Login
or
Register

Komda Nusa Tenggara Timur

May 31, 2017

Bupati Ende buka Mapenta dan Muskomcab Pemuda Katolik

Foto Bersama Komcab Ende, Komda NTT, PP Pemuda Katolik, dan Bupati Ende (dok.Pk)

Ende,NTT – Organisasi Pemuda Katolik terus melakukan konsolidasi pembentukan Komisariat Cabang tingkat kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur. Setelah beberapa kabupaten yang sudah dibentuk  kepengurusannya, Kini Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Ende menggelar Masa Penerimaan Anggota(MAPENTA) dan Musyawarah Komisariat Cabang(MUSKOMCAB). Kegiatan  ini juga diikuti dua kabupaten seperti Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Nagekeo dan Pemuda Katolik kabupaten Ngada.

Acara yang berlasung pada selasa (30/05) langsung dibuka oleh Bupati Ende, Marsel Petu di Aula Loka Latihan Kerja, Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende dan disaksikan oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Kikin Tarigan, Ketua Komda NTT Ronal Da Gomez, Sekretaris Komda NTT Rahel Cicilia, Romo Dominikus Nong, Ketua Panita Agustinus Rahe, serta seluruh kader Pemuda Katolik di Kabupaten Ende.

Dalam sambutan, Bupati Ende Marsel Petu mengatakan jadilah Pemuda Katolik yang menjaga kadar religius dalam bingkai nasionalisme. Organisasi Pemuda Katolik harus terus menjaga budaya dan menjadi tradisi kita karena di era globalisasi  banyak budaya kita ditanam oleh leluhur kini mulai pudar seperti saling menghargai, saling menghormati, dan tolong menolong sesama akibat dari dampak globalisasi.

Selanjutnya, Bupati Ende yang juga merupakan kader Pemuda Katolik tahun 1996 waktu itu mengatakan bahwa sebagai kader Pemuda Katolik dirinya mengucapkan banyak terimakasih kepada organisasi Pemuda Katolik karena telah mendidik dan membina selama bergabung dalam organisasi tersebut dan sekarang dirinya bisa menjadi pemimpin orang nomor satu di Kabupaten Ende ini.Semuanya bisa terpenuhi kalau kita sebagai kader Pemuda Katolik harus  sungguh mengikuti proses yang sudah ada dalam organisasi Pemuda Katolik itu.

“Saya ucapakan banyak terimakasih kepada organisasi Pemuda Katolik yang telah memberikan modal dan spirit selama saya dibina dalam wadah ini,sehingga sekarang saya bisa nikmat menjadi pemimpin seperti menjadi anggota DPRD ende dan sekarang menjabat sebagai Bupati Ende ” tandasnya.

Diakhir sambutannya Bupati yang juga Ketua DPD II partai Golkar Kabupaten Ende ini berpesan agar semua peserta harus sungguh-sungguh mengikuti proses masa pendidikan anggota dan musyawarah cabang Pemuda Katolik sehingga kedepan kalian akan menjadi emas yang bisa ditempat dimana saja karena sudah terlatih dalam organisasi ini.

Sementara itu, Pengurus Pusat Pemuda Katolik Kikin Tarigan meminta untuk kepengurusan nantinya agar segera membentuk kepengurusan Pemuda Katolik sampai tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa agar organisasi ini bisa mengakar sampai tingkat bawah. Selain itu juga, ia meminta kepada pemda Kabupaten Ende untuk bisa membantu organisasi Pemuda Katolik dalam segala hal. Tentunya dalam perjalanan organisasi ini ada sikap kritis terhadap pemerintah ,tapi itu sebuah dinamika dan perjuangan dalam sebuah organisasi.

Sementara Ketua Komda NTT Pemuda Katolik, Ronal da Gomez mengatakan stuktur kepengurusan organisasi Pemuda Katolik sudah terbentuk 12 Komisariat cabang tingkat kabupaten dan sisa akan terus kita lakukan konsolidasi pembentukan organisasi Pemuda Katolik yang ada di Kabupaten ini sehingga dalam waktu dekat ini semua kepengurusan Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten sudah terbentuk semua di NTT.

Selain itu, Ronal da Gomez Mengajak organisasi Pemuda Katolik dan semua komponen masyarakat untuk bersatu melakukan pencegahan dan melawan radikalisme dan terorisme. Jangan ada toleransi terhadap setiap gerakan yang anti-Pancasila dan ingin memecahkan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI)

Saya minta kepada semua organisasi kepemudaan di tanah air  terutama yang ada di kabupaten Ende untuk senantiasa tanggap dan bekerja sama dalam menyikapi situasi keamanan negara yang terancam. Ayo kita semua organisasi kepemudaan untuk satukan kekuatan dan soliditas generasi muda akan terus berkontribusi pada kemajuan, keamanan dan masa depan bangsa Indonesia ini”Teganya Mantan Ketua PMKRI Jakarta Selatan ini.

