Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
Pemuda Katolik Indonesia Laporkan Hasil Kongres
May 26, 2015

Pemuda Katolik Indonesia Laporkan Hasil Kongres

2Jakarta : Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Senin (27/8) siang menerima Pemuda Katolik Indonesia yang dipimpin ketua terpilih Agustinus Tomo Mbapa. Kedatangannya ini untuk bersilahturahmi sekaligus melaporkan hasil Kongres Pemuda Katolik Indonesia yang digelar di Pontianak Kalimantan Barat pada Rabu (1/8) silam. 

Dalam kongres itu, Agustinus yang kerap disapa Gustaf menyebutkan bahwa dalam Kongres ke-15 itu, dirinya terpilih menjadi Ketua Umum hingga periode 2015 mendatang. Selain melaporkan hasil kongres, Gustaf juga mengundang Menpora untuk hadir dalam rencana pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Indonesia yang baru pada awal Oktober di Jakarta. Gustaf ditemani Ferdi L Tulis dan Ardy Susanto Wijayo. 

Menpora menyambut senang kongres Pemuda Katolik Indonesia telah berjalan baik. Dia mengucapkan selamat bekerja dan bertugas kepada pengurus Pemuda Katolik Indonesia. Menpora yang didampingi Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm dan Staf Ahli Fachrudin mengatakan bahwa organisasi pemuda juga dapat bersinergi dengan Kemenpora.

Sticky
0
Pemuda Katolik Dukung dan Kawal Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
May 26, 2015

Pemuda Katolik Dukung dan Kawal Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

1Ambon,pl.net – Pemuda Katolik Republik Indonesia mendukung dan siap mengkawal pelaksanaan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa saat membacakan hasil rekomendasi Rapimnas II Pemuda Katolik di Marina Hotel, Ambon, Minggu 30 November 2014.

Rapimnas yang bertemakan “Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Marim Dunia” diselenggarakan sejak tanggal 28 sampai 30 November2014.

Selain rekomendasi mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia, Pemuda Katolik juga siap mengawal dana Rp 1 miliar untuk desa. Pemuda Katolik juga merekomendasikan agar Komite Nasional Pemuda Indonesai (KNPI) selektif dalam memilih organisasi yang terlibat di dalamnya dan kongresnya tidak pragmatis.

“Pemuda katolik siap mendukung dan mengawal pelaksanaan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Agustinus.

Pemuda Katolik, katanya mendukung kebijakan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menjadi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Langkah Jokowi-JK, menurutnya merupakan upaya mengembangkan potensi keluatan atau maritim yang selama ini diabaikan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Pemuda Katolik akan mengkawal pengembangan potensi kelautan yang selama ini belum dioptimalisasikan oleh pemerintah, yakni posisi strategis Indonesia, sumber daya laut, industri pelayaran niaga, industri pelayaran rakyat serta industri perkapalan dan galangan kapal,” tandasnya.

Pemuda Katolik, lanjutnya mendorong pemerintah agar memastikan payung hukum yang berkaitan dengan UU atau peraturan lain dalam pengembangan sektor kemaritiman agar tidak tumpang tindih dan amburadul. Selain itu, menurut Agustinus, pemerintah perlu memastikan lembaga baik kementerian maupun non-kementerian di sektor kemaritiman dapat bekerja dan berkoordinasi sehingga potensi kemaritiman Indonesia benar-benar tereksplorasi.

“Pemuda Katolik juga mendorong pemerintah untuk memusatkan pengembangan sektor kemaritiman di Kawasan Indonesia Timur khususnya Maluku yang memiliki wilayah laut yang luas dan potensi lautnya banyaknya,” tambahnya.

