Senin, Desember 8, 2025
Beranda blog

Pemuda Katolik NTT bertemu Pj Walikota Kupang sebelum pelantikan

0

Kupang – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, mendukung upaya Pemuda Katolik untuk mengambil peran dalam program pembangunan pemerintah. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiens dari Ketua Umum Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT, Yuvensius Tukung bersama jajaran pengurus di ruang kerja Penjabat Wali Kota Kupang, Jumat (20/12).

Dalam pertemuan tersebut Pj. Walikota mendorong Pemuda Katolik untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada bank-bank untuk membuat group usaha yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pemuda Katolik harus ikut berkontribusi dalam mengembangkan dan menguatkan ekonomi daerah dengan menumbuh kembangkan jiwa entrepreneur. Roti tidak turun dari langit, harus diperjuangkan dan diusahakan,” pesan Linus.

Linus Lusi juga menyambut baik rencana Pemuda Katolik Komda NTT untuk ikut mendukung Kupang Green & Clean dalam rangka dukungan terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung menjelaskan tujuan kunjungan mereka adalah untuk mengundang Pj. Wali Kota turut hadir dalam acara pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komda NTT di Gereja Batuna Kabupaten Kupang, 28 Desember 2024 mendatang.

Pada kesempatan yang sama dia juga menyampaikan perkembangan organisasi Pemuda Katolik pasca kegiatan Musyawarah Komisariat Daerah (MUSKOMDA) pada bulan Agustus lalu, kegiatan Kongres dan Pelantikan Pengurus Pusat yang baru selesai serta rencana pelantikan Pengurus Komda NTT.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang selama ini telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang, yang berdampak luar biasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak -anak muda,” tutup Yuven.

Rencana Pemekaran DOB wilayah di Papua Selatan Wajib Mempertimbangkan Keadilan dan Pemerataan

1

Departemen Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik selenggarakan Webinar terkait rencana pemekaran wilayah di Papua Selatan, dengan mengangkat tema “Pemekaran DOB di Papua: Solusi atau Sumber Masalah Baru?”. Selasa, (22/02/2022).

Webinar ini diikuti 120 peserta kader Pemuda Katolik dari berbagai wilayah dan mengundang beberapa narasumber, yakni: Pastor Alexandro Rangga, OFM selaku SKPKC Fransiskan Papua, anggota DPRP Papua, John N. R. Gobay, mewakili Konferensi Wali gereja Indonesia Pastor Hans Jeharut dan Ketua Departemen Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat Pemuda Katolik Melkior N.N. Sitokdana.

Dalam Webinar tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana pemekaran enam daerah administrasi di tanah Papua tentu harus berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

Rencana DOB ini, lanjut Gusma, Pasti ada pro dan kontra dengan rasionalisasi masing-masing baik dari segi latar bekalang, emosional, politik dan budaya, maka Gusma memberi catatan, jangan sampai DOB ini hanya kepentingan elit di Jakarta.

“Perlu mencari benang merah, mengapa sampai saat ini masih ada persoalan dengan perspektif keadilan dan pemerataan. Pemuda Katolik akan membangun sinergitas dengan pemerintah untuk menjawab persoalan keadilan dan pemerataan tersebut,” ujar Gusma.

Pemuda Katolik juga akan aktif menyerap aspirasi dan gagasan dari struktur dan kader yang ada di Tanah Papua. Keterlibatan mereka sangat dibutuhkan untuk belanja aspirasi dan belanja masalah. Dan secara pararel akan dijalankan juga program – program pemberdayaan kader dengan memaksimalkan seluruh potensi kader Pemuda Katolik yang ada di Papua.

“Tidak boleh politis! Ini kerja kolaborasi dengan optimisme tinggi” tegas Gusma.

Sementara itu, Pastor Alexandro Rangga, OFM selaku SKPKC Fransiskan Papua menegaskan bahwa DOB itu terlalu tergesa-gesa jika dilakukan tanpa menyelesaikan akar masalah yang ada di Papua.

Pastor Rangga juga mempertanyakan kemendesakan pemerintah untuk segera dilakukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua. Menurut Pastor Rangga, syarat DOB adalah mendapat izin dari Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR.

“Seperti ada unsur pemaksaan, sebab banyak sekali persoalan yang belum selesai di Papua,” ujarnya.

Pengalaman di beberapa tempat, lanjut Romo, sumber daya alam menjadi motif pemekaran. Di papua Pasar dan berbagai tempat umum masih didominasi oleh pendatang, DOB akan menjadi persoalan karena mobilisasi penduduk migran Papua menjadi masif. Layanan kesehatan dasar dan pendidikan sangat buruk misal gizi buruk yang pernah terjadi di Asmat.

“SKPPKC melihat bahwa pelayanan publik belum sampai ke masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan LIPI ada empat persoalan yang harus diperhatikan: kegagalan pembangunan, diskriminasi Papua, kekerasan dan pelanggaran HAM, serta sejarah dan status politik,” ujar imam Fransiskan ini dalam webinar tersebut.

Tidak berbeda jauh, anggota DPRP Papua, John N. R. Gobay juga melihat, tidak saja MRP yang menolak kehadiran DOB tapi juga DPR. DOB melupakan proses hearing di akar rumput yang tidak jalan. Ia melihat pemekaran ini bukan solusi tepat justru mendatangkan masalah baru di tempat baru.

