Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
May 15, 2015

Pemuda Katolik Berkarya Memajukan Perbatasan

1379988022-QsFaAKe

Tanjung Selor | E-TVBERITA.COM, KOMISARIAT Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara menggelar Musyawarah Komda I, 19-21 Maret 2015 di Tanjung Selor ibukota Propinsi Kalimantan Utara. Sebagai propinsi termuda yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur, Pemuda Katolik dituntut untuk berkarya dan mengabdi dalam tugas pelayanan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Kehadiran Pemuda Katolik di perbatasan itu diharapkan dapat berkarya dalam memajukan daerah yang relatif baru dan sedang membangun infrastruktur dalam berbagai bidang sekaligus sebagai ujung tombak gereja dalam karya pelayanan khususnya di Keuskupan Tanjung Selor.

Romo Stephanus Sumardi, Pr yang mewakili Uskup Keuskupan Tanjung Selor saat memimpin Misa Pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Kamis (19/3/2015) di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta, Keuskupan Tanjung Selor, mengajak Pemuda Katolik menyumbangkan segala upaya untuk memajukan Kalimantan Utara.

“Pemuda Katolik di Kalimantan Utara harus senantiasa berkarya dalam tugas pelayanan. Kita belajar dari Santo Yoseph, suami Maria yang tidak banyak bicara tapi mengambil bagian dari karya penebusan,” kata Romo Stephanus Sumardi, Pr.

Lebih lanjut, Romo Stephanus berpesan kepada Pemuda Katolik agar mengadikan diri dan selalu berkarya demi kebaikan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi, apalagi Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah perbatasan. Karena itu, menurut Gustaf, Pemuda Katolik harus mampu melahirkan pemuda yang memiliki militansi dan responsif terhadap kebijakan-kebijakan publik. “Kader Pemuda Katolik harus meningkatkan kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada,” kata Gustaf.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuh-kembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Pemersatu Bangsa

Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerjanya.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Keberadaan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara ini mendapat sambutan dari banyak kalangan, baik unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Kalimantan Utara. Hal ini tercermin dari kehadiran sejumlah tokoh pada Pembukaan Muskomda I Kalimantan Utara, antara lain Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi; Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan, unsur TNI dan Polri. Selain itu hadir, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa, Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari, Ketua Komda Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Komisaris Daerah (Komda) Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan yang terpilih secara aklamasi pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara, menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam karya pelayanan untuk memajukan daerah. “Pemuda Katolik akan meningkatkan konsolidasi diantara seluruh potensi pemuda di Kalimantan Utara,” kata Cosmas Kajan, yang juga anggota DPRD Propinsi Kalimantan Utara ini.

 

Perkuat Basis

Dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa melanjutkan kunjungan ke Jawa Timur. Kali ini, Gustaf menghadiri Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Jawa Timur, yang berlangsung di Kediri, 21-22 Maret 2015 dengan tema “Memperkuat Basis Pemuda Katolik”.

Gustaf menegaskan pentingnya untuk terus memperjuangkan nilai kejujuran. Gustaf juga mengajak para kader Pemuda Katolik untuk meneladani sikap dan perjuangan tokoh nasional seperti Pahlawan Nasional Ignatius Joseph Kasimo dan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ.

Carateker Komda Pemuda Katolik Jawa Timur, Leonardus Dewa Made RS, menekankan pentingnya meningkatkan kemandirian organisasi di tengah kompleksitas persoalan bangsa.

“Kita perlu beradaptasi. Pemuda Katolik dengan basisnya di gereja perlu menjadi perhatian Pemuda Katolik. Apabila kita mandiri maka kita beradaptasi dengan situasi kemasyarakatan,” kata Leonardus.

Pastor Moderator Pemuda Katolik Jawa Timur, Romo Yoseph Eko Budi Susilo, Pr meminta Pemuda Katolik untuk meningkatkan pembinaan dan kaderisasi. “Kaderisasi mutlak dilaksanakan,” tegas Romo Yoseph.