Agustinus menyampaikan juga bahwa setelah Rapimnas ini, Pemuda Katolik akan bertemu dengan Kementerian atau lembaga terkait khususnya Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyampaikan rekomendasi pemuda terkait dukungan dan gagasan serta aspirasi Pemuda Katolik dalam pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kami juga akan menyampaikan dukungan Pemuda Katolik dan pemuda, tokoh dan pemrintah daerah Maluku yang mendorong Maluku sebagai poros maritim Indonesia serta pengembangan kawasan Indonesia Timur sebagai sentra pembangunan kemaritiman Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan Rapimnas ini dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Maluku Ilham Tauda, anggota DPD asal Maluku Nono Sampono, Kepala Pusat Pendidikan kelautan dan Perikanan Badan Pengembangan SDM-KP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr. I Nyoman Suyasa, Direktur Eksekutif Intitut Komunitas Universal Alex S. Wijoyo, dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy. bsatu/mwp

Sticky
0
May 21, 2015

Audensi dengan Mgr.Ignasius Suharyo,SJ, Ketua KWI / Uskup Agung Jakarta pda tgl 27 April 2015

Mgr Ignatius Suharyo SJ: “Berikan Yang Terbaik bagi Bangsa dan Gereja”

Jakarta,

Orang Muda Katolik khususnya anggota organisasi Pemuda Katolik harus berusaha memberikan yang paling baik bagi bangsa dan gereja. Pesan itu disampaikan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, SJ saat menerima Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik  Agustinus Tamo Mbapa bersama jajarannya, di Wisma Uskup, Kompleks Gereja Katedral Jakarta, Senin (27/4/2015).

“Saya yakin masing-masing pihak anggota organisasi menjadi pribadi yang berusaha memberikan yang paling baik bagi bangsa dan bagi gereja. Saya yakin itu,” ucap Mgr. Ignatius Suharyo, SJ.

Dalam pertemuan yang berlangsung satu setengah jam itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa yang akrab disapa Gustaf, menyampaikan harapan sekaligus mengundang Bapak Uskup Mgr Ignatius Suharyo SJ untuk menjadi pembicara pada Kongres Nasional Pemuda Katolik di Batam, Kepulauan Riau pada bulan Agustus 2015 mendatang. Gustaf juga menyampaikan permintaan agar menunjukkan seorang Pastor/Romo untuk menjadi Pastor Moderator Pemuda Katolik.

Pertemuan juga membicarakan tentang rencana Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk mengundang Bapak Sri Paus Fransiskus pada acara Pertemuan Orang Muda Katolik Indonesia maupun Pertemuan Orang Muda Katolik se-Asia di Indonesia tahun tahun 2017 mendatang.

Mengenai Pastor Moderator Pemuda Katolik, Mgr Ignatius Suharyo menyarankan kepada Pemuda Katolik untuk mengajukan surat ke Ketua KWI melalui Sekjen KWI. Hal yang sama juga disampaikan Mgr Ignatius Suharyo terkait undangan menghadiri Kongres Nasional Pemuda Katolik di Batam, Kepulauan Riau bulan Agustsus 2015.

“Silakan sampaikan surat ke KWI. Biasanya nanti akan dihadiri oleh Uskup yang membidangi urusan Kerasulan Awam (Kerawam),” kata Mgr Ignatius.

Dalam kesempatan itu, Mgr Ignatius Suharyo mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan juga mewakili Konferensi Waligereja Indonesia, menyampaikan ucapan terimakasih atas peran Pemuda Katolik di manapun dengan segala macam pandangan.

Mgr Ignatius secara khusus menyampaikan harapannya terkait hubungan Pemuda Katolik dengan Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki.

“Saya tidak tahu bagaimana yang nyata di lapangan. Harapannya sebetulnya OMK (Orang Muda Katolik, red) menjadi payung untuk semua, apakah namanya Pemuda Katolik, entah namanya siapa, berhimpun di situ, saling mempengaruhi, saling berinteraksi. Harapannya kalau teman-teman yang berpikir banyak tentang kaderisasi, demokrasi, politik dan sebagainya justru memberi warna,” ucap Mgr Ignatius.

