Login
or
Register

Uncategorized

September 03, 2017

Michelle Wondal : Pendidikan Karakter Bangsa Harus Mulai dari Akar Rumput

Foto bersama Peserta dan Pemateri Mapenta Kab. Bogor (dok.PK)

Bogor, Jawa Barat – Pendidikan karakter bangsa harus dimulai dari akar rumput dan itu merupakan tanggung jawab kelompok pemuda. Akar rumput itu menuntut para tokoh pemuda atau penggerak bangsa mau masuk ke masyarakat yang bukan elit dan tanpa diskriminasi serta menghormati perbedaan. Dalam konteks ini, pendidikan karakter bangsa dimulai dengan menerima segala kekurangan akar rumput dan sekaligus membangun sikap hormat kondisi lingkungan sekitar. Jangan memulai penanaman karakter bangsa dari hotel mewah dengan segala fasilitas yang lengkap.

Demikian ditegaskan Michelle Wondal, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga / OKP mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dalam pembukaan Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA), di Bogor, Sabtu (02/09). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan Stefanus Gusma, Wakil Sekjen Bidang Luar Negeri Alfons B Say, Ketua Komda Jawa Barat Frederikus Lusti Tulis dan Ketua Bidang Desa dan Daerah Tertinggal Yuristinus Oloan.

“Hanya dengan masuk ke kehidupan akar rumput, spirit dan mentalitas pemuda itu akan terasah dan terbukti apakah mereka bagian dari agent of change – agen perubahan ataukah hanya sekedar pendompleng dari suatu perubahan. Hakekat pemuda adalah agent of chage dari suatu masa. Oleh karena itu, dia harus mampu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa yang terwujud dalam Pancasila pada akar rumput. Keberhasilan pemuda diukur dari kemampuannya untuk membawa akar rumput ke Cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia seperti tergambarkan dalam Pembukaan UUD NRI 1945,” tegas Michelle Wondal.

Michelle Wondal juga mengajak para pemudi untuk masuk dalam organisasi pemuda agar semangat kepemudaan Indonesia lebih sejuk, anti kekerasan, menumbuhkan kasih sayang dan mampu menjadi pendengar yang baik bagi berbagai persoalan di akar rumput. Oleh karena itu, Pemuda Katolik diminta untuk melihat kebawah dan memperhatikan akar rumput agar peka dalam menanggapi masalah, dan sekaligus membawa warna baru.

Sementara it, Frederikus Tulis menegaskan arah dan gerak Pemuda Katolik sesuai dengan Gereja Katolik yang terus menerus mengobarkan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus dijaga, dipelihara dan disebarkan ke semua masyarakat. Oleh karena itu, Pemuda Katolik sebagai ormas resmi Gereja Katolik membutuhkan banyak pemuda dan pemudi Katolik mau terjun ke masyakarat untuk mengemban misi ikut menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

“Memulai dari akar rumput, dari lingkungan sekitar dalam penanaman kembali nilai-nilai Pancasila merupakan awal dari pembangunan karakter. Dan Pemuda Katolik memulai dari kelompok terkecil dan berharap langkah ini akan diikuti oleh rekan-rekan pemuda dari organisasi lain,” ujarnya.

Menurut Stefanus Gusma, setelah dikeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang tentang Perubahan Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, tugas ormas pemuda tidak hanya Katolik adalah mengembalikan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Nilai-nilai luhur, Itu merupakan visi dan misi seluruh organisasi. Oleh karena itu, Pemuda Katolik akan bekerja sama dengan banyak pihak dalam konteks ini. Hanya dengan kerjasama yang harmonis dan sinergis antar organisasi, visi pembangunan karakter bangsa dapat cepat terwujud. (mcl)

Sticky
0
August 28, 2017

Gelar Mapenta & KKD, Komda Kalsel Pertegas Komitmen Bersama

Foto Bersama Peserta Mapenta & KKD Komda Kalimantan Selatan bersama PP Pemuda Katolik (Dok. PK)