Romo Yoseph juga mengharapkan Pemuda Katolik dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) sebagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi kader untuk meningkatkan konsolidasi.(Laporan Friederich Batari)

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

KBRN, Kaltara : Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerja.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Propinsi Kalimantan Utara, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi. Gustaf berharap setiap tahun bisa lahir para pemuda yang memiliki militansi dan respon terhadap kebijakan-kebijakan publik, membangun kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah.

Sebab pemerintah adalah bagian dari tugas pelayanan. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Gustaf juga mengajak seluruh pemuda untuk bergerak membangun kebersamaan dengan sesama. Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Dalam kesempatan itu, Gustaf menyoroti sejumlah isu yang berkembang pada tingkat nasional, antara lain menyangkut penerapan hukuman mati.

Gustaf menegaskan bahwa sikap Pemuda Katolik adalah menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia. Ia beralasan bahwa hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang.

“Yang bisa memutuskan mata rantai hidup itu hanya Tuhan,” tegas Gustaf.

Kedepan, lanjut Gustaf, Pemuda Katolik terus menolak penerapan hukuman mati di Indonesia dan juga mendorong upaya menghapus ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik ini tercermin juga dari sikap Gereja. Jadi sikap Pemuda Katolik tidak bisa lari dari sikap Gereja Katolik mulai dari Vatikan sampai dengan Keuskupan Tanjung Selor,” katanya.

Acara pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara ini, antara lain dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan.

Unsur TNI dan Polri, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Propinsi Kalimantan Utara serta Romo Stephanus Sumardi, Pr dari Paroki Katedral Santa Maria Assumpta Keuskupan Tanjung Selor.

Hadir pula Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari.

Selain itu, Ketua Karateker Komisariat Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan. (RZ/AKS)

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Tolak Penerapan Hukuman Mati

ilustrasi-hukuman-mati_20150118_002838

Tanjung Selor | E-TVBERITA.COM, Pemuda Katolik menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia. Sebab, hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang.

“Yang bisa memutuskan mata rantai hidup itu hanya Tuhan,” tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa saat Pidato Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, di Tanjung Selor, akhir pekan lalu, Jumat (20/3/2015).

Menurut Gustaf, sapan untuk Agustinus Tamo Mbapa menyatakan bahwa Pemuda Katolik akan mendorong untuk menghapus ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik ini tercermin juga dari sikap Gereja. Jadi sikap Pemuda Katolik tidak bisa lari dari sikap Gereja Katolik mulai dari Vatikan sampai dengan Keuskupan Tanjung Selor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gustaf juga mengajak para pemuda khususnya Pemuda Katolik untuk memaknai semboyan Pro Ecclesia Et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).

“Kita dahulukan kepentingan Tuhan, baru kepentingan manusia. Jadi secara rohaniah kita bergerak dalam tuntunan Tuhan, baru bergerak membangun kebersamaan dengan sesama,” kata Gustaf.

Sebagai kader Pemuda Katolik, lanjut Gustaf, harus tercermin dalam dirinya agar hidup kesehariannya harus berperilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Cari Ketua Baru