Mgr Ignatius juga menekankan hubungan antara Hirarki Gereja dan kaum awam Katolik.

“Sebetulnya berjuang di bidang politik itu menjadi tanggung jawab kaum awam. Peranan hirarki adalah acapkali berkaitan dengan pandangan-pandangan iman dan moral supaya nanti kalau perjuangannya berhasil menjadi wakil rakyat, berjuangnya dengan prinsip-prinsip moral dan iman Kristiani,” tegas Mgr Ignatius Suharyo.

“Sementara dukungan Hirarki hanya menyampaikan prinsip-prinsip iman dan moral di dalam perjuangan politik,” kata Mgr Ignatiius menambahkan.

 

Undang Paus

Mgr Ignatius juga secara khusus menjelaskan tentang rencana KWI mengundang Paus Fransiskus pada pertemuan Orang Muda Katolik Indonesia maupun Orang Muda Katolik se-Asia tahun 2017.

“Mengundang Paus (Fransiskus) itu urusan negara, karena Vatikan meskipun kecil tapi sebuah negara,” katanya.

Menurut Mgr Ignatius, meskipun KWI atau umat Katolik mengundang Paus tetapi kalau negara tidak mau mengundang maka tidak akan jadi.

Lebih lanjut, Mgr Ignatius menjelaska bahwa prosesnya sudah dicoba dimana KWI sudah mencoba menghubungi Kementerian Luar Negeri. “Tiap kali cek di Kemenlu RI, dijawabnya belum diberi waktu. Sekarang statusnya seperti itu. Kepastiannya tidak tahu,” katanya.***

Laporan: Friederich Batari

[vcex_image_grid grid_style=”default” columns=”4″ thumbnail_link=”lightbox” custom_links_target=”_self” img_width=”9999″ img_height=”9999″ img_filter=”none” img_hover_style=”grow” image_ids=”514,524,523,522,521,520,519,518,517,516,515″]
Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Tolak Tegas Aturan Hukuman Mati

mati

Manokwari, MediaPapua.com – Ketua Umum Pemuda Katolik Republik Indonesia, Agustinus Tamo Mbapa, menegaskan, Pemuda Katolik Republik Indonesia secara tegas tidak mendukung hukuman Mati yang dibuat oleh kebijakan pemerintah saat ini, hal ini dinilai bahwa setiap manusia berhak atas hidup dan berhak memperbaiki kesalahannya.

Hadir dalam pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Papua Barat di Hotel Mansinam, Kemarin, Gustaf-sapaan akrab-, menyoroti beberapa isu yang saat ini berkembang pada tingkat nasional, seperti penerapan hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik adalah menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia.Hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang,” katanya.

Selain itu juga, dari Segi pesan Paus dan Kitab Suci pun termuat soal manusia itu secitra dengan Allah, maka tidak ada manusia satu membunuh dengan yang lain.

Agustinus menambahkan, kehidupan yang saat ini dimiliki olkeh mahluk hidup merupakan milik Allah dan bukan milik Manusia sehingga Manusia harus dibiarkan mati atau meninggal sewajarnya.

Terkait dengan hukuman mati yang dialami oleh para terpidana narkoba dinilai bukanlah sesuatu yang tepat karena tidak akan pernah menyelesaikan permsalahan narkobah di tanah Air.

“Soal Narkoba, berapa ribu orang yang ditembak mati pun itu tidak akan selesai, namun yang terpenting adalah bagaimana melakukan pencegahan mulai dari hulu hingga ke hilir,” tandasnya. (mp-13)

Sticky
0
Anggota DPRD Jatim Pimpin Pemuda Katolik Jawa Timur
May 15, 2015

Anggota DPRD Jatim Pimpin Pemuda Katolik Jawa Timur

aghtan-katolik-jatim

Kediri – Agatha Retnosari terpilih sebagai ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Jawa Timur. Dalam Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) yang digelar 21 – 22 Maret 2015 di Kediri. Agatha terpilih secara aklamasi.

