Login
or
Register

Uncategorized

August 13, 2017

Usai Dilantik Komcab Padang Audiensi ke Uskup

Pengurus Komcab Padang dan Wakil Ketua Komda Sumbar Gokma Toni bersama Mgr. Martinus Dogma Situmorang (Uskup Padang)

Padang – Tak perlu menunggu lama, pengurus Pemuda Katolik Komcab Padang langsung mengadakan audiensi dengan Uskup Padang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang, selasa (12/07). Didampingi oleh wakil ketua komda Sumbar, Gokma T. Situmorang menyambangi Kantor Keuskupan Padang untuk bertemu dengan oppung situmorang sapaan sehari-hari bapa uskup.

Pertemuan yang diakan diruang tamu keuskupan ini pun berjalan hangat dan lancar. dalam kapasitasnya sebagai uskup oppung situmorang pun sangat menyambut baik kehadiran Pemuda Katolik di Padang dan berharap dapat terbentuk diseluruh Kab/kota dalam wilayah Keuskupan Padang.

Selain itu uskup juga berpesan agar hendaknya Pemuda Katolik di Padang ini dapat membuat Program yang nyata, tidak hanya berkutat di internal saja melainkan mampu memberikan warna di Wilayah Sumatera Barat.

Dalam Pemaparannya Ketua Komcab Padang San C. Siregar menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan pada 08-09 juli lalu, diantanya telah dikukuhkan 17 anggota Pemuda Katolik Sumbar yang berasal dari 3 Kab/Kota yaitu : mentawai, padang, dan bukittinggi serta Pelaksanaan Mapenta dan Rakercab di Padang pada akhir bulan Juli, dan memohon kesediaan uskup memberikan pastor moderator untuk Komcab Padang.

Selain itu Gokma T. Situmorang, Wakil ketua Komda Sumbar juga menambahkan kedepan pengurus komda yang masih berstatus caretaker ini akan melaksanakan Mapenta dan Muskomcab untuk Kab. Pasaman Barat dan Kota Bukittinggi pada 5-6 Agustus 2017, Mapenta dan Muskomcab Kab. Kep Mentawai pada 19-20 Agustus 2017, serta KKM dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumbar pada bulan September. “semoga disalah satu kegiatan yang kami rencanakan ini oppung dapat hadir” ungkap gokma yang disambut dengan anggukan dari bapa uskup.

dalam keterangan resminya San C. Siregar mengatakan bahwa sesuai dengan semangat Pro Ecclesia et Patria yang dimiliki oleh Pemuda Katolik maka dari itu kami memulai audiensi dari hirarki gereja lalu kedepan kami juga akan audiensi dengan beberapa stakeholder yang ada di padang, baik itu pemerintah, OKP, maupun KNPI.

“Kita akan hampiri setiap stakeholder di padang ini agar keberadaan kita semakin diketahui”, ucap San C. yang juga mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Padang Periode 2014-2015 (ast)

 

Sticky
0
August 03, 2017

Michelle: Pendidikan Pancasila Mesti Jadi Kurikulum Wajib

Michelle Wondal (tengah) diapit Ketua Bidang OKK dan Ketua LPK PP Pemuda Katolik

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal mengatakan untuk membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda, maka organisasi kemasyarakatan (Ormas) perlu melakukan pendidikan secara masif melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Untul Pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila mesti menjadi kurikulum wajib termasuk juga budi pekerti,” tegas Michelle Wondal di Jakarta, Selasa (1/8).

Sedangkan pendidikan nonformal, menurut Michelle, antara lain dapat dilakukan dengan cara tukar menukar pelajar antardaerah dan antarpulau. Selain itu, live in di masyarakat sehingga terjadi interaksi satu sama lain. Hal ini dimaksudkan supaya generasi muda mengenal Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada. Kegiatan lainnya adalah lomba seni atau budaya dalam bentuk lagu daerah dan lagu nasional.

Pada bagian lain, Michelle mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. Toleransi, menurut Michelle, bukan sekadar dialog untuk membicarakan perbedaan tapi diperlukan sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita.

“Dengan demikian, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat berlandaskan Pancasila, UUD 1945 sehingga dapat menjadi benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme,” tegas Michelle.