Gobay setuju bahwa sebelum DOB terbentuk perlu menyelesaikan konflik yang masih terjadi di Papua. Meski pemerintah sudah membuat UU No. 2 tahun 2021 sebagai pengganti UU No. 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua, tapi ada unsur ketergesaan di sini.

“Yang diperhatikan pemerintah itu hanya pembangunan. Padahal pembangunan itu bukan satu-satunya masalah. Ada masalah lain yang saling terkait, itu yang tidak pernah direspon secara terbuka,” tegas Gobay.

DPRP Papua dan MRP sepakat meminta pemerintah untuk memperbaiki regulasi sebelum melakukan pemekaran wilayah. Meskipun juga diakui oleh John Gobay bahwa sampai saat ini DPRP Papua atau MRP belum pernah ada rapat pleno membahas soal isu ini.

“Perlu diatur, misal politik konstitusional orang asli Papua, pengelolaan sumber daya alam, pendidikan, kesehatan, konflik-konflik internal termasuk masalah ekonomi sebelum melakukan DOB.” tegasnya.

Diskusi hangat yang dibangun lewat kritik dan saran mewarnai suasana diskusi.

Sebelumnya, Wakil Bupati Asmat Papua, Thomas Eppe Safanpo, mengatakan bahwa rencana pemekaran wilayah di Papua Selatan dilakukan atas masukan dari daerah-daerah, kabupaten, sampai dewan adat setempat. Bahwa warga yang dilayaninya mengatakan ingin pemekaran karena mereka membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap pelayanan pemerintah.

Selama 20 tahun otonomi khusus, lanjut Thomas Eppe Safanpo, sudah lebih dari 97 triliun untuk pembangunan di Papua tetapi nyaris tidak berdampak. Hal ini karena luasnya wilayah Papua dengan geografis yang sulit. Luasnya wilayah dan lemahnya koordinasi di Papua membuat kontrol pemerintah sangat lemah.

Tidak mungkin satu wilayah yang luasnya hampir sama satu negara menjadi tanggung jawab gubernur atau bupati saja. Wajar kalau daerah-daerah menuntut adanya pemekaran sebagai solusi ketidakefisien dan keterlambatan di Papua,” sebut Safanpo yang juga sebagai Ketua Tim Pemekaran Papua Selatan.

Pemuda Katolik di Kepulauan Riau Adakan Muskomda IV di Karimun

1

Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kepulauan Riau menyelenggarakan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) ke-4, bertindak sebagai tuan rumah Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Kabupaten Karimun (19/2). Acara Seremonial bertempat di balai Nilam Sari Pemda Karimun, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Ibu Hj. Marlin Agustina, dihadiri pejabat daerah Kabupaten Karimun; Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, HM Firmansyah, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Karimun, Pengurus Pusat Pemuda Katolik Pandapotan Sitanggang (Korwil Sumatera), Melkianus Da Costa Pirez (Wakil Sekjen Bidang Organisasi dan Keanggotaan), hadir juga ketua GP Ansor PW Kepri Rahmat Budi, ketua GAMKI Kepri Rikson Tampubolon, Peradah Kepri Ketut Suwitra, dan para pengurus OKP lainnya. Hirarki Gereja Katolik Keuskupan Pangkal Pinang, dihadiri oleh Romo Kristiono Widodo (sekretaris Vikep Kepri), Romo Agustinus Dwi Pramodo (pastor Moderator Pemuda Katolik Kepri).

Tema Muskomda IV Pemuda Katolik Komda Kepri tahun 2022 kali ini adalah “Kolaborasi Gerakan Pemuda Katolik sebagai agen Penggerak Moderasi beragama dan akselerasi memperkuat ekonomi kader”. Johanes SM Sitohang, Ketua Pemuda Katolik Komda Kepri (periode 2018-2021) yang juga Sekretaris Jenderal PP Pemuda Katolik dalam sambutannya menegaskan bahwa tagline “Reborn and Grow Further” yang menjadi semangat Pemuda Katolik Nasional agar menjadi semangat kolektif seluruh kader di Kepri, ia berpesan agar pengurus baru untuk meneruskan hal-hal baik yang telah dilaksanakan pengurus lama.

Pandapotan Sitanggang, Koordinator Wilayah Sumatera PP Pemuda Katolik mengaminkan pesan ketua Komda demisioner, bahwa pengurus baru harus lebih baik dan kembali menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Masih terkait semangat Pemuda Katolik, Romo Kris berpesan agar kiprah Pemuda Katolik semakin dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu Wakil Gubernur Kepri, Ibu Marlin menyampaikan bahwa diperlukan kerukunan antar umat beragama agar visi Kepulauan Riau dapat tercapai. Ibu Marlin juga mengapresiasi elemen pemuda yang turut membantu bahwa membahu selama pandemi Covid-19.

Setelah acara seremonial, dilanjutkan dengan sidang-sidang Muskomda bertempat di Ballroom Karimun City Hotel. Proses Persidangan yang berjalan dengan sangat tertib dan secara Musyawarah Mufakat maka terpilihlah Sdr. DR Vandarones Purba, ST. MH sebagai Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk Masa Bakti 2022-2025.

Ketua Komda Pemuda Katolik Kepri terpilih ini menyatakan bahwa dirinya bersedia menjadi Ketua Pemuda Katolik Kepri untuk 3 tahun kedepan merupakan sebuah panggilan untuk pelayanan dalam mengembangkan potensi-potensi Kader Pemuda Katolik agar semakin mampu berdampak bagi gereja dan Masyarakat pada umumnya, sebagaimana Spirit Pemuda Katolik “Pro Ecclesia Et Patria (Bagi Gereja dan Tanah Air).

