Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
September 25, 2017

KKM Komda Kalimantan Selatan : Membangun Kepribadian Kepemimpinan Yang Berkualitas

Foto bersama seusai pembukaan acara KKM Pemuda Katolik Komda Kalsel (dok.PK)

Banjarmasin – Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan, selama tiga hari, 22 – 24 September 2017 bertempat di Aula Sasana Bhakti Paroki Hati Yesus Yang Maha kudus Veteran mengadakan kegiatan KKM (Kursus Kepemimpinan Menegah). Kegiatan ini dibuka dengan perayaan ekaristi yang di pimpin oleh Rm. Cosmas, MSF, Pastor Paroki Keluarga Kudus Katedral Banjarmasin. Kursus Lanjutan ini merupakan jenjang pendidikan kurikulum Pemuda Katolik. KKM merupakan tindak lanjut dari kursus kepemimpinan Dasar (KKD) yang telah dilakukan di kabupaten tanah laut bulan Agustus lalu.

KKM Tahun ini mengusung tema “Membangun Kepribadian Kepemimpinan Yang Berkualitas Serta Memahami Fungsi Dan Peran Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara” Dalam sambutannya, Ketua Komisariat daerah Pemuda katolik Kalimantan Selatan FX. Rudi, berharap kader pemuda Katolik dapat bersinergi dengan pemerintahan daerah untuk pembangunan sumber daya manusia yang serta merta memahami fungsi dan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas dan berkompeten dalam bidangnya terutama di daerah-daerah dimana para kader pemuda katolik berkarya.

Kursus ini diikuti Sekitar 21 orang muda yang berasal dari 6 Komisariat Cabang di Kalimantan Selatan. Adapun kegiatan dapat terlaksana berkat kerja sama kepanitiaan yang telah mempersiapkannya sejak terselesaikannya kegiatatan Kursus Kepemimpinan Dasar di kabupaten Tanah Laut. Ketua panitia pada kegiatan ini adalah Yohannes Sumaryoto, SE, selaku Ketua Komisariat Cabang Banjarmasin dan Ketua Bidang Politik pada Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan.

 KKM Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan ini di buka resmi oleh Staff Pemerintah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Anton Simbolon, sebagai perwakilan gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor. Dalam sambutannya, Pak Anton membacakan naskah pidato dari Bapak Gubernur yang menyampaikan bahwa kursus ini merupakan bentuk kepedulian terhadap generai muda. Dan kegiatan ini sangat membantu pemerintah dalam melahirkan sumberdaya manusia yang terampil, agamais, dan berdedikasi terhadap kemajuan bangsa. Gubernur juga turut menyampaikan bahwa dalam kepemimpinannya pihaknya terus berupaya mendoro terwujudnya kalsel mandiri dan terdepan dengan mengembangkan mutu dan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, kebijakan dan kegiatan pendidikan serta kebudayaan dan keagamaan dalam rangka membangun krakter bangsa dan baua. Gubernur juga berharap dengan kursus ini akan lahir kader-kader banua yang cerdas dalam pemikiran dan berakhlak dalam tindakan, sehingga kalsel akan menjadi lumbung pemuda yang ikhlas hati, menghargai perbedaan, menjaga persatuan dan berpartisipasi dalam pembangunan. Pembukaan Kursus Kepemimpinan Menengah ini juga di meriahkan dengan Paduan Suara dari SMA Frater Don Bosco Banjarmasin dan tarian banjar dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan.

Para Peserta sangat antusias dalam mengikuti kursus ini, pada sesi pertama menyampaikan mengenai Teknik Advokasi yang disampaikan oleh Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma,  mengajak para peserta untuk mengetahui apa itu advokasi, Alasan, tujuan dan Sasaran Advokasi, para pelaku Advokasi Dan tantangan serta strategi dalam advokasi. Selanjutnya Bapak Redy Mountana selaku tokoh senior Katolik yang sudah cukup berpengalaman dalam organisasi kemasyarakatan serta turut dipercayakan dalam kepengurusan FKUB Provinsi Kalimantan Selatan memberikan pengajaran tentang Kemasyarakatan Lokal. Beliau Mengajak para peserta untuk merefleksikan sejarah berdirinya bangsa ini serta mendorong para kader pemuda katolik untuk memahami eksistensi perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan bangsa ini. Materi selanjutnya di sampaikan oleh Bapak Ignasius Ganjar Tri selaku Wakil Sekretaris Jendral bidang kaderisasi dan keanggotaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, mengenai Kemasyarakatan Nasional yang berorientasi pada tantangan globalisasi masa kini terhadap perkembangan serta pertumbuhan generasi muda .