caket

18 januari 20115 PENGURUS Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Kaltim kini tengah mencari ketua baru, untuk memimpin selama tiga tahun ke depan sampai 2018 mendatang. Dijadwalkan pagi ini mereka mengadakan kegiatan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda). Kegiatan rencana dipusatkan di Ruang Utama lantai 2 Balai Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa SSos MSi beserta jajaran pengurus itu rencana dibuka pukul 09.00 Wita. Setelah pembukaan, akan dilanjutkan dengan agenda sidang komisi berupa Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pengurus sebelumnya, pandangan umum Komisariat Cabang (Komcab) yang tersebar di kabupaten dan kota, pembahasan program, serta rekomendasi. Berikut terakhir, pemilihan ketua yang baru.
“Sebenarnya kepengurusan sebelumnya sudah berakhir beberapa waktu lalu. Tapi karena beberapa kendala teknis, sehingga Muskomda baru bisa terselenggara saat ini. Tapi yang jelas, proses regenerasi kader tetap berjalan,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Muskomda Kaltim-Kaltara, Herman YB Tukan SSos, kemarin.
Soal kandidat, sejauh ini belum muncul. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, ada lebih dari sekitar tiga orang yang tengah berancang-ancang siap bertarung. Terutama untuk merebut suara sah dari setiap Komcab, satu suara Komda, serta satu suara PP. Yang jelas, untuk Muskomda kali ini, masih melibatkan Komcab yang ada di Provinsi Kaltara, mengingat di sana belum terbentuk Komda yang baru.
“Undangan juga sudah kami sebarkan semua. Semoga bisa maksimal yang hadir nanti. Tapi semuanya berproses. Kita lihat perkembangan di forum nanti,” tambah Thobias Thalar, sekretaris panitia. (soc/yes/lee)

Sticky
0
May 15, 2015

Isi Deklarasi Maluku Poros Maritim Indonesia

IMG-20150416-00120-300x225

“Untuk menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera, kita harus menjadi bangsa bahari,” kata Soekarno.

Soekarno membacakan puisi tentang kejayaan bangsa pelaut dalam pidato peresmian Institut Angkatan Laut pada tahun 1953 yang berjudul “Jadilah Bangsa Pelaut!”

Berikut puisi Soekarno tentang hal itu:

Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali ….

Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga,

bangsa pelaut yang mempunyai armada militer,

bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang

lautan itu sendiri.

Poros maritim adalah konsep keunggulan geo strategis berbasis kekayaan bahari di laut Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia.

Sektor kelautan bisa menghasilkan seperempat APBN setara dengan Rp 500 triliun. namun belum dikelola dengan baik dan optimal. Potensi kekayaan sumber laut Indonesia harus dimanfaatkan dengan benar. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia. Luas wilayah Indonesia 2/3 itu lautan. Kekayaan sumber daya alam Indonesia inilah yang memiliki potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, harus dibangun armada dan keterampilan serta sentra industri pengolahan dan perdagangan berbasis komunitas kelautan di sedikitnya 10 wilayah (zona) maritim.

Data terakhir Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2012 dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa Indonesia pada saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di bawah China dan India. Untuk perikanan tangkap Indonesia sebenarnya berada pada posisi kedua. Indonesia kalah produksi dengan India dalam perikanan budidaya. Jumlah perikanan tangkap dan perikanan budidaya itulah yang menunjukkan tingkat produksi perikanan suatu negara.

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP), para tokoh adat, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mendeklarasikan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia.

Deklarasi ini dilakukan di tengah-tengah acara pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik di Gedung Siwalima, Karapan, Ambon, pada Jumat (28/11/2014) malam.

Dalam deklarasi ini, mereka membacakan secara bersama naskah deklarasi, kemudian ditandatangani. Setelah ditandatangani, diserahkan secara simbolik oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa ke Pemda Maluku.

Acara pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik ini dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) John Peris serta mantan Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Indonesia, Letnan Jenderal (Marinir) Purn. Nono Sampono, Gubernur Provinsi Maluku yang diwakili oleh Ketua Bappeda Maluku Anton Sihaloho, Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, melalui Wakil Uskup Kota Ambon (Ambonia) RD. Pastor Man Oratmangun, Pr., Wali Kota Ambon, anggota DPRD Maluku, perwakilan Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia, serta ormas dan OKP se-Provinsi Maluku.

Rapimnas kali ini mengangkat tema bertajuk “Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang hadir, antara Pemuda Katolik, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Maluku, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku, dan Persatuan Anak Muda Maluku (PAMM).

Ketua Komda Maluku Hendrik Jauhari Oratmangun menurutkan bahwa deklarasi bersama ini merupakan bentuk dukungan masyarakat khususnya pemuda untuk menjadikan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia. Dikhawatirkan, generasi muda di Provinsi Maluku Utara (Malut) rupanya tidak tertarik menjadi nelayan seperti para orangtua dan leluhurnya dulu.

