Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
August 03, 2017

Michelle: Pendidikan Pancasila Mesti Jadi Kurikulum Wajib

Michelle Wondal (tengah) diapit Ketua Bidang OKK dan Ketua LPK PP Pemuda Katolik

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal mengatakan untuk membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda, maka organisasi kemasyarakatan (Ormas) perlu melakukan pendidikan secara masif melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Untul Pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila mesti menjadi kurikulum wajib termasuk juga budi pekerti,” tegas Michelle Wondal di Jakarta, Selasa (1/8).

Sedangkan pendidikan nonformal, menurut Michelle, antara lain dapat dilakukan dengan cara tukar menukar pelajar antardaerah dan antarpulau. Selain itu, live in di masyarakat sehingga terjadi interaksi satu sama lain. Hal ini dimaksudkan supaya generasi muda mengenal Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada. Kegiatan lainnya adalah lomba seni atau budaya dalam bentuk lagu daerah dan lagu nasional.

Pada bagian lain, Michelle mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. Toleransi, menurut Michelle, bukan sekadar dialog untuk membicarakan perbedaan tapi diperlukan sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita.

“Dengan demikian, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat berlandaskan Pancasila, UUD 1945 sehingga dapat menjadi benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme,” tegas Michelle.

Michelle yang juga staf ahli DPR RI ini mengingatkan kepada setiap Pemuda untuk melakukan berbagai program organisasi guna membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda.

Menurut Michelle, pemerintah juga wajib untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Ormas. Dengan begitu, kata Michelle, penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat berjalan baik. Sebab pendidikan karakter akan dapat menjadi benteng yang kuat untuk memfilter terhadap ideologi yang masuk ke Indonesia.

“Kami yakin, bila Pancasila dipahami dan dilaksanakan secara benar dan konsisten maka generasi muda tidak akan terpengaruh dengan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Michelle.

Michelle mengusulkan kepada pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendikdikti untuk melakukan sosialisasi secara masif terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara khusus, Michelle mengimbau Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk merumuskan soal pendidikan Pancasila agar secepatnya masuk dalam mata pelajaran dan mata kuliah.

Untuk mengkonkretkan gagasan tersebut, Michelle meminta Kemendikbud dan Kemenristekdikti agar bekerja sama dengan MPR guna menyusun soal pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

“Jadi, sosialisasi Pendidikan Pancasila saat ini harus dilakukan secara masif di semua kalangan masyarakat Indonesia,” tegas Michelle.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
August 01, 2017

Pemuda Katolik Sikka Bantu Seragam Sekolah Bagi Siswa Tidak Mampu

Ketua Komcab Sikka Andi Pio memberikan bantuan perlengkapan sekolah (dok.PK)

Sikka, NTT – Kehadiran organisasi Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Sikka memilik rasa tanggung jawab yang besar bagi warga yang tidak mampu disekitarnya.Rasa kepedulian dan kepekaan ini tertanam dalam diri kepengurusan Pemuda Katolik ini. Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka  memberikan bantuan seragam kepada 6 orang anak yang menempuh pendidikan di sekolah dasar.Bantuan yang diberikan kepada mereka karena 6 generasi penerus ini belum ada seragam sekolah karena orang tua tidak mampu membelinya.

Kedatangan Pengurus ini yang terdiri dari, Ketua Pemuda Katolik Sikka, Gaudensius Andi Pio yang di dampingi oleh Wakil sekretaris I Bram Kopong dan pengurus lainya seperti wakil ketua bidang kesehatan dan narkoba Elisabet Sangu, wakil Ketua bidang Pemuda dan Olahraga Boy Pitang, wakil ketua bidang Hukum dan Ham Yoseph Nong Soni, serta wakil ketua bidang Hubungan antar lembaga Jedison Yoseph ini langsung disambut oleh sejumlah anak-anak yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Sebelum memberikan bantuan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik ini meminta mereka memperkenalkan diri dan memberikan permainan  kepada mereka sehingga mereka bisa terhibur dari penderitan yang di alami.

Ketua Pemuda Katolik Sikka Gaudensius Andi Pio saat ditemui ,Minggu(30/07) di Desa Wair Koja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka pada saat memberikan bantuan tersebut mengatakan bantuan yang kami berikan berupa pakaian seragam sekolah dasar kepada 6 orang anak tersebut. Selain memberikan pakaian seragam sekolah ini kita juga memberikan sepatu sekolah, kaos kaki, buku tulis dan bolpoin kepada mereka. Mereka 6 orang anak terdiri dari Maria Donata Dua, Yuliana oktovia, Fransiskus Moa, Benediktus Noventus, Desi Natalian,  dan Rian Andrian .

