Login
or
Register

Uncategorized

June 12, 2017

Pastor Pramodo Jadi Timsel Bawaslu

Pastor Pramodo bersama PP Pemuda Katolik (dok.PK)

PANGKALPINANG –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia telah menetapkan lima orang anggota tim seleksi (Timsel) untuk rekrutmen anggota Bawaslu Babel masa jabatan 2017-2022.  Lima nama yang ditetapkan menjadi timsel ialah Prof Dr Hatamar (akademisi), Dr Soleha, MA (akademisi), Agustinus Dwi Pramodo (tokoh masyarakat), Arkaa Ahmad Agin, M.Si  (akademisi), dan Hasan Rumata (tokoh masyarakat).

Kelima orang ini ditunjuk langsung oleh Bawaslu RI berdasarkan rekomendasi dari berbagai organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan rekomendasi dari Timsel yang lalu.

Pastor Pramodo yang sekarang menjabat sebagai ketua komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Pangkalpinang dan Sekretaris FKUB Provinsi Babel mengakui bahwa sudah mendapatkan pemberitahuan tentang keanggotaannya sebagai timsel.

“Kita sudah mendapat pemberitahuan. Bebeberapa tahapan kita penuhi dan lewati. Pemberitahuan resmi akan disampaikan pada saat pembekalan,” jelas Pastor Pramodo yang sekaran menjabat sebagai anggota dewan konsultares uskup Pangkalpinang.

Pastor Pramodo, Alumni TAPLAI LEMHANAS RI Tahun 2017 menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah sebagai timsel secara profesional.

“Saya siap menjalankan amanah secara profesional,” tegas Pastor Pramodo.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menjelaskan pemilihan timsel berdasarkan  beberapa tahapan dan rekomendasi berbagai pihak.

“Kami mendapatkan rekomendasi dari timsel yang kemarnain lima tahun lalu, background pendidikan, visi misi bawaslu RI 2017-2022, jaringan ormas seperi NU dan Muhamadiyah,” kata Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, Senin (5/6).

Ia mengatakan penunjukkan timsel tidak dilakukan secara terbuka. Namun, hal ini tentunya dilakukan dengan objektif dan indepedent.

Dikatakannya, penentuan timsel ini memang tidak dilakukan uji, namun pertimbangan lain ialah background pendidikan, pihaknya memang mengutamakan yang memiliki kemampuan dalam bidang hukum.

“Mereka ini sudah terseleksi dengan sendirinya, dan memang masternya, tidak terlibat parpol, waktu 1 bulan kita cari tau sebelum menentukan orangnya,” katanya.

Sumber : Bangkapos edisi 7 Juni 2017

Sticky
0
June 04, 2017

Tiga Hal Penting Yang Harus Dilakukan Pemuda Katolik

Rapat Pengurus Pusat Bidang Kaderisasi (dok.Pk)

Jakarta – bertempat di rumah dinas DPR RI Kalibata, Jakarta Timur. Sabtu (03/06) Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama dengan panitia SC Rapimnas II menggelar rapat terbatas. Adapaun agenda rapat ini untuk memantapkan rencana Rapimnas II Pemuda Katolik di Denpasar Bali yang akan digelar pertengahan oktober mendatang selain itu juga rapat ini bertujuan untuk menyusun agenda pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL). Ketua Lembaga Pendampingan Kader sdr. Kikin Tarigan menyampaikan terdapat 3 (Tiga) hal penting yang dilakukan setiap level kepengurusan dalam situasi sekarang yaitu: pertama Kaderisasi, kedua kaderisasi, ketiga kaderisasi.

Ketiga hal di atas adalah mandat utama yang diberikan organisasi untuk menunjukkan tingkat keberhasilan suatu kepengurusan. Ketiga hal ditersebut adalah yg primer, sekunder dan tersier dari sebuah aktifitas organisasi. “Selebihnya akan mengikuti di depan kemudian.” Ucap mantan Ketua Komda Aceh tersebut.