Ketua PMKRI Ambon Anakletus Fasak dan Ketua Umum PAMM Remon Twrsepuny mengaku siap mendukung upaya masyarakat dan pemerintah untuk menjadi Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia.

Sementara itu, Ketua Bappeda Maluku Anton Sihaloho yang dalam hal ini mewakili pemerintah daerah Maluku menyambut baik upaya menjadi Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia. Dia mengaku bahwa Provinsi Maluku beruntung dalam desain tol nasional, apalagi dengan lautan 92,4 persen, lebih besar dari daratan yang hanya 7,6 persen.

“Ini menunjukkan bahwa Maluku adalah tulang punggung dari subyek pembangunan nasional. Kita berharap Pemuda Katolik dan ormas serta OKP lainnya dapat mendesak pemerintah pusat untuk menjadi Maluku sebagai poros maritim Indonesia,” pungkasnya.

Inilah isi lengkap naskah deklarasinya:

Naskah Deklarasi

Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia

Atas Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini Jumat 28 November 2014, kami putra dan putri Indonesia di Tanah Maluku menyatakan tekad bulat dengan segenap jiwa dan raga berjuang untuk menjadikan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia serta mengawal perjuangan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dan sebagai wujud konkret dari sikap ini, kami sepenuhnya mendukung perjuangan Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh rakyat Maluku dalam memperjuangkan:

  1. Maluku sebagai lumbung ikan nasional.
  2. Undang-undang Provinsi Kepulauan yang menjadi perjuangan bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan enam provinsi kepulauan lainnya.

Dan juga secara resmi dalam Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik ini, kami usulkan kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar dapat menetapkan filosofi pembangunan “Membangun dari Laut ke Darat dengan Memuliakan Lautnya dan Berdiri Teguh di Antaranya” sebagai filosofi pembangunan nasional dalam rangka mempertegas Indonesia sebagai negara bahari atau kepulauan maritim.(jos)

Sticky
0
Pemuda Katolik Siap Mengkritisi Kebijakan Pemerintah Yang Tidak Pro Rakyat
May 15, 2015

Pemuda Katolik Siap Mengkritisi Kebijakan Pemerintah Yang Tidak Pro Rakyat

si

Jakarta – Suaraindependent.com: 24/11/2014 Dewan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Menyelenggarakan kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjutan (KKL) dan Seminar Nasional dengan mengusung Tema “Pemuda Katolik Sebagai Oikos Habitus Kader Bangsa dan Gereja; tinjauan historis, konteks reformasi, peluang dan tantangan” di Gedung Juang jln. Menteng raya no 31, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014).

Ketua Panitia, Fransiskus Alosius Edo meko dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan KKL DPP Pemuda Katolik, dilaksanakan tanggal 21-23 November 2014, dimaksudkan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang dapat menyelesaikan persoalan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa (Gustaf) dalam pidatonya, mengungkapkan ada tiga persoalan utama yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, diataranya adalah korupsi, politik transaksional, dan kenaikan harga BBM.

“Persoalan yang paling mengemuka, adalah korupsi karena ini merupakan kejahatan yang menyengsarakan rakyat dan politik transaksional di parlemen dan kabinet segera diakhiri.  Serta penjelasan oleh pemerintah kepada masyarakat terkait kenaikan harga BBM, dan Pemuda Katolik siap menjadi organisasi yang akan mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat,” ungkap Gustaf.

Kegiatan KKL ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta Odang.

Dalam sambutannya, Oesman sapta odang mengharapkan Pemuda Katolik (PK) harus menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia, sebagaimana diungkapkan oleh seorang uskup katolik Soegija Pranata.

“Prinsip tersebut syarat moral, bisa saja prinsip tersebut dimaknai sebagai 100 persen suku atau agama tertentu, setiap warga Indonesia harus menjadi 100 persen Indonesia,” ujarnya.