Vanda, sebutan akrab Ketua Pemuda Katolik Kepri ini berharap dukungan dan doa seluruh stakeholder Gereja, kader maupun stakeholder Pemerintah yang ada di Kepri agar kedepannya anak-anak muda Katolik semakin mampu bersinergi dengan masyarakat luas sehingga menjadi garam dan terang ditengah masyarakat Kepri pada khususnya dan Indonesia pada Umumnya.

Gusma Mendorong Kader Pemuda Katolik untuk Terlibat dalam Kontestasi Politik 2024

1

Beberapa tahun terakhir, Pemuda Katolik telah melaksanakan berbagai agenda konsolidasi organisasi hampir di seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Setelah tahapan konsolidasi ini, Pemuda Katolik siap memasuki tahap berikutnya yaitu menyelenggarakan program-program konsolidasi termasuk di bidang politik.

“Maka saya mendorong para kader Pemuda Katolik untuk terlibat ambil bagian dalam kontestasi politik 2024. Tentu keterlibatan para kader di bidang politik ini tidak berorientasi kekuasaan belaka, melainkan politik itu harus mencerminkan kesehjteraan umum,” sebut Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma saat memberi sambutan pembukaan pada Seminar Kepemiluan, Senin (31/1/2022).

Seminar bertema “Pileg, Pilpres, dan Pilkada 2024, Beragam Kepentingan Satu Tujuan?” ini dilaksanakan oleh Bidang Pengurus Pusat Pemuda Katolik Bidang Politik dan Kepemiluan untuk menganalisa kepentingan-kepentingan apa saja yang memungkinkan terjadi pada Tahun Polik 2024 sekaligus pemantik awal kepada para kader yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024 mendatang.
Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Beny Wijayanto sekaligus salah satu pembicara dalam seminar ini mengatakan, secara internal Pemuda Katolik, khususnya Gugus Tugas Bidang Politik dan Kepemiluan sudah memiliki beberapa program kolaboratif yang tujuannya menganimasi para kader agar mengawal Pemilu dan Pilkada 2024 nanti.

Beny mengatakan program ini diambil berdasarkan rekomendasi Kongres Nasional XVIII di Semarang, November 2021 lalu yang mengajak para kader berpartisipasi dalam kontestasi Pemilu dan Pilkada 2024.

“Hal ini akan dijabarkan secara lebih luas dalam Rakernas Pemuda Katolik, Mei 2022 di Sulawesi Utara mendatang. Pemuda Katolik harus mampu menganimasi para kader untuk terlibat dalam kontestasi Politik di tahun 2024 mendatang,” sebutnya.

Beny juga berharap keterlibatan Pemuda Katolik di bidang politik untuk mendorong penyelesaian sengketa Pemilu Serentak melalui jalur-jalur yang disediakan. “Saat ini beberapa program menyongsong Tahun Politik 2024 sedang digodok di internal Pemuda Katolik, seperti membuat nota kesepahaman dengan Bawaslu di Provinsi Jawa Barat, Papua, Sumatera Utara, dan beberapa provinsi lainnya,” lanjut Beny.

Seminar kali ini menghadirkan beberapa pembicara: Rahmat Santoso (Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI); Moch. Afifuddin (Anggota Bawaslu RI); Fritz Siregar (Anggota Bawaslu RI); Loly Suhenty (Anggota Bawaslu Prov. Jawa Barat); Engelbert Johannes Rohi (Wasekjen KIPP); dan Beny Wijayanto (Ketua Bidang Politik & Kepemiluan PP Pemuda Katolik).

Komcab Kabupaten Semarang dan Pemuda Lintas Iman Tanam 4.000 Pohon di Lereng Gunung Gajah–Potro

0

Kebumen, pemudakatolik.or.id — Lebih dari seratus pemuda lintas organisasi bergerak bersama dalam kegiatan Gerakan Ekologis & Program Kampung Iklim (Proklim) di lereng Gunung Gajah dan Gunung Potro, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (7/12). Kegiatan ini diinisiasi Pemuda Katolik Kabupaten Semarang, bekerja sama dengan KNPI, Organisasi Pemuda Lintas Agama, Pemerintah Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, serta Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III.

Sebanyak 4.000 bibit pohon ditanam, terdiri atas tanaman buah, tanaman penahan longsor, penyangga air, dan jenis tanaman lain. Bibit diperoleh dari BPDAS Pamali Jratun Semarang dan dukungan swadaya masyarakat. Aksi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan Desa Kebumen, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim yang dijalankan pemerintah desa.

Wilayah lereng Gunung Gajah–Potro dipilih karena merupakan kawasan rawan bencana. Pada tahun 2024, daerah ini mengalami longsor besar. Bahkan satu hari menjelang kegiatan, terjadi longsor kecil di sisi lain gunung. Karena itu, penanaman dilakukan dengan menjangkau titik-titik curam dan bukit tinggi melalui aktivitas lapangan yang melibatkan pendakian singkat.

Selain tanaman konservasi, peserta juga menanam jambu biji, kepel, dan matoa di bagian puncak untuk menyediakan pakan bagi monyet ekor panjang (MEP) yang sering memasuki pemukiman akibat berkurangnya sumber makanan di habitat alaminya.

Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Semarang sekaligus Wakil Ketua KNPI Bidang Lingkungan Hidup, Nicolaus Kevin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi awal program ekologis jangka panjang.
“Tiga bulan mendatang, kami akan melakukan Gerakan Pemupukan Tanaman untuk memastikan seluruh bibit yang ditanam dapat dirawat dan dipantau pertumbuhannya,” ujarnya.