“Kedatangan kita kesini untuk memberikan bantuan kepada mereka,karena kita mendapatkan informasi dari salah satu pengurus bahwa orang tua mereka tidak mampu membeli seragam sehingga kita datang memberikan bantuan kepada mereka.bantuan yang kita berikan tidak seberapa ,yang penting awal ini mereka bisa memakai seragam sekolah.Sedikit dari kami untuk mereka yang sangat membutuhkan dan semoga bermanfaat bagi mereka”Tandasnya.

Ia mengatakan kedepan nantinya organisasi Pemuda Katolik ini akan memdampingi mereka sehingga mereka berenam ini tidak putus sekolah. Kita akan berusaha cari dana agar  bisa membantu membiayai sekolah mereka ini.

Hal yang sama juga ditambahkan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik mengatakan,Bantuan yang kita berikan jangan dilihat dari nilai atau harga kecil besar ,sedikit atau banyak tetapi dari ketulusan hati kami. Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak sehingga mereka bisa bergabung belajar bersama teman-teman lainnya di sekolah.

“Bantuan kami tidak sampai disini saja tetapi kami akan terus dan terus mendampingi anak-anak ini juga anak-anak lainnya yang butuh dampingan.Ini juga adalah salah satu program kerja organisasi Pemuda Katolik Sikka yang akan menjadi agenda tetap kami”ucap Edison pegawai di Kantor Bupati Sikka ini.

Edison mengatakan selain berbagi kasih,kami juga akan berbagi pengalaman atau sering bersama anak-anak ini dengan memberikan pengetahuan seperti bermain dan bernyanyi. (moat)

Sticky
0
July 30, 2017

Tarsisius Lemba : Mari Bergabung dengan Ketulusan

Foto Bersama seusai acara Mapenta Komda DKI (Dok.PK)

Jakarta – setelah lama hadir tanpa berita, sabtu (29/07) bertempat di Graha IKUD, Jakarta Selatan Pemuda Katolik Komda DKI menggelar Masa Penerimaan Anggota (Mapenta). Mapenta sendiri dihadiri oleh kurang lebih 50-an calon anggota. Ketua Komda DKI Jakarta Tarsis Lemba dalam keterangannya menyampaikan bahwa ini kali ke 3 (tiga) Mapenta dilaksanakan di DKI Jakarta dan pertama kali dalam kepengurusan yang dia pimpin.

Tarsis panggilan akrabnya dalam sambutannya mengajak seluruh kaum muda yang ada di DKI Jakarta untuk bergabung bersama dalam wadah Pemuda Katolik. “Bergabung dengan Ketulusan, pasti dapat berkembang. Pemuda Katolik sebagai tempat menempa diri dan mengembangkan kemampuan” ungkapnya dengan semangat.

“Jangan berorientasi pada uang jika ingin bergabung diorganisasi ini, yang ada kita yang harus keluar uang untuk membesarkan organisasi ini, karena merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat katolik” tegas putra asli NTT tersebut disambut tepuk tangan hadirin.

selain itu Tarsis, PP Pemuda Katolik juga hadir dan  memberikan sambutan yang diwakili oleh Ketua Bidang OKK, Stefanus Asat Gusma, dalam sambutannya gusma menyampaikan ada 2 (dua) syarat mutlak untuk menghadirkan Pemuda Katolik sampai ketingkat ranting yaitu : utuh Prosesnya dan utuh strukturnya, memang butuh “effort” lebih untuk membangun organisasi tapi dengan semangat kebersamaan yang kita miliki pasti semua bisa tercapai.

Kepada 50 – an calon anggota yang hadir pada acara pembukaan Mapenta tersebut, gusma berpesan agar  berproses secara bersungguh –  sungguh, jangan sampai Muntaber (Mundur Tanpa Berita), ungkap Gusma yang disambut tawa para calon anggota.