Agatha yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini akan menjabat sebagai ketua untuk periode 2015 – 2018. Dalam memimpin Komda Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha akan didampingi FX Agus Sujarno (Sekretaris) dan Laurent Budhiharta (Bendahara).

Usai terpilih sebagai ketua, Agatha mengatakan Pemuda Katolik harus lebih aktif dan peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Tidak itu saja, Pemuda Katolik juga harus mengawal kebijakan pemerintah kabupaten/kota maupun propinsi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamu Mbapa mengatakan, terpilihnya Agatha sebagai ketua merupakan sejarah di era kepemimpinannya.

” Agatha adalah srikandi pertama yang menjadi ketua di era kepemimpinan kami. Muskomda yang dilakukan hari ini adalah sah dan akan segera kami tetapkan dalam SK DPP,” ujar pria yang akrab dipanggil Gustav ini.

Gustav berharap Pemuda Katolik di era kepemimpinan Agatha bisa lebih meningkatkan sinergitas dengan semua pihak, terutama dengan hirarki di Gereja Katolik.

Selanjutnya, Gustav akan meminta kepada Agatha untuk segera melengkapi kepengurusan maksimal sebulan setelah digelarnya Muskomda ini.

“Tugas ke depan adalah melengkapi kepengurusan, setelah itu baru dilakukan pelantikan,” jelasnya.

Dalam Muskomda ini, selain Pengurus Pusat Pemuda Katolik, hadir juga Romo Yosep Eko Budi Susilo, Pr selaku Pastur moderator Pemuda Katolik Jawa Timur serta beberapa tamu undangan lainnya seperti Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kepala Sekolah SMAK Santo Agustinus kota Kediri. [nng]

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Berkarya Memajukan Perbatasan

1379988022-QsFaAKe

Tanjung Selor | E-TVBERITA.COM, KOMISARIAT Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara menggelar Musyawarah Komda I, 19-21 Maret 2015 di Tanjung Selor ibukota Propinsi Kalimantan Utara. Sebagai propinsi termuda yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur, Pemuda Katolik dituntut untuk berkarya dan mengabdi dalam tugas pelayanan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Kehadiran Pemuda Katolik di perbatasan itu diharapkan dapat berkarya dalam memajukan daerah yang relatif baru dan sedang membangun infrastruktur dalam berbagai bidang sekaligus sebagai ujung tombak gereja dalam karya pelayanan khususnya di Keuskupan Tanjung Selor.

Romo Stephanus Sumardi, Pr yang mewakili Uskup Keuskupan Tanjung Selor saat memimpin Misa Pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Kamis (19/3/2015) di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta, Keuskupan Tanjung Selor, mengajak Pemuda Katolik menyumbangkan segala upaya untuk memajukan Kalimantan Utara.

“Pemuda Katolik di Kalimantan Utara harus senantiasa berkarya dalam tugas pelayanan. Kita belajar dari Santo Yoseph, suami Maria yang tidak banyak bicara tapi mengambil bagian dari karya penebusan,” kata Romo Stephanus Sumardi, Pr.

Lebih lanjut, Romo Stephanus berpesan kepada Pemuda Katolik agar mengadikan diri dan selalu berkarya demi kebaikan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi, apalagi Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah perbatasan. Karena itu, menurut Gustaf, Pemuda Katolik harus mampu melahirkan pemuda yang memiliki militansi dan responsif terhadap kebijakan-kebijakan publik. “Kader Pemuda Katolik harus meningkatkan kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada,” kata Gustaf.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuh-kembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Pemersatu Bangsa

Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerjanya.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Keberadaan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara ini mendapat sambutan dari banyak kalangan, baik unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Kalimantan Utara. Hal ini tercermin dari kehadiran sejumlah tokoh pada Pembukaan Muskomda I Kalimantan Utara, antara lain Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi; Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan, unsur TNI dan Polri. Selain itu hadir, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa, Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari, Ketua Komda Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Komisaris Daerah (Komda) Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan yang terpilih secara aklamasi pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara, menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam karya pelayanan untuk memajukan daerah. “Pemuda Katolik akan meningkatkan konsolidasi diantara seluruh potensi pemuda di Kalimantan Utara,” kata Cosmas Kajan, yang juga anggota DPRD Propinsi Kalimantan Utara ini.

