Login
or
Register

Kegiatan & Berita

  • 28 Oct 2017
    Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa […]
  • 30 Apr 2017
    Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya. Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses […]
October 28, 2017

Ini Pesan Uskup Bogor Saat Membuka Rapimnas Pemuda Katolik

Ketua Umum Pemuda Katolik Bersama Uskup Keuskupan Bogor (27/10/2017) dok PK

Bogor, Jawa Barat – Bertempat di  Hotel Padjajaran Suites Rapat Pimpinan Nasional II Pemuda Katolik resmi digelar (27/10), Rapimnas II Pemuda Katolik Sendiri di buka dengan resmi oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya ketika membuka Rapimnas, Mgr. Paskalis mendorong pemuda pada umumnya dan Pemuda Katolik pada khususnya untuk terlibat dalam membangun bangsa Indonesia. Pemuda Katolik, kata Paskalis, sudah hadir dan eksis dalam kancah perjuangan bangsa agar Indonesia tetap berlandasakan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. “Itu artinya Pemuda Katolik harus lebih berkecimpung dalam kehidupan sosial politik kemasyarakatan,” ujar Mantan Minister Provinsial Ordo Saudara-saudara Dina (OFM)

Menurut Mgr. Paskalis, alat ukur bermutunya organisasi Pemuda Katolik terlihat dari seberapa banyak anggota Pemuda Katolik terlibat dalam membangun bangsa. Tak hanya terlibat, kata dia, tetapi juga Pemuda Katolik harus ikut menentukan arah dan masa depan bangsa Indonesia.

“Nah, ikut menentukan bagaimana? Ikut menentukan melalui jabatan-jabatan publik, seperti menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, anggota DPR/DPRD, DPD dan pengurus partai politik. Rakyat sudah mengamanatkan jabatan ini kepada mereka,” tandas dia.

Dalam konteks ini, tutur Paskalis, Pemuda Katolik harus belajar lagi dari tokoh utama umat Kristiani, yakni Yesus Kristus. Paskalis mengutip jawaban Yesus ketika ditanya soal membayar pajak, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi milik kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah”.

“Pernyataan Yesus tersebut menunjukkan bahwa Yesus melaksanakan tugasnya sebagai warga negara. Dia berbakti kepada Allah dan negara. Pembaktian-Nya kepada Allah tidak menghalangi diri-Nya berbakti kepada negara. Jadi, dalam perspektif kristiani, komitmen kita kepada Allah, tidak menghalangi komitmen kita kepada negara,” terang dia.

Lebih lanjut, Paskalis berharap Pemuda Katolik, dalam berpolitik dan bermasyarakat, Pemuda Katolik mengembangkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, perdamaian, kesatuan, penghargaan sesama tanpa sekat-sekat suku, bahasa dan agama.

“Dalam pelayanan, nilai-nilai tersebut, jangan dijadikan hanya sebagai jargon-jargon politis, tetapi diwujudkan melalui perbuatan-perbuatan konkret baik melalui sikap, perbuatan maupun program kerja nyata,” pungkas dia.

Turut hadir juga dalam Pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik yaitu Staf Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan Puan Maharani, Ghafur Dharmaputra, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Pastor Moderator Pemuda Katolik Johanes Hariyanto, dan Ketua Umum Pemuda Katolik yang juga menjabat Bupati Landak Karolin Margret Natasa. (ast)

Sticky
0
April 30, 2017

Pemuda Katolik Semakin Diminati Banyak Pihak

Ketiga Calon Ketua Komda Menyampaikan Visi – Misi nya.

Kehadiran dan geliat Pemuda Katolik semakin diminati banyak pihak. Terbukti dalam gelaran Muskomda Pemuda Katolik Provinsi Bangka Belitung pada 29-30 April 2017 sebanyak  3 (tiga) orang kandidat ketua bersaing memperebutkannya.

Ferdinan Widyantoro dari Komcab Pangkalpinang, secara terbuka telah diusulkan Komcabnya untuk menjadi Bakal Calon Ketua. Pengusaha muda ini sudah didaulat menjadi bakal calon sebelum proses penjaringan calon.

Selanjutnya Me Hoa dari Komcab Bangka Tengah selain mendapat dukungan dari Komcabnya juga mendapat dukungan terbuka dari Komcab Bangka Barat. Anggota DPRD Kab Bangka Tengah ini dalam kesempatan yang sama adalah Ketua Panitia Muskomda Bangka Belitung.

Lantas, Gunawan Tjen, Ketua Komcab Pangkalpinang secara tiba-tiba didaulat untuk menjadi bakal calon ketua oleh Komcab Belitung. Ketua salah satu sayap partai ini, yang juga merencanakan maju dalam perhelatan Pilwali Kota Pangkalpinang 2018 mendatang juga menerima dukungan tersebut.

