Login
or
Register

Uncategorized

November 06, 2017

Pemuda Katolik Apresiasi Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik

Kabid Hub. Antar Lembaga & OKP Michelle Wondal bersama peserta PP-PTAK (dok.PK)

Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengapresiasi Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik (PP-PTAK) yang diselenggarakan Bimas Katolik Kementerian Agama. Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam mendukung pengembangan kualitas keimanan warga negara khususnya umat Katolik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini dilakukan oleh Bimas Katolik Kementerian Agama. Ini menjadi wujud kehadiran negara dalam mendukung pengembangan kualitas keimanan melalui paduan suara gerejani,” ujar Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga atau OKP PP Pemuda Katolik Michelle Wondal, Minggu (05/11/2017).

Michelle menilai paduan suara adalah ajang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan semangat bekerja keras, kerja sama, toleran, berkreasi, berprestasi dan mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti saling mengasihi dan menghargai satu sama lain sebagai satu Makhluk Ciptaan-Nya,” ungkap dia.

“Paduan suara terdengar enak kalau berbagai suara yang berbeda saling menyesuaikan ke satu harmoni. Hidup menggereja dan hidup bernegara pun bisa menerapkan prinsip yang sama, yakni menciptakan harmoni dalam dan dari keragaman,” jelas dia.

Lebih lanjut, Michelle menuturkan bahwa Pemuda Katolik juga mempunyai tujuan untuk mengembangkan kaum muda Katolik untuk menjadi pendukung hari-hari depan Gereja dan tanah air.

Tujuan Pemuda Katolik sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, kata dia, antara lain mengembangkan watak kristiani dalam diri kaum muda Katolik Indonesia.

“Kami juga fokus menumbuhkan kesadaran kaum muda Katolik Indonesia akan tanggung jawabnya kepada Gereja, Bangsa dan Negara Indonesia serta meningkatkan kepekaannya dalam keterlibatan aktif dengan persoalan sosial kemasyarakatan Gereja, Bangsa dan Negara Indonesia,” kata dia.

Pemuda Katolik, kata dia, berupaya mempersiapkan, memberi bekal dan menempa kaum muda Katolik Indonesia menjadi penggerak kegiatan membangun dan sekaligus menjadi insan pembangunan yang tangguh dan kritis bagi Gereja dan bangsa Indonesia.

“Kami juga mempersiapkan kaum muda Katolik Indonesia menjadi pelopor dan penggalang kehidupan yang rukun, damai penuh kasih, toleransi sejati dan kerjasama positif antar umat Katolik maupun dengan umat yang beragama/kepercayaan lain, terutama dengan generasi muda pada umumnya,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Pagelaran telah buka oleh Mentri Agama : Lukman Hakim Saifuddin di dampingi Ketua Presidium KWI : Ignatius Suharyo, Ketua Komisi VIII : Ali Taher Parasong dan Ditjen Bimas Katolik : Eusabius Binsasi. (Minggu 05 November 2017).

Hadir Para Eselon I Jajaran Kementrian Agama, Para Uskup, Para Kepala Perguruan Tinggi Agama Katolik, dan Para Tokoh Agama.

Sejak hari Sabtu (4/11), peserta Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik (PP-PTAK) sudah sampai di RedTop Hotel, Jakarta. Para Peserta adalah Mahasiswa/i Perguruan Tinggi Agama Katolik se-Indonesia dari 20 PTAK yang berada di bawah naungan kementerian Agama RI dengan jumlah Peserta 440 orang.

Didampingi pendamping dan pelatih, mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan besar yang akan menampilkan kemampuan mereka dalam mengolah vokal dan harmonisasi nada. Mereka akan membawakan lagu wajib Alleluia Handel, dan empat lagu pilihan dari Buku Lagu Puji Syukur, yaitu Gereja Bagai Bahtera, Cahaya Suci, Betapa Tidak Kita Bersyukur dan Betapa Agung Karya Tuhan. (ast)

Sticky
0
October 29, 2017

Moderator PP Pemuda Katolik : Rapimnas Bukan Hanya Formalitas Organisasi

Romo Johanes Haryanto SJ saat menerima plakat penghargaan dari Ketua PP Pemuda Katolik dr Carolin Margaret Natasa pada pembukaan Rapimnas II PK di Hotel Padjajaran Bogor. (Foto: Dok).

BOGOR – Moderator Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik (PK), Pastor Johanes Haryanto SJ mengingatkan agar pergelaran rapat pimpinan nasional (Rapimnas) II PK yang digelar mulai Jumat (27) hingga Minggu, (29/10/2017) di Bogor, Jawa Barat, bukan sekadar formalitas tetapi untuk menumbuh-kembangkan potensi organisasi.

