Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
Sri Sultan: Kini sukar mendapat tokoh nasional Katolik
May 26, 2015

Sri Sultan: Kini sukar mendapat tokoh nasional Katolik

9Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti kelemahan pendidikan kader sebagai penyebab sulitnya orang-orang Katolik saat ini yang tampil sebagai tokoh-tokoh nasional dibanding dengan pada masa-masa awal kemerdekaan.

“Bahkan, nyaris tidak ada aktivitas orang muda Katolik yang mengarahkan mereka pada peran dan tanggung jawab dalam politik. Hal ini berbeda dengan pada masa-masa awal kemerdekaan, dimana kala itu, banyak sekali tokoh-tokoh Katolik yang mengambil peran sentral,” katanya saat memberi keynote speech dalam acara Dies Natalis ke-67 Pemuda Katolik di Kampus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Minggu, (16/12).

Menurut Sultan, saat ini tidak ada pendidikan yang mumpuni bagi kader-kade Katolik sehingga tidak muncul tokoh seperti IJ Kasimo, tokoh politik pejuang kemerdekaan yang dianugerahi gelar pahlawan tahun ini dan Mgr Soegijapranata SJ, uskup pribumi pertama yang turut berperan mengusir penjajah Belanda dan terkenal dengan semboyannya, ‘menjadi 100% Katolik, 100% Indonesia’ serta sejumlah tokoh lain selama era pemerintahan Presiden  Soekarno dan Presiden Soeharto.

“Jika dahulu ada Kasimo, Soegijapranata dan kawan-kawan, maka kini, bangsa ini merindukan munculnya tokoh-tokoh Katolik di tingkat nasional yang sekaliber mereka”, kata Sultan.

Ia menambahkan,  pernyataan bahwa ‘generasi muda adalah masa depan, harapan dan tulang punggung Gereja’ hanya sebatas wacana.

“Belum banyak tindakan konkret oleh orang muda dan usaha dari orang muda Katolik sendiri untuk berbuat sesuatu yang didukung oleh para tokoh senior politisi Katolik dan Gereja”.

Ia menjelaskan, sebuah keniscayaan bila Gereja Katolik mampu mencetak pemimpin-pemimpin yang bekerja karena menjadi panggilan hatinya, menjadi pemimpin yang tegas, tidak otoriter, mampu menjamin terbangunnya iklim demokrasi yang kuat dan merawat keberagaman yang menjadi ciri Indonesia.

Ketua Umum Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa, mengakui memang pendidikan kader-kader Katolik masih  belum ditata dengan baik.

“Selain itu, ada semacam keterputusan atau tidak ada regenerasi pendidikan kader dari generasi tua ke generasi muda”, ungkapnya.

Mbapo juga melihat peran Gereja yang cukup intens pada zaman dahulu dalam mendampingi kader-kader Katolik.

“Orang-orang muda Katolik betul-betul diperhatikan oleh Gereja, berbeda dengan situasi beberapa tahun terakhir”.

Namun, ia menjelaskan, saat ini Pemuda Katolik sedang terus memperluas jaringan kerja sama dengan pihak hirarki Gereja dan juga dengan lembaga-lembaga lain.

Sementara itu, Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligerja Indonesia (KWI), Mgr Yustinus Harjosusanto MSF mengatakan, saat ini Gereja memang tidak memiliki lembaga khusus untuk mendidik kader-kader Katolik, tetapi menyerahkan hal itu pada organisasi-organisasi dan partai politik.

“Meski demikian, tentu saja Gereja tetap memperhatikan umatnya yang menjadi politikus”, katanya kepada ucanews.com ketika ditemui di sela-sela acara.

Uskup Tanjung Selor ini mengakui memang banyak orang Katolik yang menjadi politikus, namun hanya sedikit yang menjiwai semangat kekatolikan.

“Semangat kekatolikan itu kan mengedapankan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kejujuran dan juga keberpihakan pada orang-orang kecil. Namun, sekarang hal itu belum menjadi spirit dari orang-orang Katolik yang menjadi politikus”, tegasnya.

Ia menjelaskan, selama ini Komisi Kerawam memang berupaya memfasilitasi pertemuan politisi-politisi Katolik, yang biasa diadakan setiap bulan untuk meningatkan mereka akan jati diri sebagai orang Katolik.