Tanah Laut, Kalsel – Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) adalah sebuah syarat yang wajib dilaksanakan di Pemuda Katolik karena Mapenta merupakan tahap awal seseorang dikatakan sah bergabung dalam Pemuda Katolik. Sedangkan KKD (Kursus Dasar Kepemimpinan) merupakan bagian awal dari jenjang pendidikan kader Pemuda Katolik yang bertujuan melatih kader-kader pemuda katolik sebagai bekal dalam berdinamika baik dalam internal organisasi maupun dalam external organisasi. Berdasarkan dari beberapa poin penting di atas, bertempat di Aula Gereja St. Theresia Pelaihari Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan resmi menggelar MAPENTA dan KKD selama dua hari, 26 – 27 Agustus 2017.

Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut Drs. Sukamta. Dalam sambutan pembukanya beliau mengajak seluruh anggota pemuda katolik untuk ikut serta aktif membangun kabupaten Tanah Laut serta turut menjaga toleransi karena dengan toleransi lah tanah laut dapat maju dan berkembang. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan Fx. Rudy, dalam sambutannya beliau juga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat rasa memiliki organisasi dan mempertegas komitmen bersama untuk membangun organisasi agar ke depan lebih baik dalam berkarya untuk Gereja, Nusa dan Bangsa.

Organisasi pemuda katolik adalah organisasi kader yang siap turut aktif berpartisipasi membangun Gereja bangsa dan Negara, tambah Rudi yang juga bendahara Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Banjarmasin.

Mapenta ini diikuti kurang lebih 50 orang muda yang berasal seluruh paroki di Keuskupan Banjarmasin sedangkan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) diikuti kurang lebih 30 orang utusan yang berasal dari seluruh Komcab di Kalimantan Selatan. Mereka ikut KKD merupakan orang-orang pilihan yang dengan tegas dan mantab berkomitmen membawa bendera pemuda katolik di Kalimantan Selatan untuk bersinergi dengan seluruh elemen penting di masyarakat, dan turut mendukung kinerja pemerintah daerah ke depan lebih baik.

KKD sendiri langsung dipandu oleh Tim Kaderisasi PP Pemuda Katolik yaitu Kikin P. Tarigan selaku Ketua Lembaga Pendampingan Kader dan Ignatius Ganjar Tri Hartono selaku Wasekjend LPK dan juga wasekjend bidang kaderisasi.

Suasana Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) Komda Kalsel

Sebagai tambahan Mapenta Dan KKD tahun ini mengusung tema “ Membangun Idealisme Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jati diri Bangsa” dengan harapan bahwa tema ini membantu menyadarkan kembali tugas dan tanggung jawab pemuda katolik untuk bertindak sebagai pelaku dalam membangun Gereja, Bangsa dan Negara. Untuk mendukung tercapainya maksud dan tujuan kegiatan ini, hadir juga para nara sumber yang sangat berkompeten memiliki keahliaan di bidang yang dimaksud.

penulis : Stanislaus Sene (Wakil Ketua Komda Kalsel)
editor : Asta Ivo

 

Sticky
0
August 18, 2017

Hut RI ke 72, Pemuda Katolik Lembata Kibarkan Bendera di Pulau Siput

Pemuda Katolik Komcab Lembata

Lembata, NTT – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Rebuplik Indonesia yang ke 72,Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten Lembata mengibarkan bendera merah putih di pulau Siput, kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (17/08/2017).

Sebelum mengibarkan Bendera Merah Putih, Pengurus komcab Pemuda Katolik dengan mengenakan pakaian kebanggaan berwarna kuning ini menggunakan kapal motor laut jenis ketinting melakukan perjalanan sekitar 20 menit ke pulau Siput.