Hari kedua, hadir sebagai pemateri Bapak Jhonson Sitepu, memberikan pengajaran mengenai Changes Management, dengan metode See, Judge and Act. Turut hadir di hari kedua sekaligus memberikan semangat para senior pemuda katolik dan beberapa penasehat awam pemuda katolik komda Kalsel. Kurus ini berlangsung hingga sore hari yang ditutup dengan perayaan Misa di pimpin oleh Rm. Johan, Pr. (stan)

Sticky
0
September 24, 2017

Bupati Kep. Mentawai : Ciri Khas Kepemimpinan Katolik, Buahnya Untuk Semua Orang

Ki-ka (Asta S. Meliala Caretaker Ketua Komda Sumbar, Yudas Sabaggalet Bupati Kep. Mentawai, Frederikus L. Tulis PP Pemuda Katolik, Barita Sinaga Ketua Panitia Pelaksana) dok. PK

Padang, Sumbar –  Berbicara tentang keindonesian dan pancasila tidak terlepas dari peranan kita mengimplementasikan semangat yang selalu kita gaungkan yaitu 100 % katolik 100 % Indonesia, untuk itu kita tidak bias tutup mata tentang hal-hal yang terjadi dilingkungan kita, tegas bupati kep. Mentawai ketika menjadi narasumber pada acara Seminar yang digelar oleh Pemuda Katolik Komda Sumatera Barat.

Bupati Yudas juga menambahkan “Ciri khas kepemimpinan katolik bukan hanya untuk katolik saja melainkan untuk semua orang dan buahnya untuk orang lain. Pemuda Katolik itu jangan pernah menganggap dirinya kecil, harus tetap optimis dan komitmen yang kuat dalam memimpin” tegasnya.

Bupati Kep. Pulauan Mentawai Yudas Sabaggalet hadir pada pembukaan dan memberikan materi dalam Seminar dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumbar yang digelar di Aula Bergamin Keuskupan Padang, jl. Gereja Kota Padang, Sumatera Barat pada hari sabtu (23/09/17). selain Bupati Kep. Mentawai hadir juga Ketua Bidang Politik Pengurus Pusat Pemuda Katolik Frederikus L. Tulis sebagai pemateri seminar yang bertajuk “Kepemimpinan Ala Katolik” tersebut.

Dalam pemaparannya Ferdy panggilan akrabnya menjelaskan dewasa kini sangat penting kaum muda untuk mau dan berperan aktif dalam perpolitikan yang ada di Indonesia, karena berpolitik merupakan salah satu cara kita menunjukan jiwa kepemimpinan yang kita miliki serta bagaimana kita dapat mengimplementasikan semangat kekatolikan saat kita terjun didalamnya.

“Jangan pernah berpikiran apa yang kita dapat dari Pemuda Katolik tetapi apa yang biasa kita berikan untuk organisasi Pemuda Katolik.” tegasnya.

Seminar dan Muskomda Pemuda Katolik Komda Sumatera Barat dibuka dengan resmi oleh Vikaris Jendral Keuskupan Padang pastor Alex Suandi Pr. mewakili Bapa Uskup yang berhalangan hadir dikarenakan mengikuti pentahbisan Uskup Pangkal Pinang. Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Kab. Kep. Mentawai Yudas Sabaggalet, Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan Frederikus Lusti Tulis, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Kep. Mentawai Yosep Sarogdok dan Jakob Saguruk, DPRD Kota padang Wismar Panjaitan, perwakin PMKRI Padang, WKRI Sumbar, OMK sekota Padang, Mahasiswa Katolik Kota Padang, dan Pemuda Katolik perwakilan empat Komisariat Cabang, Komcab Padang, Komcab Kep. Mentawai, Komcab Pasaman Barat, Komcab Bukittinggi. (Jepri)

 