Acara Mapenta sendiri mengambil tema “Menjadi Kader Militan untuk Gereja dan Tanah Air”. Dibuka oleh Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi dan dihadiri DR. Iryanto Djou, Lucius Karus (Pengamat Politik dari FORMAPPI) dan Wilhem Yani Wea (anggota DPRD Prop. DKI Jakarta.) , PP Pemuda Katolik yaitu : Kikin Tarigan (Ketua LPK) dan Stefanus Asat Gusma (Kabid OKK) hadir pula Bpk. Hieronimoes Hilapok (Komisaris BUMN Adhi Karya) dan DR. Marningot Tua Natalis Situmorang (Ketua Umum Pemuda Katolik periode 2006 – 2012). (ast)

Sticky
0
July 30, 2017

Bupati Sikka Tantang Pemuda Katolik untuk Berwirausaha

Bupati Sikka dan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan,Andreas Hugo Parera Foto bersama dengan peserta rakercab Pemuda Katolik Sikka (dok. PK)

SIKKA,NTT – Dalam kegiatan rapat kerja cabang Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka, yang berlangsung di Sabtu (29/07) di Hotel Wailiti, Kelurahan Wolomarang,Kecamatan Alok Barat,Kabupaten Sikka.Dalam acara pembukaan ini,Bupati Sikka  Drs Yoseph Ansar Rera dalam sambutannya menantang organisasi Pemuda Katolik terutama pada kader-kadernya untuk berwirausaha.Baginya, Pemerintah Daerah siap memfasilitasi organisai Pemuda Katolik untuk membuat usaha kecil menengah karena sejalan dengan program organisasi tersebut.

“Saya sangat menarik dengan program organisasi Pemuda Katolik ini adalah salah satunya menghidupkan usaha kecil menengah.Itu berati mengajak para pemuda untuk berwirausaha.Kalau ini dimulai dari organisasi Pemuda Katolik ini, kita siap fasilitasi karena program ini sejalan dengan program pemerintah sekarang”Tandas Ansar

Dikatakannya, Kabupaten Sikka sekarang telah memiliki Sikka Inovasi Center (SIC) yang bisa dimanfaatkan oleh organisasi tersebut karena kader-kader Pemuda Katolik bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah ini, sehingga mereka akan mengembangkan di organisasi ini.Kita akan memberikan pelatihan kepada mereka sampai mereka memiliki ketrampilan sehingga bisa berwirausaha dan kita akan memberikan modal yang berasal dari pemerintah.

“Kalau berwirausaha ini mulai dari organisai Pemuda Katolik ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan bersenergi dengan organisasi-organisasi Katolik lainnya seperti OMK,WKRI,ISKA dan PMKRI .Organisasi Katolik ini harus sinergi agar bisa berjalan dengan berbarengan .Inilah Kader Katolik yang bisa membantu gereja untuk mengembangkan dan meningkatkan iman umat serta memenuhi kebutuhan umat”Ucapnya

Bupati Sikka juga meminta organisai Pemuda Katolik untuk terus bersinergi dengan organisasi Pemuda lainnya dalam rangka mengembangkan kabupaten Sikka ini karena Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun kabupaten Sikka ini.

Selain itu juga,Bupati Sikka meminta dalam rapat kerja cabang ini agar organisasi ini bisa menyusun program secara baik .Kalau sudah dirumuskan dengan baik programnya ,semua pengurus harus melaksanakan program tersebut.

Ditambahkan Ansar, Dirinya mengapreasi organisasi Pemuda Katolik ini sejak dilantik memiliki semangat yang tinggi untuk membesarkan organisasi ini.Pemuda Katolik harus bisa tampi beda dengan organisasi pemuda lainnya.Pemuda Katolik sebagai kader bangsa memiliki tugas berat ,bagaimana kita memperjuangkan empat konsesus kebangsaan kita.Organisasi ini juga harus memperjuangkan misi dan iman katolik  dalam setiap kegiatan.

Sementara itu,Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, Andreas Hugo Parera (AHP) meminta agar kader-kader organisasi dari Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Sikka untuk bisa mengambil bagian disetiap panggung-panggung yang ada seperti panggung politik,ekonomi ,sosial dan lain-lainnya.

Menurutnya, Banyak sekali keterlibatan organisasi Pemuda Katolik pada zaman itu karena  sangat erat dengan kehadiran Partai Katolik.Organisasi Pemuda Katolik adalah bagian dari alat perjuangan dari kelompok minoritas Katolik dan memiliki ekstensi di Rebuplik Indonesia.Organisasi ini menjadi salah satu kekuatan dan pilar untuk menjaga kemerdekaan RI.Itulah yang membuat organisai Pemuda Katolik dan Partai Katolik sangat eksis di zaman itu.Banyak sekali tokoh-tokoh Katolik yang lahir  dari organisasi ini dan menjadi tokoh-tokoh di tingkat nasional tersebut.