“Semoga apa yang kita kerjakan dalam Rapimnas ini tidak hanya sebuah formalitas untuk memenuhi kegiatan organisasi.”

“Tapi (Rapimnas ini) menunjukan potensi dari daerah masing-masing sehingga keindonesiaan dan kekatolikan (organisasi) bertemu,” ujar Pastor Haryanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapimnas yang diselenggarakan di Hotel Padjajaran Bogor, Jumat, (27/10/2017) sore.

Peserta Rapimnas ialah pimpinan dari 32 komisariat daerah (Komda) dari seluruh Indonesia, Sabang sampai Merauke.

Selain itu, ia juga menekankan kepada seluruh peserta agar Rapimnas ini meneguhkan tekad untuk semakin setia dan berbakti kepada gereja dan negara.

“Kamu adalah bagian dari gereja dan bangsa, tetap 100 persen Katolik 100 persen Indonesia. Rapimnas merupakan kesempatan baik untuk memberikan daging dari slogan itu,” tuturnya.

Ia juga tak lupa memberi apresiasi kepada panitia. Sebagai organisasi resmi Gereja Katolik, menurutnya, PK telah memberikan contoh positif kehidupan menggereja.

Peristiwa hari ini sangat menggembirakan. Menjadi tanda bahwa Pemuda Katolik hidup dengan cara yang baru. Sebagai bagian dari tubuh gereja, tidak merepotkan pastor-pastor,” ujarnya.

Romo Haryanto juga berharap, sesuai Konsili Vatikan II dan Ajaran Sosial Gereja (ASG), umat Katolik dipanggil untuk memperjuangkan martabat manusia. Demikain pun PK, dipanggil untuk tugas itu.

“Organisasi tidak hanya dilihat sebagai tujuan tapi sarana untuk mewujudkan bonum comunae. Dan bukan hanya untuk umat Katolik tapi untuk semua, karena surga bukan hanya untuk umat Katolik. Kalau hanya untuk katolik tidak akan asyik,” ujarnya.

“Di 28 Oktober 2017 (Sumpah Pemuda), kita tidak sama, tetap kita kerjasama membangun bangsa. Inilah Indonesia. Selamat berapat bersama untuk menyongsong masa depan,” punkasnya.

Rapimnas yang sedianya digelar di Denpasar-Bali ini, dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PK Carolin Margareth Natasha yang juga merupakan bupati Landak Kalimantan Barat.

Hadir pula Mgr Paskalis Bruno Sykur OFM, uskup Keuskupan Bogor, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Menteri Enegri, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, perwakilan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), pengurus DPC PDIP Kota Bogor serta tokoh masyarakat Kota Bogor.

Paduan suara dan tari-tarian dari siswa SMA Budi Mulia Bogor dan Seminari Stela Maris Bogor juga turut memeriahkan acara ini.

Misa pembukaan dipimpin Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM yang juga diiringi koor dari siswa SMA Budi Mulia dan siswa Seminari Stela Maris.

Sumber : katoliknews.com

Sticky
0
October 28, 2017

Ini Pesan Uskup Bogor Saat Membuka Rapimnas Pemuda Katolik

Ketua Umum Pemuda Katolik Bersama Uskup Keuskupan Bogor (27/10/2017) dok PK

Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa Indonesia. Pemuda Katolik, kata Paskalis, sudah hadir dan eksis dalam kancah perjuangan bangsa agar Indonesia tetap berlandasakan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. “Itu artinya Pemuda Katolik harus lebih berkecimpung dalam kehidupan sosial politik kemasyarakatan,” ujar Mantan Minister Provinsial Ordo Saudara-saudara Dina (OFM)

Menurut Mgr. Paskalis, alat ukur bermutunya organisasi Pemuda Katolik terlihat dari seberapa banyak anggota Pemuda Katolik terlibat dalam membangun bangsa. Tak hanya terlibat, kata dia, tetapi juga Pemuda Katolik harus ikut menentukan arah dan masa depan bangsa Indonesia.

“Nah, ikut menentukan bagaimana? Ikut menentukan melalui jabatan-jabatan publik, seperti menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, anggota DPR/DPRD, DPD dan pengurus partai politik. Rakyat sudah mengamanatkan jabatan ini kepada mereka,” tandas dia.

Dalam konteks ini, tutur Paskalis, Pemuda Katolik harus belajar lagi dari tokoh utama umat Kristiani, yakni Yesus Kristus. Paskalis mengutip jawaban Yesus ketika ditanya soal membayar pajak, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi milik kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah”.