“Kalau orang-orang Katolik hasil didikan organisasi dan yang menyebar di partai-partai politik menghayati nilai-nilai kekatolikan dalam menjalankan profesi mereka, maka tentu gelar sebagai tokoh nasional akan datang dengan sendirinya. Hanya saja, ini masih menjadi persoalan Gereja saat ini, yang mesti disikapi secara serius”, tegasnya.

Ryan Dagur, Yogyakarta

Sticky
0
Umat Kristen Diminta Bersuara Soal Agresi Israel Ke Palestina
May 26, 2015

Umat Kristen Diminta Bersuara Soal Agresi Israel Ke Palestina

8Reformata.com – Agresi militer Israel yang terjadi di Palestina, turut mengundang simpati dari kalangan pemuda Kristen dan Katolik, dalam pertemuan yang dilakukan antara dewan pimpinan pusat Gerakan pemuda Kristen (DPP GAMKI) dan persatuan pemuda katolik dengan kedutaan Palestina di kantor kedutaan Palestina, Jakarta Pusat,  Selasa (15/07). GAMKI melalui ketua umumnya Michael Watimena mengatakan bahwa umat Kristen diminta untuk bersuara lebih lantang mengenai serangan Israel yang banyak menewaskan anak-anak dan perempuan.

Menurut Michael Watimena yang datang bersama ketua umum pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa, menjelaskan bahwa mengapa umat Kristen perlu bersuara lantang mengenai agresi Israel ke Palestina, tak lain karena di Palestina dan Israel sendiri banyak  peradaban tentang sejarah Kristen. Tidak terbayangkan jika peradaban tersebut rusak oleh roket antara pihak yang bertikai baik dari pihak Israel maupun pihak Palestina dalam hal ini  adalah Hamas. “Duta besar Palestina mengharapkan kepada kami, sebagai komponen pemuda Kristen yang ada di Indonesia untuk memberikan suara terhadap konflik di Palestina, mengapa? Karena di sana (Palestina) adalah tempat kelahiran Yesus Kristus sampai wafat-Nya, kalau untuk umat Muslim menurut duta besar Palestina banyak alternatif, contohnya di Mekkah, tapi untuk orang Kristen hanya ada di Palestina, oleh karenanya umat Kristen diharapkan memberikan suara yang lantang demi penyelesaian konflik di Palestina”. Ujar Watimena seusai mengadakan pertemuan tertutup dengan duta besar Palestina Faiz N. Mehdawi.

Lebih lanjut lagi Michael Watimena mengatakan, bahwa sesuai dengan penjelasan dari duta besar Palestina untuk Indonesia kepada GAMKI dan PP Katolik, bahwa konflik kemanusiaan yang terjadi saat ini di Palestina adalah murni konflik politik dan bukan konflik agama.

Sticky
0
Sembilan Hakim Konstitusi Dituntut Mundur
May 26, 2015

Sembilan Hakim Konstitusi Dituntut Mundur

7REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa menuntut sembilan hakim konstitusi mundur dari jabatannya, menyusul penangkapan mantan ketua MK, Akil Mochtar oleh KPK.

Ia berpendapat, MK saat ini tercemar dengan kasus Akil. Karenanya, orang-orangnya harus diganti. Dikatakan Agustinus, keputusan yang diambil MK bukan hanya keputusan Akil. Sebab, keputusan MK bersifat kolektif kolegial. Artinya, hakim-hakim lain ikut terlibat dalam pengambilan keputusan.

“Maka ketika Ketua MK terjerat kasus korupsi dan nilai-nilai keputusannya bersifat transaksional, maka hakim yang lain pun ikut tercemar,” ujarnya, Sabtu (5/10).

Ibaratnya, kata Agustinus, kalau raja sudah mati, maka pasukan sudah tidak bisa berbuat apa-apa. “Maka aneh kalau MK masih melakukan sidang, mereka tidak laik lagi melakukan persidangan,” tegasnya.

Agustinus berkata, kewibawaan MK sangat tercemar, apalagi transaksi dilakukan di rumah dinas MK. Bahkan di ruangan kerjanya terdapat ganja, ini membuat kepercayaaan masyarakat merosot.

“Lebih bijak, sembilan hakim segera mengundurkan diri. Kalau mereka tidak mundur, kami bersama masyarakat akan menduduki MK menuntut mereka mundur,” kata Agustinus menegaskan.