Lanjutnya,Sudah cukup sangat lama kader-kader Pemuda Katolik ini tidak terlibat secara intensi dalam setiap panggung yang ada seperti panggung politik,ekonomi ,sosial ,dan budaya  yang ada di Indonesia .Inilah adalah sebuah tantangan .Organisasi ini sangat diperlukan sekali di Indonesia, dimana kader-kader yang lahir dari organisasi dapat mengisi panggung-panggung yang ada di setiap tingkatnya masing-masing.

“ Kader-kadernya  Pemuda Katolik bukan saja mengambil bagian dari panggung politik tetapi panggung ekonomi,sosial,budaya  dan lain-lain di Rebublik Indonesia sesuai dengan tingkatannya masing-masing .Setiap panggung yang ada harus diisi oleh kader-kader Pemuda Katolik sesuai dengan kemampuan masing-masing .”Tegas Politisi PDI Perjuangan ini.

Anggota DPR RI dari daerah Pemilihan NTT I meminta agar kader-kader Pemuda Katolik untuk bisa mengisi panggung-panggung yang ada sesuai dengan kampablitas yang kita miliki sehingga kita menjadi profesional sesuai dengan bidang kita masing-masing.Jangan semua kader Pemuda Katolik untuk masuk dalam politik  karena politik terlalu sempit ruangannya dimana pembicaraanya besar tetapi ruangan sangat sempit sekali.Masih ada ruang-ruang yang lainnya dalam kehidupan kita yang diisi oleh kader-kader Pemuda Katolik karena itu juga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat kita .

Andreas Hugo Parera menambahkan,Selamat mengikuti kegiatan rapat kerja cabang Pemuda Katolik Kabupaten Sikka bagi semua pengurus Pemuda Katolik.Tentunya dalam program kerja yang sudah disusun sesuai dengan tingkat lokal sehingga kita bisa melaksanakan program tersebut dengan secara baik .

Ia  berharap,rakercab Pemuda Katolik bisa sukses.kami dengan senang hati dan akan memberikan suport apa yang bisa kami lakukan kepada organisasi ini , untuk kepentingan gereja ,masyarakat ,bangsa dan negara .

“Selamat melaksanakan rakercab ini .Buatlah program-program  yang bisa kita kerjakan sehingga bisa ada makna dan berguna langsung bagi masyarakat.Ini penting sekali karena sebuah jawaban kepada masyarakat kita bahwa Pemuda Katolik mempunyai arti untuk masyarakat dan bangsa ”Imbuh Andre putra asli kabupaten Sikka ini. (moat)

Sticky
0
July 30, 2017

Pemuda Katolik Komcab Sikka Gelar Rakercab

Foto Bersama Seluruh Pengurus Komcab Sikka (Dok. PK)

 

SIKKA, NTT – Organisasi Pemuda Katolik yang memiliki Visi menjadi organisasi kader yang handal bagi kaum muda Katolik dalam berkiprah untuk gereja dan tanah air .Sedangkan Misi organisasi ini mewujudkan kader-kader muda Katolik yang berjiwa Kristiani dan memiliki semangat kebangsaan.

Organisasi Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka yang mengalami kevakuman baik pada aktivitas organisasi maupun struktur kepengurusannya yang disebabkan minimnya jumlah anggota yang ada.Atas dasar inilah Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Katolik merekomendasikan dan memberikan mandat kepada Careteker Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Sikka untuk melaksanakan Mapenta (Masa Penerimaan Anggota) DAN MUSKOMCAB (Musyawarah Komisariat Cabang) sebagai jawaban atas hasil kongres dan kepemimpinan Pemuda Katolik Masa bhakti 2015-2018.

Pada bulan Maret 2017 ,Pemuda Katolik Cabang Sikka melaksanakan MAPENTA dan MUSKOMCAB. Dalam MAPENTA ini sebanyak 82 orang muda bergabung dalam organisasi Pemuda Katolik sedangkan dalam MUSKOMCAB tersebut terpilihlah Gaudensius Andi Pio sebagai ketua Pemuda Katolik  Cabang Kabupaten Sikka. Perjalanan organisasi Pemuda Katolik terus mengalami kemajuan dimana pada bulan Juni tahun 2017, Pengurus Pemuda Katolik Cabang Sikka dilantik oleh Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik NTT ,Ronal da Gomez.