Michelle yang juga staf ahli DPR RI ini mengingatkan kepada setiap Pemuda untuk melakukan berbagai program organisasi guna membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda.

Menurut Michelle, pemerintah juga wajib untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Ormas. Dengan begitu, kata Michelle, penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat berjalan baik. Sebab pendidikan karakter akan dapat menjadi benteng yang kuat untuk memfilter terhadap ideologi yang masuk ke Indonesia.

“Kami yakin, bila Pancasila dipahami dan dilaksanakan secara benar dan konsisten maka generasi muda tidak akan terpengaruh dengan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Michelle.

Michelle mengusulkan kepada pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendikdikti untuk melakukan sosialisasi secara masif terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara khusus, Michelle mengimbau Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk merumuskan soal pendidikan Pancasila agar secepatnya masuk dalam mata pelajaran dan mata kuliah.

Untuk mengkonkretkan gagasan tersebut, Michelle meminta Kemendikbud dan Kemenristekdikti agar bekerja sama dengan MPR guna menyusun soal pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

“Jadi, sosialisasi Pendidikan Pancasila saat ini harus dilakukan secara masif di semua kalangan masyarakat Indonesia,” tegas Michelle.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
August 01, 2017

Pemuda Katolik Sikka Bantu Seragam Sekolah Bagi Siswa Tidak Mampu

Ketua Komcab Sikka Andi Pio memberikan bantuan perlengkapan sekolah (dok.PK)

Sikka, NTT – Kehadiran organisasi Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Sikka memilik rasa tanggung jawab yang besar bagi warga yang tidak mampu disekitarnya.Rasa kepedulian dan kepekaan ini tertanam dalam diri kepengurusan Pemuda Katolik ini. Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka  memberikan bantuan seragam kepada 6 orang anak yang menempuh pendidikan di sekolah dasar.Bantuan yang diberikan kepada mereka karena 6 generasi penerus ini belum ada seragam sekolah karena orang tua tidak mampu membelinya.

Kedatangan Pengurus ini yang terdiri dari, Ketua Pemuda Katolik Sikka, Gaudensius Andi Pio yang di dampingi oleh Wakil sekretaris I Bram Kopong dan pengurus lainya seperti wakil ketua bidang kesehatan dan narkoba Elisabet Sangu, wakil Ketua bidang Pemuda dan Olahraga Boy Pitang, wakil ketua bidang Hukum dan Ham Yoseph Nong Soni, serta wakil ketua bidang Hubungan antar lembaga Jedison Yoseph ini langsung disambut oleh sejumlah anak-anak yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Sebelum memberikan bantuan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik ini meminta mereka memperkenalkan diri dan memberikan permainan  kepada mereka sehingga mereka bisa terhibur dari penderitan yang di alami.

Ketua Pemuda Katolik Sikka Gaudensius Andi Pio saat ditemui ,Minggu(30/07) di Desa Wair Koja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka pada saat memberikan bantuan tersebut mengatakan bantuan yang kami berikan berupa pakaian seragam sekolah dasar kepada 6 orang anak tersebut. Selain memberikan pakaian seragam sekolah ini kita juga memberikan sepatu sekolah, kaos kaki, buku tulis dan bolpoin kepada mereka. Mereka 6 orang anak terdiri dari Maria Donata Dua, Yuliana oktovia, Fransiskus Moa, Benediktus Noventus, Desi Natalian,  dan Rian Andrian .

“Kedatangan kita kesini untuk memberikan bantuan kepada mereka,karena kita mendapatkan informasi dari salah satu pengurus bahwa orang tua mereka tidak mampu membeli seragam sehingga kita datang memberikan bantuan kepada mereka.bantuan yang kita berikan tidak seberapa ,yang penting awal ini mereka bisa memakai seragam sekolah.Sedikit dari kami untuk mereka yang sangat membutuhkan dan semoga bermanfaat bagi mereka”Tandasnya.

Ia mengatakan kedepan nantinya organisasi Pemuda Katolik ini akan memdampingi mereka sehingga mereka berenam ini tidak putus sekolah. Kita akan berusaha cari dana agar  bisa membantu membiayai sekolah mereka ini.

