Login
or
Register

Rakernas Pemuda Katolik menolak pelaksanaan Ujian Nasional dalam Sistem Pendidikan Nasional

May 15, 2015

Rakernas Pemuda Katolik menolak pelaksanaan Ujian Nasional dalam Sistem Pendidikan Nasional

Sticky
0

Rakernas Pemuda Katolik menolak pelaksanaan Ujian Nasional dalam Sistem Pendidikan Nasional

Bogor(Care) 22 Mei 2013 -Pembukaan Rakernas Pemuda Katolik diawali dengan Misa Konselebran yang dipimpin Uskup Keuskupan Bogor, Mgr Michael Angkur, OFM didampingi Romo Kristo dan Romo Max Un Bria di Gereja Katedral Jakarta. Selesai Misa Konselebran, Rakernas dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang membahas empat topik yaitu Kepemimpinan Nasional dan Masa Depan Indonesia, Pemilu 2014 yang Berkualitas, Otonomi Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, dan Perekonomian Indonesia di tahun Politik.

Sejumlah tokoh hadir menjadi pembicara pada Seminar tersebut antara lain, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, Komisioner KPU Pusat dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta anggota DPR RI dan pemimpin organisasi kepemudaan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa, mengatakan, tujuan Rakernas adalah menetapkan program kerja Pemuda Katolik periode 2013-2016 serta silabus pendidikan dan kaderisasi. Pada hari terakhir pelaksanaan Rakernas akan disampaikan rekomendasi politik terkait situasi politik terkini.

PEMUDA Katolik menegaskan komitmennya mengawal dan mensukseskan pelaksanaan Pemilu Umum (Pemilu) 2014 baik Pemilu Legislatif maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Oleh karena itu, Pemuda Katolik mengawal seluruh proses tahapan Pemilu yang sedang berlangsung saat ini.

Demikian rekomendasi politik yang dihasilkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik di Jakarta, 21 Mei 2013. Rekomendasi politik Pemuda Katolik itu ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa dan Karolin Margret Natasya.

Pemuda Katolik menegaskan dukungan terhadap semua calon presiden dan calon wakil presiden periode 2014-2019 dengan persyaratan capres-cawapres memenuhi kriteria antara lain memiliki integritas moral, mampu menjaga keutuhan NKRI, komitmen mensejahterakan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta memberikan jaminan keamanan kepada setiap warga negara Republik Indonesia.

“Pemuda Katolik mengusulkan presiden dan wakil presiden terpilih tahun 2014 agar mengakomodir kader Pemuda Katolik menjadi Menteri Kawasan Indonesia Tertinggal,” kata Agustinus Tamo Mbapa dan DR.Karolin Margret Natasa.

Dalam Rakernas Pemuda Katolik juga bersepakat untuk mendukung pelaksanaan Pilkada di seluruh daerah di Indonesia. Pemuda Katolik juga menyatakan akan secara aktif menjadi pelopor dalam pendidikan politik masyarakat.

Selain itu, Pemuda Katolik akan menjajaki pembentukan resources center dalam rangka mendorong clean and good governance. Hal lain yang menjadi rekomendasi politik Pemuda Katolik adalah mendukung implementasi Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; menolak kekerasan dalam bentuk apapun di bumi Indonesia; menolak pelaksanaan Ujian Nasional dalam Sistem Pendidikan Nasional; menolak Perda-Perda Syariat/Perda Agama di seluruh wilayah NKRI. Selain itu, menolak transmigrasi TNI di seluruh wilayah perbatasan NKRI serta mendukung pemekaran Propinsi Papua Selatan dengan Ibu Kota Merauke.(Doddy)

 

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*