Sesampai di pulau Siput, para pengurus pemuda Katolik ini langsung mempersiapkan diri untuk melakukan upacara bendera sekaligus mengibarkan bendera merah putih di pulau yang memiliki pasir putih  tersebut.Selanjutnya mereka menancapkan bendera merah putih di pulau Siput  dan pengurus Pemuda Katolik Lembata memberikan hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pada kesempatan ini, Ketua Pemuda Katolik komisariat cabang kabupaten Lembata, Heri Wijaya mengajak semua anggota Pemuda Katolik untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk penghargaan kepada setiap orang yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk merebut maupun mempertahankan kemerdekaan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu,Kata Heri bahwa Pemuda Katolik komisariat cabang Lembata pada kesempatan itu juga memanjatkan doa bersama agar Tuhan Yesus selalu menyertai perjalanan bangsa ini, sehingga dengan semangat cinta kasih bangsa  Indonesia ini dapat terhindar dari segala pertikaian yang dapat mengakibatkan perpecahan antar sesama.

Ketua Pemuda Katolik Lembata ini mengatakan, Pulau siput terletak di kawasan laut kabupaten lembata.Pulau ini akan muncul ketika air laut surut dan akan tenggelam ketika air laut pasang.Sekalipun pasang surut air laut memunculkan dan menenggelamkan pulau tersebut tetapi pulau ini tetap ada dari jaman dahulu sampai dengan saat ini.hal ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pasti kita akan menghadapi berbagai macam permasalahan.Namun seberat apapun persoalan yang dihadapi bangsa harus kita hadapi demi menjaga keutuhan NKRI.

“Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.Dengan Semangat HUT Ke– 72 Proklamasi Kemerdekaan, Kita Dukung Gerakan Nasional Indonesia Kerja  Bersama Dalam Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi “Pesannya. (moat)

Sticky
0
August 13, 2017

Usai Dilantik Komcab Padang Audiensi ke Uskup

Pengurus Komcab Padang dan Wakil Ketua Komda Sumbar Gokma Toni bersama Mgr. Martinus Dogma Situmorang (Uskup Padang)

Padang – Tak perlu menunggu lama, pengurus Pemuda Katolik Komcab Padang langsung mengadakan audiensi dengan Uskup Padang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang, selasa (12/07). Didampingi oleh wakil ketua komda Sumbar, Gokma T. Situmorang menyambangi Kantor Keuskupan Padang untuk bertemu dengan oppung situmorang sapaan sehari-hari bapa uskup.

Pertemuan yang diakan diruang tamu keuskupan ini pun berjalan hangat dan lancar. dalam kapasitasnya sebagai uskup oppung situmorang pun sangat menyambut baik kehadiran Pemuda Katolik di Padang dan berharap dapat terbentuk diseluruh Kab/kota dalam wilayah Keuskupan Padang.

Selain itu uskup juga berpesan agar hendaknya Pemuda Katolik di Padang ini dapat membuat Program yang nyata, tidak hanya berkutat di internal saja melainkan mampu memberikan warna di Wilayah Sumatera Barat.

Dalam Pemaparannya Ketua Komcab Padang San C. Siregar menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan pada 08-09 juli lalu, diantanya telah dikukuhkan 17 anggota Pemuda Katolik Sumbar yang berasal dari 3 Kab/Kota yaitu : mentawai, padang, dan bukittinggi serta Pelaksanaan Mapenta dan Rakercab di Padang pada akhir bulan Juli, dan memohon kesediaan uskup memberikan pastor moderator untuk Komcab Padang.

Selain itu Gokma T. Situmorang, Wakil ketua Komda Sumbar juga menambahkan kedepan pengurus komda yang masih berstatus caretaker ini akan melaksanakan Mapenta dan Muskomcab untuk Kab. Pasaman Barat dan Kota Bukittinggi pada 5-6 Agustus 2017, Mapenta dan Muskomcab Kab. Kep Mentawai pada 19-20 Agustus 2017, serta KKM dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumbar pada bulan September. “semoga disalah satu kegiatan yang kami rencanakan ini oppung dapat hadir” ungkap gokma yang disambut dengan anggukan dari bapa uskup.

dalam keterangan resminya San C. Siregar mengatakan bahwa sesuai dengan semangat Pro Ecclesia et Patria yang dimiliki oleh Pemuda Katolik maka dari itu kami memulai audiensi dari hirarki gereja lalu kedepan kami juga akan audiensi dengan beberapa stakeholder yang ada di padang, baik itu pemerintah, OKP, maupun KNPI.