“Pernyataan Yesus tersebut menunjukkan bahwa Yesus melaksanakan tugasnya sebagai warga negara. Dia berbakti kepada Allah dan negara. Pembaktian-Nya kepada Allah tidak menghalangi diri-Nya berbakti kepada negara. Jadi, dalam perspektif kristiani, komitmen kita kepada Allah, tidak menghalangi komitmen kita kepada negara,” terang dia.

Lebih lanjut, Paskalis berharap Pemuda Katolik, dalam berpolitik dan bermasyarakat, Pemuda Katolik mengembangkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, perdamaian, kesatuan, penghargaan sesama tanpa sekat-sekat suku, bahasa dan agama.

“Dalam pelayanan, nilai-nilai tersebut, jangan dijadikan hanya sebagai jargon-jargon politis, tetapi diwujudkan melalui perbuatan-perbuatan konkret baik melalui sikap, perbuatan maupun program kerja nyata,” pungkas dia.

Turut hadir juga dalam Pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik yaitu Staf Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan Puan Maharani, Ghafur Dharmaputra, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Pastor Moderator Pemuda Katolik Johanes Hariyanto, dan Ketua Umum Pemuda Katolik yang juga menjabat Bupati Landak Karolin Margret Natasa. (ast)

Sticky
0
September 27, 2017

Pemuda Katolik Ambil Bagian Dalam Pembentukan LP3KN

PP Pemuda Katolik bersama Rm. G. Suprapto, Pr. dan perwakilan ormas katolik lain

Jakarta – Merespon ketetapan Peraturan Kementrian Agama Republik Indonesia nomor 35 tahun 2016 Tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik, selasa (26/09/17) Konferensi Wali Gereja Indonesia mengundang semua Ormas Katolik untuk terlibat dalam pembetukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik yg di singkat LP3K. Rapat dipimpim Romo Kerawam KWI Rm. G. Suprapto, Pr. Ormas katolik yang hadir dalam pertemuan tersebut diataranya ISKA, Pemuda Katolik, Wanita Katolik RI, FMKI, dan Vox Point Indonesia.

Dalam Panitia Pesta Paduan suara Gereja Katolik ( PESPARANI ) salah satu ormas ikut mengambil bagian adalah Pengurus Pusat Pemuda Katolik yg di wakili oleh Michelle Wondal Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga / OKP, Rachel Cecilia Tuerah Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Aloysius F Edomeko Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, Niko Hary Gunawan Wakil Ketua Lembaga Pendampingan Kaderisasi. Pemuda Katolik ikut memberikan masukkan dan bersedia terlibat total dalam pembentukan Lembaga Pengembangan dan Perberdayan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) dan Lembaga Pengembangan dan Perberdayan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) yang di bentuk sesuai mandat dari Peraturan Menteri Agama.

Dengan rangkaian perlombaan paduan suara yg berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat Provinsi yg selanjutya akan mengikuti kompetisi tingkat Nasional yang di rencanakan akan di adakan di Kota Ambon pada tahun 2018. Besar harapan dari Pemuda Katolik agar mandat dari Menteri Agama ini dapat berjalan dengan baik dan dapat di dukung oleh semua umat Katolik dalam berpartisipasi pada acara PESPARANI dari tingkat daerah sampai tingkat Nasional, sehingga acara yang baru pertama kalinya di laksanakan dalam skala Nasional dapat mempersembahkan suara dan lagu yg baik untuk Tuhan. (edo)

Sticky
0
September 25, 2017

KKM Komda Kalimantan Selatan : Membangun Kepribadian Kepemimpinan Yang Berkualitas

Foto bersama seusai pembukaan acara KKM Pemuda Katolik Komda Kalsel (dok.PK)

Banjarmasin – Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan, selama tiga hari, 22 – 24 September 2017 bertempat di Aula Sasana Bhakti Paroki Hati Yesus Yang Maha kudus Veteran mengadakan kegiatan KKM (Kursus Kepemimpinan Menegah). Kegiatan ini dibuka dengan perayaan ekaristi yang di pimpin oleh Rm. Cosmas, MSF, Pastor Paroki Keluarga Kudus Katedral Banjarmasin. Kursus Lanjutan ini merupakan jenjang pendidikan kurikulum Pemuda Katolik. KKM merupakan tindak lanjut dari kursus kepemimpinan Dasar (KKD) yang telah dilakukan di kabupaten tanah laut bulan Agustus lalu.