Turut hadir dalam rapat bidang kaderisasi PP Pemuda Katolik tersebut, Sekjend PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho, Ketua Bid. Organisasi Stefanus Asat Gusma, Ketua Bidang Kaderisasi Frans Sinaga, Ketua Bidang Polhukam Ferdi Tulis, Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Perbatasan yang juga Ketua SC Rapimnas Yurist Oloan, dan Wasekjend Bidang Hubungan & Kerjasama Luar Negeri yang juga sekretaris SC Rapimnas Alfons B Say. (ast)

Sticky
0
May 29, 2017

Ronald da Gomez ajak organisasi Kepemudaan lawan radikalisme

Ketua Caretaker Pemuda Katolik Komda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ende,NTT – Ketua Caretaker Komisariat Daerah (KOMDA) Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timut (NTT), Ronald da Gomez mengajak seluruh organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama melawan gerakan radikalisme. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan oleh gerakan radikalisme yang sekarang menjadi perhatian kita semua seperti, Gerakan intoleren, anti Pancasila dan sampai pengeboman di Kampung Melayu-Jakarta yang menewaskan warga sipil dan aparat keamanan. Semua menjadi perhatian publik secara nasional, berangkat dari kejadian yang terus sambung – menyambung ini membuat ada kekhawatiran dari Organisasi Pemuda Katolik terkait disintegrasi bangsa. ditambah lagi adanya ancaman pergantian ideologi bangsa tentu semua menjadi kekhawatiran diseluruh Indonesia.

Sehingga dengan berbagai persoalan diatas, Ronal da Gomez mengatakan penting pula bagi organisasi-organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama melawan orang-orang yang ingin menghacurkan NKRI.
“Saatnya sekarang semua organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama-sama dalam  membantu aparat keamanan dalam memberikan penyadaran-penyadaran kepada masyarakat agar melawan gerakan radikalisme sehingga masyarakat kita bisa hidup rukun dan tidak terjebak dengan doktrin-doktrin orang yang ingin merusak tatanan keberagaman kita ini” Tegasnya

Pernyata tersebut disampaikan pada saat memberikan sambutan pada acara MAPENTA dan MUSKOMCAB Pemuda Katolik, minggu (28/05) di Aula Loka Latihan Kerja, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.
Ia juga meminta kepada  organisasi Pemuda Katolik yang ada di NTT dalam bulan Ramadan ini agar begerak bersama dengan organisasi kepemudaan seperti KNPI,GP Ansor,PMKRI,GMKI,PMII,GMNI dan lain-lain untuk turun kebasis-basis muslim untuk bersama melakukan kegiatan bersama karena mereka adalah saudara kita.

Putra Asli Maumere ini menambahkan, Nusa Tenggara Timur adalah mayoritas penduduknya beragama katolik tetapi mayoritas yang tertidur panjang, mayoritas yang berada dalam zona nyaman dan merasa baik-baik saja. Dalam media sosial ada banyak orang mengatakan bahwa NTT adalah Bumi Toleransi yang begitu tinggi. muncul dari setiap pikiran orang muda dan muncul dari setiap masyarakat bahwa NTT bumi toleransi. Situasi nasional kali ini, sudah ada ancaman-ancaman disintegrasi, ancaman terhadap kebhinekaan kita yang seharusnya Pemuda Katolik sebagai garda terdepan gereja menjawab tantangan itu.

“Pancasila  lahir  di NTT tepatnya di Kabupaten Ende ini, kita sebagai orang muda harus terus menggelorakan semangat Pancasila  sebagai Ideologi bangsa, kita harus teriakan dimana-mana bahwa negara kita adalah negara Pancasila ,Kita harus lawan dengan gerakan-gerakan radikalisme” tegasnya.