“Kita akan hampiri setiap stakeholder di padang ini agar keberadaan kita semakin diketahui”, ucap San C. yang juga mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Padang Periode 2014-2015 (ast)

 

Sticky
0
August 03, 2017

Michelle: Pendidikan Pancasila Mesti Jadi Kurikulum Wajib

Michelle Wondal (tengah) diapit Ketua Bidang OKK dan Ketua LPK PP Pemuda Katolik

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal mengatakan untuk membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda, maka organisasi kemasyarakatan (Ormas) perlu melakukan pendidikan secara masif melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Untul Pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila mesti menjadi kurikulum wajib termasuk juga budi pekerti,” tegas Michelle Wondal di Jakarta, Selasa (1/8).

Sedangkan pendidikan nonformal, menurut Michelle, antara lain dapat dilakukan dengan cara tukar menukar pelajar antardaerah dan antarpulau. Selain itu, live in di masyarakat sehingga terjadi interaksi satu sama lain. Hal ini dimaksudkan supaya generasi muda mengenal Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada. Kegiatan lainnya adalah lomba seni atau budaya dalam bentuk lagu daerah dan lagu nasional.

Pada bagian lain, Michelle mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. Toleransi, menurut Michelle, bukan sekadar dialog untuk membicarakan perbedaan tapi diperlukan sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita.

“Dengan demikian, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat berlandaskan Pancasila, UUD 1945 sehingga dapat menjadi benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme,” tegas Michelle.

Michelle yang juga staf ahli DPR RI ini mengingatkan kepada setiap Pemuda untuk melakukan berbagai program organisasi guna membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda.

Menurut Michelle, pemerintah juga wajib untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Ormas. Dengan begitu, kata Michelle, penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat berjalan baik. Sebab pendidikan karakter akan dapat menjadi benteng yang kuat untuk memfilter terhadap ideologi yang masuk ke Indonesia.

“Kami yakin, bila Pancasila dipahami dan dilaksanakan secara benar dan konsisten maka generasi muda tidak akan terpengaruh dengan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Michelle.

Michelle mengusulkan kepada pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendikdikti untuk melakukan sosialisasi secara masif terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara khusus, Michelle mengimbau Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk merumuskan soal pendidikan Pancasila agar secepatnya masuk dalam mata pelajaran dan mata kuliah.

Untuk mengkonkretkan gagasan tersebut, Michelle meminta Kemendikbud dan Kemenristekdikti agar bekerja sama dengan MPR guna menyusun soal pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

“Jadi, sosialisasi Pendidikan Pancasila saat ini harus dilakukan secara masif di semua kalangan masyarakat Indonesia,” tegas Michelle.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
August 01, 2017

Pemuda Katolik Sikka Bantu Seragam Sekolah Bagi Siswa Tidak Mampu

Ketua Komcab Sikka Andi Pio memberikan bantuan perlengkapan sekolah (dok.PK)

Sikka, NTT – Kehadiran organisasi Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Sikka memilik rasa tanggung jawab yang besar bagi warga yang tidak mampu disekitarnya.Rasa kepedulian dan kepekaan ini tertanam dalam diri kepengurusan Pemuda Katolik ini. Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka  memberikan bantuan seragam kepada 6 orang anak yang menempuh pendidikan di sekolah dasar.Bantuan yang diberikan kepada mereka karena 6 generasi penerus ini belum ada seragam sekolah karena orang tua tidak mampu membelinya.

Kedatangan Pengurus ini yang terdiri dari, Ketua Pemuda Katolik Sikka, Gaudensius Andi Pio yang di dampingi oleh Wakil sekretaris I Bram Kopong dan pengurus lainya seperti wakil ketua bidang kesehatan dan narkoba Elisabet Sangu, wakil Ketua bidang Pemuda dan Olahraga Boy Pitang, wakil ketua bidang Hukum dan Ham Yoseph Nong Soni, serta wakil ketua bidang Hubungan antar lembaga Jedison Yoseph ini langsung disambut oleh sejumlah anak-anak yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Sebelum memberikan bantuan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik ini meminta mereka memperkenalkan diri dan memberikan permainan  kepada mereka sehingga mereka bisa terhibur dari penderitan yang di alami.