KKM Tahun ini mengusung tema “Membangun Kepribadian Kepemimpinan Yang Berkualitas Serta Memahami Fungsi Dan Peran Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara” Dalam sambutannya, Ketua Komisariat daerah Pemuda katolik Kalimantan Selatan FX. Rudi, berharap kader pemuda Katolik dapat bersinergi dengan pemerintahan daerah untuk pembangunan sumber daya manusia yang serta merta memahami fungsi dan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas dan berkompeten dalam bidangnya terutama di daerah-daerah dimana para kader pemuda katolik berkarya.

Kursus ini diikuti Sekitar 21 orang muda yang berasal dari 6 Komisariat Cabang di Kalimantan Selatan. Adapun kegiatan dapat terlaksana berkat kerja sama kepanitiaan yang telah mempersiapkannya sejak terselesaikannya kegiatatan Kursus Kepemimpinan Dasar di kabupaten Tanah Laut. Ketua panitia pada kegiatan ini adalah Yohannes Sumaryoto, SE, selaku Ketua Komisariat Cabang Banjarmasin dan Ketua Bidang Politik pada Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan.

 KKM Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan ini di buka resmi oleh Staff Pemerintah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Anton Simbolon, sebagai perwakilan gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor. Dalam sambutannya, Pak Anton membacakan naskah pidato dari Bapak Gubernur yang menyampaikan bahwa kursus ini merupakan bentuk kepedulian terhadap generai muda. Dan kegiatan ini sangat membantu pemerintah dalam melahirkan sumberdaya manusia yang terampil, agamais, dan berdedikasi terhadap kemajuan bangsa. Gubernur juga turut menyampaikan bahwa dalam kepemimpinannya pihaknya terus berupaya mendoro terwujudnya kalsel mandiri dan terdepan dengan mengembangkan mutu dan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, kebijakan dan kegiatan pendidikan serta kebudayaan dan keagamaan dalam rangka membangun krakter bangsa dan baua. Gubernur juga berharap dengan kursus ini akan lahir kader-kader banua yang cerdas dalam pemikiran dan berakhlak dalam tindakan, sehingga kalsel akan menjadi lumbung pemuda yang ikhlas hati, menghargai perbedaan, menjaga persatuan dan berpartisipasi dalam pembangunan. Pembukaan Kursus Kepemimpinan Menengah ini juga di meriahkan dengan Paduan Suara dari SMA Frater Don Bosco Banjarmasin dan tarian banjar dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan.

Para Peserta sangat antusias dalam mengikuti kursus ini, pada sesi pertama menyampaikan mengenai Teknik Advokasi yang disampaikan oleh Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma,  mengajak para peserta untuk mengetahui apa itu advokasi, Alasan, tujuan dan Sasaran Advokasi, para pelaku Advokasi Dan tantangan serta strategi dalam advokasi. Selanjutnya Bapak Redy Mountana selaku tokoh senior Katolik yang sudah cukup berpengalaman dalam organisasi kemasyarakatan serta turut dipercayakan dalam kepengurusan FKUB Provinsi Kalimantan Selatan memberikan pengajaran tentang Kemasyarakatan Lokal. Beliau Mengajak para peserta untuk merefleksikan sejarah berdirinya bangsa ini serta mendorong para kader pemuda katolik untuk memahami eksistensi perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan bangsa ini. Materi selanjutnya di sampaikan oleh Bapak Ignasius Ganjar Tri selaku Wakil Sekretaris Jendral bidang kaderisasi dan keanggotaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, mengenai Kemasyarakatan Nasional yang berorientasi pada tantangan globalisasi masa kini terhadap perkembangan serta pertumbuhan generasi muda .

Hari kedua, hadir sebagai pemateri Bapak Jhonson Sitepu, memberikan pengajaran mengenai Changes Management, dengan metode See, Judge and Act. Turut hadir di hari kedua sekaligus memberikan semangat para senior pemuda katolik dan beberapa penasehat awam pemuda katolik komda Kalsel. Kurus ini berlangsung hingga sore hari yang ditutup dengan perayaan Misa di pimpin oleh Rm. Johan, Pr. (stan)

Sticky
0
September 24, 2017

Bupati Kep. Mentawai : Ciri Khas Kepemimpinan Katolik, Buahnya Untuk Semua Orang

Ki-ka (Asta S. Meliala Caretaker Ketua Komda Sumbar, Yudas Sabaggalet Bupati Kep. Mentawai, Frederikus L. Tulis PP Pemuda Katolik, Barita Sinaga Ketua Panitia Pelaksana) dok. PK

Padang, Sumbar –  Berbicara tentang keindonesian dan pancasila tidak terlepas dari peranan kita mengimplementasikan semangat yang selalu kita gaungkan yaitu 100 % katolik 100 % Indonesia, untuk itu kita tidak bias tutup mata tentang hal-hal yang terjadi dilingkungan kita, tegas bupati kep. Mentawai ketika menjadi narasumber pada acara Seminar yang digelar oleh Pemuda Katolik Komda Sumatera Barat.