Ketua Komda NTT ini juga menambahkan bahwa strukur kepengurusan Pemuda Katolik Komisariat Cabang di NTT sudah terbentuk 12 Kabupaten/kota dan dalam waktu dekat kita juga akan membentuk beberapa kabupaten/kota yang belum dibentuk Pemuda Katolik.
“Selamat berproses mengikuti Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) dan Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik khsusunya Kabupaten Ende, Negekeo, dan Ngada. Selamat buat semua kader-kader Pemuda Katolik” pangkasnya. (ast)

Sticky
0
May 28, 2017

Pengurus Pemuda Katolik Cabang Sikka Resmi Dilantik

Kepengurusan Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka (dok.PK)

Sikka,NTT – Bertempat di Aula FKUB, Kabupaten Sikka kepengurusan Pemuda Katolik Cabang Kabupaten Sikka resmi dilantik, Sabtu(27/05). Hadir di acara tersebut, Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Wakapolres Sikka Muhamad Saleh, Danramil Alok Surikan, Ketua KNPI Kab.Sikka Yanto Kliwon,Ketua HIPMI Kab.Sikka Yuston Karwayu, Ketua ISKA Kab. Sikka Chesar bhara bheri, Pembina Pemuda Katolik Kab. Sikka Stef Sumandi, serta Ketua Komda Pemuda Katolik NTT Ronald Da Gomez beserta jajarannya.

Pada acara seremonial tersebut Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka sdr.Andy Pio menyampaikan, penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menahkodai Pemuda Katolik sampai 3 (tiga) tahun kedepan. kepercayaan yang diberikan adalah amanah yang harus diemban untuk melaksanakan kerja-kerja organisasi kedepan.

“saya yakin, bahwa kepengurusan yang baru dilantik, tidak sekedar mempunyai kualitas dan kuantintas yang memadai tetapi juga mempunyai kerasulan awam, oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh kader Pemuda Katolik Sikka, hendaklah kita mendayung ketempat yang lebih dalam, menjalin lilin dan obor bersumbu panjang dalam menerangi kegelapan dan berani mengambil jalan yang belum dibuka, sehingga kita dapat meninggalkan jejak yang baik disana “Tegas Ketua Kmcab Kab.Sikka ini.

Dalam kepengurusannya ini Andy Pio menegaskan bahwa akan membentuk Komisariat Anak Cabang dan Komisariat Ranting sebagai basis dan ujung tombak organisasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memfasilitasi beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa yang berprestasi dan siswa kurang mampu dari tingkat SD, SMP, dan SMK. dan juga pengembangan kewirausahan,koperasi, dan mendirikan lembaga pengkajian kebijakan publik bagi kader-kader pemuda katolik.

Diakhir sambutannya Andi Pio menyampaikan kepada semua kader Komcab Kab. Sikka, hendaklah kita menjadi akar yang dapat menembus tanah dan mencari air bagi pohon. Dengan begitu Pemuda Katolik telah melaksanakan karya perutusan kerasulan awan yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi akar memang membuat kita tidak terkenal, yang dikenal hanyalah pohon dan buahnya, tetapi itulah tanggung jawab kita untuk bermakna dan berdampak bagi banyak orang.

Sementara itu, Ketua Komda NTT, Ronald da Gomez mengharapkan Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka yang baru saja dilantik ini ke depannya harus segera melakukan kaderisasi dan melaksanakan masa penerimaan anggota (Mapenta) agar dapat melahirkan kader-kader yang baru untuk melanjutkan roda organisasi ini ke depan.

Sementara itu, Bupati Sikka Drs Yosep Ansar Rera mengatakan ada banyak peluang yang bisa diambil oleh Pemuda Katolik untuk mengabdi kepada bangsa dan gereja dengan memberdayakan masyarakat dengan cara pencerahan, pendampingan dan pembinaan masyarakat secara langsung dan selamat buat pengurus Pemuda Katolik yang baru dilantik, selamat menjalankan tugas yang sudah diemban. Kami sebagai pemerintah mendukung penuh kegiatan Pemuda Katolikdi Kabupaten Sikka.
“di tempat ini, saya meminta Pemuda Katolik untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk menjalin kerjasama, selamat buat kepengurusan Pemuda Katolik, selamat bekerja” Tandas Bupati Sikka. (ast)

