Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
August 18, 2017

Hut RI ke 72, Pemuda Katolik Lembata Kibarkan Bendera di Pulau Siput

Pemuda Katolik Komcab Lembata

Lembata, NTT – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Rebuplik Indonesia yang ke 72,Pemuda Katolik Komisariat cabang kabupaten Lembata mengibarkan bendera merah putih di pulau Siput, kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (17/08/2017).

Sebelum mengibarkan Bendera Merah Putih, Pengurus komcab Pemuda Katolik dengan mengenakan pakaian kebanggaan berwarna kuning ini menggunakan kapal motor laut jenis ketinting melakukan perjalanan sekitar 20 menit ke pulau Siput.

Sesampai di pulau Siput, para pengurus pemuda Katolik ini langsung mempersiapkan diri untuk melakukan upacara bendera sekaligus mengibarkan bendera merah putih di pulau yang memiliki pasir putih  tersebut.Selanjutnya mereka menancapkan bendera merah putih di pulau Siput  dan pengurus Pemuda Katolik Lembata memberikan hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pada kesempatan ini, Ketua Pemuda Katolik komisariat cabang kabupaten Lembata, Heri Wijaya mengajak semua anggota Pemuda Katolik untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk penghargaan kepada setiap orang yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk merebut maupun mempertahankan kemerdekaan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu,Kata Heri bahwa Pemuda Katolik komisariat cabang Lembata pada kesempatan itu juga memanjatkan doa bersama agar Tuhan Yesus selalu menyertai perjalanan bangsa ini, sehingga dengan semangat cinta kasih bangsa  Indonesia ini dapat terhindar dari segala pertikaian yang dapat mengakibatkan perpecahan antar sesama.

Ketua Pemuda Katolik Lembata ini mengatakan, Pulau siput terletak di kawasan laut kabupaten lembata.Pulau ini akan muncul ketika air laut surut dan akan tenggelam ketika air laut pasang.Sekalipun pasang surut air laut memunculkan dan menenggelamkan pulau tersebut tetapi pulau ini tetap ada dari jaman dahulu sampai dengan saat ini.hal ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pasti kita akan menghadapi berbagai macam permasalahan.Namun seberat apapun persoalan yang dihadapi bangsa harus kita hadapi demi menjaga keutuhan NKRI.

“Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.Dengan Semangat HUT Ke– 72 Proklamasi Kemerdekaan, Kita Dukung Gerakan Nasional Indonesia Kerja  Bersama Dalam Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi “Pesannya. (moat)

Sticky
0
August 18, 2017

Simon B. Sitanggang Pimpin Pemuda Katolik Komcab Bukittinggi

Ketua terpilih Simon B. Sitanggang (tengah) bersama tim Formatur (dok. PK)

Bukittinggi – Minggu (13/08) bertempat di ruang SMA Xaverius Bukittinggit telah resmi dibentuk Pemuda Katolik Komisariat cabang Kota Bukittinggi. Organisasi ini merupakan nama yang baru hadir di wilayah paroki Bukittinggi juga. Sekali pun barang baru namun beberapa kaum muda yang terlibat dalam proses Mapenta dan Muskomcab telah memiliki hasrat untukuntuk mengembangkannya.

Simon Sitanggang Ketua terpilih Komcab Bukittinggi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan ada Visi yang sangat besar yang harus dicapai dalam menghadirkan Pemuda Katolik di Bumi Londen Van Andalas ini. Kemelut peristiwa kehidupan berbangsa dan bernegara semakin hari semakin menuju puncaknya. Tidak sedikit riak-riak konflik  hidup berbangsa dan bernegara yang bersinggungan dengan aspek keagamaan. Hal ini juga terasa di Kota Bukittinggi sehingga dibutuhkan organisasi ini untuk menyiapkan kader-kadernya menjawab tantangan tersebut.

Kedepannya keberadaan Pemuda Katolik di gereja dan kota Bukittinggi bisa menjadi wadah yang bisa berguna bagi Gereja dan Tanah Air. Semuanya dimulai dengan pembenahan dari dalam organisasi, termasuk pengkaderan. Kekuatan kaum muda yang besar harus diberi landasan yang kuat. Landasannya ialah iman Kristiani yang teguh. Tentu dengan landasan iman yang kokoh tersebut akan semakin membuat dirinya semakin terarah mencintai Tanah Air.

sebagai informasi Proses pembentukan Komcab Bukittinggi sesuai dengan ketentuan organisasi Pemuda Katolik dimana terlebih dahulu diawal dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) yang telah dilaksanakan seminggu sebelumnya (6/08) lalu dilanjutkan dengan pelaksanakan Muskomcab pada minggu selanjutnya. Mapenta sendiri diikuti oleh 15 orang peserta dengan pemateri dari Pengurus Komda Sumatera Barat.