Bupati Yudas juga menambahkan “Ciri khas kepemimpinan katolik bukan hanya untuk katolik saja melainkan untuk semua orang dan buahnya untuk orang lain. Pemuda Katolik itu jangan pernah menganggap dirinya kecil, harus tetap optimis dan komitmen yang kuat dalam memimpin” tegasnya.

Bupati Kep. Pulauan Mentawai Yudas Sabaggalet hadir pada pembukaan dan memberikan materi dalam Seminar dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumbar yang digelar di Aula Bergamin Keuskupan Padang, jl. Gereja Kota Padang, Sumatera Barat pada hari sabtu (23/09/17). selain Bupati Kep. Mentawai hadir juga Ketua Bidang Politik Pengurus Pusat Pemuda Katolik Frederikus L. Tulis sebagai pemateri seminar yang bertajuk “Kepemimpinan Ala Katolik” tersebut.

Dalam pemaparannya Ferdy panggilan akrabnya menjelaskan dewasa kini sangat penting kaum muda untuk mau dan berperan aktif dalam perpolitikan yang ada di Indonesia, karena berpolitik merupakan salah satu cara kita menunjukan jiwa kepemimpinan yang kita miliki serta bagaimana kita dapat mengimplementasikan semangat kekatolikan saat kita terjun didalamnya.

“Jangan pernah berpikiran apa yang kita dapat dari Pemuda Katolik tetapi apa yang biasa kita berikan untuk organisasi Pemuda Katolik.” tegasnya.

Seminar dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumatera Barat dibuka dengan resmi oleh Vikaris Jendral Keuskupan Padang pastor Alex Suandi Pr. mewakili Bapa Uskup yang berhalangan hadir dikarenakan mengikuti pentahbisan Uskup Pangkal Pinang. Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Kab. Kep. Mentawai Yudas Sabaggalet, Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan Frederikus Lusti Tulis, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Kep. Mentawai Yosep Sarogdok dan Jakob Saguruk, DPRD Kota padang Wismar Panjaitan, perwakin PMKRI Padang, WKRI Sumbar, OMK sekota Padang, Mahasiswa Katolik Kota Padang, dan Pemuda Katolik perwakilan empat Komisariat Cabang, Komcab Padang, Komcab Kep. Mentawai, Komcab Pasaman Barat, Komcab Bukittinggi. (Jepri)

 

Sticky
0
September 18, 2017

Pemuda Katolik Puji Pemuda Muhammadiyah: Awali Gerakan Gotong Royong

Gotong Royong Bersih Rumah Ibadat – Para tokoh ormas pemuda berfoto bersama dalam program Clean Pray &Love (CPL) yakni Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik (PK), Persatuan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI), Generasi Muda Budha Indonesia (Gema Budhi), Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM), Ketua RT/RW, pengurus masjid Jam’iyyatul Iman, Tebet, Jakarta, Minggu (17/9/2017)

Jakarta – Minggu (17/9) Ormas Pemuda Katolik memuji Pemuda Muhammadiyah yang mengorganisir dan sekaligus memotori gerakan gotong royong dengan melakukan ajakan bersama organisasi pemuda lainnya untuk bergotong royong membersihkan mesjid. Dikatakan, gotong royong merupakan budaya asli Indonesia yang tidak boleh terhapus dari Indonesia mengingat bahwa kerja bersama lintas agama itu akan menghilangkan sekat-sekat solidaritas yang selama ini mengganggu persatuan Indonesia.

Pujian itu diungkapkan Ketua Kepemudaan dan Olahraga Pemuda Katolik, Aloysius F Edomeko, pada Minggu (17/9/2017) menanggapi kerja gotong royong antar ormas pemuda lintas agama, membersihkan Masjid Jami’iyyatul Iman, Menteng, Tebet, Jakarta, yang dikoordinir oleh PP Muhammadiyah. Pada bulan Maret 2017, PP Pemuda Muhammadiyah juga melakukan kegiatan yang serupa antar ormas Pemuda lintas agama dengan membersihkan Kapel SMA Kanisius, Menteng, Jakarta.