Gerakan ini diikuti unsur pemerintah desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, serta berbagai organisasi kepemudaan: Pemuda Katolik, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, PASKOKAT, BANSER, KOKAM, BRIGSENA, IPNU, IPPNU, serta komunitas pecinta alam PALGITRO. Turut hadir pula kader Pemuda Katolik dari Kota Semarang, Salatiga, Kendal, dan perwakilan PASKOKAT Jawa Tengah.

Kegiatan ini sejalan dengan tiga prioritas program Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah, yakni ekologis dan lingkungan hidup, pendidikan, dan manfaat sosial.

Dengan keterlibatan luas lintas sektor dan lintas iman, Gerakan Ekologis di Kebumen diharapkan menjadi model kolaborasi pemuda dalam menjaga kelestarian kawasan perbukitan Gajah–Potro sekaligus membangun kesadaran ekologis masyarakat secara berkelanjutan.

Peduli Iman Murid Katolik, Pemuda Katolik Hadir di SMPN 5 Semarang

0

Semarang, pemudakatolik.or.id — Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Semarang resmi menjalin kerja sama dengan SMP Negeri 5 Semarang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai penyediaan fasilitator pendamping bagi siswa-siswi Katolik di sekolah tersebut.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Semarang, Drs. Nanang Sungkowo, dan Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Semarang, Yohanes M. Arung Palaga, S.I.P., di Ruang Kepala Sekolah SMP N 5 Semarang (8 Desember 2025).

Kegiatan ini turut dihadiri pengurus Pemuda Katolik Komcab Kota Semarang serta jajaran Pengurus Komda Jawa Tengah yang dipimpin Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah, Sdr. Petrus Bangkit Priyo Nugroho. MoU ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan pendampingan ekstrakulikuler katolik bagi siswa Katolik di sekolah negeri, terutama pada kegiatan rutin hari Jumat.

“Kami siap memberikan motivasi dan semangat agar para siswa bertumbuh tidak hanya secara intelektual, tetapi juga dalam iman dan karakter serta memiliki semangat katolisitas di sekolah negeri,” ujar Dafa.

Selaras dengan kerja sama ini, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dalam berbagai kesempatan mengingatkan bahwa pendidikan merupakan bagian dari misi Gereja untuk membentuk kaum muda yang beriman matang dan berkarakter. Pendidikan iman dipandang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan formal, sehingga Gereja perlu hadir untuk mendampingi siswa secara utuh.

Sementara itu, dalam tradisi refleksi Gereja tentang pendidikan, pesan yang kerap dikaitkan dengan Paus Leo XIV menegaskan bahwa pendidikan Kristiani harus membentuk manusia secara integral—akal budi, hati, dan tindakan. Pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga membawa setiap pribadi kepada nilai-nilai kebenaran, martabat, dan kesucian hidup.

Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah, Petrus Bangkit Priyo Nugroho, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan tiga program aksi utama Pemuda Katolik: Aksi Ekologis, Aksi Pendidikan, dan Aksi Kebermanfaatan Sosial.
Ia menegaskan bahwa program ini berjalan bersama dengan siswa Katolik ini merupakan bentuk nyata dari Aksi Pendidikan, karena memberikan ruang perjumpaan yang kokoh bagi generasi muda di sekolah negeri untuk memiliki semangat katolisitas.

“Pemuda Katolik bergerak dalam tiga poros: ekologis, pendidikan, dan kebermanfaatan sosial. Pendampingan ini adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan manfaat bagi generasi muda Katolik, terutama dalam pembinaan iman yang kuat dan karakter yang tangguh,” tegas Petrus Bangkit.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Semarang, Drs. Nanang Sungkowo, menyampaikan apresiasi besar atas terealisasinya kerja sama tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Pendampingan ini sangat diperlukan, terutama pada kegiatan setiap hari Jumat. Kami ingin memastikan semua siswa, termasuk yang beragama Katolik, mendapat layanan pendidikan yang inklusif dan sesuai kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Program pendampingan iman ini akan mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026, yaitu Januari 2026, dan diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat formasi iman siswa Katolik di lingkungan sekolah negeri.

Jaga Soliditas Organisasi, Pemuda Katolik Komda Kalbar Gelar Visitasi ke Komcab Sanggau

0

Sanggau, pemudakatolik.or.id – Demi menjaga ritme dan soliditas organisasi, Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan kegiatan visitasi ke Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Sanggau pada hari Jumat, 6 Desember 2025.

Rombongan Komda Kalbar dipimpin langsung oleh Ketua Hubertus Vincensius Wake, didampingi oleh Bendahara Komda Natasya Clara, Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Hubungan Keluarga Riani, Wakil Sekretaris Bidang Pedesaan dan Perbatasan Hendrawan, serta Koordinator Wilayah Keuskupan (Korwil) Sanggau, Jean Sioloan.

Kedatangan pengurus Komda disambut hangat oleh Pengurus Komcab Sanggau yang dihadiri oleh Ketua Komcab Michael Tio, Sekretaris Kornelius Subandi, Pengurus Komcab Yelik Bambang Daing, dan Penasehat Awam Ali Wilopo.