Organisasi ini tidak berhenti saja, Bertempat di Hotel Wailiti, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Sabtu (29/07), Pemuda Katolik Cabang Kabupaten Sikka mengadakan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) untuk menyusun program kegiatannya dengan masa periode 2017-2020. Dalam acara pembukaan rakercab ini, Ketua Pemuda Katolik komisariat cabang Kabupaten Sikka, Gaudensius Andi Pio melalui sekretarisnya Yohanis S.T Joka mengatakan memiliki komitmen untuk pembentukan komisariat anak cabang di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Sikka. Sehingga pada tahun 2018, Pemuda Katolik ditingkat kecamatan yang ada di kabupaten Sikka kepengurusannya sudah terbentuk.Pada tahun 2020, semua pembentukan komisariat  Kecamatan sampai di tingkat desa dan kelurahan Pemuda Katolik sudah terbentuk semua.

Ia mengatakan dalam kepengurusan ini ada 4 program yang menjadi prioritas yakni: pertama, pembentukan lembaga pengajian kebijakan publik, kedua pemberian bantuan beasiswa bagi pelajar, ketiga pembentukan UKM dan terakhir Pembentukan kepengurusan Pemuda Katolik mulai tingkat Kecamatan dan Kelurahan atau Desa.

Yohanis S.T Joka menjelaskan Pemuda bukan hanya sebagai sasaran obyek dari sebuah pembangunan tetapi lebih dari itu pemuda sebagai pelaku dari setiap proses pembangunan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Pemuda harus diberi ruang untuk berpartipasi dalam proses pembangunan mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat kabupaten.Proses pembagunan di kabupaten Sikka ini dapat berjalan dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat dilibatkan termasuk Pemuda Katolik. Pendistribusian kader muda dalam setiap tugas dan karya termasuk birokrasi pemerintah perlu dilakukan dan  hal ini telah dilakukan oleh pemerintahan saat ini dan Pemuda Katolik Cabang Kabupaten Sikka siap mendukung dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.

Sekretaris Pemuda Katolik ini,mengatakan, Pemuda Katolik adalah sebuah organisasi kader yang dijiwai oleh nilai kekatolikan dan semangat oleh nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, dalam segala bentuk pembinaan dan perjuangan harus dilandasi oleh nilai-nilai cinta kasih sehingga benar apa yang dikatakan IJ.Kasimo 100% katolik ,100% Indonesia. Pemuda Katolik harus menjadi garam dan terang dalam mendukung kerja-kerja nyata gereja dan bangsa.

“Moment rakercab ini merupakan salah satu kegiatan Pemeuda Katolik guna membentuk kader yang militan dan bermartabat serta peka terhadap persoalan-persoalan kemasyarakatan. Rakercab merupakan forum untuk menyusun program-program kerja keorganisasian yang mampu memberikan energy dan kontribusi positif demi mempercepat akselarasi pembagunan kepemudaan dan kesejahteraan masyarakat pada umummnya dalam terang ilahi” Harapnya

Sementara itu ketua Panitia Rakercab, Mauritius Efrem da Rato mengatakan Rapat kerja cabang merupakan bagi kader pemuda katolik untuk menyatukan semua pemikiran-pemikiran strategis dan konstruktif guna memantapkan dan memajukan organisasi pemuda katolik di masa depan khususnya di tiga tahun mendatang. Kesadaran kegiatan hari ini merupakan sumber semangat dan inspirasi bagi kader pemuda Katolik untuk turut memiliki semangat rela berkorban bagi gereja dan menyatukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok karena esensi dari kegiatan rapat kerja cabang hari ini kader pemuda katolik harus menjadi garam dan terang dunia.

Lanjut Guru SMA Negeri Bola ini tujuan rakercab dalam rangka mewujudkan wadah pemuda katolik ini menjadi tempat untuk membentuk otak watak dan iman setiap kader seraya mengikuti perubahan jaman dengan selalu mewarisi energi kesetiakawan dan cahaya kebangkitan bagi sesama kita yang menghuni alam ini agar dapat menjadi solusi atas berbagi persoalana yang dihadapi gereja, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Ia juga meyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dengan caranya masing-masing sehingga terlaksananya kegiatan rapat kerja cabang pemuda katolik komisariat kabupaten Sikka periode 2017-2020 Semoga kekuatan iman dapat membuka mata hati kita untuk menyongsong pemuda katolik yang makin suskses dalam medan pengabdian. (moat)

Sticky
0
July 25, 2017

KETUA PEMUDA KATOLIK ENDE: MARI KEMBALIKAN ARAH SEJARAH

Foto Berrsama Ketua Pemuda Katolik Komcab Ende (dok.Pk)

Ende – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende bekerja sama dengan Pemuda Desa dan Kementrian Dalam Negri, menggelar seminar dengan tema “ Mengawal Kebhinekaan Dari Ancaman Radikalisme”. Kegiatan yang berlangsung di SMA Mutmainah-Ende ini menghadirkan pembicara Dandim Ende, Ketua NU Ende, dan Ketua Pemuda Katolik Komcab Ende.