 

Pineleng, Megamanado – Susunan badan Kepengurusan Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Utara (Sulut) periode 2013-2016 akhirnya resmi dilantik, Sabtu (11/1/14).

Pelantikan yang bertempat di Aula Sekolah Tinggi Filsafat-Seminari Pineleng itu, dilakukan oleh Ketua I Emmanuel Tular, SIP., MSi atas nama Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa M.Si, berdasarkan SK Nomor 013/PP-PK/XII/2013.

Pelantikan diawali dengan perayaan Misa Ekaristi Kudus yang dipimpin Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manado Pastor Fred Tawaluyan Pr. Misa yang berlangsung hampir 1 jam lebih itu, turut dimeriahkan pula lewat penampilan koor dari PK Cabang Bitung dan koor utama oleh Mudika Hati Kudus Yesus Karombasan.

Adapun Pengurus PK Komda Sulut periode 2013 – 2016 yang dilantik adalah Ketua Ferlansius Pangalila, SH., MH dibantu beberapa wakil ketua, Sekretaris Lexi Mantiri, S.Sos, Bendahara Pingkan Nua serta sejumlah biro.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan sambutan – sambutan yang diakhiri dengan pidato politik dari Ketua PK Komda Sulut.

Turut hadir Kadis Sosial Gemmy Kawatu mewakili Gubernur Sulut, Pimpinan Organisasi Kepemudaan, pengurus Komcab se-Sulut, PMKRI, Muda Mudi Katolik dan Mahasiswa STF-SP.

(Judhis Dasty)

Sticky
0
May 26, 2015

Pemuda Katolik Bahas Toleransi dengan Menteri Agama

paintings-flower-design-art-wallpapers-artistic-wallpaper-wallwuzz-hd-wallpaper-18703Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PK) menggelar audiensi dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta, Senin (25/7) untuk meminta pandangan menteri tersebut terkait isu toleransi beragama di Indonesia.

Agustinus Tamo Mbapa, Ketua PK mengatakaan, pandangan Menteri Suryadharma hendak mereka sampaikan saat menghadiri acara Hari Kaum Muda Sedunia atau World Youth Day (WYD) 2013 di Rio de Jenairo, Brasil pada 23-28 Juli mendatang.

“Pandangan menteri akan disampaikan kepada Paus Fransiskus yang ikut hadir dalam acara akbar pemuda sedunia tersebut”,  kata Mbapa.

Dalam kesempatan audiensi ini, Menteri Agama menegaskan, toleransi di Indonesia sudah berjalan baik, bahkan ia memuji kehidupan beragama di Indonesia sebagai yang paling baik di dunia.

“Hanya di Indonesia, semua orang libur pada semua hari raya besar agama-agama”, katanya.

Dia tidak menampik adanya konflik dalam kehidupan antarumat beragama. Namun, menurutnya, konflik tersebut dapat diredam dengan aturan dan undang-undang.

Suryadharma juga menegaskan bahwa masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah selama ini seperti yang dialami GKI Yasmin di Bogor merupakan masalah perizinan, bukan masalah relasi antarumat beragama.

“Banyak rumah ibadah, seperti gereja, masjid, wihara atau tempat ibadah lain tidak didirikan lantaran tidak memenuhi IMB”, ujar menteri yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Ia pun menyinggung besarnya intervensi asing dalam isu kebebasan beragama di Indonesia. Karena itu, ia berpesan kepada PK agar “kritis terhadap berbagai intervensi negara lain”.

Suryadharma pun menyatakan dukungannya terhadap kehadiran 5 anggota PK dalam acara World Youth Day  nanti.

Justine Patris, Jakarta

Sticky
0
Pemerintah Dinilai Gagal Jamin Kaum Minoritas
May 26, 2015

Pemerintah Dinilai Gagal Jamin Kaum Minoritas

6SOLO-Penghargaan Word Statesman 2013 dari Appeal of Consciense Fondation (ACF) yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (31/5) lalu menuai kritik. Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Pujasumarta Pr yang menilai penghargaan itu tak tepat karena pada kenyataan kaum minoritas di Indonesia masih tertindas.