Sticky
0
September 18, 2017

Pemuda Katolik Puji Pemuda Muhammadiyah: Awali Gerakan Gotong Royong

Gotong Royong Bersih Rumah Ibadat – Para tokoh ormas pemuda berfoto bersama dalam program Clean Pray &Love (CPL) yakni Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik (PK), Persatuan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI), Generasi Muda Budha Indonesia (Gema Budhi), Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM), Ketua RT/RW, pengurus masjid Jam’iyyatul Iman, Tebet, Jakarta, Minggu (17/9/2017)

Jakarta – Minggu (17/9) Ormas Pemuda Katolik memuji Pemuda Muhammadiyah yang mengorganisir dan sekaligus memotori gerakan gotong royong dengan melakukan ajakan bersama organisasi pemuda lainnya untuk bergotong royong membersihkan mesjid. Dikatakan, gotong royong merupakan budaya asli Indonesia yang tidak boleh terhapus dari Indonesia mengingat bahwa kerja bersama lintas agama itu akan menghilangkan sekat-sekat solidaritas yang selama ini mengganggu persatuan Indonesia.

Pujian itu diungkapkan Ketua Kepemudaan dan Olahraga Pemuda Katolik, Aloysius F Edomeko, pada Minggu (17/9/2017) menanggapi kerja gotong royong antar ormas pemuda lintas agama, membersihkan Masjid Jami’iyyatul Iman, Menteng, Tebet, Jakarta, yang dikoordinir oleh PP Muhammadiyah. Pada bulan Maret 2017, PP Pemuda Muhammadiyah juga melakukan kegiatan yang serupa antar ormas Pemuda lintas agama dengan membersihkan Kapel SMA Kanisius, Menteng, Jakarta.

Hadir dalam gotong royong dengan thema “Clean Pray & Love”, itu antara lain, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak, Wakil Ketua Lembaga Pendampingan Kaderisasi Pemuda Katolik Niko Hary Gunawan, Ketum PPGI Maruli Tua Silaban, Ketum PP Gema Budhi Bambang Patijaya, Komunitas Vespa : ScootJak, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid H. Rahmat dan juga pengurus RT-RW Kampung Pulo, Tebet, Jakarta.

“Kami sungguh menaruh hormat kepada Pemuda Muhammadiyah yang memotori kegiatan hari ini dengan membersihkan mesjid. Kapel Kanisius Menteng mendapat giliran pertama untuk dibersihkan. Tanpa gerakan bersih-bersih rumah ibadah antar ormas pemuda lintas agama sepert ini, gotong royong hanya sebagai nilai luhur yang adanya di awang-awang dan tidak membumi,” ujar Aloysius Edomeko.

Edomeko menjelaskan lebih lanjut bahwa, kerja gotong royong ini juga mengingatkan kaum pemuda akan tradisi bangsa Indonesia yang telah dilakukan sejak dulu yakni toleransi. Tanpa toleransi, gerakan gotong royong tidak mungkin akan terlaksana. Secara politis, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah menghapus secara perlahan jarak yang telah terbangun oleh perbedaan agama dan secara tidak sadar menolak kebhinekaan.

“Kami sungguh melihat juga apa yang diteladani Pak Jonan yang terlibat dalam gerakan ini dengan membersihkan WC mesjid. Yang jelas kegiatan semacam ini memberikan contoh bagi kita semua pentingnya kerja gotong royong yang akan menghilangkan sekat-sekat perbedaan dan eksklusivisme,” tegas Edomeko.

Sementara Nico Hary Gunawan menambahkan bahwa disadari atau tidak, masih banyak nilai-nilai gotong royong yang belum dipahami. Apa yang dilakukan bersama oleh Pemuda Muhamadiyah, Pemuda Katolik, Kristen, Pemuda Budhis, Hindu dll dengan bersih-bersih rumah ibadah hanyalah awal dari serangkaian kegiatan gotong royong berbasiskan pada kebhinekaan, kemajemukan dan keberagaman. Dengan kerjasama seperti ini sesering mungkin, kesalahpahaman akan mudah dihindari. Namun, jika para pemuda lintas agama tidak pernah bertemu dan melakukan karya nyata, masing-masing akan mudah dipengaruhi oleh pihak lain. Berharap, ditegaskan oleh Nico Hary Gunawan, bahwa para tokoh nasional dan elit politik akan melakukan hal yang sama.

