Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
Pemuda Katolik Indonesia Kecewa Jokowi-JK Menaikkan Harga BBM
May 26, 2015

Pemuda Katolik Indonesia Kecewa Jokowi-JK Menaikkan Harga BBM

jkwJakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia Agustinus Tamo Mbapa mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. “Pemuda Katolik tolak kenaikan BBM karena pemerintahan Jokowi tidak etis dan irasional menaikan harga BBM di saat harga minyak dunia turun drastis,” ujarnya seperti dilansir dalam laman beritasatu.com, Selasa (18/11). Selain itu, menurut Agustinus, pemerintahan Jokowi dinilai telah gagal memberikan penjelasan yang utama atas kenaikan harga BBM. “Pemerintahan Jokowi hanya produksi kemiskinan baru tanpa kebijkan solutif seperti yang dijanjikan pada saat kampanye politik,” ujarnya. Pemuda Katolik, lanjut Agustinus, semakin khawatir atas visi misi pemerintahan Jokowi yang pro pasar dan mengorbankan kepentingan rakyat.

Sticky
0
May 26, 2015

Ferlansius Pangalila Dilantik Ketua Pemuda Katolik Sulut Esok

1336709194648251468MANADO, IDMANADO.CO – Pengurus Pemuda Katolik Sulawesi Utara periode 2013-2016 akan dilantik Sabtu, 11 Januari 2014 di Aula Sekolah Tinggi Filsafat-Seminari Pineleng. Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa M.Si, Ketua I Emmanuel Tular, SIP., MSi dan Sekjen Dr. Caroline Margareth dipastikan akan melantik Pemuda Katolik Sulut yang dipimpin Ferlansius Pangalila, SH., MH sesuai SK Nomor 013/PP-PK/XII/2013. “Pengurus Pusat Pemuda Katolik telah mengeluarkan SK sejak bulan Desember dan awal Januari diagendakan untuk pelantikan”, ungkap Ketua Panitia Lexi Mantiri, SS yang didampingi Sekretaris Martino Rengkuan, SPd. 

Diharapkan kepada seluruh pengurus PK Komda Sulut dan pengurus Komcab se-Sulut dapat menghadiri acara yang akan digelar mulai pukul 17.00 Wita. Termasuk dewan penasehat dan dewan pembina. “Kami juga mengundang kepada pimpinan-pimpinan organisasi kepemudaan untuk hadir”, ujar Mantiri. Pelantikan ini juga akan dirangkaikan dengan Perayaan Natal Bersama dengan DPD KNPI Sulut, PMKRI, Orang Muda Katolik dan Mahasiswa STF-SP.

Menurut Ketua Pemuda Katolik Komda Sulut Ferlansius Pangalila, sebelum pelantikan akan diadakan Misa Pengutusan yang dipimpin Uskup Manado yang diwakili oleh Ketua Komisi Kerasulan Awam Pastor Fred Tawaluyan, Pr. “Hari Kamis lalu, kami telah mengadakan audiens dengan Uskup Manado, Sekretaris Keuskupan dan Ketua Komisi Kerawam. Kami bersyukur karena pengurus yang baru didukung penuh”, kata Ferlan-sapaan akrabnya. Dia juga mengaku Pemuda Katolik Komda Sulut periode 2013-2016 akan berupaya maksimal untuk menjadi organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan tersebut dapat menjadi laboratorium kader bagi calon-calon pemimpin yang akan berkiprah di segala bidang.

 

“Selain itu, kami akan fokus pada pemberdayaan ekonomi sehingga Pemuda Katolik makin mandiri dapat menjadi wadah bagi kader-kader muda Katolik untuk mengaktualisasikan potensinya. Usai dilantik, dikatakan Ferlan, akan segera dilakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat cabang, anak cabang dan ranting. “Kami akan menegakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga karena Pemuda Katolik adalah organisasi yang netral  dan tunduk pada aturan”, tandasnya. (lex)

Sticky
0
Pemuda Katolik Maluku Apresiasi Rakor Kemaritiman
May 26, 2015

Pemuda Katolik Maluku Apresiasi Rakor Kemaritiman

3Ambon, Tribun-Maluku.com : Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Maluku memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang berjasa untuk mengadakan rakor kemaritiman di Maluku

“Kami sangat mengapresiasi rakor tersebut semoga dapat memberikan dampak bagi pembangunan kemaritiman di Maluku. Karena Maluku sebagai daerah kepulauan membutuhkan sentuhan pembangunan lebih dari pemerintah pusat di sektor kelautan dan maritim,” kata Plt Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun di Ambon, Jumat (22/5)

Dijelaskan, terkait kemaritiman Maluku pada saat Rapimnas Pemuda Katolik di Ambon tanggal 28 November 2014 lalu, Maluku telah dideklarasikan sebagai Poros Maritim Indonesia.