Ketua Pemuda Katolik Ende, Rae Agustinus dalam kesempatan itu mengatakan, sudah saatnya masyarakat khususnya kaum muda mengembalikan arah sejarah. “saudara/i, sudah semestinya dan segera mungkin kita kembalikan arah sejarah. Sejarah bangsa tentang nasionalisme dan kebhinekaan yang dalam sepuluh tahun terakhir berusaha dibelokan oleh kaum radikalis melalui gerakan-gerakan intoleran, kekerasan, kebencian, mesti kita kembali luruskan seperti sedia kala, seperti yang dicontohkan leluhur kita”.

Lanjutnya, hal tersebut tidak boleh didiamkan karena praktek ilfiltrasi gerakan tersebut telah berhasil masuk ke dunia pendidikan dan bahkan di dalam pemerintahan. Kasus intoleransi juga terus meningkat. Peningkatan kasus salah satunya dibuktikan dengan laporan Komnas Ham yang menunjukan peningkatan kasus intoleransi dari tahun ke tahun.

Praktek ini dalam rentang kira-kira sepuluh tahun terakhir secara perlahan mengubah wajah bangsa dari toleran ke intoleran, dari yang dulunya rukun mengarah ke saling curiga bahkan saling membenci.

Beliau mengungkapkan pentingnya bergerak bersama. “Sekarang ini pemerintah sudah mulai tegas memberantas radikalisme melalui program deradikalisasi, bela negara, pemblokiran situs radikal, bahkan menerbitkan Perppu. Tetapi perlu dingat, upaya-upaya itu hanya akan berhasil bila ada kesadaran di dalam masyarakat untuk bergerak bersama dengan berbagai cara”.

Mari, kita kembalikan arah sejarah, tegas Rae Agustinus dalam seminar tersebut.

Seminar ini dijadwalkan akan diselenggarakan lagi di SMA Muhammadyah Ende, pada tanggal 25 Juli 2017. Pihak penyelenggara akan mengadirkan berbagai pihak yang berkompeten guna memberikan pencerahan kepada kaum muda tentang pentingnya mengawal kebhinekaan dan menjaga persatuan bangsa. (agt)

Sticky
0
July 25, 2017

Pemuda Katolik Ajak Seluruh Komponen Bangsa, pahami Semangat Perppu dengan penuh persaudaaran sejati.

Komda Lampung bersama 9 ormas listas agama lainnya (dok.Pk)

Lampung – Sebanyak 10 Ormas lintas Agama di Lampung menyatakan sikap bersama mendukung Perpu No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan UU No. 17 tahun 2013 mengenai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Senin 24 juli 201 bertepat di Sekretariat PW GP Ansor. Menurut Ketua GP. Ansor Lampung Hidir Ibrahim,”Perpu ini diterbitkan tidak ditujukan kepada organisasi berlabel SARA. Tetapi Perpu ini ditujukan kepada Ormas yang ingin mengubah Pancasila dengan Ideologi Asing. Padahal Pancasila sudah final sebagai Ideologi Indonesia”. Ditambahkan Hidir Ibrahim, Perppu diterbitkan pemerintah sudah mewakili kepentingan kebersama, kami minta juga Pemerintah membentuk lembaga yang bertugas melakukan verifikasi terhadap Ormas.

Ditempat yang sama Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso, menyampaikan bahwa Penerbitan Perpu No.02 tahun 2017 tentang keormasan ini telah membawa pro dan kontra, dan perbedan pandangan, ini tentu manjadi gejolak, kekawatiran serta membawa kehidupan masyarakat yang tidak sehat. Maka kami menggajak seluruh komponen bangsa untuk sama sama menahan diri, bersikap arief, tidak menebar kebencian dan perpecahan. Mari kita sama saling melepaskan ego dan kepentingan masing2 kelompok, suka Ras dan Agama. Kita ciptakan iklim yang kondusif, sehat, ramah, penuh dengan persaudaraan sejati demi kepentingan yang lebih besar yaitu keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai.