Di tempat terpisah, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Pengurus Pusat Pemuda Katolik Michelle Wondal mengingatkan kembali bahwa, pemuda adalah agen perubahan dan itu terjadi di mana saja dan dalam suatu masa. Secara politis, kegiatan “Clean Pray & Love” ormas-ormas pemuda yang dipelopori oleh Pemuda Muhammadiyah, diyakini akan menggerakan pemuda seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama tanpa memandang agama dan bahkan suku atau ras.

“Selama ini kita hanya melihat kebhinekaan dari sudut agama. Padahal kebhinekaan itu mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berangkat dari kehidupan antar suku, antar RT, antar RW, antar kelurahan bahkan antar daerah. Padahal konflik horisontal itu seringkali berawal dari RT, RW, Keluruhan ataupun Suku yang kemudian dipolitisir menjadi konflik agama. Jika sudah sampai mempolitisir konflik horisontal menjadi konflik agama, seakan-akan itulah akar permasalahannya,” ujar Michelle Wondal.

Michelle juga mengingatkan dan berharap, jangan sampai pemuda mau menjadi kambing hitam ataupun domba-domba yang rela menjadi aduan untuk kepentingan kelompok tertentu dalam situasi politik saat ini. Kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sumpah para pemuda pada waktu itu dan sudah seharusnya, ormas pemuda memegang teguh sumpah itu.

Selain membersihkan mesjid, Ignasius Jonan juga menanam alpukat di pelataran samping mesjid Jami’iyyatul Iman. Menteri ESDM itu juga akan membantu pemasangan AC sesuai permintaan pengurus masjid. (nico)

 

Sticky
0
September 04, 2017

Pemuda Katolik Komcab Kep. Mentawai Siap Mengawal Program Pemerintah

Foto Bersama Komcab Kep. Mentawai bersama Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Kepulauan Mentawai (dok. PK)

Mentawai,Sumbar – Senin (04/09) bertempat di Ruang Tamu Kantor Bupati Kep. Mentawai, Pemuda Katolik melakukan audiesi kepada Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet. Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Mentawai yang di nahkodai Mespin Z. Samaloisa ini pun hadir beserta beberapa pengurus cabang.

Adiensi tepat dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, membahas mengenai rencana kedepan untuk hubungan yang saling bersinergi antara Pemerintah Daerah dan Pemuda Katolik. Dalam kesempatan ini pula Mespin Panggilan akrab ketua Komcab memaparkan program kerja tahunan dari Pemuda Katolik, ” Fokus kita mengenai pemuda saat ini yaitu bagaimana potensi diri dari setiap kaum muda katolik dapat dimaksimalkan sehingga kita dapat terjun langsung untuk mengawal dan mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat” ungkap Mespin.

Mespin juga menambahkan organisasi yang ia pimpin ini kedepan akan bersinergi dengan organisasi-organisasi lain yang ada di kabupaten kep. Mentawai selain itu juga proses kaderisasi internal organisasi yang menjadi tanggungjawab kepengurusannya akan dituntaskan.

Selanjutnya Yudas Sabaggalet mengaku bahagia denganhadirnya Pemuda Katolik di Kabupaten Kep. Mentawai. “Saya sangat bahagia adik – adik generasi muda masih memiliki semangat, saya menekankan kaderlah diri di organisasi, belajar dan berproseslah didalamnya. Kelak kader – kader muda saat inilah yang akan menggantikan kami disini.” Tegas Yudas.

Pertemuan kurang lebih 2 (dua) jam yang sangat hangat dan diselingi canda tawa ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Yosef Sarogdok, Wakil Ketua DPRD Jakop Saguruk, Staf Ahli Bupati bidang pemerintahan Nikholaus Sorok Ogok dan Beberapa Tokoh katolik.

Ketua Komcab, Mespin menyerahkan Baju Pemuda Katolik kepada Bupati yang juga Dewan Pembina Pemuda Katolik Komcab Kep. Mentawai (dok. PK)

Penulis : Agela Merici S.

