Login
or
Register

Pengurus Pusat Pemuda Katolik Perjuangkan Pluralisme

August 22, 2015

Pengurus Pusat Pemuda Katolik Perjuangkan Pluralisme

Sticky
0
Sabtu, 13 Oktober 2012 | 12:00

Pengurus Pusat Pemuda Katolik Perjuangkan Pluralisme

Harus membuktikan PK bukanlah underbouw atau organisasi sayap sebuah parpol.

Demi penyegaran dan regenerasi kepengurusan, Pemuda Katolik (PK) menyelenggarakan Kongres XV di Pontianak pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2012. Kongres tersebut telah memilih Ketum PP PK periode 2012-2015 Agustinus Tamo Mbapa.

Struktur pengurus itu untuk membantu Ketum dalam menjalankan dan menggerakkan roda organisasi pun telah dibentuk. Hanya saja, mantan Calon Ketum (Caketum) Rudolfus Jack Paskalis mengatakan, susunan PP PK itu cenderung didominasi simpatisan partai politik (parpol) tertentu.

Hal itu, kata Rudolfus, menjadi tantangan Ketum untuk membuktikan bahwa PK bukanlah underbouw atau organisasi sayap sebuah parpol. Artinya, PK jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Pengurus sekarang dominan satu warna (parpol). Itu tantangan. Bisa nggak Ketum membuktikan bahwa PK tidak dibawa untuk kepentingan parpol,” kata Jack kepada media ini, usai acara pelantikan PP PK, di Jakarta, tadi malam.

Menurut Jack, dalam proses penyusunan kepengurusan PP PK, ada pihak yang mengkritisi keberadaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Karolin Margret Natasa. Sebab, Karolin yang juga anggota Komisi IX DPR itu, diduga menjadi pemeran perempuan dalam sebuah video syur. Karolin sendiri memang telah membantah jika dirinya-lah yang ada dalam video itu di depan Badan Kehormatan (BK) DPR. BK pun lantas menyerahkan penyelidikan ini kepada Polri.

“Posisi Sekjen yang dikritisi. Itu biasa. Itu sesuatu yang harus disikapi bersama. Karena ini organisasi yang berhubungan dengan gereja,” ujarnya.

Jack sendiri mengaku akan tetap mengawal kepengurusan, meski tidak diajak masuk dalam struktur PP PK. “Walau dalam proses pembentukan kepengurusan tidak diajak, tapi saya akan tetap mengawal,” ujarnya.

Dia menuturkan, pada prinsipnya PK merupakan organisasi keagamaan. Di mana menurutnya, nilai Katolik harus dikedepankan. Meskipun dalam menjalankan program baru, harus bersifat terbuka dan bersosialisasi dengan masyarakat di luar Katolik. Masalahnya, menurut Jack pula, selama ini aktivitas PK relatif eksklusif dengan ruang lingkup Katolik saja.

“Dalam dinamika pluralisme, PK harus muncul sebagai garda terdepan untuk memperjuangkan nilai keragaman. PK harus mampu beri warna dalam berbagai macam bentuk aktivitas bernegara. Tidak lagi bicara retorika,” tutur Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini.

Jack menyatakan, sebagai mantan Caketum, dirinya mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengontrol kepengurusan. Fungsi kontrol tersebut dinilai penting, agar PK jangan sampai lari dari nilai ke-Katolikan. “Karena komitmen saya sebagai pemberi gagasan dan ide untuk PK. Saya akan tetap jadi kelompok oposisi untuk mengkritisi kebijakan pengurus, tentu atas kebijakan Konferensi Waligereja Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, acara pelantikan PP PK kali ini sendiri mengambil tema “Menjadi Kader Muda Pemuda Katolik yang Jujur, Bersih, Santun dan Mandiri”. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Uskup Mgr Agustinus Agus, politisi senior Cosmas Batubara, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi A Mallarangeng, serta Ketum KNPI Taufan Rotorasiko.

Sementara itu, Ketum PP PK yang baru, Agustinus Tamo Mbapa atau yang akrab dipanggil Gustav, dalam pidatonya mengatakan, PK bertugas membina dan mengasuh calon pemimpin bangsa. Dalam hal itu menurutnya, proses pengkaderan merupakan proses berkesinambungan. “Output yang dihasilkan PK merupakan figur yang matang dan teruji secarta spiritual,” katanya.

Gustav yang juga tercatat sebagai Sekretaris Divisi Kaderisasi dan Diklat DPP PD tersebut menyampaikan beberapa pesan kepada jajaran PP PK. Di matanya, PP PK diharapkan dapat menjaga kebersamaan dan sikap saling menguatkan. Selain itu, mereka juga harus sanggup bersikap disiplin, jujur dan loyal terhadap tugas masing-masing.

“Penting juga untuk memperluas jaringan dengan semua pihak. Kembangkan budaya belajar, sehingga keluar pemuda Katolik yang cerdas. Pemuda harus terus bangkit untuk menjayakan Bumi Pertiwi Indonesia,” tandasnya.

 

Sumber: Beritasatu.com

 

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*