Ketua Pemuda Katolik Sikka Gaudensius Andi Pio saat ditemui ,Minggu(30/07) di Desa Wair Koja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka pada saat memberikan bantuan tersebut mengatakan bantuan yang kami berikan berupa pakaian seragam sekolah dasar kepada 6 orang anak tersebut. Selain memberikan pakaian seragam sekolah ini kita juga memberikan sepatu sekolah, kaos kaki, buku tulis dan bolpoin kepada mereka. Mereka 6 orang anak terdiri dari Maria Donata Dua, Yuliana oktovia, Fransiskus Moa, Benediktus Noventus, Desi Natalian,  dan Rian Andrian .

“Kedatangan kita kesini untuk memberikan bantuan kepada mereka,karena kita mendapatkan informasi dari salah satu pengurus bahwa orang tua mereka tidak mampu membeli seragam sehingga kita datang memberikan bantuan kepada mereka.bantuan yang kita berikan tidak seberapa ,yang penting awal ini mereka bisa memakai seragam sekolah.Sedikit dari kami untuk mereka yang sangat membutuhkan dan semoga bermanfaat bagi mereka”Tandasnya.

Ia mengatakan kedepan nantinya organisasi Pemuda Katolik ini akan memdampingi mereka sehingga mereka berenam ini tidak putus sekolah. Kita akan berusaha cari dana agar  bisa membantu membiayai sekolah mereka ini.

Hal yang sama juga ditambahkan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik mengatakan,Bantuan yang kita berikan jangan dilihat dari nilai atau harga kecil besar ,sedikit atau banyak tetapi dari ketulusan hati kami. Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak sehingga mereka bisa bergabung belajar bersama teman-teman lainnya di sekolah.

“Bantuan kami tidak sampai disini saja tetapi kami akan terus dan terus mendampingi anak-anak ini juga anak-anak lainnya yang butuh dampingan.Ini juga adalah salah satu program kerja organisasi Pemuda Katolik Sikka yang akan menjadi agenda tetap kami”ucap Edison pegawai di Kantor Bupati Sikka ini.

Edison mengatakan selain berbagi kasih,kami juga akan berbagi pengalaman atau sering bersama anak-anak ini dengan memberikan pengetahuan seperti bermain dan bernyanyi. (moat)

Sticky
0
July 15, 2017

Ngopi Senja Ala Pemuda Katolik

Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama Para Ketua Komda

Jakarta – Tawa renyah dan gelak tawa tidak mengurangi keseriusan para aktifis beberapa Komda dan Pengurus Pusat dalam membahas masalah Kaderisasi.

Berawal dari niatan bincang-bincang Kaderisasi dari Ketua Komda Kalsel (Rudi Djong) yang kebetulan sedang kunjungan  keluarga di Jakarta, kemudian dipadu Ketua Komda Babel (Mehoa) yang sedang Dinas Luar Kota, lantas bergulir lebih banyak lagi dengan hadirnya Sekretaris Komda Riau (Laurensius Purba) yang sedang ada ‘urusan’ di Jakarta. Lantas juga bergabung juga Ketua Komda DKI Jakarta (Tarsisius) dan CT Ketua Komda NTT (Gomez); Sementara Pengurus Pusat dihadiri Ketua Bidang Kaderisasi sekaligus CT Sekretaris Komda Jawa Barat (Frans Sinaga), Ketua Bidang Organisasi (Gusma), Ketua Bidang Antar Lembaga (Michelle Wondal) dan Ketua Lembaga Pendampingan Kader (Kikin Tarigan).