Sticky
0
September 03, 2017

Michelle Wondal : Pendidikan Karakter Bangsa Harus Mulai dari Akar Rumput

Foto bersama Peserta dan Pemateri Mapenta Kab. Bogor (dok.PK)

Bogor, Jawa Barat – Pendidikan karakter bangsa harus dimulai dari akar rumput dan itu merupakan tanggung jawab kelompok pemuda. Akar rumput itu menuntut para tokoh pemuda atau penggerak bangsa mau masuk ke masyarakat yang bukan elit dan tanpa diskriminasi serta menghormati perbedaan. Dalam konteks ini, pendidikan karakter bangsa dimulai dengan menerima segala kekurangan akar rumput dan sekaligus membangun sikap hormat kondisi lingkungan sekitar. Jangan memulai penanaman karakter bangsa dari hotel mewah dengan segala fasilitas yang lengkap.

Demikian ditegaskan Michelle Wondal, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga / OKP mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dalam pembukaan Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA), di Bogor, Sabtu (02/09). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan Stefanus Gusma, Wakil Sekjen Bidang Luar Negeri Alfons B Say, Ketua Komda Jawa Barat Frederikus Lusti Tulis dan Ketua Bidang Desa dan Daerah Tertinggal Yuristinus Oloan.

“Hanya dengan masuk ke kehidupan akar rumput, spirit dan mentalitas pemuda itu akan terasah dan terbukti apakah mereka bagian dari agent of change – agen perubahan ataukah hanya sekedar pendompleng dari suatu perubahan. Hakekat pemuda adalah agent of chage dari suatu masa. Oleh karena itu, dia harus mampu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa yang terwujud dalam Pancasila pada akar rumput. Keberhasilan pemuda diukur dari kemampuannya untuk membawa akar rumput ke Cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia seperti tergambarkan dalam Pembukaan UUD NRI 1945,” tegas Michelle Wondal.

Michelle Wondal juga mengajak para pemudi untuk masuk dalam organisasi pemuda agar semangat kepemudaan Indonesia lebih sejuk, anti kekerasan, menumbuhkan kasih sayang dan mampu menjadi pendengar yang baik bagi berbagai persoalan di akar rumput. Oleh karena itu, Pemuda Katolik diminta untuk melihat kebawah dan memperhatikan akar rumput agar peka dalam menanggapi masalah, dan sekaligus membawa warna baru.

Sementara it, Frederikus Tulis menegaskan arah dan gerak Pemuda Katolik sesuai dengan Gereja Katolik yang terus menerus mengobarkan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus dijaga, dipelihara dan disebarkan ke semua masyarakat. Oleh karena itu, Pemuda Katolik sebagai ormas resmi Gereja Katolik membutuhkan banyak pemuda dan pemudi Katolik mau terjun ke masyakarat untuk mengemban misi ikut menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

“Memulai dari akar rumput, dari lingkungan sekitar dalam penanaman kembali nilai-nilai Pancasila merupakan awal dari pembangunan karakter. Dan Pemuda Katolik memulai dari kelompok terkecil dan berharap langkah ini akan diikuti oleh rekan-rekan pemuda dari organisasi lain,” ujarnya.

Menurut Stefanus Gusma, setelah dikeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang tentang Perubahan Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, tugas ormas pemuda tidak hanya Katolik adalah mengembalikan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Nilai-nilai luhur, Itu merupakan visi dan misi seluruh organisasi. Oleh karena itu, Pemuda Katolik akan bekerja sama dengan banyak pihak dalam konteks ini. Hanya dengan kerjasama yang harmonis dan sinergis antar organisasi, visi pembangunan karakter bangsa dapat cepat terwujud. (mcl)

Sticky
0
September 01, 2017

Ormas Pemuda Katolik Bantu Bersihkan Sampah Setelah Salat Idul Adha

Ormas Pemuda Katolik Bantu Bersihkan Sampah Setelah Salat Idul Adha

Pemuda Katolik Bantu Bersihkan Sampah Setelah Salat Idul Adha (dok. PK)

BANGKA POS.COM, BANGKA — Ormas Pemuda Katolik Komisariat Cabang Pangkalpinang membantu petugas kebersihan memungut sampah kertas koran di lapangan merdeka, Jumat (1/9).

Kertas koran yang digunakan sebagai alas jemaah mengikuti salat ied atau Idul Adha, dikumpulkan dan diangkut petugas kebersihan.