Dirinya menambahkan kedepannya, peranan pemuda katolik dibutuhkan dalam mengatasi persoalan bangsa terutama terkait konflik SARA. Salah satu cara dengan mensosialisasikan empat konsensus, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,

Dalam acara tersebut, selain Oesman Sapta, hadir juga sebagai pembicara politisi partai Gerindra Martin Hutabarat, politisi partai PKB Lukman Eddy, politisi partai PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, dan Koordinator Formappi Sebastian Salang.

Antonius Mahemba

Sticky
0
Wakil Ketua MPR: Pemuda Katolik Harus 100% Katolik 100% Indonesia
May 15, 2015

Wakil Ketua MPR: Pemuda Katolik Harus 100% Katolik 100% Indonesia

wakil mpr

Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta Odang mengharapkan Pemuda Katolik (PK) harus menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia.

Hal ini disampaikannya dalam acara seminar yang bertemakan “Pemuda Katolik Sebagai Oikos Habitus Kader Bangsa dan Gereja,” yang diselenggarakan Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Gedung Juang, Jakarta Pusat pada Jumat (21/11).

Dalam acara tersebut, selain Oesman Sapta, hadir juga sebagai pembicara politisi partai Gerindra Martin Hutabarat, politisi partai PKB Lukman Eddy, politisi partai PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, dan Koordinator Formappi Sebastian Salang.

“Saya harapkan Pemuda Katolik, sebagaimana yang dikatakan Uskup Pertama Indonesia Soegijapranata harus menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,” kata Oesman ketika memberikan sambutan.

Oesman menuturkan bahwa prinsip yang sama bisa diterapkan bagi agama atau suku lain. Selain menjadi 100 persen suku atau agama tertentu, setiap warga Indonesia harus menjadi 100 persen Indonesia.

“Bisa saja kita menjadi 100 persen Islam sekaligus 100 persen Indonesia,”tandasnya.

Oesman juga menuturkan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan terkait isu SARA. Selain itu, menurutnya, isu korupsi juga menjadi persoalan utama.

“Pemuda Katolik dapat terlibat untuk mengatasi persoalan bangsa terutama terkait konflik SARA. Salah satu caranya dengan sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,”tegasnya.

Sementara Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa mengungkapkan tiga persoalan utama yang dihadapi bangsa Indonesia, yakni korupsi, politik transaksional, dan kenaikan harga BBM.

“Masalah yang paling krusial adalah masalah korupsi karena menyengsarakan rakyat,” ujar Agustinus dalam pidato pembukaannya.

Dia mengharapkan agar politik transaksional di parlemen dan kabinet segera diakhiri. Selain itu, lanjutnya, pemerintah harus memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kenaikan harga BBM.

“Pemuda Katolik siap menjadi organisasi yang akan mengkawal pemerintah sehinggga kebijakan-kebijakannya pro-rakyat,” tegasnya.

Yustinus Paat/AF

Suara Pembaruan

Sticky
0
Pemuda Katolik Indonesia Kecewa Jokowi-JK Menaikkan Harga BBM
May 15, 2015

Pemuda Katolik Indonesia Kecewa Jokowi-JK Menaikkan Harga BBM

jkw

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia Agustinus Tamo Mbapa mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

“Pemuda Katolik tolak kenaikan BBM karena pemerintahan Jokowi tidak etis dan irasional menaikan harga BBM di saat harga minyak dunia turun drastis,” ujarnya seperti dilansir dalam laman beritasatu.com, Selasa (18/11).

Selain itu, menurut Agustinus, pemerintahan Jokowi dinilai telah gagal memberikan penjelasan yang utama atas kenaikan harga BBM.

“Pemerintahan Jokowi hanya produksi kemiskinan baru tanpa kebijkan solutif seperti yang dijanjikan pada saat kampanye politik,” ujarnya.