Deklarasi tersebut oleh Pemuda Katolik seluruh Indonesia, KNPI dan OKP di Maluku yang disaksikan dan turut ditandatangani oleh Pemda Maluku, Anggota DPRD Maluku dan tokoh-tokoh Maluku yang hadir dan juga oleh dua senator asal Maluku Nono Sampono dan Prof. John Pieris.

Dalam deklarasi berkomitmen untuk sepenuhnya mendukung perjuangan pemerintah provinsi Maluku dan seluruh rakyat Maluku dalam memperjuangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional dan Undang-Undang Provinsi Kepulauan yang menjadi perjuangan bersama pemerintah provinsi Maluku dan enam provinsi kepulauan lainnya.

Ditambahkan Oratmangun, dalam Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik ini, diusulkan kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar dapat menetapkan filosofi pembangunan “Membangun dari laut ke darat dengan memuliakan lautnya dan berdiri teguh di antaranya” sebagai filosofi pembangunan nasional dalam rangka mempertegas Indonesia sebagai negara bahari kepulauan maritim.

Dia mengharapkan momentun raker kemaritiman di Maluku dapat disampaikan langsung kepada Menko Maritim sebagai aspirasi Masyarakat Maluku yang diwakili oleh komponen pemuda Maluku, Sehingga dapat mendesak pemerintah pusat terkait dengan perjuangan masyarakat Maluku.

Sticky
0
Pemuda Katolik Indonesia Laporkan Hasil Kongres
May 26, 2015

Pemuda Katolik Indonesia Laporkan Hasil Kongres

2Jakarta : Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Senin (27/8) siang menerima Pemuda Katolik Indonesia yang dipimpin ketua terpilih Agustinus Tomo Mbapa. Kedatangannya ini untuk bersilahturahmi sekaligus melaporkan hasil Kongres Pemuda Katolik Indonesia yang digelar di Pontianak Kalimantan Barat pada Rabu (1/8) silam. 

Dalam kongres itu, Agustinus yang kerap disapa Gustaf menyebutkan bahwa dalam Kongres ke-15 itu, dirinya terpilih menjadi Ketua Umum hingga periode 2015 mendatang. Selain melaporkan hasil kongres, Gustaf juga mengundang Menpora untuk hadir dalam rencana pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Indonesia yang baru pada awal Oktober di Jakarta. Gustaf ditemani Ferdi L Tulis dan Ardy Susanto Wijayo. 

Menpora menyambut senang kongres Pemuda Katolik Indonesia telah berjalan baik. Dia mengucapkan selamat bekerja dan bertugas kepada pengurus Pemuda Katolik Indonesia. Menpora yang didampingi Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm dan Staf Ahli Fachrudin mengatakan bahwa organisasi pemuda juga dapat bersinergi dengan Kemenpora.

Sticky
0
Pemuda Katolik Dukung dan Kawal Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
May 26, 2015

Pemuda Katolik Dukung dan Kawal Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

1Ambon,pl.net – Pemuda Katolik Republik Indonesia mendukung dan siap mengkawal pelaksanaan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa saat membacakan hasil rekomendasi Rapimnas II Pemuda Katolik di Marina Hotel, Ambon, Minggu 30 November 2014.

Rapimnas yang bertemakan “Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Marim Dunia” diselenggarakan sejak tanggal 28 sampai 30 November2014.

Selain rekomendasi mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia, Pemuda Katolik juga siap mengawal dana Rp 1 miliar untuk desa. Pemuda Katolik juga merekomendasikan agar Komite Nasional Pemuda Indonesai (KNPI) selektif dalam memilih organisasi yang terlibat di dalamnya dan kongresnya tidak pragmatis.