Hadir dalam gotong royong dengan thema “Clean Pray & Love”, itu antara lain, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak, Wakil Ketua Lembaga Pendampingan Kaderisasi Pemuda Katolik Niko Hary Gunawan, Ketum PPGI Maruli Tua Silaban, Ketum PP Gema Budhi Bambang Patijaya, Komunitas Vespa : ScootJak, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid H. Rahmat dan juga pengurus RT-RW Kampung Pulo, Tebet, Jakarta.

“Kami sungguh menaruh hormat kepada Pemuda Muhammadiyah yang memotori kegiatan hari ini dengan membersihkan mesjid. Kapel Kanisius Menteng mendapat giliran pertama untuk dibersihkan. Tanpa gerakan bersih-bersih rumah ibadah antar ormas pemuda lintas agama sepert ini, gotong royong hanya sebagai nilai luhur yang adanya di awang-awang dan tidak membumi,” ujar Aloysius Edomeko.

Edomeko menjelaskan lebih lanjut bahwa, kerja gotong royong ini juga mengingatkan kaum pemuda akan tradisi bangsa Indonesia yang telah dilakukan sejak dulu yakni toleransi. Tanpa toleransi, gerakan gotong royong tidak mungkin akan terlaksana. Secara politis, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah menghapus secara perlahan jarak yang telah terbangun oleh perbedaan agama dan secara tidak sadar menolak kebhinekaan.

“Kami sungguh melihat juga apa yang diteladani Pak Jonan yang terlibat dalam gerakan ini dengan membersihkan WC mesjid. Yang jelas kegiatan semacam ini memberikan contoh bagi kita semua pentingnya kerja gotong royong yang akan menghilangkan sekat-sekat perbedaan dan eksklusivisme,” tegas Edomeko.

Sementara Nico Hary Gunawan menambahkan bahwa disadari atau tidak, masih banyak nilai-nilai gotong royong yang belum dipahami. Apa yang dilakukan bersama oleh Pemuda Muhamadiyah, Pemuda Katolik, Kristen, Pemuda Budhis, Hindu dll dengan bersih-bersih rumah ibadah hanyalah awal dari serangkaian kegiatan gotong royong berbasiskan pada kebhinekaan, kemajemukan dan keberagaman. Dengan kerjasama seperti ini sesering mungkin, kesalahpahaman akan mudah dihindari. Namun, jika para pemuda lintas agama tidak pernah bertemu dan melakukan karya nyata, masing-masing akan mudah dipengaruhi oleh pihak lain. Berharap, ditegaskan oleh Nico Hary Gunawan, bahwa para tokoh nasional dan elit politik akan melakukan hal yang sama.

Di tempat terpisah, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Pengurus Pusat Pemuda Katolik Michelle Wondal mengingatkan kembali bahwa, pemuda adalah agen perubahan dan itu terjadi di mana saja dan dalam suatu masa. Secara politis, kegiatan “Clean Pray & Love” ormas-ormas pemuda yang dipelopori oleh Pemuda Muhammadiyah, diyakini akan menggerakan pemuda seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama tanpa memandang agama dan bahkan suku atau ras.

“Selama ini kita hanya melihat kebhinekaan dari sudut agama. Padahal kebhinekaan itu mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berangkat dari kehidupan antar suku, antar RT, antar RW, antar kelurahan bahkan antar daerah. Padahal konflik horisontal itu seringkali berawal dari RT, RW, Keluruhan ataupun Suku yang kemudian dipolitisir menjadi konflik agama. Jika sudah sampai mempolitisir konflik horisontal menjadi konflik agama, seakan-akan itulah akar permasalahannya,” ujar Michelle Wondal.

Michelle juga mengingatkan dan berharap, jangan sampai pemuda mau menjadi kambing hitam ataupun domba-domba yang rela menjadi aduan untuk kepentingan kelompok tertentu dalam situasi politik saat ini. Kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sumpah para pemuda pada waktu itu dan sudah seharusnya, ormas pemuda memegang teguh sumpah itu.

Selain membersihkan mesjid, Ignasius Jonan juga menanam alpukat di pelataran samping mesjid Jami’iyyatul Iman. Menteri ESDM itu juga akan membantu pemasangan AC sesuai permintaan pengurus masjid. (nico)

 

Sticky
0
September 03, 2017

Michelle Wondal : Pendidikan Karakter Bangsa Harus Mulai dari Akar Rumput

Foto bersama Peserta dan Pemateri Mapenta Kab. Bogor (dok.PK)

Bogor, Jawa Barat – Pendidikan karakter bangsa harus dimulai dari akar rumput dan itu merupakan tanggung jawab kelompok pemuda. Akar rumput itu menuntut para tokoh pemuda atau penggerak bangsa mau masuk ke masyarakat yang bukan elit dan tanpa diskriminasi serta menghormati perbedaan. Dalam konteks ini, pendidikan karakter bangsa dimulai dengan menerima segala kekurangan akar rumput dan sekaligus membangun sikap hormat kondisi lingkungan sekitar. Jangan memulai penanaman karakter bangsa dari hotel mewah dengan segala fasilitas yang lengkap.