Hal yang sama juga ditambahkan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik mengatakan,Bantuan yang kita berikan jangan dilihat dari nilai atau harga kecil besar ,sedikit atau banyak tetapi dari ketulusan hati kami. Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak sehingga mereka bisa bergabung belajar bersama teman-teman lainnya di sekolah.

“Bantuan kami tidak sampai disini saja tetapi kami akan terus dan terus mendampingi anak-anak ini juga anak-anak lainnya yang butuh dampingan.Ini juga adalah salah satu program kerja organisasi Pemuda Katolik Sikka yang akan menjadi agenda tetap kami”ucap Edison pegawai di Kantor Bupati Sikka ini.

Edison mengatakan selain berbagi kasih,kami juga akan berbagi pengalaman atau sering bersama anak-anak ini dengan memberikan pengetahuan seperti bermain dan bernyanyi. (moat)

Sticky
0
July 15, 2017

Ngopi Senja Ala Pemuda Katolik

Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama Para Ketua Komda

Jakarta – Tawa renyah dan gelak tawa tidak mengurangi keseriusan para aktifis beberapa Komda dan Pengurus Pusat dalam membahas masalah Kaderisasi.

Berawal dari niatan bincang-bincang Kaderisasi dari Ketua Komda Kalsel (Rudi Djong) yang kebetulan sedang kunjungan  keluarga di Jakarta, kemudian dipadu Ketua Komda Babel (Mehoa) yang sedang Dinas Luar Kota, lantas bergulir lebih banyak lagi dengan hadirnya Sekretaris Komda Riau (Laurensius Purba) yang sedang ada ‘urusan’ di Jakarta. Lantas juga bergabung juga Ketua Komda DKI Jakarta (Tarsisius) dan CT Ketua Komda NTT (Gomez); Sementara Pengurus Pusat dihadiri Ketua Bidang Kaderisasi sekaligus CT Sekretaris Komda Jawa Barat (Frans Sinaga), Ketua Bidang Organisasi (Gusma), Ketua Bidang Antar Lembaga (Michelle Wondal) dan Ketua Lembaga Pendampingan Kader (Kikin Tarigan).

Dialog santai, ngopi-ngopi senja berlangsung sampai larut malam. Tak terasa bergelas-gelas kopi dan ice-tea terus mengalir ke ruang rapat Bakoel Koffie di bilangan Cikini, Jakarta Pusat.

Setidaknya tercurah gagasan dan masukan guna berkembangnya organisasi Pemuda Katolik. Disadari bersama bahwa sukses di Tahun Pertama Kepengurusan di Bidang Konsolidasi Organasasi perlu dilanjutkan di Tahun Kedua Kepengurusan yakni Pelaksanaan Kaderisasi. Hal ini sesuai dengan amanat Rakernas Lamandau 2016, ada 4 (empat) hal yang menjadi fokus kepengurusan yakni konsolidasi organisasi, kaderisasi, pengembangan kewirausahaan dan partisipasi politik. Semoga fokus ke-3 dan 4 dapat terealisasi di Tahun Ketiga Kepengurusan.

Sukses bersama dalam mengaktifkan Komda dan Komcab lewat jalur Mapenta dan Muskomda/Muskomcab mau tidak harus dilanjutkan dengan memberikan pendidikan/kaderisasi yang memadai bagi para anggota lewat KKD dan KKM hingga KKL yang akan diselenggarakan berbarengan dengan Rapimnas 2017 di Denpasar-Bali. Tentu saja lebih jauh lagi follow dari proses kaderisasi guna memenuhi amanat Rakernas tadi.

Sharing yang didapat dari para fungsionaris Komda setidaknya  tercatat agenda-agenda organisasi berupa Mapenta dan Muskomcab, juga KKD dan KKM yang akan dilaksanakan sendiri di Komcab/Komda mauapun bekerja sama antar Komcab dan Komda.