Penghargaan tersebut diberikan pada presiden sebagai pengakuan atas prestasinya dalam upaya internasional untuk memelihara perdamaian bersama dan adalah dorongan untuk meningkatkan hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan kerja sama antar agama.

“Saya menyayangkan langkah Presiden SBY yang tetap menerima penghargaan itu. Padahal, banyak kalangan juga mengecamnya. Bahkan tercatat sudah ada 10.000 warga yang menyatakan protes,” kata Pujasumarta, dalam Seminar Budaya bertema Pancasila di Tengah-tengah Pluralisme Bangsa Indonesia yang digelar Pemuda Katolik Komisariat Daerah Surakarta, di Grha Solo Raya, Sabtu (1/6).

Dia menilai, sampai sekarang jaminan kebebasan belum dirasakan secara nyata. Dalam seminar tersebut, Uskup Agung juga mengutip surat dari Franz Magnis Suseno yang dilayangkan ke ACF. Selama ini, Presiden SBY belum pernah sekalipun menyatakan secara tegas bahwa kaum radikal harus menghormati kaum minoritas. Dia mencontohkan, tindak kekerasan yang diterima warga Ahmadiyah dan Syiah.

“Indonesia punya mimpi besar yang berinspirasi dari kearifan nusantara, Bhineka Tunggal Ika. Dan Pancasila sebagai dasar negara. Tetapi sekarang, Indonesia ini akan di bawa ke mana?,” kata dia.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Al Mustofa, M Zailani Tamaka menyebut, keberadaan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila justru makin tergerus pada era reformasi. “Ada dua hal penting yang hilang dalam reformasi, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Padahal dua unsur ini seperti dua sisi mata uang. Tak boleh kurang salah satu,” kata dia.

Menurutnya, dalam Bhineka Tunggal Ika mengajarkan pada warga tentang pluralisme. Artinya, ada rasa saling mengharga antaragama atau kelompok lain. Sementara Pancasila harusnya menjadi jaminan adanya kebebasan hak asasi manusia (HAM).

Pemerhati Hukum dan HAM, Handoyo Leksono pada kesempatan yang sama memaparkan naik turun Pancasila dalam perjalanan berbangsa dan bernegara. Dosen Fakultas Hukum UNS itu membaginya empat era.

“Ada masanya Pancasila dilupakan, disosialisasikan dan sengaja ditidurkan sejak Reformasi hingga sekarang. Ini yang memicu intoleransi di tengah masyarakat. Pancasila tidak cukup disosialisasikan tetapi harus dibudayakan.”

Sementara pembicara lainnya, Ketua Umum Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak para pemuda menjadi pelopor sosok pemimpin Pancasilais. Artinya, Pancasila dijadikan sumber kekuatan moral dalam memimpin rakyatnya.

Dini Tri Winaryani

Sticky
0
May 26, 2015

JAKARTA: Mgr Agus Lantik PP Pemuda Katolik

5HIDUP/Prayogi Dwi Sulistyo

Pelantikan: Mgr Agustinus Agus secara simbolis menyerahkan bendera PK kepada Ketua Umum PK periode 2012-2015 Agustinus Tamo Mbapa.

Artikel Lainnya

HIDUPKATOLIK.com – Agustinus Tamo Mbapa dilantik secara resmi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PK) periode 2012-2015, Jumat, 12/10, di Aula Gereja Katedral Jakarta. Kengurusan kali ini melibatkan Karolin Margret Natasa sebagai Sekretaris Jenderal, dan Ardy Susanto Wijoyo sebagai Bendahara Umum.

Acara yang bertajuk “Menjadi Kader yang Jujur, Bersih, Santun, dan Mandiri” ini ditandai dengan misa peneguhan yang dipimpin oleh Uskup Sintang Mgr Agustinus Agus. Hadir juga sebagai konselebran, Pastor Guido Suprapto, Pastor Florens Maxi Un Bria, Pastor Yohanes Kristoforus Tara OFM, dan Pastor Siprianus Smakur Tukan SSCC. Ekaristi dimeriahkan oleh Paduan Suara St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus.