“Pemuda katolik siap mendukung dan mengawal pelaksanaan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Agustinus.

Pemuda Katolik, katanya mendukung kebijakan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menjadi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Langkah Jokowi-JK, menurutnya merupakan upaya mengembangkan potensi keluatan atau maritim yang selama ini diabaikan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Pemuda Katolik akan mengkawal pengembangan potensi kelautan yang selama ini belum dioptimalisasikan oleh pemerintah, yakni posisi strategis Indonesia, sumber daya laut, industri pelayaran niaga, industri pelayaran rakyat serta industri perkapalan dan galangan kapal,” tandasnya.

Pemuda Katolik, lanjutnya mendorong pemerintah agar memastikan payung hukum yang berkaitan dengan UU atau peraturan lain dalam pengembangan sektor kemaritiman agar tidak tumpang tindih dan amburadul. Selain itu, menurut Agustinus, pemerintah perlu memastikan lembaga baik kementerian maupun non-kementerian di sektor kemaritiman dapat bekerja dan berkoordinasi sehingga potensi kemaritiman Indonesia benar-benar tereksplorasi.

“Pemuda Katolik juga mendorong pemerintah untuk memusatkan pengembangan sektor kemaritiman di Kawasan Indonesia Timur khususnya Maluku yang memiliki wilayah laut yang luas dan potensi lautnya banyaknya,” tambahnya.

Agustinus menyampaikan juga bahwa setelah Rapimnas ini, Pemuda Katolik akan bertemu dengan Kementerian atau lembaga terkait khususnya Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyampaikan rekomendasi pemuda terkait dukungan dan gagasan serta aspirasi Pemuda Katolik dalam pembangunan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kami juga akan menyampaikan dukungan Pemuda Katolik dan pemuda, tokoh dan pemrintah daerah Maluku yang mendorong Maluku sebagai poros maritim Indonesia serta pengembangan kawasan Indonesia Timur sebagai sentra pembangunan kemaritiman Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan Rapimnas ini dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Maluku Ilham Tauda, anggota DPD asal Maluku Nono Sampono, Kepala Pusat Pendidikan kelautan dan Perikanan Badan Pengembangan SDM-KP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr. I Nyoman Suyasa, Direktur Eksekutif Intitut Komunitas Universal Alex S. Wijoyo, dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy. bsatu/mwp

Sticky
0
May 21, 2015

Audensi dengan Mgr.Ignasius Suharyo,SJ, Ketua KWI / Uskup Agung Jakarta pda tgl 27 April 2015

Mgr Ignatius Suharyo SJ: “Berikan Yang Terbaik bagi Bangsa dan Gereja”

Jakarta,

Orang Muda Katolik khususnya anggota organisasi Pemuda Katolik harus berusaha memberikan yang paling baik bagi bangsa dan gereja. Pesan itu disampaikan Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, SJ saat menerima Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik  Agustinus Tamo Mbapa bersama jajarannya, di Wisma Uskup, Kompleks Gereja Katedral Jakarta, Senin (27/4/2015).

“Saya yakin masing-masing pihak anggota organisasi menjadi pribadi yang berusaha memberikan yang paling baik bagi bangsa dan bagi gereja. Saya yakin itu,” ucap Mgr. Ignatius Suharyo, SJ.

Dalam pertemuan yang berlangsung satu setengah jam itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa yang akrab disapa Gustaf, menyampaikan harapan sekaligus mengundang Bapak Uskup Mgr Ignatius Suharyo SJ untuk menjadi pembicara pada Kongres Nasional Pemuda Katolik di Batam, Kepulauan Riau pada bulan Agustus 2015 mendatang. Gustaf juga menyampaikan permintaan agar menunjukkan seorang Pastor/Romo untuk menjadi Pastor Moderator Pemuda Katolik.

Pertemuan juga membicarakan tentang rencana Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk mengundang Bapak Sri Paus Fransiskus pada acara Pertemuan Orang Muda Katolik Indonesia maupun Pertemuan Orang Muda Katolik se-Asia di Indonesia tahun tahun 2017 mendatang.