Ketua Komda Kalbar, Hubertus Vincensius Wake, menjelaskan bahwa kegiatan visitasi ini merupakan agenda penting organisasi.
“Visitasi ini kita lakukan sebagai upaya untuk menjaga ritme organisasi dan juga agar kita tetap terhubung satu dengan yang lainnya. Kami juga dalam visitasi ini ingin mengetahui capaian dan kendala-kendala yang dihadapi teman-teman komcab supaya kita bisa carikan solusi bersama,” ujar Wake.

Kunjungan ini berfokus pada diskusi terbuka mengenai perkembangan organisasi di tingkat cabang, mengevaluasi capaian yang telah diraih, dan mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin menghambat gerak organisasi di Sanggau. Hal ini sejalan dengan komitmen Komda untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh Komcab di wilayah Kalimantan Barat.

Ketua Komcab Sanggau, Michael Tio, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh Komda Kalbar.
“Saya dan teman-teman mengapresiasi langkah Ketua Komda dan Pengurus untuk terjun langsung lewat visitasi ini, sehingga kami pun dapat berdiskusi secara langsung terkait kendala-kendala serta rencana yang akan kami lakukan,” kata Michael Tio.

Kegiatan visitasi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara Komda dan Komcab, serta memotivasi pengurus di tingkat cabang untuk terus aktif dan kreatif dalam menjalankan program kerja organisasi kepemudaan Katolik di Keuskupan Sanggau.

Tiga Komcab Raih Penghargaan Pemuda Katolik Jabar Awards

0

Bekasi, pemudakatolik.or.id — Tiga Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik di Jawa Barat menerima penghargaan dalam ajang Pemuda Katolik Jabar Awards 2025, yang menjadi salah satu rangkaian penting Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Jawa Barat XVIII di Hotel Merbabu, Kota Bekasi, pada 6–7 Desember 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Komcab yang menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola organisasi, kaderisasi, dan pengelolaan media sosial selama tahun berjalan. Plakat penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma.

Komcab yang meraih penghargaan tersebut adalah (1) Komcab Kota Bogor Kategori Kinerja Organisasi Terbaik, (2) Komcab Kota Depok Kategori Kaderisasi Terbaik, (3) Komcab Kota Cirebon Kategori Media Sosial Terbaik

Dalam sambutannya, Stefanus Asat Gusma menekankan bahwa penghargaan ini bertujuan meningkatkan daya saing organisasi di tingkat daerah.

“Penghargaan ini bukan sekadar siapa yang unggul, tetapi tentang konsistensi dalam karya. Pemuda Katolik harus terus relevan dan hadir sebagai garam dan terang bagi bangsa. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh komcab di Jawa Barat untuk semakin berinovasi,” ujarnya.

Muskomda XVIII dihadiri oleh para delegasi Komcab se-Jawa Barat yang mengikuti sidang komisi, pemaparan laporan pertanggungjawaban, dialog strategis, serta perumusan arah gerak organisasi tiga tahun ke depan. Forum ini memperkuat komitmen Pemuda Katolik Jawa Barat dalam pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan karya sosial berbasis iman.

Penutupan musyawarah ditandai dengan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan partisipasi kader di daerah, dan memastikan Pemuda Katolik hadir sebagai agen transformasi sosial di Jawa Barat.

Alfian Syukur Terpilih Jadi Ketua Pemuda Katolik Jawa Barat di Muskomda XVIII

0

Bekasi, pemudakatolik.or.id – Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) XVIII Pemuda Katolik Jawa Barat yang digelar di Merbabu Hotel, Kota Bekasi, 6–7 Desember 2025, resmi menetapkan Alfian Syukur sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat periode 2025–2028.

Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat periode 2022 – 2025, Edi Silaban, dalam sambutannya mengajak seluruh Komisariat Cabang se-Jawa Barat untuk terus merawat persaudaraan dan kebersamaan pasca-Muskomda.

“Muskomda ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana seluruh cabang tetap berjalan bersama dalam satu rumah besar Pemuda Katolik Jawa Barat. Perbedaan adalah kekuatan, persaudaraan adalah fondasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan Pemuda Katolik Komda Jawa Barat telah menunjukkan capaian yang patut dipertahankan, terutama dalam kekuatan daya tahan (endurance) organisasi serta konsistensi gerak kaderisasi di daerah. Ke depan, totalitas pengurus dan anggota menjadi kunci untuk menjaga momentum ini.

“Sebagaimana pesan Mgr. Anton, pergerakan Pemuda Katolik harus semakin diperhitungkan di tengah dinamika bangsa. Muskomda tidak hanya menjadi forum formal, tetapi ruang perjumpaan dari hati ke hati untuk meneguhkan komitmen pelayanan” paparnya.

Gusma juga membahas hasil Rapimnas terakhir, terdapat 12 isu strategis nasional telah dipadatkan menjadi 9 fokus utama terkait Papua, meliputi persoalan konflik akibat PSN, transmigrasi, kekerasan aparat, hingga ketimpangan pembangunan.

Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Romo Samong, menekankan bahwa setiap gerakan Pemuda Katolik harus berakar pada doa, soliditas, serta keberpihakan nyata pada persoalan masyarakat. “Program harus realistis, dapat dieksekusi, dan berdampak langsung bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pernyataan perdananya, Alfian Syukur menegaskan arah kepemimpinannya dengan mengusung visi dan tagline “‘Sabilulungan for Mission’ sebagai semangat gotong royong dalam perutusan.
“Pemuda Katolik Jawa Barat siap bergerak bersama, unggul dalam pelayanan, mandiri secara ekonomi, serta hadir sebagai agen transformasi sosial di tengah masyarakat,” ujar Alfian.