Diakhir sambutannya, Ketua Komda NTT  ini berpesan kepada semua kader Pemuda Katolik selamat mengikuti proses MAPENTA dan MUSKOMCAB Pemuda Katolik bagi kabupaten Ende, Nagekeo dan Ngada. Jadilah kader Pemuda Katolik yang menjadi garda terdepan membela bangsa dan gereja karena kita Pemuda Katolik adalah 100 persen Katolik dan 100 persen Katolik.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
May 28, 2017

Pemuda Katolik Komcab Sikka Mengapresiasi Kepimpinan ANSAR


SIKKA,NTT – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka, Andy Pio mengapresiasi kepemimpinan bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera dan Wakil bupati Sikka, Drs Poulus Nong Susar  yang biasa disandi ANSAR karena dalam kepemimpiman mereka  telah banyak memberikan perubahan dalam segala bidang  di Kabupaten Sikka.Demikian disampaikannya, dalam memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus Pemuda Katolik komisariat cabang Sikka,Sabtu(27/05),Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Menurutnya dibawah kemimpinan ANSAR ini, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 72 persen yang dikaji oleh tim akademis Universitas Nusa Nipa Maumere. Disamping itu dari 22 Kabupaten/kota di Provinsi NTT ada empat kabupaten yang keluar dari lingkaran daerah miskin menjadi daerah maju yaitu kabupaten Sikka.

Selain itu, ungkap Andy Pio bahwa wajah kota Maumere kelihatan hidup dan ini menunjukan tata kota Maumere sudah mengalami kemajuan yang signifikan dan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat dan masih banyak lagi yang telah mengalami kemajuan.Tentu dalam perjalanan pemerintah terus berbenah dan ini menjadi tanggung jawab kita semua baik dari pemerintah, DPRD, swasta serta orang muda harus bersama-sama karena menjadi tanggung jawab kita semua.

“Kita harus kata jujur dibawah kepemimpinan ANSAR ini ada perubahan  diKabupaten Sikka dan ada perlu dilanjutkan dan dibenahi”tegas ketua Komcab Sikka ini.

Ia juga menambahkan kita sebagai orang muda generasi penerus bangsa tidak mengenal kita berasal dari mana kita harus bersatu melawan gerakan terorisme, radikalisme dan intoleransi yang ingin memecah belah bangsa ini. Spirit nasionalisme harus diinternalisasi kepada setiap pemuda agar bangsa ini semakin kuat tidak muda digoyahkan.

Menyikapi aksi teror yang terjadi di kampung Melayu, Ketua Pemuda Katolik Komcab Sikka,Pemuda Katolik mengencam dengan keras pelaku aksi teror tersebut dan kami meminta pihak TNI dan POLRI harus berani menangkap siapa dalang aksi teror ini.Pemuda Katolik hadir untuk membentuk otak, watak dan iman generasi emas Indonesia untuk kembali beriktiar dalam satu bangsa,satu tanah air dan satu bahasa dalam persatuan.

Diakhir sambutannya Andy Pio menyampaikan, penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten Sikka yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menahkodai kapal Pemuda Katolik selama 3 tahun kedepan.kepercayaan yang diberikan adalah amanah yang harus diemban untuk melaksanakan kerja-kerja organisasi kedepan.Semua kader Pemuda Katolik Sikka, hendaklah kita menjadi akar yang dapat menembus tanah, mencari air bagi pohon,Dengan begitu Pemuda Katolik telah melaksanakan karya perutusan kerasulan Awan yang bermanfaat bagi orang lain. Menjadi akar memang membuat kita tidak terkenal, yang dikenal hanyalah pohon dan buahnya. Tetapi itulah tanggung jawab kita, untuk bermakna dan berdampak bagi banyak orang.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring

Sticky
0
May 13, 2017

PEMUDA KATOLIK KOMCAB SIKKA GELAR DIALOG KEBANGSAAN

Peserta Dialog Kebangsaan Komcab Sikka (dok.PK)

Sikka,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Silent Majority Melawan Gerakan Intoleransi dan Disintegrasi Bangsa” pada jumat (12/05) pukul 18.00 Wita di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, Kabupaten Sikka – NTT. Kegiatan dialog yang bernama KPK (Kulababong Pemuda Katolik)  ini di pandu langsung oleh Moderator Yos Bajo.