“Kami membantu petugas kebersihan, bagian dari keterlibatan dan partisipasi pemuda katolik dalam perayaan Idul Adha umat muslim,” jelas ketua Komcab Pangkalpinang, Gunawan Tjen.

Gunawan mengharapkan ke depan pemuda katolik semakin terlibat dalam kegiatan umat muslim.

“Mari kita kerja bersama merawat kebhinekaan di Bangka Belitung,” harap Gunawan.

sumber : tribunnews.com

Sticky
0
August 29, 2017

FX Rudy : Kaderisasi Modal Wajib Membangun Organisasi

Foto bersama Komda Kalsel bersama Wakil Bupati, PP Pemuda Katolik, dan pemateri Mapenta & KKD (dok. PK)

Tanah Laut, Kalsel – Bertempat di Aula Gereja St. Theresia Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut yang berjarak sekitar 90 km dari kota Banjarmasin, Pemuda Katolik Komda Kalimantan Selatan menggelar Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) dan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) selama 2(dua) hari, 26-27 Agustus 2017. Kegiatan yang dibuka dengan resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut Drs. Sukamta, mengusung tema “ Membangun Idealisme Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jati diri Bangsa” melalui tema ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab Pemuda Katolik untuk hadir dan terlibat dalam bersumbangsih bagi Gereja, Bangsa dan Negara.

Dalam keterangan resminya seusai menggelar Mapenta dan KKD, Ketua Komda Kalimantan Selatan Fx. Rudy menyampaikan bahwa kedepan akan dilaksanakan Kursus Kepemimpinan Menengah (KKM) se-regional Kalimantan dimana Komda Kalsel akan menjadi tuan rumah. Rudy panggilan akrabnya juga menambahkan bahwa kaderisasi merupakan modal wajib untuk mengembangkan organisasi, bila semua kader-kader Pemuda Katolik khususnya di kalsel telah tuntas kaderisasi internalnya pastilah untuk mengibarkan panji-panji Pemuda Katolik akan semakin nyata.

Ketua Panitia pelaksana Ryan Anata menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan Mapentan dan KKD berjalan dengan baik dan lancar. Ryan yang juga Ketua Bidang Kaderisasi Komda Kalsel merincikan kegiatan Mapenta dan KKD sendiri dibagi dalam berbagai sesi dimana pada hari pertama sesi pembekalan diawali oleh Rm Albertus Jamlean,MSC, pada sesi pertama menyampaikan mengenai Kristianitas, dan mengajak para peserta untuk lebih mengenali jati dirinya sebagai orang Katolik dan sekaligus orang Indonesia. sesi kedua Bapak Willy Sebastian selaku tokoh umat dikeuskupan Banjarmasin yang juga berpengalaman dalam banyak organisasi, turut memberikan pengajaran mengenai Seni berorganisasi.

Pada hari kedua dilaksanakan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD). Hadir sebagai pendamping sekaligus pemberi materi dalam pelatihan ini, mewakili Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Ketua Lembaga Pendampingan Kader Kikin P. Tarigan dan Sekretaris Lembaga pendampingan kader, Ignatius Ganjar Tri Hartono, serta Vinsensius Sugiharto selaku Penasehat awam Pemuda katolik Komda Kalsel. Dalam KKD ini diisi dengan beberapa materi terkait Kepemimpinan, yang diantaranya; Kepemimpinan Berprinsip, Kerjasama Tim (Team Work) serta membuat Rencana dan Strategi aksi kedepan.

KKD ini diharapkan mampu menciptakan embrio kader Pemuda Katolik yang memiliki semangat berkorban, jiwa pemimpin, kreatif juga fleksibel dan juga teladan dalam kehidupan sosial di masyarakat maupun organisasi. Hasil terbaiknya KKD ini mampu mengubah paradigma aku menjadi kita”, tegas Ryan yang juga merupakan aktivis OMK Keuskupan Banjarmasin. (ast)

 

Sticky
0
August 28, 2017

Gelar Mapenta & KKD, Komda Kalsel Pertegas Komitmen Bersama

Foto Bersama Peserta Mapenta & KKD Komda Kalimantan Selatan bersama PP Pemuda Katolik (Dok. PK)