Sementara itu ketua terpilih Simon B. Sitanggang sendiri terpilih secara musyawarah mufakat dalam Proses Muskomcab dengan didampingi  Martina Kusuma Putri sebagai Sekretaris Cabang untuk memimpin Pemuda Katolik Komcab Kota Bukittinggi Periode 2017-2020. (asta)

Sticky
0
August 14, 2017

Gokma T. Situmorang : Pemuda Katolik janganlah mengeksklusifkan diri

Pengurus Komcab Bukittinggi bersama Wakil Ketua Komda Sumbar sdr. Gokma Toni Situmorang(tengah) (dok.PK)

Bukittinggi – Bertempat di Ruang Kelas SMA Xaverius Bukittinggi, minggu (13/08) Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Komcab Bukittinggi resmi digelar. Proses pembentukan yang telah sesuai dengan ketentuan organisasi Pemuda Katolik ini terlebih dahulu diawal dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) yang telah dilaksanakan seminggu sebelumnya (6/08) lalu dilanjutkan dengan pelaksanakan Muskomcab pada minggu selanjutnya. Mapenta sendiri diikuti oleh 15 orang peserta dengan pemateri dari Pengurus Komda Sumatera Barat.

Dalam sambutannya saat membuka Muskomcab Gokma T. Situmorang selaku Wakil Ketua Komda Sumbar  berpesan agar seluruh kaum muda yang telah bergabung menjadi Pemuda Katolik tetap memegang spirit 100% Katolik, 100% Indonesia dengan semangat Pro Ecclesia Et Patria. Gokma yang juga Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Padang Periode 2008-2009 menambahkan bahwa sebagai awam muda katolik dan sebagai kader Pemuda Katolik janganlah mengeksklusifkan diri di lingkungan gereja dan masyarakat. “Kondisi saat ini menuntut kita untuk semakin militan dan Inklusif agar pesan toleransi beragama yang didengungkan gereja Katolik melalui umat-umatnya dapat tersampaikan dengan baik khususnya di Kota Bukittinggi”, tegasnya

Forum Muskomcab pun menetapkan dengan musyawarah mufakat Sdr. Simon B. Sitanggang sebagai Ketua Cabang dan sdri. Martina Kusuma Putri sebagai Sekretaris Cabang untuk Periode 2017-2020. (asta)

Sticky
0
August 13, 2017

Usai Dilantik Komcab Padang Audiensi ke Uskup

Pengurus Komcab Padang dan Wakil Ketua Komda Sumbar Gokma Toni bersama Mgr. Martinus Dogma Situmorang (Uskup Padang)

Padang – Tak perlu menunggu lama, pengurus Pemuda Katolik Komcab Padang langsung mengadakan audiensi dengan Uskup Padang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang, selasa (12/07). Didampingi oleh wakil ketua komda Sumbar, Gokma T. Situmorang menyambangi Kantor Keuskupan Padang untuk bertemu dengan oppung situmorang sapaan sehari-hari bapa uskup.

Pertemuan yang diakan diruang tamu keuskupan ini pun berjalan hangat dan lancar. dalam kapasitasnya sebagai uskup oppung situmorang pun sangat menyambut baik kehadiran Pemuda Katolik di Padang dan berharap dapat terbentuk diseluruh Kab/kota dalam wilayah Keuskupan Padang.

Selain itu uskup juga berpesan agar hendaknya Pemuda Katolik di Padang ini dapat membuat Program yang nyata, tidak hanya berkutat di internal saja melainkan mampu memberikan warna di Wilayah Sumatera Barat.

Dalam Pemaparannya Ketua Komcab Padang San C. Siregar menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan pada 08-09 juli lalu, diantanya telah dikukuhkan 17 anggota Pemuda Katolik Sumbar yang berasal dari 3 Kab/Kota yaitu : mentawai, padang, dan bukittinggi serta Pelaksanaan Mapenta dan Rakercab di Padang pada akhir bulan Juli, dan memohon kesediaan uskup memberikan pastor moderator untuk Komcab Padang.