“Kita yakin geliat organisasi semakin kencang, karena kita berada pada jalur yang sudah tepat” terungkap bersama dalam pertemuan ini. (KiTa)

Sticky
0
July 14, 2017

Michelle Wondal : Menjaga NKRI Tanggung Jawab Bersama

Kabid. Hubungan Antar Lembaga/OKP Michelle Wondal bersama PWKI (dok.beritasatu.com)

Jakarta – Semua elemen masyarakat apapun agama, suku, maupun rasnya harus memberikan penguatan ikatan kebangsaan NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika karena menjaga NKRI merupakan tanggung jawab kita bersama. demikian disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik Michelle Wondal seusai mengikuti Misa jumat bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kapel Biara FMM Regina Pacis, Palmerah Utara, Jakarta, Jumat siang (14/7).

Michelle juga menambahkan sinergitas antar ormas ataupun lembaga yang membawa nama katolik perlu terus ditingkatkan agar semangat kekatolikan yang diusung bersama dapat semakin memperkuat dan mempererat satu sama lain. “itu sebabnya setiap kali kita dari Pemuda Katolik mendapat undangan sedapat mungkin akan kita hadiri”. ungkapnya.

Misa jumat PWKI kali ini dipimpin oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) Romo Harry Sulistio Pr. Romo Harry dalam kesempatan itu mendorong wartawan Katolik untuk menjaga dan tentu saja mengamalkan Pancasila di tengah menjalankan tugas sebagai penyampai kabar kebenaran dan keadilan. Keuskupan Agung Jakarta sendiri, kata Romo Harry, memiliki arah dasar lima tahun untuk tahun 2016 hingga 2020 tentang mengamalkan Pancasila.
“Nah, bagaimana semangat mengamalkan Pancasila itu saya harapkan juga ada dalam diri wartawan Katolik,” ucapnya. (ast)

Sticky
0
June 12, 2017

Pastor Pramodo Jadi Timsel Bawaslu

Pastor Pramodo bersama PP Pemuda Katolik (dok.PK)

PANGKALPINANG –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia telah menetapkan lima orang anggota tim seleksi (Timsel) untuk rekrutmen anggota Bawaslu Babel masa jabatan 2017-2022.  Lima nama yang ditetapkan menjadi timsel ialah Prof Dr Hatamar (akademisi), Dr Soleha, MA (akademisi), Agustinus Dwi Pramodo (tokoh masyarakat), Arkaa Ahmad Agin, M.Si  (akademisi), dan Hasan Rumata (tokoh masyarakat).

Kelima orang ini ditunjuk langsung oleh Bawaslu RI berdasarkan rekomendasi dari berbagai organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan rekomendasi dari Timsel yang lalu.

Pastor Pramodo yang sekarang menjabat sebagai ketua komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Pangkalpinang dan Sekretaris FKUB Provinsi Babel mengakui bahwa sudah mendapatkan pemberitahuan tentang keanggotaannya sebagai timsel.

“Kita sudah mendapat pemberitahuan. Bebeberapa tahapan kita penuhi dan lewati. Pemberitahuan resmi akan disampaikan pada saat pembekalan,” jelas Pastor Pramodo yang sekaran menjabat sebagai anggota dewan konsultares uskup Pangkalpinang.

Pastor Pramodo, Alumni TAPLAI LEMHANAS RI Tahun 2017 menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanah sebagai timsel secara profesional.

“Saya siap menjalankan amanah secara profesional,” tegas Pastor Pramodo.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menjelaskan pemilihan timsel berdasarkan  beberapa tahapan dan rekomendasi berbagai pihak.

“Kami mendapatkan rekomendasi dari timsel yang kemarnain lima tahun lalu, background pendidikan, visi misi bawaslu RI 2017-2022, jaringan ormas seperi NU dan Muhamadiyah,” kata Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, Senin (5/6).

Ia mengatakan penunjukkan timsel tidak dilakukan secara terbuka. Namun, hal ini tentunya dilakukan dengan objektif dan indepedent.

Dikatakannya, penentuan timsel ini memang tidak dilakukan uji, namun pertimbangan lain ialah background pendidikan, pihaknya memang mengutamakan yang memiliki kemampuan dalam bidang hukum.

“Mereka ini sudah terseleksi dengan sendirinya, dan memang masternya, tidak terlibat parpol, waktu 1 bulan kita cari tau sebelum menentukan orangnya,” katanya.

