) sebagai salahsatu upaya dalam memproteksi SDM Indonesia. Sedangkanberkaitan dengan kesiapan SDM tersebut, Pemuda Katolik memastikan kesiapannyauntuk bersinergi dengan pemerintah.

Sticky
0
April 21, 2016

Pemuda Katolik 100% untuk Katolik, 100% untuk Indonesia

DSC00994

Ketua Umum Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa. Dok Pemuda Katolik

Lamandau, Nanga Bulik – Pemuda Katolik terjun langsung ke tengah masyarakat, bukan hanya untuk umat, tapi 100% untuk Katolik dan 100% untuk Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pemuda Katolik, dr Karolin Margret Natasa pada saat ramah tamah dengan Bupati Kabupaten Lamandau, Ir Marukan, M.A.P di ruang kerja bupati setempat, Selasa (19/4/16).

Selain Bupati Marukan, acara ramah tamah dihadiri juga oleh Ketua DPRD Tommy H Ibrahim, Sekda Drs Arifin Lumbing, M.A.P, Ketua Panitia Rakernas Pemuda Katolik, Marinus Apau, S.Pd, M.Si, Ketua Komda Pemuda Katolik Kalteng DR Setevanus, jajaran pengurus Pemuda Katolik pusat dan Komcab Pemuda Katolik se-Kalteng.

Karolin yang juga anggota DPR RI Dapil Kalbar ini menekankan untuk menghadirkan Pemuda Katolik di tengah masyarakat. Rapat Kerja Nasional Pemuda Katolik yang diselenggarakan di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah 19-22 April 2016  menganagkat tema “Menghadirkan peran pemda yang terampil berpihak kepadadesa sebagai basis pembangunan RI dan mengamalkan nilai nilai Pancasila”.

Pemuda Katolik di programnya bukan hanya melakukan pendampingan bagi umat Katolik atau di seputaran ibadat, tapi harus ikut andil untuk mensejahterakan semua masyarakat tanpa memandang agama dan suku.

“Pemuda Katolik harus hadir hadir di tengah-tengah desa sebagai pendamping dan pengawas untuk kemajuan desa terkait program maupun lainnya. Karena Pemuda Katolik itu 100% Katolik dan 100% Indonesia. Bekerja bukan hanya untuk umat, tapi juga untuk bangsa,” ujar Karolin.

Pemuda Katolik tidaklah perlu ikut-ikutan konflik elit politik yang ada di Jakarta, karena tidak perlu dan tidak bermanfaat. “Apa manfaatnya bagi masyarakat ketika yang diributkan apakah kuping Ahok diiris sebelah kiri atau sebelah kanan atau kedua-duanya. Hal ini tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat, apalagi saat ini masyarakat kesulitan perekonomian dengan turunnya harga karet misalnya,” tegas Karolin.

Mengingat kondisi tersebut, menurut Karolin, Pemuda Katolik tertantang untuk turun ke desa-desa dan harus membiasakan diri berada di tengah masyarakat. “Banyak pemuda yang tertarik dengan politik, tapi ketertarikan tersebut lebih mudah tercapai ketika diawali dengan berada langsung di tengah masyarakat,” tambahnya.

sumber : kalamanthana.com

Sticky
0
February 22, 2016

SDM Jadi Penggerak Utama Pembangunan

Foto bersama usai acara pelantikan Pengurus Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Sumatera Selatan Periode 2016-2019 di Aula Kampus Universitas Katolik Musi Caritas, Palembang, Sabtu (20/2). Tampak diantaranya Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margriet Natasa, Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ; Ketua Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel M Hidayat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Yusuf Wibowo, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang dan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Palembang.

Palembang – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ahmad Yusuf Wibowo menyampaikan kekuatan sumber daya manusia tidak akan pernah habis karena kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) penggerak utama pembangunan. Pemuda jelas punya peran dalam hal ini. Apalagi, saat ini sudah masuk pada area Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang secara singkat berisi lima hal diberlakukannya arus bebas antarsesama negara ASEAN yang meliputi arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas TK terampil, arus bebas modal, dan arus bebas investasi.

“Untuk kelima hal tersebut kita punya kesempatan yang sama. Apakah kita akan menyerbu negara ASEAN lain dengan barang, jasa, tenaga kerja terampil, modal, dan investasi atau sebaliknya justru kita yang akan diserbu. Semua terpulang kepada kita,” kata Yusuf.

Yusuf melanjutkan, ada 1.000 sopir taksi di Filipina sudah belajar bahasa Indonesia, ratusan pebisnis Thailand belajar bahasa Jawa. Artinya, arus bebas pelayanan dan SDM menjadi penting pada era MEA. Menurut Yusuf, Pemuda Katolik sebagai bagian strategis dari pemuda Indonesia diyakini mampu menjawab semua tantangan ini. Indonesia merindukan lahirnya pemuda-pemuda Katolik seperti pada era yang lalu untuk berkiprah dalam pembangunan dan demokrasi di Indonesia.

“Jadi saya yakin kalian semua anak muda hebat yang mau membangun negeri ini khususnya Sumatera Selatan. Akan banyak pekerjaan menunggu Anda. Asian Games 2018, Moto GP 2018, SKO Ragunan dipindahkan ke Palembang dan Sport Science,” tukasnya.

Yusuf juga menyampaikan selamat atas dilantiknya pemuda Katolik Pengurus Komisariat Daerah Sumatera Selatan. Menurutnya, pemuda Indonesia memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan berusia 16-30 tahun. Kepemudaan berkaitan dengan berbagai hal yakni potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

Apriadi Susanto Sinaga terpilih menjadi Ketua Komisariat Daerah Sumatera Selatan Periode 2016-2019 dan dilantik oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa. Selain Wibowo, pelantikan ini disaksikan oleh Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM Giri N Kiemas, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel M Hidayat, Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonsia (FMKI) Provinsi Sumsel sekaligus Staf Ahli Gubernur Sumsel Yohanes H Toruan, Ketua Dewan Pakar Pemuda Katolik sekaligus Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, Sekretaris PAN Muda Indonesia, Elias Sumardi Dabur, dan Komisaris PT Adhi Karya Hironimus Hilapok.

“Saya siap membangun sumber daya manusia kader-kader Pemuda Katolik Sumsel sehingga menjadi kader yang berkualitas dan bermartabat sehingga menjadi kader yang bisa bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Untuk itu, kami juga membangun dialog dan kerja sama dengan pemerintah daerah Sumsel dan organisasi kepemudaan lainnya untuk membentuk kaum muda yang bernilai,” ujar Apriadi saat memberikan sambutan.

sumber : beritasatu.com

Sticky
0