Selain itu Gokma T. Situmorang, Wakil ketua Komda Sumbar juga menambahkan kedepan pengurus komda yang masih berstatus caretaker ini akan melaksanakan Mapenta dan Muskomcab untuk Kab. Pasaman Barat dan Kota Bukittinggi pada 5-6 Agustus 2017, Mapenta dan Muskomcab Kab. Kep Mentawai pada 19-20 Agustus 2017, serta KKM dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumbar pada bulan September. “semoga disalah satu kegiatan yang kami rencanakan ini oppung dapat hadir” ungkap gokma yang disambut dengan anggukan dari bapa uskup.

dalam keterangan resminya San C. Siregar mengatakan bahwa sesuai dengan semangat Pro Ecclesia et Patria yang dimiliki oleh Pemuda Katolik maka dari itu kami memulai audiensi dari hirarki gereja lalu kedepan kami juga akan audiensi dengan beberapa stakeholder yang ada di padang, baik itu pemerintah, OKP, maupun KNPI.

“Kita akan hampiri setiap stakeholder di padang ini agar keberadaan kita semakin diketahui”, ucap San C. yang juga mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Padang Periode 2014-2015 (ast)

 

Sticky
0
August 11, 2017

Kesbangpol Akan Gandeng Pemuda Katolik Komcab Sikka Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Komcab Sikka bersama perwakilan Kesbangpol (dok.PK)

SIKKA,NTT – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sikka akan menggandeng Pemuda Katolik Komisaritat Cabang Kabupaten Sikka, untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Hal ini disampaikan Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Sikka, Feri Henriquez saat Pemuda Katolik bertandang ke Kantor Kesbangpol (11/8) untuk melalukan registrasi organisasi.

“Kami berterima kasih kepada organisasi Pemuda Katolik karena telah melakukan registrasi organisasi. Dengan teregisnya organisasi ini, kami berharap Pemuda Katolik bisa bekerjasama dengan Pemerintah untuk melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan” tandas mantan Kasat Pol PP Sikka ini.

Ia menambahkan, kalau sudah jalan dari Desa/Kelurahan dan sekolah untuk  sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan hanya saja, belum semua terjawab. oleh karenanya, kami berharap Pemuda Katolik Sikka dapat bekerjasama dengan kami untuk melakukan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka, Gaudensius Andy Pio, memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Badan Kesbangpol Kabupaten Sikka kepada organisasi yang dia pimpin. Sebagai organisasi yang taat hukum,tentunya tidak bisa tidak,, kami menerimanya dengan penuh rasa tanggungjawab, jelas Andy.

” Kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan adalah bagian dari Program Kerja Pemuda Katolik, jadi, dengan ajakan tersebut, tentunya menjadi spirit bersama untuk berkarya bagi Gereja dan Tanah Air”, tambah Andy Pio.

Turut hadir, dalam kegiatan tersebut, sekretaris Pemuda Katolik Sikka, Jhon Joka, Bendahara, Hendrik Iwo, Bendahara I, Renil Raga dan wakil sekretaris Pemuda Katolik, Bram Kopong. (moat)

Sticky
0
August 11, 2017

Audiensi ke Gubernur, Komda Lampung disambut baik

Audiensi Komda Lampung dengan Asisten 1 Gubernur (Dok. PK)

Lampung – Terimakasih Pemuda Katolik Terus aktif berkontribusi dalam mengawal Pembangunan Daerah Lampung” Demikian tanggapan Asisten 1 Gubernur Bpk. Hery Sulistiyono mewakili Pemerintah Propinsi Lampung didampingi Bpk. Rico Kabid Humas,  dalam audiensi dengan Pemuda Katolik Komda Lampung di Gurbernuran, Selasa 8 Agustus 2017.

Beliau mengapresiasi langkah dan kiprah Pemuda Katolik Lampung dalam rangka mengawal pembangunan. Pemuda Katolik Harus terus silahturami dengan Pemerintah, dalam hal ini bidang Kesbangpol.  Apapun terkait sosial kemasyarakatan koordinasi dengan Kesbangpol, juga dengan DISPORA jika menyangkut Kepemudaan,ungkapnya.

Pemuda Katolik harus aktif dan berperan dalam menyumbangkan pemikiran dalam forum Musrembang, seta terus  menjalin komunikasi dengan lembaga lembaga pemerintah lainya.Imbuhnya.