Sumber : Bangkapos edisi 7 Juni 2017

Sticky
0
June 04, 2017

Tiga Hal Penting Yang Harus Dilakukan Pemuda Katolik

Rapat Pengurus Pusat Bidang Kaderisasi (dok.Pk)

Jakarta – bertempat di rumah dinas DPR RI Kalibata, Jakarta Timur. Sabtu (03/06) Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama dengan panitia SC Rapimnas II menggelar rapat terbatas. Adapaun agenda rapat ini untuk memantapkan rencana Rapimnas II Pemuda Katolik di Denpasar Bali yang akan digelar pertengahan oktober mendatang selain itu juga rapat ini bertujuan untuk menyusun agenda pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL). Ketua Lembaga Pendampingan Kader sdr. Kikin Tarigan menyampaikan terdapat 3 (Tiga) hal penting yang dilakukan setiap level kepengurusan dalam situasi sekarang yaitu: pertama Kaderisasi, kedua kaderisasi, ketiga kaderisasi.

Ketiga hal di atas adalah mandat utama yang diberikan organisasi untuk menunjukkan tingkat keberhasilan suatu kepengurusan. Ketiga hal ditersebut adalah yg primer, sekunder dan tersier dari sebuah aktifitas organisasi. “Selebihnya akan mengikuti di depan kemudian.” Ucap mantan Ketua Komda Aceh tersebut.

Turut hadir dalam rapat bidang kaderisasi PP Pemuda Katolik tersebut, Sekjend PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho, Ketua Bid. Organisasi Stefanus Asat Gusma, Ketua Bidang Kaderisasi Frans Sinaga, Ketua Bidang Polhukam Ferdi Tulis, Ketua Bidang Pembangunan Desa dan Perbatasan yang juga Ketua SC Rapimnas Yurist Oloan, dan Wasekjend Bidang Hubungan & Kerjasama Luar Negeri yang juga sekretaris SC Rapimnas Alfons B Say. (ast)

Sticky
0
May 29, 2017

Ronald da Gomez ajak organisasi Kepemudaan lawan radikalisme

Ketua Caretaker Pemuda Katolik Komda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ende,NTT – Ketua Caretaker Komisariat Daerah (KOMDA) Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timut (NTT), Ronald da Gomez mengajak seluruh organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama melawan gerakan radikalisme. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan oleh gerakan radikalisme yang sekarang menjadi perhatian kita semua seperti, Gerakan intoleren, anti Pancasila dan sampai pengeboman di Kampung Melayu-Jakarta yang menewaskan warga sipil dan aparat keamanan. Semua menjadi perhatian publik secara nasional, berangkat dari kejadian yang terus sambung – menyambung ini membuat ada kekhawatiran dari Organisasi Pemuda Katolik terkait disintegrasi bangsa. ditambah lagi adanya ancaman pergantian ideologi bangsa tentu semua menjadi kekhawatiran diseluruh Indonesia.

Sehingga dengan berbagai persoalan diatas, Ronal da Gomez mengatakan penting pula bagi organisasi-organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama melawan orang-orang yang ingin menghacurkan NKRI.
“Saatnya sekarang semua organisasi kepemudaan untuk bergerak bersama-sama dalam  membantu aparat keamanan dalam memberikan penyadaran-penyadaran kepada masyarakat agar melawan gerakan radikalisme sehingga masyarakat kita bisa hidup rukun dan tidak terjebak dengan doktrin-doktrin orang yang ingin merusak tatanan keberagaman kita ini” Tegasnya

Pernyata tersebut disampaikan pada saat memberikan sambutan pada acara MAPENTA dan MUSKOMCAB Pemuda Katolik, minggu (28/05) di Aula Loka Latihan Kerja, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.
Ia juga meminta kepada  organisasi Pemuda Katolik yang ada di NTT dalam bulan Ramadan ini agar begerak bersama dengan organisasi kepemudaan seperti KNPI,GP Ansor,PMKRI,GMKI,PMII,GMNI dan lain-lain untuk turun kebasis-basis muslim untuk bersama melakukan kegiatan bersama karena mereka adalah saudara kita.