Muskomda XVIII juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, yakni penguatan kaderisasi berbasis iman dan profesionalitas, pengembangan kemandirian ekonomi berbasis potensi daerah, perluasan peran Pemuda Katolik di ruang publik, modernisasi tata kelola organisasi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Sebelumnya kegiatan dimulai dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Moderator Pemuda Katolik Jabar, Pastor Fransiskus Samong, OSC dan Moderator Keuskupan Bogor, Pastor Dionysius Adi Tedjo Saputro.

Turut hadir dalam pembukaan Kabid Organisasi Kesbangpol Jabar Irman Nugraha, Kesbangpol Kota Bekasi, Marwah Zaitun, Anggota FKUB Kota Bekasi Cecep Suherlan, WKRI Kota Bekasi, DPC GAMKI Kota Bekasi, DPD KNPI Kota Bekasi, Pengurus HAAK Dekenat Bekasi, dan Organisasi Lintas Agama Kota Bekasi.

Turut hadir jajaran PP Pemuda Katolik diantaranya yaitu Wakil Ketua Umum Robertus Bondan Wicaksono, Ketua Bidang Kaderisasi dan Pelatihan Yustinus Wuarmanuk, Ketua Bidang Hubungan OKP dan Antar Lembaga Yohanes Boge Parinding, Wasekjen Bidang Pertanian dan Perkebunan Fransiskus Bani.

PEMUDA KATOLIK KALIMANTAN UTARA MENUNTUT KEADILAN DAN KESETARAAN PELAYANAN KEAGAMAAN

0

Tarakan, pemudakatolik.or.id – Atas nama keadilan dan kesetaraan sebagai warga negara, Ketua Pemuda Katolik Kalimantan Utara, Frans Jefri kembali menyuarakan pertanyaan mendasar yang telah puluhan kali disampaikan (6 Desember 2025), namun belum pernah mendapatkan jawaban yang memadai: Di manakah keadilan bagi umat Katolik di Provinsi Kalimantan Utara?

Selama bertahun-tahun, masyarakat Katolik di provinsi ini secara konsisten dan melalui jalur yang semestinya telah memperjuangkan pembukaan Struktur Pelayanan Khusus Katolik pada Kantor Kementerian Agama di empat wilayah utama: Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, dan Kabupaten Tana Tidung. Segala upaya telah ditempuh—mulai dari pengajuan permohonan resmi hingga dialog konstruktif—namun respons yang kami terima hanyalah keheningan dan pembiaran.

Ironisnya, sementara kebutuhan mendesak umat beragama akan pelayanan dasar belum terpenuhi, Kementerian Agama—yang memiliki mandat konstitusional untuk melayani seluruh umat beragama—justru kerap mengalokasikan sumber daya untuk membuka layanan dan struktur baru yang tidak secara langsung menyentuh kebutuhan pokok masyarakat lintas iman. Salah satu fokus yang tampak menonjol adalah pengembangan layanan keagamaan agama tertentu. Padahal, jauh sebelumnya, Kementerian telah mampu melakukan restrukturisasi signifikan dengan memisahkan institusi Pengadilan Agama pada awal tahun 2000. Pertanyaan kami: mengapa untuk pemenuhan hak dasar umat Katolik di Kalimantan Utara, langkah serupa begitu sulit diwujudkan?

Ketimpangan ini semakin nyata ketika membandingkan fasilitas dan alokasi pelayanan. Sebagai ilustrasi, Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, berdiri dengan bangunan yang megah untuk konteks lokal, melayani populasi umat sebanyak 279 jiwa (Data Statistik 2024). Kontras yang sangat mencolok terlihat dengan jumlah populasi umat Katolik di wilayah yang masih belum memiliki layanan Bimas Katolik pada tahun yang sama:

· Kabupaten Nunukan: 20.962 jiwa
· Kabupaten Bulungan: 10.561 jiwa
· Kota Tarakan: 10.048 jiwa
· Kabupaten Tana Tidung: 2.461 jiwa

Apakah jumlah puluhan ribu jiwa ini masih dianggap tidak layak untuk mendapatkan struktur dan pelayanan keagamaan yang resmi, setara, dan bermartabat? Sebagai perbandingan yang adil, di Kabupaten Malinau, di mana Struktur Bimas Katolik telah dibentuk, pelayanan dapat berjalan dengan baik. Fakta ini membuktikan bahwa kebutuhan tersebut nyata dan solusinya dapat diimplementasikan. Maka, kami menggugah rasa keadilan: mengapa empat kabupaten/kota lainnya tidak mendapat perlakuan yang sama? Apakah status kewarganegaraan dan hak konstitusional umat Katolik di daerah-daerah ini dianggap berbeda?

Kami menegaskan: Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami juga tidak menuntut lebih dari yang lain. Yang kami tuntut adalah KEADILAN.

· Keadilan berarti negara hadir secara setara untuk seluruh warganya.
· Keadilan berarti memberikan ruang dan akses bagi setiap pemeluk agama untuk memperoleh pelayanan keagamaan yang layak, sebagaimana dijamin oleh Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 dan prinsip negara hukum yang menjunjung tinggi kesetaraan.

Oleh karena itu, dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia, PEMUDA KATOLIK KALIMANTAN UTARA MENDEKLARASIKAN DAN MENDESAK KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA UNTUK:

  1. Segera membuka dan meresmikan Struktur Bimas Katolik pada Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, dan Kabupaten Tana Tidung.
  2. Menjamin dan menyediakan pelayanan keagamaan yang proporsional, setara, berkeadilan, dan bermartabat bagi seluruh umat Katolik di Provinsi Kalimantan Utara.