Beliau juga menyampaikan teriamakasih, atas usaha dan peran aktif Pemuda Katolik ikut andil dalam menjaga dan merawat kebinekaan.

Pada kesempatan yang sama Marcus Budi Santoso Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung.  menyampaikan, pokok pokok pikiran, terkait keprihatinan serta beberapa  rekomendasi mensikapi persoalan sosial masyarakat dan orang muda.  Diantaranya, pertama masih maraknya Konflik dengan latar dan persoalan SARA. Kedua, Orang Muda bermental Hedonis, perlu perhatian khusus pemerintah untuk menyikapi ini, karena merekalah penerus bangsa, Ketiga perlunya pemahaman dan bijak dalam arus informasi melalui Medsos, hal ini terkait Literasi Media. Ungkap Marcus.

Dalam kesempatan ini ikut hadir dalam rombongan jajaran Pengurus Komda, Martinus Ambar Bendahara, Edmondus Rawi Ketua Bidang Pariwisata, dan Ketua Bidang Politik Lintong Simbolon.  Serta turut mendampingi Ketua Komcab Bandar Lampung Laurentius Wendy beserta jajaranya, dan Sekretaris Komcab Pesawaran Falentinus Andy.

Adapun terkait point point rekomendasi Pemuda  Katolik Lampung sebagai berikut :

  1. Pemuda Katolik berharap kepada Gurbernur, agar pembangunan masyarakat terus lebih ditingkatkan. Demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Pembangunan ini bukan saja bangunan fisik tetapi juga pembangunan manusianya. Maka perlunya perhatian terhadap Orang muda dalam menggali potensi dan talentanya dari segala bidang dan minat.
  2. Kami juga akan terus mengawal pembangunan, termasuk melakukan kritik dan masukan untuk perbaikan jika itu dipandang perlu. Kami juga bagian dari anak anak bangsa yang juga memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kritik dan saran dimaksudkan bukan untuk menjatuhkan. Namun untuk perbaikan dan kemajuan bersama, yaitu Kemajuan Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung. Kami mendukung proggram proggram pemerintah, apalagi jika Program dimaksud pro Rakyat untuk keperluan masyarakat luas.
  3. Pemuda Katolik selaku anak bangsa dan selaku generasi muda tetap berkomitmen tetap menjaga kebinekaan Indonesia dalam ideologi Pancasila. Kami siap dan patuh dalam menjaga harmonisasi hubungan antar umat beragama dalam bingkai NKRI. Pemuda Katolik meyerukan kepada Kader dan semua elemen Pemuda di Lampung, senantiasa tetap menjaga silahturahmi, menciptakan suasana damai, tidak menanamkan dan saling menebar kebencian, menebar perpecahan, dan bijak dalam memperlakukan MEDSOS, bagian Literasi Media.
  4. Terakhir Kami berharap Pemerintah Daerah melibatkan seluruh elemen Pemuda masyarakat termasuk Pemuda Katolik. Dalam upaya mengimplementasikan visi dan misi Pemerintah. Sehingga ada sinergi antara Pemerintah dengan Pemuda Katolik. Kami siap untuk bersinergi, siap untuk dilibatkan dalam proses pembangunan. Kami punya potensi, spirite, semangat orang muda, energi. Apa yang dapat Pemuda Katolik lakukan untuk membantu, mensuport program kerja Pemerintah. (mrcs)

 

Sticky
0
August 11, 2017

Pemuda Katolik bagian dari Gereja, satu tubuh, dan Tak terpisahkan

Foto Bersama Peserta dan Pemateri KKD Komda Lampung (dok. PK)

Lampung – Pemuda Katolik adalah bagian dari Gereja, Satu tubuh, tak terpisahkan. Ibarat jiwa dan Raga”. Demikian kata sambutan Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung, Marcus Budi Santoso. Maka penting saya untuk mengigatkan kembali, perlunya kita terus bersinergi dengan Hirarki Gereja dan umat setempat. Karena Gereja  sebagai spirite dan pendamping iman perjuangan kita.

MenurutNya, KKD adalah jawaban Pemuda Katolik terkait minimya kader kader muda katolik. Kaderisasi tidak melulu berbicara ranah politik, tetapi semua aspek bidang, liturgi, pendamping anak2,bidang ekonomi, budaya dsb. Dimana dalam Perpasgelar Keuskupan Tanjung Karang yang lalu, Bahwa Kaderisasi berjenjang menjadi perhatian serius bagi Gereja.