“Mari kita sama sama memahami, bahwa semangat Perpu di terbitkan tidak lain tidak bukan adalah semangat untuk menjaga keutuhan tegaknya NKRI, dari ancaman ancaman paham2 yang jauh dari nilai2 dan semangat Pancasila” tandasnya. Kami meyakini Perpu ini merupakan payung hukum yang kuat bagi kita untuk menegakkan dan keutuhan seluruh komponen Bangsa. Marcus juga minta Pemeritah bijak, dengan tetap mengedepankan kebebasan berserikat dan berkumpul bagi warganya. Kebebasan dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab dibawah dan semangat Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika” tegasnya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut PW. GP Ansor Lampung, Pemuda Katolik lampung, PMKRI, GMKI, Hikma Budis, Gema Budhi, Peradah, PMII, Repdem dan FAPP Lampung. (mbs)

Sticky
0
July 15, 2017

Ngopi Senja Ala Pemuda Katolik

Pengurus Pusat Pemuda Katolik bersama Para Ketua Komda

Jakarta – Tawa renyah dan gelak tawa tidak mengurangi keseriusan para aktifis beberapa Komda dan Pengurus Pusat dalam membahas masalah Kaderisasi.

Berawal dari niatan bincang-bincang Kaderisasi dari Ketua Komda Kalsel (Rudi Djong) yang kebetulan sedang kunjungan  keluarga di Jakarta, kemudian dipadu Ketua Komda Babel (Mehoa) yang sedang Dinas Luar Kota, lantas bergulir lebih banyak lagi dengan hadirnya Sekretaris Komda Riau (Laurensius Purba) yang sedang ada ‘urusan’ di Jakarta. Lantas juga bergabung juga Ketua Komda DKI Jakarta (Tarsisius) dan CT Ketua Komda NTT (Gomez); Sementara Pengurus Pusat dihadiri Ketua Bidang Kaderisasi sekaligus CT Sekretaris Komda Jawa Barat (Frans Sinaga), Ketua Bidang Organisasi (Gusma), Ketua Bidang Antar Lembaga (Michelle Wondal) dan Ketua Lembaga Pendampingan Kader (Kikin Tarigan).

Dialog santai, ngopi-ngopi senja berlangsung sampai larut malam. Tak terasa bergelas-gelas kopi dan ice-tea terus mengalir ke ruang rapat Bakoel Koffie di bilangan Cikini, Jakarta Pusat.

Setidaknya tercurah gagasan dan masukan guna berkembangnya organisasi Pemuda Katolik. Disadari bersama bahwa sukses di Tahun Pertama Kepengurusan di Bidang Konsolidasi Organasasi perlu dilanjutkan di Tahun Kedua Kepengurusan yakni Pelaksanaan Kaderisasi. Hal ini sesuai dengan amanat Rakernas Lamandau 2016, ada 4 (empat) hal yang menjadi fokus kepengurusan yakni konsolidasi organisasi, kaderisasi, pengembangan kewirausahaan dan partisipasi politik. Semoga fokus ke-3 dan 4 dapat terealisasi di Tahun Ketiga Kepengurusan.

Sukses bersama dalam mengaktifkan Komda dan Komcab lewat jalur Mapenta dan Muskomda/Muskomcab mau tidak harus dilanjutkan dengan memberikan pendidikan/kaderisasi yang memadai bagi para anggota lewat KKD dan KKM hingga KKL yang akan diselenggarakan berbarengan dengan Rapimnas 2017 di Denpasar-Bali. Tentu saja lebih jauh lagi follow dari proses kaderisasi guna memenuhi amanat Rakernas tadi.

Sharing yang didapat dari para fungsionaris Komda setidaknya  tercatat agenda-agenda organisasi berupa Mapenta dan Muskomcab, juga KKD dan KKM yang akan dilaksanakan sendiri di Komcab/Komda mauapun bekerja sama antar Komcab dan Komda.

“Kita yakin geliat organisasi semakin kencang, karena kita berada pada jalur yang sudah tepat” terungkap bersama dalam pertemuan ini. (KiTa)

Sticky
0
July 14, 2017

Michelle Wondal : Menjaga NKRI Tanggung Jawab Bersama

Kabid. Hubungan Antar Lembaga/OKP Michelle Wondal bersama PWKI (dok.beritasatu.com)

Jakarta – Semua elemen masyarakat apapun agama, suku, maupun rasnya harus memberikan penguatan ikatan kebangsaan NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika karena menjaga NKRI merupakan tanggung jawab kita bersama. demikian disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik Michelle Wondal seusai mengikuti Misa jumat bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kapel Biara FMM Regina Pacis, Palmerah Utara, Jakarta, Jumat siang (14/7).