Sticky
0
May 10, 2017

Pernyataan Sikap Pemuda Katolik Beserta Ormas Katolik terkait Maraknya Intoleransi

Ketua Umum Pemuda Katolik

JAKARTA-Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Katolik yakniPimpinan Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik), Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PP PMKRI), Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA), Dewan Pimpinan Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI) dan Sekretariat Nasonal Forum Masyarakat Katolik Indonesia (Seknas FMKI) menyampaikan seruan dan dukungan menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Surat pernyaan sikap ini ditandatangani  Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako dan Bernadus Tri Utomo (Sekretaris Jenderal) , Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin M. Natasa dan Christoper Nugroho (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium PP ISKA, Hargo Mandiraharjo dan Benny Sabdo (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium DPP WKRI, Justina Rostiawati dan E. Sri Hari Lestari (Sekretaris Jenderal) serta Sekretaris Nasional FMKI, Veronica Wiwiek S.

Dalam salah satu point pernyataan sikapnya, Ormas Katolik ini mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

Dijelaskan, para pahlawan dan pendiri bangsa ini telah mengorbankan jiwa dan raganya membangun pondasi kebangsaan hidup bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama telah berjuang dan meletakkan dasar yang kuat dengan didasari toleransi dan kebesaran hati untuk mengakui eksistensi semua anak bangsa tanpa terkecuali.

Perjalanan bersama sebagai NKRI telah kita lalui dengan suka dan duka, serta melalui perjalanan sejarah yang gemilang namun juga tidak dipungkiri ada masa kelam juga yang dilalui bangsa ini. Hendaknya kita belajar secara arif bijaksana dari sejarah perjalanan bangsa ini.

Menyikapi kondisi saat ini dengan maraknya intoleransi yang membahayakan Kebhinekaan NKRI yang berasaskan Pancasila.

Maka kami para pimpinan Ormas Katolik dengan ini menyatakan :

  1. NKRI yang berasaskan Pancasila, bersemangatkan Bhinneka Tunggal Ika dan Undang Undang Dasar 1945 adalah konsensus final para pendiri bangsa. Segala upaya yang dilakukan untuk merubah konsensus tersebut sama juga dimaknai secara nyata sebagai upaya membubarkan NKRI.
  2. Kami para penerus perjuangan pendiri bangsa Indonesia yang didalamnya juga terdapat peran serta para pendiri ormas ormas Katolik berkomitmen mempertahankan tetap tegaknya NKRI. Kami tidak akan membiarkan segala bentuk upaya yang akan merongrong kedaulatan apalagi membubarkan NKRI.
  3. Mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

sumber : Beritamoneter.com

Sticky
0
April 30, 2017

Pemuda Katolik Semakin Diminati Banyak Pihak

Ketiga Calon Ketua Komda Menyampaikan Visi – Misi nya.

Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya.

Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses penjaringan calon.

Selanjutnya Me Hoa dari Komcab Bangka Tengah selain mendapat dukungan dari Komcabnya juga mendapat dukungan terbuka dari Komcab Bangka Barat. Anggota DPRD Kab Bangka Tengah ini dalam kesempatan yang sama adalah Ketua Panitia Muskomda Bangka Belitung.

Lantas, Gunawan Tjen, Ketua Komcab Pangkalpinang secara tiba-tiba didaulat untuk menjadi bakal calon ketua oleh Komcab Belitung. Ketua salah satu sayap partai ini, yang juga merencanakan maju dalam perhelatan Pilwali Kota Pangkalpinang 2018 mendatang juga menerima dukungan tersebut.

Namun, setelah menyampaikan visi dan misi dari masing-masing calon, menjelang pemungutan suara Pimpinan Sidang memberikan kesempatan kepada ketiga calon untuk memasuki tahap lobbying sebelum melampaui pemilihan Ketua.

Dalam lobbying kurang lebih 30 menit ketiga calon akhirnya memutuskan Me Hoa sebagai Calon Ketua Komda Bangka Belitung. Ketiga calon bersepakat dalam masa awal pendirian Komda Bangka Belitung diperlukan sinergi semua pihak. Sidang pleno Muskomda secara aklimasi akhirnya menerima keputusan lobbying dari ketiga calon tersebut.