Tanah Laut, Kalsel – Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) adalah sebuah syarat yang wajib dilaksanakan di Pemuda Katolik karena Mapenta merupakan tahap awal seseorang dikatakan sah bergabung dalam Pemuda Katolik. Sedangkan KKD (Kursus Dasar Kepemimpinan) merupakan bagian awal dari jenjang pendidikan kader Pemuda Katolik yang bertujuan melatih kader-kader pemuda katolik sebagai bekal dalam berdinamika baik dalam internal organisasi maupun dalam external organisasi. Berdasarkan dari beberapa poin penting di atas, bertempat di Aula Gereja St. Theresia Pelaihari Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan resmi menggelar MAPENTA dan KKD selama dua hari, 26 – 27 Agustus 2017.

Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut Drs. Sukamta. Dalam sambutan pembukanya beliau mengajak seluruh anggota pemuda katolik untuk ikut serta aktif membangun kabupaten Tanah Laut serta turut menjaga toleransi karena dengan toleransi lah tanah laut dapat maju dan berkembang. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Selatan Fx. Rudy, dalam sambutannya beliau juga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat rasa memiliki organisasi dan mempertegas komitmen bersama untuk membangun organisasi agar ke depan lebih baik dalam berkarya untuk Gereja, Nusa dan Bangsa.

Organisasi pemuda katolik adalah organisasi kader yang siap turut aktif berpartisipasi membangun Gereja bangsa dan Negara, tambah Rudi yang juga bendahara Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Banjarmasin.

Mapenta ini diikuti kurang lebih 50 orang muda yang berasal seluruh paroki di Keuskupan Banjarmasin sedangkan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) diikuti kurang lebih 30 orang utusan yang berasal dari seluruh Komcab di Kalimantan Selatan. Mereka ikut KKD merupakan orang-orang pilihan yang dengan tegas dan mantab berkomitmen membawa bendera pemuda katolik di Kalimantan Selatan untuk bersinergi dengan seluruh elemen penting di masyarakat, dan turut mendukung kinerja pemerintah daerah ke depan lebih baik.

KKD sendiri langsung dipandu oleh Tim Kaderisasi PP Pemuda Katolik yaitu Kikin P. Tarigan selaku Ketua Lembaga Pendampingan Kader dan Ignatius Ganjar Tri Hartono selaku Wasekjend LPK dan juga wasekjend bidang kaderisasi.

Suasana Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) Komda Kalsel

Sebagai tambahan Mapenta Dan KKD tahun ini mengusung tema “ Membangun Idealisme Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jati diri Bangsa” dengan harapan bahwa tema ini membantu menyadarkan kembali tugas dan tanggung jawab pemuda katolik untuk bertindak sebagai pelaku dalam membangun Gereja, Bangsa dan Negara. Untuk mendukung tercapainya maksud dan tujuan kegiatan ini, hadir juga para nara sumber yang sangat berkompeten memiliki keahliaan di bidang yang dimaksud.

penulis : Stanislaus Sene (Wakil Ketua Komda Kalsel)
editor : Asta Ivo

 

Sticky
0
August 22, 2017

Pemuda Katolik Ajak Kerja Bersama Jaga Keutuhan NKRI

Pemuda Katolik Ajak Kerja Bersama Jaga Keutuhan NKRI
Tim karnaval pemuda katolik Komcab Pangkalpinang bersiap di lokasi karnaval (dok.PK)
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Ormas Pemuda Katolik Komisariat Cabang Pangkalpinang ikut berpartisipasi dalam kegiatan karnaval mobil hias HUT ke 72 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Babel, Senin (21/8).

Tim Pemuda Katolik dengan menggunakan mobil tronton dihiasi ornamen peta Indonesia mengusung tema Kerja Bersama Jaga Keutuhan NKRI, Rawat Kebhinekaan di Bangka Belitung.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Pangkalpinang, Gunawan Tjen menjelaskan keterlibatan Pemuda Katolik sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan pemerintah. Karena menurut Gun, Pemuda Katolik harus pro gereja dan negara.

“Sesuai dengan tema umum Indonesia Kerja Bersama, kami mengajak mari kita kerja bersama menjaga keutuhan NKRI dan merawat kebhinekaan di Bangka Belitung,” ungkap Gunawan.