Kami percaya bahwa Kementerian Agama RI, sebagai penjaga moral dan kerukunan bangsa, akan menjadikan keadilan sebagai nilai moral tertinggi yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Keadilan bukan hanya untuk sebagian kelompok, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.

Suara ini kami angkat bukan untuk kepentingan kelompok semata, tetapi demi tegaknya martabat, hak konstitusional, dan kesetaraan sebagai warga negara yang hingga saat ini belum juga terpenuhi. Kami akan terus menyuarakannya dengan bijak dan bertanggung jawab, sampai keadilan itu benar-benar ditegakkan.

Pelantikan Pemuda Katolik Komcab Pulang Pisau: Dorong Peran Pemuda dalam Penguatan Potensi Daerah

0

Pulang Pisau, pemudakatolik.or.id — Pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Pulang Pisau di bawah kepemimpinan Fransiskus Gampung, yang dipimpin langsung oleh Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Tengah, Dorothea Sthallhani Jasi, menjadi momentum strategis bagi penguatan kontribusi pemuda katolik dalam pembangunan daerah (Jumat, 28 November 2025)

Kabupaten Pulang Pisau, yang dikenal dengan potensi pertanian, perkebunan, perikanan, serta kawasan strategis food estate, membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kapasitas, jejaring, dan orientasi pada inovasi.

Dalam konteks ini, Pelantikan Komcab dan penyelenggaraan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) menjadi langkah penting untuk menyiapkan pemuda Katolik sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Dorothea S. Jasi menegaskan bahwa Pemuda Katolik harus hadir sebagai agen penggerak yang mampu memberikan nilai tambah terhadap potensi Pulang Pisau.

“Pulang Pisau memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian dan pangan. Pemuda Katolik harus menyiapkan diri sebagai kelompok yang memahami strategi hilirisasi, penguatan UMKM, dan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Jasi.

Ia menekankan bahwa kontraibusi pemuda tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial-keagamaan, tetapi perlu bergerak pada ranah transformasi ekonomi, edukasi masyarakat, dan penciptaan ruang kolaborasi lintas sektor.

Ketua Komcab, Fransiskus Gampung, menegaskan kesiapan pengurus untuk membangun gerakan yang tidak hanya struktural, tetapi juga substantif.

“Kami ingin Pemuda Katolik Pulang Pisau hadir sebagai kekuatan pembangunan. Dengan potensi daerah yang besar, kami berkomitmen menciptakan program yang relevan, inovatif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pelantikan dan Rakercab ini menandai babak baru kehadiran Pemuda Katolik di Pulang Pisau—bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang mampu bersinergi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha lokal. Dengan pengurus yang baru, Pemuda Katolik Komcab Pulang Pisau diharapkan menjadi wadah pemuda yang adaptif, progresif, dan berorientasi masa depan dalam mendukung kemajuan Kalimantan Tengah.

Audiensi dengan KSP, Pemuda Katolik Kalteng Tegaskan Komitmen Kebhinekaan

0


Jakarta, pemudakatolik.or.id — Komisariat Daerah Pemuda Katolik Kalimantan Tengah berkomitmen memperkuat peran generasi muda dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama, sejalan dengan Asta Cita ke-8 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tentang penguatan kebhinekaan dan kebudayaan Indonesia.

‎Komitmen ini disampaikan Ketua Komda Pemuda Katolik Kalteng, Dorothea Sthallhani Jasi, dalam pertemuan dengan Christ Nugroho, Tenaga Ahli Madya Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP), pada Senin, 24 November 2025 di Jakarta.

‎Christ Nugroho, yang juga senior Pemuda Katolik, menekankan pentingnya organisasi kepemudaan memiliki kader berkualitas untuk mengawal program-program strategis nasional. “Generasi muda harus jadi garda terdepan dalam menjaga toleransi dan kebhinekaan, terutama di daerah multikultural seperti Kalimantan Tengah,” ujarnya.



‎Menanggapi hal tersebut, Jasi menyatakan kesiapan Pemuda Katolik Kalteng untuk aktif dalam penguatan wawasan kebangsaan dan dialog lintas agama. “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan organisasi kepemudaan lain untuk mewujudkan Kalteng yang rukun, maju, dan inklusif,” katanya.

‎Komitmen ini telah dibuktikan melalui pelaksanaan Deklarasi Damai Huma Betang Lintas Iman pada September 2025 lalu. Deklarasi yang melibatkan lima organisasi kepemudaan lintas iman tersebut menjadi tonggak kolaborasi dalam menjaga kedamaian dan pembangunan Kalimantan Tengah, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Kalteng dan jajaran Forkopimda.



‎Pemuda Katolik Kalteng juga berkomitmen mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah di Kalimantan Tengah.

‎Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Pemuda Katolik, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam membangun Kalimantan Tengah yang lebih baik.

Muskomda XVIII di Kota Bekasi: Pemuda Katolik Jabar Mantapkan Konsolidasi dan Arah Gerakan Baru

0

Kora Bekasi, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Barat (Pemuda Katolik Jabar) menegaskan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) XVIII pada 6–7 Desember 2025 di Merapi Merbabu Hotel, Kota Bekasi.

Ketua Steering Committee (SC), Arnoldus Simbolon, menekankan bahwa Muskomda XVIII merupakan forum strategis bagi Pemuda Katolik Jabar untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi kinerja organisasi periode 2022–2025, serta merumuskan arah gerakan baru yang relevan dengan dinamika sosial dan budaya Jawa Barat.