Mengenai Pastor Moderator Pemuda Katolik, Mgr Ignatius Suharyo menyarankan kepada Pemuda Katolik untuk mengajukan surat ke Ketua KWI melalui Sekjen KWI. Hal yang sama juga disampaikan Mgr Ignatius Suharyo terkait undangan menghadiri Kongres Nasional Pemuda Katolik di Batam, Kepulauan Riau bulan Agustsus 2015.

“Silakan sampaikan surat ke KWI. Biasanya nanti akan dihadiri oleh Uskup yang membidangi urusan Kerasulan Awam (Kerawam),” kata Mgr Ignatius.

Dalam kesempatan itu, Mgr Ignatius Suharyo mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan juga mewakili Konferensi Waligereja Indonesia, menyampaikan ucapan terimakasih atas peran Pemuda Katolik di manapun dengan segala macam pandangan.

Mgr Ignatius secara khusus menyampaikan harapannya terkait hubungan Pemuda Katolik dengan Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki.

“Saya tidak tahu bagaimana yang nyata di lapangan. Harapannya sebetulnya OMK (Orang Muda Katolik, red) menjadi payung untuk semua, apakah namanya Pemuda Katolik, entah namanya siapa, berhimpun di situ, saling mempengaruhi, saling berinteraksi. Harapannya kalau teman-teman yang berpikir banyak tentang kaderisasi, demokrasi, politik dan sebagainya justru memberi warna,” ucap Mgr Ignatius.

Mgr Ignatius juga menekankan hubungan antara Hirarki Gereja dan kaum awam Katolik.

“Sebetulnya berjuang di bidang politik itu menjadi tanggung jawab kaum awam. Peranan hirarki adalah acapkali berkaitan dengan pandangan-pandangan iman dan moral supaya nanti kalau perjuangannya berhasil menjadi wakil rakyat, berjuangnya dengan prinsip-prinsip moral dan iman Kristiani,” tegas Mgr Ignatius Suharyo.

“Sementara dukungan Hirarki hanya menyampaikan prinsip-prinsip iman dan moral di dalam perjuangan politik,” kata Mgr Ignatiius menambahkan.

 

Undang Paus

Mgr Ignatius juga secara khusus menjelaskan tentang rencana KWI mengundang Paus Fransiskus pada pertemuan Orang Muda Katolik Indonesia maupun Orang Muda Katolik se-Asia tahun 2017.

“Mengundang Paus (Fransiskus) itu urusan negara, karena Vatikan meskipun kecil tapi sebuah negara,” katanya.

Menurut Mgr Ignatius, meskipun KWI atau umat Katolik mengundang Paus tetapi kalau negara tidak mau mengundang maka tidak akan jadi.

Lebih lanjut, Mgr Ignatius menjelaska bahwa prosesnya sudah dicoba dimana KWI sudah mencoba menghubungi Kementerian Luar Negeri. “Tiap kali cek di Kemenlu RI, dijawabnya belum diberi waktu. Sekarang statusnya seperti itu. Kepastiannya tidak tahu,” katanya.***

Laporan: Friederich Batari

[vcex_image_grid grid_style=”default” columns=”4″ thumbnail_link=”lightbox” custom_links_target=”_self” img_width=”9999″ img_height=”9999″ img_filter=”none” img_hover_style=”grow” image_ids=”514,524,523,522,521,520,519,518,517,516,515″]
Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Tolak Tegas Aturan Hukuman Mati

mati

Manokwari, MediaPapua.com – Ketua Umum Pemuda Katolik Republik Indonesia, Agustinus Tamo Mbapa, menegaskan, Pemuda Katolik Republik Indonesia secara tegas tidak mendukung hukuman Mati yang dibuat oleh kebijakan pemerintah saat ini, hal ini dinilai bahwa setiap manusia berhak atas hidup dan berhak memperbaiki kesalahannya.

Hadir dalam pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Papua Barat di Hotel Mansinam, Kemarin, Gustaf-sapaan akrab-, menyoroti beberapa isu yang saat ini berkembang pada tingkat nasional, seperti penerapan hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik adalah menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia.Hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang,” katanya.

Selain itu juga, dari Segi pesan Paus dan Kitab Suci pun termuat soal manusia itu secitra dengan Allah, maka tidak ada manusia satu membunuh dengan yang lain.