Dalam kotbahnya, Mgr Agus berpesan, PK hendaknya mampu menampilkan wajah Katolik. PK juga harus bisa menjadi garam dan cahaya bagi bangsa dan negara Indonesia. Tugas yang tidak mudah ini harus senantiasa dilandasi dengan kekuatan Tuhan. Oleh karena itu, hendaknya hidup doa diperhatikan secara serius.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum PK yang baru Agustinus Mbapa menguraikan visi “Kader Pemuda Katolik yang Bersih, Cerdas, Bermartabat, dan Mandiri.” Untuk memperteguh visi tersebut, ia menjabarkannya menjadi beberapa misi, antara lain: mengembangkan pola hidup kader yang beriman, jujur, konsisten, dan bertanggung jawab. Selain itu, PK juga harus mampu menciptakan kader yang bisa bersaing di tingkat nasional yang menjunjung tinggi moralitas, etika, dan budaya bangsa. Dan tidak kalah penting, PK sudah selayaknya mengembangkan jiwa enterpreuneur (wira usaha) para kadernya, melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi.

Secara khusus, acara ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Alifian Mallarangeng, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Komisariat Daerah (Komda) PK seluruh Indonesia, Pengurus Pusat PK masa bakti 2006-2012, dan tokoh Katolik senior Cosmas Batubara yang didaulat untuk berorasi politik.

Dalam orasinya, Cosmas Batubara menggarisbawahi pedoman gerak PK, yakni pokok-pokok ajaran Katolik. Dalam melaksanakan tugas, nilai-nilai kristiani harus selalu dijadikan acuan dan landasan. Selain itu, Cosmas berpesan agar PK bersatu dalam perjuangan demi kepentingan bangsa dan negara.

Acara pelantikan ini disemarakan dengan rangkaian pertunjukan, yang memperlihatkan keanekaragaman budaya Indonesia. Kelompok Dango Khatulistiwa unjuk kebolehan dengan membawakan tarian kreasi dari Kalimantan Barat. Sementara itu, tarian khas Sumba dibawakan oleh Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKBS). Sedangkan Komunitas Maha Sanjaya Tangerang mempersembahkan Barongsai.

Prayogi Dwi Sulistyo

Sticky
0
Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa
May 26, 2015

Pemuda Katolik Diharapkan Berperan Sebagai Perekat Bangsa

4KBRN, Kaltara : Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM mengharapkan Pemuda Katolik di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, memelihara kerukunan dan kedamaian, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Utara melalui program kerja.

Hal itu disampaikan Pejabat Gubernur Propinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie, MM dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi pada acara Pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Propinsi Kalimantan Utara, Jumat (20/3/2015).

 

Menurut Irianto Lambrie, Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di Propinsi Kalimantan Utara.

Irianto juga mendukung tema yang diangkat pada Muskomda I Pemuda Katolik Kalimantan Utara yakni “Sinergisitas Potensi Pemuda Membangun Propinsi Kalimantan Utara” dengan subtema “Pemuda Katolik Tumbuh, Berkembang dan Melayani Sesama”.

“Saya kira merupakan tema yang tepat sekali dalam Muskomda I Pemuda Katolik ini. Ini merupakan ciri organisasi yang berakar dari pelayanan umat yang kuat untuk kesejahateraan,” tegas Irianto Lambrie.

Lebih lanjut, Irianto meminta Pemuda Katolik untuk menjadi pemuda dan generasi yang amanah. Bagus perilakunya, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi kemajuan zaman.

“Kalau hal ini dapat dilakukan, saya kira akan menjadi hebat dan kuat, karena dipimpin oleh generasi-generasi yang amanah,” kata Irianto.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Agustinus Tamo Mbapa mengajak seluruh pemuda untuk meningkatkan konsolidasi dan kebersamaan antar pemuda di Propinsi Kalimantan Utara. “Keragaman ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Tuhan,” tegas Agustinus.

Menurut Gustaf, sapaan untuk Agustinus Tamo Mbapa, pemuda harus membangun kekuatan kaderisasi. Gustaf berharap setiap tahun bisa lahir para pemuda yang memiliki militansi dan respon terhadap kebijakan-kebijakan publik, membangun kebersamaan antar sesama dan semua stakeholder yang ada.

Gustaf juga berpesan agar pemuda mampu membangun kebersamaan dengan pemerintah daerah. “Kita harus kritik kepada Pemda apabila ada masalah dalam hal pelayanan publik tetapi jangan antipati terhadap pemerintah. 