Dalam situasi hiruk pikuk sosial politik yang menjurus disintegrasi bangsa, Beliau  mengajak seluruh Kader untuk ciptakan iklim yang kondusif, bertindak arif dan bijak, penuh dengan persaudaraan sejati demi keutuhan bangsa Indonesia dibawah naungan Pancasila.ungkap mantan Ketua Presedium PMKRI Lampung ini.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (KOMINFOTIK) Propinsi Lampung Bpk. Ir. Ahmad Chrisna Putra, sekaligus membuka Kursus Kepemimpinan Dasar ( KKD. Beliau, Menyampaikan selamat atas terselenggaranya KKD. Sebagai wadah kader untuk menempa kader bagi kepentingan Tanah Air dan Gereja. Maka semua kader Pemuda Katolik dituntut, untuk memahami dan mengetahui spirite serta memiliki profil kader yang sesunguhnya dengan tetap meletakkan Yesus sebagai inspirasi dan teladan hidup.

Kedepan, Kader kader Pemuda Katolik adalah pemimpin dan pengerak di setiap elemen masyarakat dan bangsa. MenurutNya, perjuangan  dan pergerakan Pemuda Katolik akan bernilai positif dan berkualitas, manakala kadernya memiliki semangat belajar yang tinggi dan terus merasakan haus akan informasi serta pengetahuan, baik internal maupun eksternal, Ungkap Gubernur termuda ini.

Pilipus Suroyo Komisi Kerawam mewakili Keuskupan Tanjung Karang dalam sambutanya mengatakan, Pemuda Katolik harus menjadi Duta Gereja dalam kiprahnya sosial kemasyarakatan. Ini penting, spirit yang diabangun adalah menjadi duta Kristus, dan menjawab persoalan persoalan rial masyarakat.

Sementara itu Ketua Pelaksana Vincentius Adji, dalam laporanya mengatakan, KKD adalah pendidikan formal satu tigkat setelah MAPENTA ( Masa Penerimaan Anggota). KKD kali ini diikuti 53 Peserta dari berbagai daerah. Komcab BDL, Pesawaran, Lampung Tengah, Pringsewu dan Calon Komcab Lampung Selatan.  KKD dilaksanakn selama 2 hari . Pemateri diantaranya Markus Kamto, Anang Prihantoro, Fx. Suratno, RD. P. Suroyo dan sebagai fasilitator dari Pengurus Pusat Sdr. W.Frans Sinaga (Bung Coky), dan Bung Kikin P Tarigan.

Frans sinaga selaku  Ketua Bidang Kaderisasi PP Pemuda Katolik sangat mengapresiasi komda lampung yg terus bergerak bukan hanya membentuk struktur tetapi jeli menggali potensinya.

“ini langkah cerdas Komda Lampung. KKD ini juga bagian pilot projek Pengurus Pusat”, pungkasnya yang juga merupakan Sekretaris Komda Jawa Barat.

Hadir dalam Pembukaan KKD sahabat GP ANSOR, PMKRI, WKRI, UKMK dan Alumni Bp. T. Purnomo, Bp. P. Palgunadi. Fx. Budi Nuryanto, Frans wahyudi, Ketua stasi Katedral Bp. Y. Warsino, dll.

Sebagai rencana tindak lanjut diantaranya adalah Rencana Kursus Kepemimpinan Menengah di Pringsewu. Muskomac dan Mapenta di Pesawaran, BDL dan Kalirejo Lampung Tengah. Serta Rencana Mapenta dan Muskomcab di kabupaten Lampung Selatan.

Sticky
0
August 03, 2017

Michelle: Pendidikan Pancasila Mesti Jadi Kurikulum Wajib

Michelle Wondal (tengah) diapit Ketua Bidang OKK dan Ketua LPK PP Pemuda Katolik

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal mengatakan untuk membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda, maka organisasi kemasyarakatan (Ormas) perlu melakukan pendidikan secara masif melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Untul Pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila mesti menjadi kurikulum wajib termasuk juga budi pekerti,” tegas Michelle Wondal di Jakarta, Selasa (1/8).