Selamat Me Hoa, wanita ketiga di Pemuda Katolik yang menjabat sebagai Ketua Komisariat Daerah.

Kontributor : KP Tarigan
editor            : Asta

Sticky
3
April 09, 2017

Muskomcab Kota Bengkulu : Saatnya Berkarya Untuk Gereja dan Tanah Air.

Peserta Mapenta dan Muskomcab Kota Bengkulu (dok.PK)

Bengkulu – Bertempat di Kapel Muder Theresia Bengkulu, Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Komcab Kota Bengkulu sabtu (8/4) resmi digelar. Kegiatan ini terlebih dahulu diawali dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) yang di ikuti oleh 32 orang kader Pemuda Katolik dari beberapa kecamatan se-kota Bengkulu. hadir sebagai pemateri yaitu Caretaker Ketua Komda Bengkulu Igt. Ganjar Trihartanto. dalam pemaparannya Ganjar menyampaikan bagaimana dewasa ini perlunya kaum muda ambil bagian dalam mengisi ruang sosial kemasyarakatan yang ada khususnya di kota Bengkulu.

Senada dengan itu Ketua Bid. Kaderisasi PP Pemuda Katolik sdr. Frans Sinaga yang juga diundang menjadi salah satu pemateri dalam Mapenta tersebut menyampaikan ” ini merupakan awal dimana pertama kalinya panji-panji kebesaran Pemuda Katolik dikibarkan di Bumi Raflesia Bengkulu, saya berharap kader generasi pertama ini dapat ikut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Bengkulu sehingga semangat “Pro Ecclesia et Patria” dapat diimplementasikan dengan baik”.

Seusai pelaksanaan Mapenta agenda dilanjutkan dengan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Kota Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan kepengurusan yang definitif untuk 3(tiga) tahun mendatang. dalam kegiatan ini terpilih secara musyawarah mufakat Sdr. Lambok Marudut S. sebagai Ketua Terpilih Periode 2017-2020.

dalam sambutannya usai terpilih Lambok berharap dukungan dari rekan-rekan Pemuda Katolik Komcab Kota Bengkulu serta bimbingan dari Pengurus Komda dan Pengurus Pusat agar dapat menjalankan roda organisasi dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada di Pemuda Katolik.

Dalam keterangannya Caretaker Ketua Komda Bengkulu yang juga Sekretaris Lembaga Pendampingan Kader (LPK) PP Pemuda Katolik ini menyampaikan beberapa poin perihal agenda untuk Komda Bengkulu diantaranya telah membetuk caretaker di 3 Komcab yaitu Kab. Bengkulu Utara, Kab. Rejang Lebong, dan Kab. Seluma.

“harapan kita diketiga Komcab ini akan selesai melaksanakan muskomcab paling lambat 3 bulan dari sekarang” pungkasnya.

“target kita bulan agustus sudah Muskomda sehingga kepengurusan sudah definitif” tambah Ganjar yang juga mantan Ketua Komda DIY tersebut. (ast)

Sticky
0
August 28, 2016

Pemuda Katolik dan PMKRI Kecam Bom Bunuh Diri di Medan

Katoliknews.com – Pemuda Katolik dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sangat menyayangkan dan mengutuk keras upaya percobaan bom bunuh diri dan penyerangan di Gereja Katholik Stasi St Yosef, Medan pada Minggu, 28 Agustus 2016.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengutuk keras,” kata Hotdiman Manik, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumatera Utara dalam konferensi pers di Medan, Minggu.

“Pemuda Katolik sangat menyayangkan kecolongan dari pihak keamanan di Sumatera Utara sehingga tidak bisa mengantisipasi peristiwa ini dari awal,” lanjutnya.

Hotdiman menilai kejadian ini telah merusak situasi toleransi umat beragama di Sumatera Utara.

Padahal, kata dia, selama ini, hubungan antara umat beragama dan situasi toleransi sangat terjaga dengan baik.