Putra Asli Maumere ini menambahkan, Nusa Tenggara Timur adalah mayoritas penduduknya beragama katolik tetapi mayoritas yang tertidur panjang, mayoritas yang berada dalam zona nyaman dan merasa baik-baik saja. Dalam media sosial ada banyak orang mengatakan bahwa NTT adalah Bumi Toleransi yang begitu tinggi. muncul dari setiap pikiran orang muda dan muncul dari setiap masyarakat bahwa NTT bumi toleransi. Situasi nasional kali ini, sudah ada ancaman-ancaman disintegrasi, ancaman terhadap kebhinekaan kita yang seharusnya Pemuda Katolik sebagai garda terdepan gereja menjawab tantangan itu.

“Pancasila  lahir  di NTT tepatnya di Kabupaten Ende ini, kita sebagai orang muda harus terus menggelorakan semangat Pancasila  sebagai Ideologi bangsa, kita harus teriakan dimana-mana bahwa negara kita adalah negara Pancasila ,Kita harus lawan dengan gerakan-gerakan radikalisme” tegasnya.

Ketua Komda NTT ini juga menambahkan bahwa strukur kepengurusan Pemuda Katolik Komisariat Cabang di NTT sudah terbentuk 12 Kabupaten/kota dan dalam waktu dekat kita juga akan membentuk beberapa kabupaten/kota yang belum dibentuk Pemuda Katolik.
“Selamat berproses mengikuti Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) dan Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik khsusunya Kabupaten Ende, Negekeo, dan Ngada. Selamat buat semua kader-kader Pemuda Katolik” pangkasnya. (ast)

Sticky
0
May 28, 2017

Pengurus Pemuda Katolik Cabang Sikka Resmi Dilantik

Kepengurusan Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka (dok.PK)

Sikka,NTT – Bertempat di Aula FKUB, Kabupaten Sikka kepengurusan Pemuda Katolik Cabang Kabupaten Sikka resmi dilantik, Sabtu(27/05). Hadir di acara tersebut, Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Wakapolres Sikka Muhamad Saleh, Danramil Alok Surikan, Ketua KNPI Kab.Sikka Yanto Kliwon,Ketua HIPMI Kab.Sikka Yuston Karwayu, Ketua ISKA Kab. Sikka Chesar bhara bheri, Pembina Pemuda Katolik Kab. Sikka Stef Sumandi, serta Ketua Komda Pemuda Katolik NTT Ronald Da Gomez beserta jajarannya.

Pada acara seremonial tersebut Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka sdr.Andy Pio menyampaikan, penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menahkodai Pemuda Katolik sampai 3 (tiga) tahun kedepan. kepercayaan yang diberikan adalah amanah yang harus diemban untuk melaksanakan kerja-kerja organisasi kedepan.

“saya yakin, bahwa kepengurusan yang baru dilantik, tidak sekedar mempunyai kualitas dan kuantintas yang memadai tetapi juga mempunyai kerasulan awam, oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh kader Pemuda Katolik Sikka, hendaklah kita mendayung ketempat yang lebih dalam, menjalin lilin dan obor bersumbu panjang dalam menerangi kegelapan dan berani mengambil jalan yang belum dibuka, sehingga kita dapat meninggalkan jejak yang baik disana “Tegas Ketua Kmcab Kab.Sikka ini.

Dalam kepengurusannya ini Andy Pio menegaskan bahwa akan membentuk Komisariat Anak Cabang dan Komisariat Ranting sebagai basis dan ujung tombak organisasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memfasilitasi beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa yang berprestasi dan siswa kurang mampu dari tingkat SD, SMP, dan SMK. dan juga pengembangan kewirausahan,koperasi, dan mendirikan lembaga pengkajian kebijakan publik bagi kader-kader pemuda katolik.

Diakhir sambutannya Andi Pio menyampaikan kepada semua kader Komcab Kab. Sikka, hendaklah kita menjadi akar yang dapat menembus tanah dan mencari air bagi pohon. Dengan begitu Pemuda Katolik telah melaksanakan karya perutusan kerasulan awan yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi akar memang membuat kita tidak terkenal, yang dikenal hanyalah pohon dan buahnya, tetapi itulah tanggung jawab kita untuk bermakna dan berdampak bagi banyak orang.