Sedangkan pendidikan nonformal, menurut Michelle, antara lain dapat dilakukan dengan cara tukar menukar pelajar antardaerah dan antarpulau. Selain itu, live in di masyarakat sehingga terjadi interaksi satu sama lain. Hal ini dimaksudkan supaya generasi muda mengenal Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada. Kegiatan lainnya adalah lomba seni atau budaya dalam bentuk lagu daerah dan lagu nasional.

Pada bagian lain, Michelle mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. Toleransi, menurut Michelle, bukan sekadar dialog untuk membicarakan perbedaan tapi diperlukan sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita.

“Dengan demikian, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat berlandaskan Pancasila, UUD 1945 sehingga dapat menjadi benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme,” tegas Michelle.

Michelle yang juga staf ahli DPR RI ini mengingatkan kepada setiap Pemuda untuk melakukan berbagai program organisasi guna membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda.

Menurut Michelle, pemerintah juga wajib untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Ormas. Dengan begitu, kata Michelle, penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat berjalan baik. Sebab pendidikan karakter akan dapat menjadi benteng yang kuat untuk memfilter terhadap ideologi yang masuk ke Indonesia.

“Kami yakin, bila Pancasila dipahami dan dilaksanakan secara benar dan konsisten maka generasi muda tidak akan terpengaruh dengan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Michelle.

Michelle mengusulkan kepada pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendikdikti untuk melakukan sosialisasi secara masif terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara khusus, Michelle mengimbau Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk merumuskan soal pendidikan Pancasila agar secepatnya masuk dalam mata pelajaran dan mata kuliah.

Untuk mengkonkretkan gagasan tersebut, Michelle meminta Kemendikbud dan Kemenristekdikti agar bekerja sama dengan MPR guna menyusun soal pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

“Jadi, sosialisasi Pendidikan Pancasila saat ini harus dilakukan secara masif di semua kalangan masyarakat Indonesia,” tegas Michelle.

sumber : jpnn.com

Sticky
0
August 01, 2017

Pemuda Katolik Sikka Bantu Seragam Sekolah Bagi Siswa Tidak Mampu

Ketua Komcab Sikka Andi Pio memberikan bantuan perlengkapan sekolah (dok.PK)

Sikka, NTT – Kehadiran organisasi Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Sikka memilik rasa tanggung jawab yang besar bagi warga yang tidak mampu disekitarnya.Rasa kepedulian dan kepekaan ini tertanam dalam diri kepengurusan Pemuda Katolik ini. Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Sikka  memberikan bantuan seragam kepada 6 orang anak yang menempuh pendidikan di sekolah dasar.Bantuan yang diberikan kepada mereka karena 6 generasi penerus ini belum ada seragam sekolah karena orang tua tidak mampu membelinya.

Kedatangan Pengurus ini yang terdiri dari, Ketua Pemuda Katolik Sikka, Gaudensius Andi Pio yang di dampingi oleh Wakil sekretaris I Bram Kopong dan pengurus lainya seperti wakil ketua bidang kesehatan dan narkoba Elisabet Sangu, wakil Ketua bidang Pemuda dan Olahraga Boy Pitang, wakil ketua bidang Hukum dan Ham Yoseph Nong Soni, serta wakil ketua bidang Hubungan antar lembaga Jedison Yoseph ini langsung disambut oleh sejumlah anak-anak yang sudah menunggu kedatangan mereka.

Sebelum memberikan bantuan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik ini meminta mereka memperkenalkan diri dan memberikan permainan  kepada mereka sehingga mereka bisa terhibur dari penderitan yang di alami.

Ketua Pemuda Katolik Sikka Gaudensius Andi Pio saat ditemui ,Minggu(30/07) di Desa Wair Koja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka pada saat memberikan bantuan tersebut mengatakan bantuan yang kami berikan berupa pakaian seragam sekolah dasar kepada 6 orang anak tersebut. Selain memberikan pakaian seragam sekolah ini kita juga memberikan sepatu sekolah, kaos kaki, buku tulis dan bolpoin kepada mereka. Mereka 6 orang anak terdiri dari Maria Donata Dua, Yuliana oktovia, Fransiskus Moa, Benediktus Noventus, Desi Natalian,  dan Rian Andrian .

“Kedatangan kita kesini untuk memberikan bantuan kepada mereka,karena kita mendapatkan informasi dari salah satu pengurus bahwa orang tua mereka tidak mampu membeli seragam sehingga kita datang memberikan bantuan kepada mereka.bantuan yang kita berikan tidak seberapa ,yang penting awal ini mereka bisa memakai seragam sekolah.Sedikit dari kami untuk mereka yang sangat membutuhkan dan semoga bermanfaat bagi mereka”Tandasnya.