“Kami sangat mengharapkan pihak keamanan mengusut tuntas kejadian ini. Kami yakin komplotan teroris di Sumatera Utara ini sudah terbangun dengan rapi dan tidak bisa dipandang enteng,” jelasnya,

Sementara Rikson Wesli Sihotang, Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, meminta masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi kejadian ini.

Penganut umat beragama khususnya umat Katolik, kata dia, tidak boleh terprovokasi dengan kasus ini.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif dan saling membantu dan kerja sama dalam memberantas dan mencegah berbagai aksi bom bunuh dan gerakan terorisme lainnya. Kita percayakan penyelesaikan kasus ini pada pihak keamanan sembari kita membantu mereka,” harap Rikson.

Sumber : katoliknews.com

Sticky
0
August 28, 2016

Pemuda Katolik Desak Pihak Keamanan Usut Tuntas Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan

IMG-20160828-WA0032

Pengurus Pemuda Katolik Komda Sumut bersama Romo Albert Pandiangan(dok. Komda Sumut)

Medan – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumatera Utara sangat menyayangkan dan mengutuk keras upaya percobaan bom bunuh diri dan penyerangan terhadap Pastor Albert Pandiangan di Gereja Katholik Stasi St Yoseph Jl Dr Mansur Nomor 75 Medan, Minggu (28/8) pukul 08.30 WIB.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengutuk keras. Pemuda Katolik sangat menyayangkan kecolongan dari pihak keamanan di Sumatera Utara sehingga tidak bisa mengantisipasi peristiwa ini dari awal,” ujar Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut Hotdiman Manik dalam konferensi pers di Medan, Minggu (28/8).

Dalam konferensi pers ini, Hotdiman didampingi oleh Wakil Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut Binsar Simarmata, Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Rikson Wesli Sihotang, Sekjen PMKRI Cabang Medan, Doharman Maharaja, Ketua Pemuda Katolik Cabang Medan, Jansen Sihaloho, dan Ketua KMK Unimed, Susilowati Sinulingga.

Hotdiman menilai kejadian ini telah merusak situasi toleransi umat beragama di Sumatera Utara. Padahal, kata dia, selama ini, hubungan antara umat beragama dan situasi toleransi sangat terjaga dengan baik. “Kami sangat mengharapkan pihak keamanan mengusut tuntas kejadian ini. Kami yakin komplotan teroris di Sumatera Utara ini sudah terbangun dengan rapi dan tidak bisa dipandang enteng,” imbuh dia.

Sementara Rikson Wesli Sihotang meminta masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi kejadian ini. Penganut umat beragama khususnya umat katolik tidak boleh terprovokasi dengan kasus ini. “Saya berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif dan saling membantu dan kerja sama dalam memberantas dan mencegah berbagai aksi bom bunuh dan gerakan terorisme lainnya. Kita percayakan penyelesaikan kasus ini pada pihak keamanan sembari kita membantu mereka,” harap Rikson.

Berdasarkan laporan dari Polres Medan, dikatakan pada hari Minggu, 28 Agustus 2016, sekitar pukul 08.30 WIB, telah terjadi aksi teror di dalam Gereja Katholik Stasi St Yoseph Jl Dr Mansur Nomor 75 Medan. Percobaan bom bunuh diri dilakukan oleh tersangka Ivan Armadi. Tidak ada korban dalam percobaan bom bunuh diri ini kecuali pelaku sendiri akibat ledakan bom.

Sumber : Beritasatu.com

Sticky
0
August 01, 2016

Pemuda Katolik: Peristiwa di Tanjung Balai Nodai Kerukunan

Medan – Pemuda Katolik menyesali peristiwa kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara pada Jumat, 29 Juli 2016 yang menyebabkan sejumlah vihara dan klenteng dibakar.

“Kami menyesalkan insiden tersebut karena menodai kerukunan dan persatuan,” tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa, Sabtu, 30 Juli, sebagaimana dilansir Jpnn.com.