Sementara itu, Ketua Komda NTT, Ronald da Gomez mengharapkan Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka yang baru saja dilantik ini ke depannya harus segera melakukan kaderisasi dan melaksanakan masa penerimaan anggota (Mapenta) agar dapat melahirkan kader-kader yang baru untuk melanjutkan roda organisasi ini ke depan.

Sementara itu, Bupati Sikka Drs Yosep Ansar Rera mengatakan ada banyak peluang yang bisa diambil oleh Pemuda Katolik untuk mengabdi kepada bangsa dan gereja dengan memberdayakan masyarakat dengan cara pencerahan, pendampingan dan pembinaan masyarakat secara langsung dan selamat buat pengurus Pemuda Katolik yang baru dilantik, selamat menjalankan tugas yang sudah diemban. Kami sebagai pemerintah mendukung penuh kegiatan Pemuda Katolikdi Kabupaten Sikka.
“di tempat ini, saya meminta Pemuda Katolik untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk menjalin kerjasama, selamat buat kepengurusan Pemuda Katolik, selamat bekerja” Tandas Bupati Sikka. (ast)

Sticky
0
May 10, 2017

Pernyataan Sikap Pemuda Katolik Beserta Ormas Katolik terkait Maraknya Intoleransi

Ketua Umum Pemuda Katolik

JAKARTA-Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Katolik yakniPimpinan Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik), Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PP PMKRI), Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA), Dewan Pimpinan Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI) dan Sekretariat Nasonal Forum Masyarakat Katolik Indonesia (Seknas FMKI) menyampaikan seruan dan dukungan menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Surat pernyaan sikap ini ditandatangani  Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako dan Bernadus Tri Utomo (Sekretaris Jenderal) , Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin M. Natasa dan Christoper Nugroho (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium PP ISKA, Hargo Mandiraharjo dan Benny Sabdo (Sekretaris Jenderal), Ketua Presidium DPP WKRI, Justina Rostiawati dan E. Sri Hari Lestari (Sekretaris Jenderal) serta Sekretaris Nasional FMKI, Veronica Wiwiek S.

Dalam salah satu point pernyataan sikapnya, Ormas Katolik ini mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

Dijelaskan, para pahlawan dan pendiri bangsa ini telah mengorbankan jiwa dan raganya membangun pondasi kebangsaan hidup bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama telah berjuang dan meletakkan dasar yang kuat dengan didasari toleransi dan kebesaran hati untuk mengakui eksistensi semua anak bangsa tanpa terkecuali.

Perjalanan bersama sebagai NKRI telah kita lalui dengan suka dan duka, serta melalui perjalanan sejarah yang gemilang namun juga tidak dipungkiri ada masa kelam juga yang dilalui bangsa ini. Hendaknya kita belajar secara arif bijaksana dari sejarah perjalanan bangsa ini.

Menyikapi kondisi saat ini dengan maraknya intoleransi yang membahayakan Kebhinekaan NKRI yang berasaskan Pancasila.

Maka kami para pimpinan Ormas Katolik dengan ini menyatakan :

  1. NKRI yang berasaskan Pancasila, bersemangatkan Bhinneka Tunggal Ika dan Undang Undang Dasar 1945 adalah konsensus final para pendiri bangsa. Segala upaya yang dilakukan untuk merubah konsensus tersebut sama juga dimaknai secara nyata sebagai upaya membubarkan NKRI.
  2. Kami para penerus perjuangan pendiri bangsa Indonesia yang didalamnya juga terdapat peran serta para pendiri ormas ormas Katolik berkomitmen mempertahankan tetap tegaknya NKRI. Kami tidak akan membiarkan segala bentuk upaya yang akan merongrong kedaulatan apalagi membubarkan NKRI.
  3. Mendukung penuh pemerintah untuk mengambil tindakan tepat dan cepat pada semua ormas maupun kelompok apapun latar belakangnya (Suku, agama dan ras) di seluruh Indonesia yang secara nyata merongrong tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari Sabang hingga Merauke.

sumber : Beritamoneter.com

Sticky
0