Pemuda Katolik, lanjut Agustinus, semakin khawatir atas visi misi pemerintahan Jokowi yang pro pasar dan mengorbankan kepentingan rakyat. [beritasatu/SN]

Sticky
0
MPR: Pemuda Katolik agar Kawal 4 Konsensus Kebangsaan
May 15, 2015

MPR: Pemuda Katolik agar Kawal 4 Konsensus Kebangsaan

mpr

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA 11 november 2014 – Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang meminta Pemuda Katolik untuk tetap mengawal dan memperkuat pelaksanaan empat konsensus dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pemuda Katolik sebagai bagian integral dari Gereja Katolik sedunia menjadi satu kekuatan besar yang diharapkan bisa berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Pemuda Katolik harus mampu menjadi contoh dalam menjalin kerja sama yang positif dalam masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujar Oesman Sapta Odang saat menerima audiensi dengan jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Ruang Kerjanya di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Oesman berharap generasi muda khususnya Pemuda Katolik menjadi pelopor dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara. Karena itu dia menekankan pentingnya mengubah cara berpikir sehingga kontribusi Pemuda Katolik bisa membawa manfaat yang lebih besar dalam ikut serta memajukan bangsa dan negara.

Wakil Ketua MPR asal Kalimantan Barat ini menyambut baik undangan dari Pemuda Katolik untuk menjadi pembicara dalam kegiatan Pemuda Katolik, antara lain Kursus Kepemimpinan Lanjutan (KKL) di Jakarta pada 21-22 Nopember 2014, dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pemuda Katolik di Ambon ibukota Propinsi Maluku pada 28-30 Nopember 2014.

Oesman berharap kepada Pemuda Katolik untuk menjalin kerja sama dengan komponen pemuda lainnya dalam rangka memperkuat pelaksanaan konsensus dasar kebangsaan. “Kami di MPR RI mendukung kegiatan Pemuda Katolik termasuk menjalin kerja sama untuk memajukan bangsa,” tutur Oesman.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa mengundang Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang untuk menjadi salah satu pembicara dalam dua kegiatan Pemuda Katolik pada Nopember ini. Rapimnas Pemuda Katolik kali ini mengangkat tema “Menuju Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia”.

Dalam kesempatan itu, Agustinus Tamo Mbapa yang akrab disapa Gustaf ini, didampingi jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik yakni Frederikus Lusti Tulis, Roby Rening, Niko Hari Gunawan, Marcia S.S. Welliken, Hendrik Jauhari Oratmangun, Alfred Edomeko, dan Friederich Batari.

Sticky
0
Pilih Menteri, Jokowi Diminta Transparan
May 15, 2015

Pilih Menteri, Jokowi Diminta Transparan

acehKetua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa meminta Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) agar transparan dalam proses seleksi calon anggota kabinet. Hal itu supaya ada partisipasi dan masukan masyarakat dalam menentukan menteri.

“Pak Jokowi harus terbuka dalam proses seleksi calon kabinet agar publik menilai rekam jejak figur yang akan duduk di jajaran kabinet,” kata Agustinus dalam diskusi bertema “Dinamika Politik dan Implementasinya” yang diselenggarakan Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta, Jumat (17/10).

Ia mengharapkan Jokowi konsisten mendorong proses seleksi yang transparan dan akuntabel. Pasalnya, sejak awal Jokowi meminta rakyat atau publik untuk mengusulkan nama calon menteri. Namun, hingga saat ini, publik tidak mengetahui bagaimana proses seleksi calon kabinet.

“Berapa calon yang diseleksi dan bagaimana hasil seleksinya, publik tidak mengetahui. Jadi proses ini agaknya tertutup,” ujarnya.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang yang juga menjadi pembicara dalam diskusi itu mendukung sikap Pemuda Katolik dalam mengkritisi proses seleksi kabinet Jokowi.

Menurutnya, zaman Presiden SBY terbuka dalam proses seleksi sehingga publik bisa ikut menilai rekam calon. Jokowi diharapkan bisa mendorong proses seleksi kabinet secara transparan. [Berita Satu]

Sticky
0