Agustinus menambahkan, kehidupan yang saat ini dimiliki olkeh mahluk hidup merupakan milik Allah dan bukan milik Manusia sehingga Manusia harus dibiarkan mati atau meninggal sewajarnya.

Terkait dengan hukuman mati yang dialami oleh para terpidana narkoba dinilai bukanlah sesuatu yang tepat karena tidak akan pernah menyelesaikan permsalahan narkobah di tanah Air.

“Soal Narkoba, berapa ribu orang yang ditembak mati pun itu tidak akan selesai, namun yang terpenting adalah bagaimana melakukan pencegahan mulai dari hulu hingga ke hilir,” tandasnya. (mp-13)

Sticky
0
Anggota DPRD Jatim Pimpin Pemuda Katolik Jawa Timur
May 15, 2015

Anggota DPRD Jatim Pimpin Pemuda Katolik Jawa Timur

aghtan-katolik-jatim

Kediri – Agatha Retnosari terpilih sebagai ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Jawa Timur. Dalam Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) yang digelar 21 – 22 Maret 2015 di Kediri. Agatha terpilih secara aklamasi.

Agatha yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini akan menjabat sebagai ketua untuk periode 2015 – 2018. Dalam memimpin Komda Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha akan didampingi FX Agus Sujarno (Sekretaris) dan Laurent Budhiharta (Bendahara).

Usai terpilih sebagai ketua, Agatha mengatakan Pemuda Katolik harus lebih aktif dan peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Tidak itu saja, Pemuda Katolik juga harus mengawal kebijakan pemerintah kabupaten/kota maupun propinsi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamu Mbapa mengatakan, terpilihnya Agatha sebagai ketua merupakan sejarah di era kepemimpinannya.

” Agatha adalah srikandi pertama yang menjadi ketua di era kepemimpinan kami. Muskomda yang dilakukan hari ini adalah sah dan akan segera kami tetapkan dalam SK DPP,” ujar pria yang akrab dipanggil Gustav ini.

Gustav berharap Pemuda Katolik di era kepemimpinan Agatha bisa lebih meningkatkan sinergitas dengan semua pihak, terutama dengan hirarki di Gereja Katolik.

Selanjutnya, Gustav akan meminta kepada Agatha untuk segera melengkapi kepengurusan maksimal sebulan setelah digelarnya Muskomda ini.

“Tugas ke depan adalah melengkapi kepengurusan, setelah itu baru dilakukan pelantikan,” jelasnya.

Dalam Muskomda ini, selain Pengurus Pusat Pemuda Katolik, hadir juga Romo Yosep Eko Budi Susilo, Pr selaku Pastur moderator Pemuda Katolik Jawa Timur serta beberapa tamu undangan lainnya seperti Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kepala Sekolah SMAK Santo Agustinus kota Kediri. [nng]

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Berkarya Memajukan Perbatasan

1379988022-QsFaAKe

Tanjung Selor | E-TVBERITA.COM, KOMISARIAT Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara menggelar Musyawarah Komda I, 19-21 Maret 2015 di Tanjung Selor ibukota Propinsi Kalimantan Utara. Sebagai propinsi termuda yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur, Pemuda Katolik dituntut untuk berkarya dan mengabdi dalam tugas pelayanan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Kehadiran Pemuda Katolik di perbatasan itu diharapkan dapat berkarya dalam memajukan daerah yang relatif baru dan sedang membangun infrastruktur dalam berbagai bidang sekaligus sebagai ujung tombak gereja dalam karya pelayanan khususnya di Keuskupan Tanjung Selor.

Romo Stephanus Sumardi, Pr yang mewakili Uskup Keuskupan Tanjung Selor saat memimpin Misa Pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Kamis (19/3/2015) di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta, Keuskupan Tanjung Selor, mengajak Pemuda Katolik menyumbangkan segala upaya untuk memajukan Kalimantan Utara.

“Pemuda Katolik di Kalimantan Utara harus senantiasa berkarya dalam tugas pelayanan. Kita belajar dari Santo Yoseph, suami Maria yang tidak banyak bicara tapi mengambil bagian dari karya penebusan,” kata Romo Stephanus Sumardi, Pr.