Demikian ditegaskan Michelle Wondal, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga / OKP mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dalam pembukaan Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA), di Bogor, Sabtu (02/09). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan Stefanus Gusma, Wakil Sekjen Bidang Luar Negeri Alfons B Say, Ketua Komda Jawa Barat Frederikus Lusti Tulis dan Ketua Bidang Desa dan Daerah Tertinggal Yuristinus Oloan.

“Hanya dengan masuk ke kehidupan akar rumput, spirit dan mentalitas pemuda itu akan terasah dan terbukti apakah mereka bagian dari agent of change – agen perubahan ataukah hanya sekedar pendompleng dari suatu perubahan. Hakekat pemuda adalah agent of chage dari suatu masa. Oleh karena itu, dia harus mampu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa yang terwujud dalam Pancasila pada akar rumput. Keberhasilan pemuda diukur dari kemampuannya untuk membawa akar rumput ke Cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia seperti tergambarkan dalam Pembukaan UUD NRI 1945,” tegas Michelle Wondal.

Michelle Wondal juga mengajak para pemudi untuk masuk dalam organisasi pemuda agar semangat kepemudaan Indonesia lebih sejuk, anti kekerasan, menumbuhkan kasih sayang dan mampu menjadi pendengar yang baik bagi berbagai persoalan di akar rumput. Oleh karena itu, Pemuda Katolik diminta untuk melihat kebawah dan memperhatikan akar rumput agar peka dalam menanggapi masalah, dan sekaligus membawa warna baru.

Sementara it, Frederikus Tulis menegaskan arah dan gerak Pemuda Katolik sesuai dengan Gereja Katolik yang terus menerus mengobarkan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus dijaga, dipelihara dan disebarkan ke semua masyarakat. Oleh karena itu, Pemuda Katolik sebagai ormas resmi Gereja Katolik membutuhkan banyak pemuda dan pemudi Katolik mau terjun ke masyakarat untuk mengemban misi ikut menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

“Memulai dari akar rumput, dari lingkungan sekitar dalam penanaman kembali nilai-nilai Pancasila merupakan awal dari pembangunan karakter. Dan Pemuda Katolik memulai dari kelompok terkecil dan berharap langkah ini akan diikuti oleh rekan-rekan pemuda dari organisasi lain,” ujarnya.

Menurut Stefanus Gusma, setelah dikeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang tentang Perubahan Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, tugas ormas pemuda tidak hanya Katolik adalah mengembalikan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Nilai-nilai luhur, Itu merupakan visi dan misi seluruh organisasi. Oleh karena itu, Pemuda Katolik akan bekerja sama dengan banyak pihak dalam konteks ini. Hanya dengan kerjasama yang harmonis dan sinergis antar organisasi, visi pembangunan karakter bangsa dapat cepat terwujud. (mcl)

Sticky
0
August 28, 2017

Gelar Mapenta & KKD, Komda Kalsel Pertegas Komitmen Bersama

Foto Bersama Peserta Mapenta & KKD Komda Kalimantan Selatan bersama PP Pemuda Katolik (Dok. PK)

Tanah Laut, Kalsel – Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) adalah sebuah syarat yang wajib dilaksanakan di Pemuda Katolik karena Mapenta merupakan tahap awal seseorang dikatakan sah bergabung dalam Pemuda Katolik. Sedangkan KKD (Kursus Dasar Kepemimpinan) merupakan bagian awal dari jenjang pendidikan kader Pemuda Katolik yang bertujuan melatih kader-kader pemuda katolik sebagai bekal dalam berdinamika baik dalam internal organisasi maupun dalam external organisasi. Berdasarkan dari beberapa poin penting di atas, bertempat di Aula Gereja St. Theresia Pelaihari Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan resmi menggelar MAPENTA dan KKD selama dua hari, 26 – 27 Agustus 2017.

Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut Drs. Sukamta. Dalam sambutan pembukanya beliau mengajak seluruh anggota pemuda katolik untuk ikut serta aktif membangun kabupaten Tanah Laut serta turut menjaga toleransi karena dengan toleransi lah tanah laut dapat maju dan berkembang. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan Fx. Rudy, dalam sambutannya beliau juga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat rasa memiliki organisasi dan mempertegas komitmen bersama untuk membangun organisasi agar ke depan lebih baik dalam berkarya untuk Gereja, Nusa dan Bangsa.

Organisasi pemuda katolik adalah organisasi kader yang siap turut aktif berpartisipasi membangun Gereja bangsa dan Negara, tambah Rudi yang juga bendahara Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Banjarmasin.

Mapenta ini diikuti kurang lebih 50 orang muda yang berasal seluruh paroki di Keuskupan Banjarmasin sedangkan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) diikuti kurang lebih 30 orang utusan yang berasal dari seluruh Komcab di Kalimantan Selatan. Mereka ikut KKD merupakan orang-orang pilihan yang dengan tegas dan mantab berkomitmen membawa bendera pemuda katolik di Kalimantan Selatan untuk bersinergi dengan seluruh elemen penting di masyarakat, dan turut mendukung kinerja pemerintah daerah ke depan lebih baik.

KKD sendiri langsung dipandu oleh Tim Kaderisasi PP Pemuda Katolik yaitu Kikin P. Tarigan selaku Ketua Lembaga Pendampingan Kader dan Ignatius Ganjar Tri Hartono selaku Wasekjend LPK dan juga wasekjend bidang kaderisasi.

Suasana Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) Komda Kalsel

Sebagai tambahan Mapenta Dan KKD tahun ini mengusung tema “ Membangun Idealisme Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jati diri Bangsa” dengan harapan bahwa tema ini membantu menyadarkan kembali tugas dan tanggung jawab pemuda katolik untuk bertindak sebagai pelaku dalam membangun Gereja, Bangsa dan Negara. Untuk mendukung tercapainya maksud dan tujuan kegiatan ini, hadir juga para nara sumber yang sangat berkompeten memiliki keahliaan di bidang yang dimaksud.

penulis : Stanislaus Sene (Wakil Ketua Komda Kalsel)
editor : Asta Ivo

 

Sticky
0
August 18, 2017

Hut RI ke 72, Pemuda Katolik Lembata Kibarkan Bendera di Pulau Siput

Pemuda Katolik Komcab Lembata

Lembata, NTT – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Rebuplik Indonesia yang ke 72,Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten Lembata mengibarkan bendera merah putih di pulau Siput, kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (17/08/2017).

Sebelum mengibarkan Bendera Merah Putih, Pengurus komcab Pemuda Katolik dengan mengenakan pakaian kebanggaan berwarna kuning ini menggunakan kapal motor laut jenis ketinting melakukan perjalanan sekitar 20 menit ke pulau Siput.

Sesampai di pulau Siput, para pengurus pemuda Katolik ini langsung mempersiapkan diri untuk melakukan upacara bendera sekaligus mengibarkan bendera merah putih di pulau yang memiliki pasir putih  tersebut.Selanjutnya mereka menancapkan bendera merah putih di pulau Siput  dan pengurus Pemuda Katolik Lembata memberikan hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pada kesempatan ini, Ketua Pemuda Katolik komisariat cabang kabupaten Lembata, Heri Wijaya mengajak semua anggota Pemuda Katolik untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk penghargaan kepada setiap orang yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk merebut maupun mempertahankan kemerdekaan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu,Kata Heri bahwa Pemuda Katolik komisariat cabang Lembata pada kesempatan itu juga memanjatkan doa bersama agar Tuhan Yesus selalu menyertai perjalanan bangsa ini, sehingga dengan semangat cinta kasih bangsa  Indonesia ini dapat terhindar dari segala pertikaian yang dapat mengakibatkan perpecahan antar sesama.

Ketua Pemuda Katolik Lembata ini mengatakan, Pulau siput terletak di kawasan laut kabupaten lembata.Pulau ini akan muncul ketika air laut surut dan akan tenggelam ketika air laut pasang.Sekalipun pasang surut air laut memunculkan dan menenggelamkan pulau tersebut tetapi pulau ini tetap ada dari jaman dahulu sampai dengan saat ini.hal ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pasti kita akan menghadapi berbagai macam permasalahan.Namun seberat apapun persoalan yang dihadapi bangsa harus kita hadapi demi menjaga keutuhan NKRI.

“Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.Dengan Semangat HUT Ke– 72 Proklamasi Kemerdekaan, Kita Dukung Gerakan Nasional Indonesia Kerja  Bersama Dalam Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi “Pesannya. (moat)

Sticky
0