“Jawa Barat selama ini menjadi role model secara nasional. Karena itu, seluruh delegasi diharapkan membawa gagasan visioner yang mampu memperkuat kontribusi Pemuda Katolik di bidang sosial, budaya, kemasyarakatan, dan pelayanan publik, sehingga organisasi ini semakin relevan di era baru,” ungkap Arnoldus.

Dengan mengusung tema “Meneguhkan Peran Pemuda Katolik dalam Membangun Peradaban Jabar yang Istimewa”, momentum Muskomda XVIII diharapkan menjadi landasan pembaruan gerakan sekaligus penguatan peran Pemuda Katolik dalam pembangunan daerah.

Ketua Organizing Committee (OC), Andri Andreas Saragih, memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung dan panitia siap menyambut ratusan peserta yang hadir. Muskomda XVIII akan diikuti oleh Pengurus Pusat, Pengurus Komda, Dewan Pembina, tamu undangan, serta delegasi dari 15 Komisariat Cabang Pemuda Katolik Jabar.

Menurut Andri, pelaksanaan Muskomda di Kota Bekasi memiliki makna strategis karena wilayah ini mencerminkan karakter Jawa Barat yang urban, multikultural, dan dinamis. Ia menegaskan bahwa Pemuda Katolik Jabar harus mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, mulai dari isu ketimpangan sosial, penguatan literasi digital, tata kelola lingkungan hidup, hingga peningkatan daya saing pemuda.

“Melalui Muskomda XVIII ini, Pemuda Katolik Jabar berharap lahir keputusan-keputusan penting yang memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas kader, serta memperluas jaringan kolaborasi dengan pemerintah, lembaga masyarakat, komunitas lintas iman, dan jejaring profesional pemuda,” tutup Andri.

Gubernur Andra Soni Sambut Pemuda Katolik Komda Banten, Dorong Sinergi untuk Banten yang Toleran dan Maju

0

Banten, pemudakatolik.or.id – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Banten melakukan audiensi dengan Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP., dalam rangka menjalin silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan lintas iman. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten terbuka bagi seluruh golongan dan sangat mendukung berbagai kegiatan positif yang dilakukan organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Katolik.

“Masyarakat Banten terbuka untuk semua golongan. Pemerintah Provinsi Banten siap berkolaborasi dan mendukung kegiatan Pemuda Katolik dalam upaya menjaga kondusivitas dan toleransi,” ujar Gubernur.

Beliau juga menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan faktor kunci kemajuan suatu daerah, sejalan dengan sejarah Kesultanan Banten yang telah dikenal sebagai wilayah terbuka dan menjunjung tinggi keberagaman.

Gubernur Andra Soni memaparkan beberapa langkah pembauran utama dalam menjaga toleransi dan keharmonisan di Banten, antara lain:

  1. Kerukunan sebagai mesin pembangunan.
  2. Pentingnya forum komunikasi dan diskusi.
  3. Keberagaman sebagai kekuatan.
  4. Meningkatkan literasi digital.
  5. Dukungan untuk gerakan pemuda lintas iman.

Sementara itu, Ignatius Arie Titahelu, Ketua Pemuda Katolik Komda Banten Periode 2025–2028, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur atas waktu dan perhatian yang diberikan.

Dalam audiensi tersebut, Arie memaparkan Visi Pemuda Katolik:

“Terwujudnya organisasi basis yang mandiri, kontekstual, dan berdaya saing melalui komitmen pemberdayaan sumber daya kader serta keterlibatan karya nyata bagi Gereja dan Tanah Air.”

Adapun Misi Pemuda Katolik, meliputi:

  1. Mensinergikan potensi kader di berbagai bidang dan level keahlian,
  2. Membangun sistem distribusi kader yang berkelanjutan,
  3. Mengaktifkan jaringan yang saling mendukung demi terwujudnya visi organisasi.

Arie menegaskan bahwa Pemuda Katolik Banten siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat toleransi, pembauran sosial, serta pembangunan daerah.

“Ada banyak ruang kolaborasi yang dapat kami lakukan bersama pemerintah daerah, terutama untuk menjadikan Banten lebih toleran dan maju. Kami siap mendukung program pemerintah di tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi,” ungkapnya.

Arie juga menegaskan bahwa paradigma organisasi kepemudaan saat ini telah berubah. Pemuda Katolik, katanya, tidak lagi berorientasi pada pengambilan anggaran pemerintah, tetapi lebih pada peran aktif sebagai mitra strategis dalam mendukung dan mengawal program pembangunan.

“Organisasi kepemudaan sekarang bukan lagi soal mengambil anggaran dari APBD. Fokus kami adalah mengawal, mendukung, dan bermitra dengan pemerintah untuk mensukseskan program-program pembangunan melalui kolaborasi. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi,” tegas Arie.

Dalam kesempatan tersebut, Pemuda Katolik Banten juga secara resmi mengundang Gubernur Andra Soni untuk menghadiri Pelantikan Pengurus Komda Banten yang akan dilaksanakan pada 24 Januari 2026.

Melalui audiensi ini, Pemuda Katolik Banten berharap kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dapat terjalin semakin erat, sehingga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat persatuan dan pembangunan di Provinsi Banten.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum beserta jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik, serta para pengurus Komda Banten yang hadir untuk mengikuti agenda audiensi tersebut.