Sepanjang perjalanan tim Pemuda Katolik akan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

sumber : tribunnews.com

Sticky
0
August 21, 2017

Mespin Z. Samaloisa Resmi Dilantik, Berikut Struktur Komcab Kepulauan Mentawai

Foto Bersama Pengurus Komcab Kepulauan Mentawai dengan Pastor Moderator dan Ketua Komda Sumbar (dok. PK)

Mentawai, Sumbar –  Bertempat di Gereja St. Petrus Tuapeijat, Kab. Kepulauan Mentawai pada hari (20/08/2017) Pengurus Komcab Kepulauan Mentawai yang dipimpin oleh Mespin Zulian Samaloisa resmi dilantik oleh Ketua Komda Sumatera Barat Asta Ivo Bonny Sembiring.

Berikut Susunan Pengurus Cabang Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Mentawai Periode 2017 – 2020 :

Pastor Moderator : Bernard Lie,Pr

 Dewan Pembina : Yudas Sabaggalet,SE,M.M

 Penasehat Awam

  • Bruno Guimek Sagala,S.Pd
  • Nicolaus Sorot Ogok
  • Serieli Bawamenewi,SH
  • Bastian Sirirui

Ketua     : Mespin Zulian Samaloisa

Wakil Ketua Bidang Internal  : Simon Petrus Saleilei

Wakil Ketua Bidang Eksternal  : Koresi,A.Md.AK

Sekretaris    : A.D.Harry

Wakil Sekretaris Bidang Internal : A.Merichi Sirirui

Wakil Sekretaris Bidang Eksternal  : Fabianus Sutrisno,S.Pd

Bendahara : K.N.Sari Sakeletuk,S.Kep

Wakil Bendahara I  : Morkylius.S

Departemen – Departemen :

Departemen Bidang Pembinaan Organisasi & Keanggotaan

  1. Firdaus Risman,S.Hut (Koordinator)
  2. Heribertus Sabaggalet

Departemen  Bidang Kaderisasi       

  1.  Anjelo Kalil Siswanto,S.Pd (Koordinator)
  2.  Maria Nangke, Sp
  3.  Marselinus Salakkopak, A.Md.Ft

Departemen Bidang Kepemudaan & Olah Raga     

  1. Juliardi Sarereake(Koordinator)
  2. Aleksius F.Jumpar,S.Pd
  3. Pilipus Sakukuret

Departemen Politik & Keamanan

  1. Ignasius Purwanto Sapotuk (Koordinator)
  2. Tangalek Sabaggalet
  3. Mardianto Saremurat
  4. Ropianto Sapotuk

Departemen Bidang Hubungan & Kerukunan Antar Agama

  1. Antonius Silalahi (Koordinator)
  2. Dewi Sartika Saragih, S.Tp
  3. Ignasia Felia Pradina Samalinggai

Departemen Bidang Pemberdayaan Perempuan

  1. Theresia Sartika Rani (Koordinator)
  2. Romaria Gurning,A.Md
  3. Desentinus Ajik Sadodolu, S.Pd

Departemen Bidang UKM & Koperasi

  1. Lowa Dilla Veronia Sakeru(Koordinator)
  2. Yulistina Yane
  3. Maria Yohana Patricia

Departemen Bidang Komunikasi & Informatika

  1. Kornelia Septin Rahayu, S.S (Koordinator)
  2. Martina Daudau, S.Sn
  3. Stevani  Maria Meilisa Sagurung

Departemen Bidang Hubungan antar Lembaga/OKP

  1. Bernadus Manai Sikaraja (Koordinator)
  2. Ludovikus Sakoipiat
  3. Ermianus Samalei,S.Pi

Koordinator Wilayah :         

  1. Korwil Pulau Siberut   : Bernadus Manai Sikaraja
  2. Korwil Pulau Siberut Barat   : Aijon
  3. Korwil Pulau Sipora   : Anjelo Kalil Siswanto,S.Pd
  4. Korwil Pulau Sipagai Utara & Selatan   : Sudarsono
  5. Korwil Pulau Sib.Barat Daya,Sib.Selatan,Sib.Tengah : Simon Petrus Saleilei

(ast)

Sticky
0