Dialog santai, ngopi-ngopi senja berlangsung sampai larut malam. Tak terasa bergelas-gelas kopi dan ice-tea terus mengalir ke ruang rapat Bakoel Koffie di bilangan Cikini, Jakarta Pusat.

Setidaknya tercurah gagasan dan masukan guna berkembangnya organisasi Pemuda Katolik. Disadari bersama bahwa sukses di Tahun Pertama Kepengurusan di Bidang Konsolidasi Organasasi perlu dilanjutkan di Tahun Kedua Kepengurusan yakni Pelaksanaan Kaderisasi. Hal ini sesuai dengan amanat Rakernas Lamandau 2016, ada 4 (empat) hal yang menjadi fokus kepengurusan yakni konsolidasi organisasi, kaderisasi, pengembangan kewirausahaan dan partisipasi politik. Semoga fokus ke-3 dan 4 dapat terealisasi di Tahun Ketiga Kepengurusan.

Sukses bersama dalam mengaktifkan Komda dan Komcab lewat jalur Mapenta dan Muskomda/Muskomcab mau tidak harus dilanjutkan dengan memberikan pendidikan/kaderisasi yang memadai bagi para anggota lewat KKD dan KKM hingga KKL yang akan diselenggarakan berbarengan dengan Rapimnas 2017 di Denpasar-Bali. Tentu saja lebih jauh lagi follow dari proses kaderisasi guna memenuhi amanat Rakernas tadi.

Sharing yang didapat dari para fungsionaris Komda setidaknya  tercatat agenda-agenda organisasi berupa Mapenta dan Muskomcab, juga KKD dan KKM yang akan dilaksanakan sendiri di Komcab/Komda mauapun bekerja sama antar Komcab dan Komda.

“Kita yakin geliat organisasi semakin kencang, karena kita berada pada jalur yang sudah tepat” terungkap bersama dalam pertemuan ini. (KiTa)

Sticky
0
July 14, 2017

Michelle Wondal : Menjaga NKRI Tanggung Jawab Bersama

Kabid. Hubungan Antar Lembaga/OKP Michelle Wondal bersama PWKI (dok.beritasatu.com)

Jakarta – Semua elemen masyarakat apapun agama, suku, maupun rasnya harus memberikan penguatan ikatan kebangsaan NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika karena menjaga NKRI merupakan tanggung jawab kita bersama. demikian disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik Michelle Wondal seusai mengikuti Misa jumat bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kapel Biara FMM Regina Pacis, Palmerah Utara, Jakarta, Jumat siang (14/7).

Michelle juga menambahkan sinergitas antar ormas ataupun lembaga yang membawa nama katolik perlu terus ditingkatkan agar semangat kekatolikan yang diusung bersama dapat semakin memperkuat dan mempererat satu sama lain. “itu sebabnya setiap kali kita dari Pemuda Katolik mendapat undangan sedapat mungkin akan kita hadiri”. ungkapnya.

Misa jumat PWKI kali ini dipimpin oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) Romo Harry Sulistio Pr. Romo Harry dalam kesempatan itu mendorong wartawan Katolik untuk menjaga dan tentu saja mengamalkan Pancasila di tengah menjalankan tugas sebagai penyampai kabar kebenaran dan keadilan. Keuskupan Agung Jakarta sendiri, kata Romo Harry, memiliki arah dasar lima tahun untuk tahun 2016 hingga 2020 tentang mengamalkan Pancasila.
“Nah, bagaimana semangat mengamalkan Pancasila itu saya harapkan juga ada dalam diri wartawan Katolik,” ucapnya. (ast)

Sticky
0
June 12, 2017

Pastor Pramodo Jadi Timsel Bawaslu

Pastor Pramodo bersama PP Pemuda Katolik (dok.PK)

PANGKALPINANG –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia telah menetapkan lima orang anggota tim seleksi (Timsel) untuk rekrutmen anggota Bawaslu Babel masa jabatan 2017-2022.  Lima nama yang ditetapkan menjadi timsel ialah Prof Dr Hatamar (akademisi), Dr Soleha, MA (akademisi), Agustinus Dwi Pramodo (tokoh masyarakat), Arkaa Ahmad Agin, M.Si  (akademisi), dan Hasan Rumata (tokoh masyarakat).