 

Perkuat Basis

Dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa melanjutkan kunjungan ke Jawa Timur. Kali ini, Gustaf menghadiri Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Jawa Timur, yang berlangsung di Kediri, 21-22 Maret 2015 dengan tema “Memperkuat Basis Pemuda Katolik”.

Gustaf menegaskan pentingnya untuk terus memperjuangkan nilai kejujuran. Gustaf juga mengajak para kader Pemuda Katolik untuk meneladani sikap dan perjuangan tokoh nasional seperti Pahlawan Nasional Ignatius Joseph Kasimo dan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ.

Carateker Komda Pemuda Katolik Jawa Timur, Leonardus Dewa Made RS, menekankan pentingnya meningkatkan kemandirian organisasi di tengah kompleksitas persoalan bangsa.

“Kita perlu beradaptasi. Pemuda Katolik dengan basisnya di gereja perlu menjadi perhatian Pemuda Katolik. Apabila kita mandiri maka kita beradaptasi dengan situasi kemasyarakatan,” kata Leonardus.

Pastor Moderator Pemuda Katolik Jawa Timur, Romo Yoseph Eko Budi Susilo, Pr meminta Pemuda Katolik untuk meningkatkan pembinaan dan kaderisasi. “Kaderisasi mutlak dilaksanakan,” tegas Romo Yoseph.

Romo Yoseph juga mengharapkan Pemuda Katolik dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) sebagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi kader untuk meningkatkan konsolidasi.(Laporan Friederich Batari)

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

KBRN, Kaltara : Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerja.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Propinsi Kalimantan Utara, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi. Gustaf berharap setiap tahun bisa lahir para pemuda yang memiliki militansi dan respon terhadap kebijakan-kebijakan publik, membangun kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah.

Sebab pemerintah adalah bagian dari tugas pelayanan. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Gustaf juga mengajak seluruh pemuda untuk bergerak membangun kebersamaan dengan sesama. Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Dalam kesempatan itu, Gustaf menyoroti sejumlah isu yang berkembang pada tingkat nasional, antara lain menyangkut penerapan hukuman mati.

Gustaf menegaskan bahwa sikap Pemuda Katolik adalah menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia. Ia beralasan bahwa hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang.

“Yang bisa memutuskan mata rantai hidup itu hanya Tuhan,” tegas Gustaf.

Kedepan, lanjut Gustaf, Pemuda Katolik terus menolak penerapan hukuman mati di Indonesia dan juga mendorong upaya menghapus ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik ini tercermin juga dari sikap Gereja. Jadi sikap Pemuda Katolik tidak bisa lari dari sikap Gereja Katolik mulai dari Vatikan sampai dengan Keuskupan Tanjung Selor,” katanya.

Acara pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara ini, antara lain dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan.

Unsur TNI dan Polri, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Propinsi Kalimantan Utara serta Romo Stephanus Sumardi, Pr dari Paroki Katedral Santa Maria Assumpta Keuskupan Tanjung Selor.

Hadir pula Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari.

Selain itu, Ketua Karateker Komisariat Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan. (RZ/AKS)

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Tolak Penerapan Hukuman Mati

ilustrasi-hukuman-mati_20150118_002838

Tanjung Selor | E-TVBERITA.COM, Pemuda Katolik menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia. Sebab, hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang.

“Yang bisa memutuskan mata rantai hidup itu hanya Tuhan,” tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa saat Pidato Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, di Tanjung Selor, akhir pekan lalu, Jumat (20/3/2015).