Dalam dialog kebangsaan ini Dr.Geri Gobang yang mewakili akademisi mengatakan bahwa bangsa Indonesia sekarang sedang dihadapkan dengan ideologi transnasional. Ideologi ini sedang menyusup dan sekarang telah menjadi terang benderang karena kendaraan yang digunakan sekelompok orang adalah agama.cIdeologi transnasional ini disusupkan lewat jalur-jalur formal dan negara seolah-olah dalam tanda kutip menonton atau diam dengan ideologi transnasional tersebut.

Ideologi transnasional ini sudah mulai masuk dikampus dan melakukan kegiatannya. Mereka menyusup masuk lewat kelompok-kelompok muda ini.Yang mereka susupkan adalah ideologi-ideolagi radikalisme yang berbasis agama pada kelompok muda ini. “Proses politik di DKI Jakarta itu merupakan puncak gunung es yang sangat kelihatan sekali.” Tandasnya

Dosen Unipa ini menuturkan bahwa hari ini seluruh masyarakat Silent Majority tidak mau berdiam lagi karena sudah lama mereka berdiam sehingga ada gerakan-gerakan yang mulai muncul. Kita lihat sekarang kota-kota di Indonesia melakukan suatu simbolisasi dengan menyalankan lilin sebagai bentuk kesadaran agar dapat menggugah hati banyak orang untuk agar kembali ke konsesus nasional kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keberagaman .

Ia menambahkan Ideologi transnasional ini merupakan paham-paham radikalisme dimana mereka ingin membangun negara Indonesia menjadi negara Islam sehingga negara tidak boleh diam dengan ideolagi transnasional ini .

“Negara tidak boleh membiarkan ormas-ormas radikalisme yang ingi memecah belah bangsa ini ,Negara harus segera memberantas ormas radikalisme tersebut” tegasnya.

Jhon Balla dari LSM dalam dialog ini mengatakan dimana perbedaan itu sesuatu yang ada oleh karena itu, atas perbedaan itu kita diwajibkan untuk bertoleransi. Kalau kita tidak bertoleransi maka kemudian akan muncul intoleransi yang dapat memperngaruhi yang lain sehingga melahirkan paham radikalisme.Kita semua yang ada memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama kita melawan gerakan-gerakan radikalisme

“Negara harus tegas dan netral dalam hal ini TNI dan POLRI harus memberantas gerakan radikalisme yang menolak Pancasila, Kalau negara tidak tegas maka kita terpecah belah dan tidak intoleren” Pangkasnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Sikka Yanto Kliwon mengatakan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini belum final karena kita berbicara tentang Indonesia, Nasionalisme, Imajinasi kebangsaaan tetapi kita warga Indonesia masih terkotak-kotak dan memandang orang lain masih berbeda-beda. Fakta yang terjadi adalah kondisi hari ini banyak masyarakat yang tidak Intoleren.

“Ketika kita orang tua ini tidak bisa menerima perbedaan ,tidak bisa toleran kita sebagai orang tua untuk tidak mengwariskan ke anak cucu kita.Kita harus ada keberanian moril untuk memutuskan mata rantai keterbelahan etnis, agama, dan suku “Tegasnya

Camat Kangae ini juga meminta Kita harus terus menciptakan ruang-ruang perjumpaan ini maka negara harus hadir untuk menciptakan ruangan ini dengan melakukan diskusi-diskusi ini agar tidak terjadi seperti sekarang ini.

Dalam dialog Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Sikka Thomas Ola Peka, Wakapolres Sikka Muhamad Saleh, Danramil Alok Kapten INF Surikan, Ketua Fraksi NasDem Silferius Angi, Camat Alok Fitrinita, Ketua Pemuda Pancasila Yosep Nong Soni, Ketua PMKRI Cabang Maumere Ama Laga, GP Ansor Edi Kurniawan dan Mantan Bupati Sikka Alexander Longginus serta Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Sikka Andi Pio.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
March 27, 2017

KAROLIN AJAK PEMUDA KATOLIK LAWAN HUMAN TRAFFICKING DI NTT

Ketua Umum PP Pemuda Katolik (dok.Pk)

NTT – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik dr. Karolin Margret Natasa mengajak seluruh Pemuda Katolik di  Nusa Tenggara Timur untuk bersama-sama melawan Human Trafficking yang makin marak akhir-akhri ini. Pasalnya, Human Trafficking adalah kejahatan terhadap kemanusian dan biasanya pelakunya merupakan orang-orang dekat disekitar kita karena yang sering membujuk mereka untuk berangkat mencari kerja adalah orang tua mereka itu sendiri.