Lebih lanjut, Romo Stephanus berpesan kepada Pemuda Katolik agar mengadikan diri dan selalu berkarya demi kebaikan baik di tengah gereja maupun di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi, apalagi Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah perbatasan. Karena itu, menurut Gustaf, Pemuda Katolik harus mampu melahirkan pemuda yang memiliki militansi dan responsif terhadap kebijakan-kebijakan publik. “Kader Pemuda Katolik harus meningkatkan kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada,” kata Gustaf.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuh-kembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Pemersatu Bangsa

Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerjanya.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Keberadaan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara ini mendapat sambutan dari banyak kalangan, baik unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Kalimantan Utara. Hal ini tercermin dari kehadiran sejumlah tokoh pada Pembukaan Muskomda I Kalimantan Utara, antara lain Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi; Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan, unsur TNI dan Polri. Selain itu hadir, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa, Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari, Ketua Komda Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Komisaris Daerah (Komda) Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan yang terpilih secara aklamasi pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara, menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam karya pelayanan untuk memajukan daerah. “Pemuda Katolik akan meningkatkan konsolidasi diantara seluruh potensi pemuda di Kalimantan Utara,” kata Cosmas Kajan, yang juga anggota DPRD Propinsi Kalimantan Utara ini.

 

Perkuat Basis

Dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa melanjutkan kunjungan ke Jawa Timur. Kali ini, Gustaf menghadiri Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Jawa Timur, yang berlangsung di Kediri, 21-22 Maret 2015 dengan tema “Memperkuat Basis Pemuda Katolik”.

Gustaf menegaskan pentingnya untuk terus memperjuangkan nilai kejujuran. Gustaf juga mengajak para kader Pemuda Katolik untuk meneladani sikap dan perjuangan tokoh nasional seperti Pahlawan Nasional Ignatius Joseph Kasimo dan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ.

Carateker Komda Pemuda Katolik Jawa Timur, Leonardus Dewa Made RS, menekankan pentingnya meningkatkan kemandirian organisasi di tengah kompleksitas persoalan bangsa.

“Kita perlu beradaptasi. Pemuda Katolik dengan basisnya di gereja perlu menjadi perhatian Pemuda Katolik. Apabila kita mandiri maka kita beradaptasi dengan situasi kemasyarakatan,” kata Leonardus.

Pastor Moderator Pemuda Katolik Jawa Timur, Romo Yoseph Eko Budi Susilo, Pr meminta Pemuda Katolik untuk meningkatkan pembinaan dan kaderisasi. “Kaderisasi mutlak dilaksanakan,” tegas Romo Yoseph.

Romo Yoseph juga mengharapkan Pemuda Katolik dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) sebagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi kader untuk meningkatkan konsolidasi.(Laporan Friederich Batari)

Sticky
0
May 15, 2015

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

KBRN, Kaltara : Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerja.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Propinsi Kalimantan Utara, Jumat (20/3/2015).

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi. Gustaf berharap setiap tahun bisa lahir para pemuda yang memiliki militansi dan respon terhadap kebijakan-kebijakan publik, membangun kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah.

Sebab pemerintah adalah bagian dari tugas pelayanan. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Gustaf juga mengajak seluruh pemuda untuk bergerak membangun kebersamaan dengan sesama. Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Dalam kesempatan itu, Gustaf menyoroti sejumlah isu yang berkembang pada tingkat nasional, antara lain menyangkut penerapan hukuman mati.

Gustaf menegaskan bahwa sikap Pemuda Katolik adalah menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia. Ia beralasan bahwa hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang.

“Yang bisa memutuskan mata rantai hidup itu hanya Tuhan,” tegas Gustaf.

Kedepan, lanjut Gustaf, Pemuda Katolik terus menolak penerapan hukuman mati di Indonesia dan juga mendorong upaya menghapus ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik ini tercermin juga dari sikap Gereja. Jadi sikap Pemuda Katolik tidak bisa lari dari sikap Gereja Katolik mulai dari Vatikan sampai dengan Keuskupan Tanjung Selor,” katanya.

Acara pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara ini, antara lain dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan.

Unsur TNI dan Polri, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Propinsi Kalimantan Utara serta Romo Stephanus Sumardi, Pr dari Paroki Katedral Santa Maria Assumpta Keuskupan Tanjung Selor.

Hadir pula Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari.

Selain itu, Ketua Karateker Komisariat Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan. (RZ/AKS)

Sticky
0