Menurut Gustaf, sapan untuk Agustinus Tamo Mbapa menyatakan bahwa Pemuda Katolik akan mendorong untuk menghapus ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik ini tercermin juga dari sikap Gereja. Jadi sikap Pemuda Katolik tidak bisa lari dari sikap Gereja Katolik mulai dari Vatikan sampai dengan Keuskupan Tanjung Selor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gustaf juga mengajak para pemuda khususnya Pemuda Katolik untuk memaknai semboyan Pro Ecclesia Et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).

“Kita dahulukan kepentingan Tuhan, baru kepentingan manusia. Jadi secara rohaniah kita bergerak dalam tuntunan Tuhan, baru bergerak membangun kebersamaan dengan sesama,” kata Gustaf.

Sebagai kader Pemuda Katolik, lanjut Gustaf, harus tercermin dalam dirinya agar hidup kesehariannya harus berperilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Cari Ketua Baru

caket

18 januari 20115 PENGURUS Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Kaltim kini tengah mencari ketua baru, untuk memimpin selama tiga tahun ke depan sampai 2018 mendatang. Dijadwalkan pagi ini mereka mengadakan kegiatan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda). Kegiatan rencana dipusatkan di Ruang Utama lantai 2 Balai Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa SSos MSi beserta jajaran pengurus itu rencana dibuka pukul 09.00 Wita. Setelah pembukaan, akan dilanjutkan dengan agenda sidang komisi berupa Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pengurus sebelumnya, pandangan umum Komisariat Cabang (Komcab) yang tersebar di kabupaten dan kota, pembahasan program, serta rekomendasi. Berikut terakhir, pemilihan ketua yang baru.
“Sebenarnya kepengurusan sebelumnya sudah berakhir beberapa waktu lalu. Tapi karena beberapa kendala teknis, sehingga Muskomda baru bisa terselenggara saat ini. Tapi yang jelas, proses regenerasi kader tetap berjalan,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Muskomda Kaltim-Kaltara, Herman YB Tukan SSos, kemarin.
Soal kandidat, sejauh ini belum muncul. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, ada lebih dari sekitar tiga orang yang tengah berancang-ancang siap bertarung. Terutama untuk merebut suara sah dari setiap Komcab, satu suara Komda, serta satu suara PP. Yang jelas, untuk Muskomda kali ini, masih melibatkan Komcab yang ada di Provinsi Kaltara, mengingat di sana belum terbentuk Komda yang baru.
“Undangan juga sudah kami sebarkan semua. Semoga bisa maksimal yang hadir nanti. Tapi semuanya berproses. Kita lihat perkembangan di forum nanti,” tambah Thobias Thalar, sekretaris panitia. (soc/yes/lee)

Sticky
0
May 15, 2015

Isi Deklarasi Maluku Poros Maritim Indonesia

IMG-20150416-00120-300x225

“Untuk menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera, kita harus menjadi bangsa bahari,” kata Soekarno.

Soekarno membacakan puisi tentang kejayaan bangsa pelaut dalam pidato peresmian Institut Angkatan Laut pada tahun 1953 yang berjudul “Jadilah Bangsa Pelaut!”

Berikut puisi Soekarno tentang hal itu:

Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali ….

Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga,

bangsa pelaut yang mempunyai armada militer,

bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang

lautan itu sendiri.

Poros maritim adalah konsep keunggulan geo strategis berbasis kekayaan bahari di laut Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia.

Sektor kelautan bisa menghasilkan seperempat APBN setara dengan Rp 500 triliun. namun belum dikelola dengan baik dan optimal. Potensi kekayaan sumber laut Indonesia harus dimanfaatkan dengan benar. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia. Luas wilayah Indonesia 2/3 itu lautan. Kekayaan sumber daya alam Indonesia inilah yang memiliki potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, harus dibangun armada dan keterampilan serta sentra industri pengolahan dan perdagangan berbasis komunitas kelautan di sedikitnya 10 wilayah (zona) maritim.