Kelima orang ini ditunjuk langsung oleh Bawaslu RI berdasarkan rekomendasi dari berbagai organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan rekomendasi dari Timsel yang lalu.

Pastor Pramodo yang sekarang menjabat sebagai ketua komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Pangkalpinang dan Sekretaris FKUB Provinsi Babel mengakui bahwa sudah mendapatkan pemberitahuan tentang keanggotaannya sebagai timsel.

“Kita sudah mendapat pemberitahuan. Bebeberapa tahapan kita penuhi dan lewati. Pemberitahuan resmi akan disampaikan pada saat pembekalan,” jelas Pastor Pramodo yang sekaran menjabat sebagai anggota dewan konsultares uskup Pangkalpinang.

Pastor Pramodo, Alumni TAPLAI LEMHANAS RI Tahun 2017 menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah sebagai timsel secara profesional.

“Saya siap menjalankan amanah secara profesional,” tegas Pastor Pramodo.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menjelaskan pemilihan timsel berdasarkan  beberapa tahapan dan rekomendasi berbagai pihak.

“Kami mendapatkan rekomendasi dari timsel yang kemarnain lima tahun lalu, background pendidikan, visi misi bawaslu RI 2017-2022, jaringan ormas seperi NU dan Muhamadiyah,” kata Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, Senin (5/6).

Ia mengatakan penunjukkan timsel tidak dilakukan secara terbuka. Namun, hal ini tentunya dilakukan dengan objektif dan indepedent.

Dikatakannya, penentuan timsel ini memang tidak dilakukan uji, namun pertimbangan lain ialah background pendidikan, pihaknya memang mengutamakan yang memiliki kemampuan dalam bidang hukum.

“Mereka ini sudah terseleksi dengan sendirinya, dan memang masternya, tidak terlibat parpol, waktu 1 bulan kita cari tau sebelum menentukan orangnya,” katanya.

Sumber : Bangkapos edisi 7 Juni 2017

Sticky
0
June 04, 2017

Tiga Hal Penting Yang Harus Dilakukan Pemuda Katolik

Rapat Pengurus Pusat Bidang Kaderisasi (dok.Pk)

Jakarta – bertempat di rumah dinas DPR RI Kalibata, Jakarta Timur. Sabtu (03/06) Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama dengan panitia SC Rapimnas II menggelar rapat terbatas. Adapaun agenda rapat ini untuk memantapkan rencana Rapimnas II Pemuda Katolik di Denpasar Bali yang akan digelar pertengahan oktober mendatang selain itu juga rapat ini bertujuan untuk menyusun agenda pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL). Ketua Lembaga Pendampingan Kader sdr. Kikin Tarigan menyampaikan terdapat 3 (Tiga) hal penting yang dilakukan setiap level kepengurusan dalam situasi sekarang yaitu: pertama Kaderisasi, kedua kaderisasi, ketiga kaderisasi.

Ketiga hal di atas adalah mandat utama yang diberikan organisasi untuk menunjukkan tingkat keberhasilan suatu kepengurusan. Ketiga hal ditersebut adalah yg primer, sekunder dan tersier dari sebuah aktifitas organisasi. “Selebihnya akan mengikuti di depan kemudian.” Ucap mantan Ketua Komda Aceh tersebut.

Turut hadir dalam rapat bidang kaderisasi PP Pemuda Katolik tersebut, Sekjend PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho, Ketua Bid. Organisasi Stefanus Asat Gusma, Ketua Bidang Kaderisasi Frans Sinaga, Ketua Bidang Polhukam Ferdi Tulis, Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Perbatasan yang juga Ketua SC Rapimnas Yurist Oloan, dan Wasekjend Bidang Hubungan & Kerjasama Luar Negeri yang juga sekretaris SC Rapimnas Alfons B Say. (ast)

Sticky
0