Sebab pemerintah adalah bagian dari tugas pelayanan. Sebaliknya, bangun kebersamaan dan membuat kegiatan sosial yang mengarah pada upaya menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan mencerahkan bagi kepentingan publik,” kata Gustaf.

Gustaf juga mengajak seluruh pemuda untuk bergerak membangun kebersamaan dengan sesama. Sebagai kader Pemuda Katolik, kata Gustaf, harus tercermin dalam kehidupan keseharian dengan perilaku bersih dan mengedepankan etika. “Hal itu menjadi ciri kader Pemuda Katolik,” tegas Gustaf.

Dalam kesempatan itu, Gustaf menyoroti sejumlah isu yang berkembang pada tingkat nasional, antara lain menyangkut penerapan hukuman mati.

Gustaf menegaskan bahwa sikap Pemuda Katolik adalah menolak keras penerapan hukuman mati di Indonesia. Ia beralasan bahwa hanya Tuhan Sang Pencipta yang bisa mencabut nyawa seseorang. 

“Yang bisa memutuskan mata rantai hidup itu hanya Tuhan,” tegas Gustaf.

Kedepan, lanjut Gustaf, Pemuda Katolik terus menolak penerapan hukuman mati di Indonesia dan juga mendorong upaya menghapus ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hukuman mati.

“Sikap Pemuda Katolik ini tercermin juga dari sikap Gereja. Jadi sikap Pemuda Katolik tidak bisa lari dari sikap Gereja Katolik mulai dari Vatikan sampai dengan Keuskupan Tanjung Selor,” katanya.

Acara pembukaan Muskomda I Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara ini, antara lain dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Propinsi Kalimantan Utara, Sanusi, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Propinsi Kalimantan Utara, Alwan Saputra, pejabat pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan.

Unsur TNI dan Polri, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Propinsi Kalimantan Utara serta Romo Stephanus Sumardi, Pr dari Paroki Katedral Santa Maria Assumpta Keuskupan Tanjung Selor.

Hadir pula Ketua Bidang Politik dan Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Frederikus Lusti Tulis dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Friederich Batari. 

Selain itu, Ketua Karateker Komisariat Daerah Pemuda Katolik Propinsi Kalimantan Utara, Cosmas Kajan serta Pengurus Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Kota Tarakan. (RZ/AKS)

Sticky
0
Pemuda Katolik Indonesia Kecewa Jokowi-JK Menaikkan Harga BBM
May 26, 2015

Pemuda Katolik Indonesia Kecewa Jokowi-JK Menaikkan Harga BBM

jkwJakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia Agustinus Tamo Mbapa mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. “Pemuda Katolik tolak kenaikan BBM karena pemerintahan Jokowi tidak etis dan irasional menaikan harga BBM di saat harga minyak dunia turun drastis,” ujarnya seperti dilansir dalam laman beritasatu.com, Selasa (18/11). Selain itu, menurut Agustinus, pemerintahan Jokowi dinilai telah gagal memberikan penjelasan yang utama atas kenaikan harga BBM. “Pemerintahan Jokowi hanya produksi kemiskinan baru tanpa kebijkan solutif seperti yang dijanjikan pada saat kampanye politik,” ujarnya. Pemuda Katolik, lanjut Agustinus, semakin khawatir atas visi misi pemerintahan Jokowi yang pro pasar dan mengorbankan kepentingan rakyat.

Sticky
0
May 26, 2015

Ferlansius Pangalila Dilantik Ketua Pemuda Katolik Sulut Esok

1336709194648251468MANADO, IDMANADO.CO – Pengurus Pemuda Katolik Sulawesi Utara periode 2013-2016 akan dilantik Sabtu, 11 Januari 2014 di Aula Sekolah Tinggi Filsafat-Seminari Pineleng. Ketua Umum PP Pemuda Katolik Agustinus Tamo Mbapa M.Si, Ketua I Emmanuel Tular, SIP., MSi dan Sekjen Dr. Caroline Margareth dipastikan akan melantik Pemuda Katolik Sulut yang dipimpin Ferlansius Pangalila, SH., MH sesuai SK Nomor 013/PP-PK/XII/2013. “Pengurus Pusat Pemuda Katolik telah mengeluarkan SK sejak bulan Desember dan awal Januari diagendakan untuk pelantikan”, ungkap Ketua Panitia Lexi Mantiri, SS yang didampingi Sekretaris Martino Rengkuan, SPd. 

