Wednesday, May 29, 2024

Respon Situasi, Pemuda Katolik Sumsel Bangun Konsolidasi Pemuda Lintas Agama

Must Read

Pemudakatolik.or.id, Palembang – Merespon situasi yang beberapa hari terakhir terjadi di Palembang, terkait upaya sekelompok orang menolak kedatangan Duta Besar Vatikan dalam acara peresmian Katedral St. Maria Palembang yang baru selesai direnovasi, elemen pemuda lintas agama berkumpul di Halaman Gereja Katedral Palembang, Rabu (22/3).

Sebagaimana dimuat Swara.id, beberapa perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang tergabung dalam “Konsolidasi Pemuda Progresif Sumsel” menyesalkan tindakan sekelompok orang yang mengganggu keharmonisan yang selama ini telah terjalin.

Felix Prasetya, Wakil Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Palembang, inisiator kegiatan, mengatakan bahwa para pemuda di Palembang sangat peduli dengan kerukunan dan keharmonisan yang telah terjalin. “Berkumpulnya pemuda dalam menyatukan pemikiran ini didasari oleh rasa peduli dan empati yang dialami, menjadikan nilai-nilai persaudaraan solidaritas dan silaturahmi adalah hal yg paling utama dewasa ini di Kota Palembang pada khususnya,” ungkap Felix.

Yoga, Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Kota Palembang, turut berpendapat bahwa oknum-oknum yang mengancam kedaulatan NKRI perlu ditindak tegas.

M. Eko Wahyudi selaku Sekjen PKC PMII Sumsel, menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah-belah keutuhan bangsa. “Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpancing dengan adanya isu yang berbau sektarian sehingga dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama di Sumsel, kami PMII bersama cipayung plus menghimbau tetap menjunjung tinggi nilai-nilai bertoleransi antar umat beragama. Karena di Sumsel dikenal dengan Zero Konflik…” tambah Eko.

Dodi Hari Utama, Ketua PW IPNU Sumsel, turut merespon. Menurutnya pemuda yang adalah garda terdepan dari pergerakan bangsa hendaknya menjadi contoh positif bagi masyarakat dengan berbagai isu-isu yang berkembang di sekitarnya. “Kita Pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas kota Palembang- Provinsi Sumsel agar menjadi percontohan yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Efran M. Hutapea, Pj Ketua DPD GAMKI Sumsel mengungkapkan bahwa para pemuda lintas agama di Palembang selama ini tidak pernah terjadi konflik. “Kita Pemuda Lintas Agama sudah menjalin kebersamaan sejak lama bertahun-tahun dengan kegiatan yang produktif. Semoga kedepannya dengan pergerakan yang dilakukan oleh pemuda ini bisa terus berjalan dan membuat arah pergerakan yang positif…” katanya.

Andreas Amanda, Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Palembang, berharap bibit-bibit sikap intoleran hendaknya jangan dibiarkan berkembang. “Harapan kami bahwa jangan sampai bibit bibit intoleran berkembang di Sumsel ini. Kita harus bangga bahwa selama ini slogan Sumsel Zero konflik terus terjaga dan kita usahakan tetap terjaga dengan sinergitas antar agama, serta komunikasi yang baik untuk menghalau berbagai isu dan ujaran kebencian yang ada…”, tambah Amanda.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumatera Selatan, Martinus Endro mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen pemuda dan mahasiswa yang hadir. Menurutnya kehadiran pemuda dan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama merespon situasi, menggambarkan bahwa Sumsel, khususnya kota Palembang adalah daerah yang rukun dan damai. “Kami juga bertekad terus mendukung upaya pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjadikan provinsi yang benar-benar aman, rukun, atau diistilahkan “zero conflict” dan nanti sore (red. 24/3) kami juga akan buka bersama teman-teman GP Ansor…”, tambah Endro saat dihubungi di tempat terpisah.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Felix Astono, SCJ, Kerasulan Awam Keuskupan Agung Palembang, Romo Riyanto, SCJ, Pastor Paroki dan Ketua DPP Katedral St. Maria, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda Batak Bersatu.

Sebagaimana diketahui, renovasi Katedral St. Maria Palembang telah selesai. Pada Jumat (17/3) Uskup Agung Palembang Mgr. Yohanes Harun Yuwono telah secara langsung berjumpa dan mengundang Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru untuk turut hadir dalam upacara peresmian. Demikian juga rencana kedatangan Nuncio Apostolik, Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo dalam acara tersebut. Namun, beredar di masyarakat surat penolakan dan rencana unjuk rasa yang akan dilakukan di halaman Gereja Katedral St. Maria Palembang.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
Latest News

Simak Pesan Uskup Agung Palembang untuk Pemuda Katolik Bengkulu

Pemudakatolik.or.id, Bengkulu - Pada Minggu, 26 Mei 2024, Pemuda Katolik Bengkulu mendapat kesempatan berharga untuk beraudiensi dengan Uskup Agung...
spot_img

More Articles Like This