Data terakhir Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2012 dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa Indonesia pada saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di bawah China dan India. Untuk perikanan tangkap Indonesia sebenarnya berada pada posisi kedua. Indonesia kalah produksi dengan India dalam perikanan budidaya. Jumlah perikanan tangkap dan perikanan budidaya itulah yang menunjukkan tingkat produksi perikanan suatu negara.

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP), para tokoh adat, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mendeklarasikan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia.

Deklarasi ini dilakukan di tengah-tengah acara pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik di Gedung Siwalima, Karapan, Ambon, pada Jumat (28/11/2014) malam.

Dalam deklarasi ini, mereka membacakan secara bersama naskah deklarasi, kemudian ditandatangani. Setelah ditandatangani, diserahkan secara simbolik oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa ke Pemda Maluku.

Acara pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik ini dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) John Peris serta mantan Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Indonesia, Letnan Jenderal (Marinir) Purn. Nono Sampono, Gubernur Provinsi Maluku yang diwakili oleh Ketua Bappeda Maluku Anton Sihaloho, Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, melalui Wakil Uskup Kota Ambon (Ambonia) RD. Pastor Man Oratmangun, Pr., Wali Kota Ambon, anggota DPRD Maluku, perwakilan Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia, serta ormas dan OKP se-Provinsi Maluku.

Rapimnas kali ini mengangkat tema bertajuk “Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang hadir, antara Pemuda Katolik, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Maluku, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku, dan Persatuan Anak Muda Maluku (PAMM).

Ketua Komda Maluku Hendrik Jauhari Oratmangun menurutkan bahwa deklarasi bersama ini merupakan bentuk dukungan masyarakat khususnya pemuda untuk menjadikan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia. Dikhawatirkan, generasi muda di Provinsi Maluku Utara (Malut) rupanya tidak tertarik menjadi nelayan seperti para orangtua dan leluhurnya dulu.

Ketua PMKRI Ambon Anakletus Fasak dan Ketua Umum PAMM Remon Twrsepuny mengaku siap mendukung upaya masyarakat dan pemerintah untuk menjadi Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia.

Sementara itu, Ketua Bappeda Maluku Anton Sihaloho yang dalam hal ini mewakili pemerintah daerah Maluku menyambut baik upaya menjadi Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia. Dia mengaku bahwa Provinsi Maluku beruntung dalam desain tol nasional, apalagi dengan lautan 92,4 persen, lebih besar dari daratan yang hanya 7,6 persen.

“Ini menunjukkan bahwa Maluku adalah tulang punggung dari subyek pembangunan nasional. Kita berharap Pemuda Katolik dan ormas serta OKP lainnya dapat mendesak pemerintah pusat untuk menjadi Maluku sebagai poros maritim Indonesia,” pungkasnya.

Inilah isi lengkap naskah deklarasinya:

Naskah Deklarasi

Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia

Atas Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini Jumat 28 November 2014, kami putra dan putri Indonesia di Tanah Maluku menyatakan tekad bulat dengan segenap jiwa dan raga berjuang untuk menjadikan Maluku sebagai Poros Maritim Indonesia serta mengawal perjuangan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dan sebagai wujud konkret dari sikap ini, kami sepenuhnya mendukung perjuangan Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh rakyat Maluku dalam memperjuangkan:

  1. Maluku sebagai lumbung ikan nasional.
  2. Undang-undang Provinsi Kepulauan yang menjadi perjuangan bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan enam provinsi kepulauan lainnya.

Dan juga secara resmi dalam Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik ini, kami usulkan kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar dapat menetapkan filosofi pembangunan “Membangun dari Laut ke Darat dengan Memuliakan Lautnya dan Berdiri Teguh di Antaranya” sebagai filosofi pembangunan nasional dalam rangka mempertegas Indonesia sebagai negara bahari atau kepulauan maritim.(jos)

Sticky
0