Ia mengatakan kedepan nantinya organisasi Pemuda Katolik ini akan memdampingi mereka sehingga mereka berenam ini tidak putus sekolah. Kita akan berusaha cari dana agar  bisa membantu membiayai sekolah mereka ini.

Hal yang sama juga ditambahkan, Jedison Yoseph wakil ketua bidang hubungan antar lembaga Pemuda Katolik mengatakan,Bantuan yang kita berikan jangan dilihat dari nilai atau harga kecil besar ,sedikit atau banyak tetapi dari ketulusan hati kami. Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak sehingga mereka bisa bergabung belajar bersama teman-teman lainnya di sekolah.

“Bantuan kami tidak sampai disini saja tetapi kami akan terus dan terus mendampingi anak-anak ini juga anak-anak lainnya yang butuh dampingan.Ini juga adalah salah satu program kerja organisasi Pemuda Katolik Sikka yang akan menjadi agenda tetap kami”ucap Edison pegawai di Kantor Bupati Sikka ini.

Edison mengatakan selain berbagi kasih,kami juga akan berbagi pengalaman atau sering bersama anak-anak ini dengan memberikan pengetahuan seperti bermain dan bernyanyi. (moat)

Sticky
0
July 30, 2017

Tarsisius Lemba : Mari Bergabung dengan Ketulusan

Foto Bersama seusai acara Mapenta Komda DKI (Dok.PK)

Jakarta – setelah lama hadir tanpa berita, sabtu (29/07) bertempat di Graha IKUD, Jakarta Selatan Pemuda Katolik Komda DKI menggelar Masa Penerimaan Anggota (Mapenta). Mapenta sendiri dihadiri oleh kurang lebih 50-an calon anggota. Ketua Komda DKI Jakarta Tarsis Lemba dalam keterangannya menyampaikan bahwa ini kali ke 3 (tiga) Mapenta dilaksanakan di DKI Jakarta dan pertama kali dalam kepengurusan yang dia pimpin.

Tarsis panggilan akrabnya dalam sambutannya mengajak seluruh kaum muda yang ada di DKI Jakarta untuk bergabung bersama dalam wadah Pemuda Katolik. “Bergabung dengan Ketulusan, pasti dapat berkembang. Pemuda Katolik sebagai tempat menempa diri dan mengembangkan kemampuan” ungkapnya dengan semangat.

“Jangan berorientasi pada uang jika ingin bergabung diorganisasi ini, yang ada kita yang harus keluar uang untuk membesarkan organisasi ini, karena merupakan tanggung jawab kita sebagai masyarakat katolik” tegas putra asli NTT tersebut disambut tepuk tangan hadirin.

selain itu Tarsis, PP Pemuda Katolik juga hadir dan  memberikan sambutan yang diwakili oleh Ketua Bidang OKK, Stefanus Asat Gusma, dalam sambutannya gusma menyampaikan ada 2 (dua) syarat mutlak untuk menghadirkan Pemuda Katolik sampai ketingkat ranting yaitu : utuh Prosesnya dan utuh strukturnya, memang butuh “effort” lebih untuk membangun organisasi tapi dengan semangat kebersamaan yang kita miliki pasti semua bisa tercapai.

Kepada 50 – an calon anggota yang hadir pada acara pembukaan Mapenta tersebut, gusma berpesan agar  berproses secara bersungguh –  sungguh, jangan sampai Muntaber (Mundur Tanpa Berita), ungkap Gusma yang disambut tawa para calon anggota.

Acara Mapenta sendiri mengambil tema “Menjadi Kader Militan untuk Gereja dan Tanah Air”. Dibuka oleh Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi dan dihadiri DR. Iryanto Djou, Lucius Karus (Pengamat Politik dari FORMAPPI) dan Wilhem Yani Wea (anggota DPRD Prop. DKI Jakarta.) , PP Pemuda Katolik yaitu : Kikin Tarigan (Ketua LPK) dan Stefanus Asat Gusma (Kabid OKK) hadir pula Bpk. Hieronimoes Hilapok (Komisaris BUMN Adhi Karya) dan DR. Marningot Tua Natalis Situmorang (Ketua Umum Pemuda Katolik periode 2006 – 2012). (ast)

Sticky
0