Michelle juga menambahkan sinergitas antar ormas ataupun lembaga yang membawa nama katolik perlu terus ditingkatkan agar semangat kekatolikan yang diusung bersama dapat semakin memperkuat dan mempererat satu sama lain. “itu sebabnya setiap kali kita dari Pemuda Katolik mendapat undangan sedapat mungkin akan kita hadiri”. ungkapnya.

Misa jumat PWKI kali ini dipimpin oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) Romo Harry Sulistio Pr. Romo Harry dalam kesempatan itu mendorong wartawan Katolik untuk menjaga dan tentu saja mengamalkan Pancasila di tengah menjalankan tugas sebagai penyampai kabar kebenaran dan keadilan. Keuskupan Agung Jakarta sendiri, kata Romo Harry, memiliki arah dasar lima tahun untuk tahun 2016 hingga 2020 tentang mengamalkan Pancasila.
“Nah, bagaimana semangat mengamalkan Pancasila itu saya harapkan juga ada dalam diri wartawan Katolik,” ucapnya. (ast)

Sticky
0
July 11, 2017

Ronald Da Gomez Lantik Pemuda Katolik Komcab Lembata

Ketua Komda NTT, Ronald menyerahkan SK Kepengurusan kepada Ketua Komcab Terpilih.

Ketua Komasariat Daerah(KOMDA) Pemuda Katolik NTT , Ronald Da Gomez melantik secara resmi Herriyanto Wijaya sebagai ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Lembata. Acara pelantikan ini berlangsung Selasa(11/07/2017) di Kuma Resort Kabupaten Lembata,NTT.

Dalam sambutannya Ronald Da Gomez meminta untuk segera membentuk kepengurusan Pemuda Katolik Kabupaten Lembata sampai tingkat paling bawah seperti membentuk komisariat anak cabang di seluruh kecamatan yang ada.

“Hari ini ,Saudara kita beserta Jajaran pengurus pemuda Katolik yang baru dilantik,Saya minta agar segera bentuk stuktur kepengurusan Pemuda Katolik dari tingkat Kecamatan sampai dengan tingkat Kelurahan atau Desa sehingga organisasi ini betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat kita”Tegas ,Ketua KOMDA NTT Pemuda Katolik.

Ia menambahkan, selain proses pelantikan ini juga ada kegiatan masa penerimaan anggota Pemuda Katolik sebagai langkah konsolidasi,reorgnisasi dan Penguatan Struktur Organisasi Pemuda Khatolik secara keseluruhan di NTT karena setelah sekian lama organisasi Pemuda Katolik mengalami kevakuman, padahal NTT dikenal sebagai daerah mayoritas Katolik.

Ronald Da Gomez ini mengajak agar semua kader yang tergabung dalam organisasi Pemuda Katolik untuk bisa menjalankan Visi dan Misi Pemuda Katolik dimana Visi kita adalah menjadi organisasi kader yang handal bagi kaum muda Katolik dalam berkiprah untuk Gereja dan Tanah Air dan Misi kita adalah mewujudkan kader-kader muda Katolik yang berjiwa Kristiani dan memiliki semangat Kebangsaan.

Selain itu juga,Ronald sapaan sehari -hari ini mengatakan, Pemuda Katolik di NTT untuk mensolidkan barisan dalam rangka lebih membumikan dan menggaungkan prinsip-prinsip Kebhinekaan, toleransi dan persatuan yang dibingkai dalam semangat ideologi Bangsa yaitu Pancasila. “Saya tegaskan Pemuda Katolik NTT mengutuk dan menolak keras gerakan anti toleran dan gerakan radikalisme hadir di bumi Nusa Tenggara Timur ini”Ucap Ronald.

Sementara itu, Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Sikka yang baru dilantik ,Herriyanto Wijaya mengatakan,bahwa panji pemuda Katolik telah diserahkan kepada kita,mari kita jaga dan kita sebarkan ke seluruh wilayah kabupaten Lembata dengan energi yang positif.Pemuda katolik harus memerangi hal-hal yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa,yakni terorisme dan narkoba “Pemuda katolik kabupaten lembata harus selalu menjadi ormas yg mengedepankan toleransi karena kita adalah Lembata, kita adalah NKRI”tegas Heri.

Berdasakan Pantauan, Sehabis acara pelantikan langsung di adakan Masa Penerimaan anggota (MAPENTA) yang di ikuti sebanyak 153 anggota dan diisi oleh pemateri pengurus pusat Pemuda Katolik, Kikin Tarigan.

Sticky
0