Diharapkan kepada seluruh pengurus PK Komda Sulut dan pengurus Komcab se-Sulut dapat menghadiri acara yang akan digelar mulai pukul 17.00 Wita. Termasuk dewan penasehat dan dewan pembina. “Kami juga mengundang kepada pimpinan-pimpinan organisasi kepemudaan untuk hadir”, ujar Mantiri. Pelantikan ini juga akan dirangkaikan dengan Perayaan Natal Bersama dengan DPD KNPI Sulut, PMKRI, Orang Muda Katolik dan Mahasiswa STF-SP.

Menurut Ketua Pemuda Katolik Komda Sulut Ferlansius Pangalila, sebelum pelantikan akan diadakan Misa Pengutusan yang dipimpin Uskup Manado yang diwakili oleh Ketua Komisi Kerasulan Awam Pastor Fred Tawaluyan, Pr. “Hari Kamis lalu, kami telah mengadakan audiens dengan Uskup Manado, Sekretaris Keuskupan dan Ketua Komisi Kerawam. Kami bersyukur karena pengurus yang baru didukung penuh”, kata Ferlan-sapaan akrabnya. Dia juga mengaku Pemuda Katolik Komda Sulut periode 2013-2016 akan berupaya maksimal untuk menjadi organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan tersebut dapat menjadi laboratorium kader bagi calon-calon pemimpin yang akan berkiprah di segala bidang.

 

“Selain itu, kami akan fokus pada pemberdayaan ekonomi sehingga Pemuda Katolik makin mandiri dapat menjadi wadah bagi kader-kader muda Katolik untuk mengaktualisasikan potensinya. Usai dilantik, dikatakan Ferlan, akan segera dilakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat cabang, anak cabang dan ranting. “Kami akan menegakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga karena Pemuda Katolik adalah organisasi yang netral  dan tunduk pada aturan”, tandasnya. (lex)

Sticky
0
Pemuda Katolik Maluku Apresiasi Rakor Kemaritiman
May 26, 2015

Pemuda Katolik Maluku Apresiasi Rakor Kemaritiman

3Ambon, Tribun-Maluku.com : Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Maluku memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang berjasa untuk mengadakan rakor kemaritiman di Maluku

“Kami sangat mengapresiasi rakor tersebut semoga dapat memberikan dampak bagi pembangunan kemaritiman di Maluku. Karena Maluku sebagai daerah kepulauan membutuhkan sentuhan pembangunan lebih dari pemerintah pusat di sektor kelautan dan maritim,” kata Plt Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun di Ambon, Jumat (22/5)

Dijelaskan, terkait kemaritiman Maluku pada saat Rapimnas Pemuda Katolik di Ambon tanggal 28 November 2014 lalu, Maluku telah dideklarasikan sebagai Poros Maritim Indonesia.

Deklarasi tersebut oleh Pemuda Katolik seluruh Indonesia, KNPI dan OKP di Maluku yang disaksikan dan turut ditandatangani oleh Pemda Maluku, Anggota DPRD Maluku dan tokoh-tokoh Maluku yang hadir dan juga oleh dua senator asal Maluku Nono Sampono dan Prof. John Pieris.

Dalam deklarasi berkomitmen untuk sepenuhnya mendukung perjuangan pemerintah provinsi Maluku dan seluruh rakyat Maluku dalam memperjuangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional dan Undang-Undang Provinsi Kepulauan yang menjadi perjuangan bersama pemerintah provinsi Maluku dan enam provinsi kepulauan lainnya.

Ditambahkan Oratmangun, dalam Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik ini, diusulkan kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla agar dapat menetapkan filosofi pembangunan “Membangun dari laut ke darat dengan memuliakan lautnya dan berdiri teguh di antaranya” sebagai filosofi pembangunan nasional dalam rangka mempertegas Indonesia sebagai negara bahari kepulauan maritim.

Dia mengharapkan momentun raker kemaritiman di Maluku dapat disampaikan langsung kepada Menko Maritim sebagai aspirasi Masyarakat Maluku yang diwakili oleh komponen pemuda Maluku, Sehingga dapat mendesak pemerintah pusat terkait dengan perjuangan masyarakat Maluku.

Sticky
0