“Kita jangan dulu menyalahkan orang lain yang menjual ke luar negeri deh,tetapi yang menjual mereka di kampong itu siapa? bapaknya kah, pamannya kah, atau kelurarganya kah. Kadang-kadang sering kali yang membujuk untuk berangkat mencari kerja malah keluarga dekat mereka” Tegas Ketua Umum PP Pemuda Katolik Saat ditemui Media, Minggu (26/03) di Hotel Wailiti, Kabupaten Sikka

Lanjutnya, korban perdagang manusia ini berangkat karena tergiur dan diberikan mimpi dengan gaji yang besar tetapi kenyataan yang terjadi tidak seperti itu.Kita sebagai Pemuda Katolik harus melawan human trafiking ini dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama umat katolik. Kita memilki banyak ordo-ordo katolik yang tersebar di NTT yang telah banyak membantu korban Human Trafficking sehingga Pemuda Katolik bersama mereka untuk memberantas perdagangan manusia yang terjadi ini.

“Kita sebagai Pemuda Katolik ini harus melakukan kegiatan dengan memberikan penyuluhan dan pembinaan tingkat umat.Pemuda Katolik memilki akses yang sangat luas sampai tingkat bawah untuk bersama-sama bekerja diladang Tuhan ini dengan memberikan materi-materi penyuluhan kepada mereka” tandas Politisi Perjuangan ini.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat NTT untuk tidak mempercayai orang dengan janji-janji sekaligus Pemuda Katolik yang ada di NTT untuk bisa terlibat langsung dengan masyarakat dengan meberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi perdagangan manusia di NTT

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0
March 27, 2017

Andi Pio Pimpin Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Sikka

Ketua Komcab terpilih Andi Pio (dok.Pk)

SIKKA,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka kini memiliki pemimpin baru yang akan menakhodai organisasi Pemuda Katolik yang selama mengalami kevakuman. Gaudensius Andy Nong Pio terpilih  sebagai ketua organisasi tersebut periode 2017-2020 secara musyawarah mufakat melalui Musyawarah Komisariat Cabang yang berlangsung pada minggu (26/03) bertempat di Hotel Wailiti, Kabupaten Sikka.

Proses Musyawarah yang salah satunya agenda didalamnya memilih pengurus baru  berjalan dengan penuh kekeluargaan. Andy Pio mengawali sambutannya setelah terpilih  mengatakan terima kasih kepada seluruh anggota forum yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin organisai Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka. Organisasi Pemuda Katolik ini sejak lama berada di Kabupaten Sikka tetapi mengalami kevakuman tetapi kita bersyukur sekali dimana pada tahun 2017 organisasi ini mulai bangkit untuk menunjukan eksitensinya dan bisa berkiprah didaerah-daerah lain terutama yang menjadi basis mayoritas katolik untuk  menjadi garda terdepan gereja dan bangsa Indonesia.

“Trimakasih kepada semua kita yang telah mempercayai saya untuk memimmpin organisasi ini.organisasi ini tidak bisa berjalan dengan baik bahkan akan mati kalau semua yang ada membiarkan saya untuk bekerja sendiri.Saya menyadari itu ,saya tidak bisa sendiri,oleh karena itu,menjadi tugas kita semua untuk bersama-sama membesarkan organisasi Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka ini” Tegas Andy.

Ketua terpilih ini meminta kepada semua pengurus yang nantinya mengisi kepengurusan Pemuda Katolik nantinya untuk bersama-sama membesarkan organisasi ini agar bisa melahirkan kader-kader  yanga kan ikut berperan dalam pembangunan di daerah ini terutama dalam gereja itu sendiri.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik  dr.Karolin Margret Natasa yang berkesempatan hadir mengatakan menjadi ketua adalah sebuah pengorbanan dan pengabdian kita untuk membesarkan organisasi Pemuda Katolik dalam upaya untuk membina umat Katolik.Proses pemilihan ini adalah proses yang  sah dan di akui oleh pengurus Pusat.

“Saya menyambut baik proses pemilihan yang terjadi ,tentu tadi ada dinamika tetapi bisa menghasilkan seorang Ketua yang akan memimpin organisasi ini,Selamat buat Ketua yang terpilih hari ini”kata Bupati terpilih Kabupaten Landak periode 2017-2021

Ia juga meminta kepada Ketua yang terpilih bersama-sama untuk segera membentuk kepengurusan secepatnya sehingga kita akan melakukan pelantikan kepengurusan Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka ini.

Mantan Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menambahkan organisasi Pemuda Katolik ini adalah organisasi bersifat nasional yang dipantau oleh seluruh Komisariat Daerah dan Komisariat Cabang yang berada di seluruh Indonesia sehingga kita harus menjaga nama baik organisasi ini agar terus menjalin kekompakan yang ada.

Ia juga meminta untuk kader-kader Pemuda Katolik untuk bisa mengabdikan dirinya lebih luas dalam kepentingan masyarakat Indonesia karena kita memilki tanggung jawab.

Kontributor : Angga Macan
Editor           : Asta Sembiring
Sticky
0