Menurut Karolin, apabila semua pihak mengedepankan musyawarah dan semangat kebersamaan maka sesungguhnya insiden tersebut tidak akan terjadi.

Karena itu, anggota DPR RI dari PDIP Perjuangan ini mengimbau semua pihak untuk selalu mengedepan musyawarah dan kebersamaan dalam semangat nilai-nilai Pancasila.

Untuk mencegah terulangnya insiden tersebut, Karolin mengingatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di setiap tingkatan untuk lebih berperan aktif membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis antarumat beragama.

“Forum komunikasi umat beragama harus diefektifkan agar secara dini bisa mendeteksi dan mencegah terjadinya insiden serupa,” tegas Karolin.

Karolin menegaskan agar semua pihak, yakni pemerintah pusat, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk aktif mencegah dan terus membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.

“Potensi (konflik, red) harus dicegah agar percikannya tidak meluas yang dapat mengangggu kebersaman dan persatuan sebagai bangsa,” kata Karolin.

Sebagaimana dilaporkan BBC Indonesia, insiden pembakaran sejumlah vihara dan klenteng mulai meletus Jumat menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00.

“Ada enam vihara dan kelenteng yang diserang beberapa ratus warga. Namun kebanyakan, pembakarannya dilakukan pada alat-alat persembahyangan, dan bangunannya sendiri tidak terbakar habis,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting kepada BBC Indonesia.

Ia menambahkan, amukan orang-orang yang sebagian adalah anak muda itu berlangsung beberapa jam, dan mulai membubarkan diri sekitar pukul 04.30.

“Namun bakar-bakarannya sendiri, tak berlangsung lama, karena yang dibakar adalah barang-barang persembahyangan. Misalnya dupa, gaharu, lilin, minyak dan kertas, patung Budha, gong dan perabotan seperti meja, kursi, lampu, lampion. Bangunan-bangunannya sendiri, terbakar sedikit.”

Suasana saat terjadi kerusahan di Tanjung Balai. (Foto: www.jawapos.com)
Suasana saat terjadi kerusahan di Tanjung Balai. (Foto: www.jawapos.com)

Ketegangan dilaporkan bermula saat menjelang shalat Isya, Meliana, seorang perempuan Tionghoa berusia 41 tahun meminta agar pengurus Masjid Al Maksum di lingkungannya mengecilkan volume pengeras suaranya.

Sesudah shalat Isya, sekitar pukul 20.00 sejumlah jemaah dan pengurus mesjid mendatangi rumah Meliana. Lalu atas prakarsa Kepala Lingkungan, Meliana dan suaminya dibahwa ke kantor lurah.

Namun suasana mulai memanas. Karena itu, Meliana dan suaminya kemudian ‘diamankan’ ke Polsek Tanjung Balai Selatan.

“Di kantor Polsek lalu dilakukan pembicaraan yang melibatkan Camat, Kepala Lingkungan, tokoh masyarakat, Ketua MUI, dan Ketua FPI setempat,” kata Rina Ginting.

Ia mengaku belum tahu, mengapa FPI dilibatkan. “Tapi di luar, massa mulai banyak berkumpul, dengan banyak mahasiswa, mereka melakukan pula orasi-orasi. Tapi kami bisa menghimbah mereka dan mereka pun membubarkan diri.’

Namun katanya, dua jam kemudian massa berkumpul lagi, kemungkinan akibat pesan di media sosial.

Mereka lalu mendatangi rumah Meliana dan bermaksud membakarnya namun dicegah oleh warga sekitar.

Sesudah itu, kata dia, massa yang semakin banyak dan semakin panas bergerak menuju Vihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dan berupaya utk membakarnya tapi dihadang oleh para petugas Polres Tanjung Balai. Massa yang marah lalu melempar vihara itu dengan batu.

“Lalu massa bergerak ke tempat lain, yang ternyata melakukan pembakaran di beberapa vihara dan kelenteng, yang jaraknya berdekatan,” papar Rina Ginting.

Ia membantah bahwa polisi melakukan pembiaran saat peristiwa itu terjadi.

Sticky
0