Namun, setelah menyampaikan visi dan misi dari masing-masing calon, menjelang pemungutan suara Pimpinan Sidang memberikan kesempatan kepada ketiga calon untuk memasuki tahap lobbying sebelum melampaui pemilihan Ketua.

Dalam lobbying kurang lebih 30 menit ketiga calon akhirnya memutuskan Me Hoa sebagai Calon Ketua Komda Bangka Belitung. Ketiga calon bersepakat dalam masa awal pendirian Komda Bangka Belitung diperlukan sinergi semua pihak. Sidang pleno Muskomda secara aklimasi akhirnya menerima keputusan lobbying dari ketiga calon tersebut.

Selamat Me Hoa, wanita ketiga di Pemuda Katolik yang menjabat sebagai Ketua Komisariat Daerah.

Kontributor : KP Tarigan
editor            : Asta

Sticky
3
December 07, 2017

Marcus Budi : Tiga Mandat Penting bagi Kader Pemuda Katolik

Selurus Peserta KKM, Pengurus Komda Lampung, PP Pemuda Katolik, beserta tamu undangan (dok.PK)

Lampung – Turunan dari kebijakan Pengurus Pusat, Kebijakan Komda Lampung tahun 2016 serta dipadukan dengan Arah Dasar Pastoral (ARDAS) Keuskupan Tanjung Karang 2017 yaitu “Gereja Katolik Tanjung Karang, dengan menjadi terang dan garam dunia bersama Kristus sang jalan kebenaran dan Kehidupan, adalah sakramen Keselamatan bagi semua orang”, seru Marcus, tiga mandat penting itu adalah :

  1. Pemuda Katolik harus menjadi Garam dan terang di tengah-tengah masyarakat, Pemuda Katolik harus membawa kesejukan, di tengah tengah masyarakat dengan semangat toleransi, persaudaraan sejati. Kader wajib dan bertanggungjawab menjaga keutuhan NKRI dibawah Pancasila.
  2. Dalam kerangka konsolidasi organisasi, di setiap level wajib menata organisasi dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Hal ini penting, agar warna kita menyentuh, terasa kehadiranya sampai level bawah dan mampu menjawab persoalan masyarakat hingga akar.
  3. Dalam rangka dan mendukung konsolidasi tadi, Kita wajib melaksanakan proses rekrutmen dan meningkatkan kualitas kader, melalui pendidikan formal berjenjang hingga pendidikan non fomal yang sesuai kebutuhan dan minat bakat.

“Ingat bahwa sistem dan pola pendidikan yang baik akan menghasilakan output/ hasil yang baik, demikian sebaliknya sistem yang buruk akan menghasilkan output yang buruk pula”, Ungkap Marcus pada Pembukaan KKM Pemuda Katolik Komda Lampung.

Senada dengan itu, Romo Edi selaku sekretaris Keuskupan Tanjung Karang mewakili Uskup Tanjung Karang, menyampaikan bahwa kepedulan kita kepada Gereja berarti kepedulian kita juga pada Bangsa Indonesia.

“Ibarat pasang Surut air, Pasang surut bangsa sebenarnya hanya di level atas, sejatinya yang ada di level bawah, saya yakin begitu banyak orang yang begitu mencintai bangsa kita, mereka tidak pernah surut, terus mengalir dan bergerak. Dinamika lapisan atas lah yang selalu pasang dan surut. Disinilah peran Pemuda Katolik dalam mengelola pasang surut bangsa” Ungkapnya.

Sementara Frans Sinaga selaku ketua bidang Pendidikan, mewakili PP Pemuda Katolik. Menyampikan salut dan berbangga bagi pergerakan Komda Lampung yang begitu cepat.

Gubernur Rico Ficardo, menginginkan kita memberikan kontribusi yang positif dalam pembangunan. Khusunya Lampung. Pemuda adalah garda terdepan Bangsa, maka terus gali potensi diri. Ujar Gulasbernur yang dismpaikan oleh Bp. Ir. Fahrizal selaku Kepala Badan Pengembagan Sumber Daya Manusia. Ditambahkan juga, beliau mengapresiaisi kegiatan ini, Pemuda Katolik agar benar benar menjadi kader yang 100% Katolik dan 100% NKRI. Terkhusus Beliau juga bangga, bahwa Pemuda Katolik memilk konsern juga terhadap pengembangan interprenuer/kewirausahan dalam pendidikan non formalnya. Pemprop Lampung mendukdung upaya upaya dalam menggalakan UKM bagi generasi muda, karena ini bagian pilar kuat dalam ekonomi.

Sementara sdr. Markus Triwahyudi dalam laporannya , menyampaikan KKM ini berlangsung selama 2 hari (2-3 desember 2017) dengan 5 materi Pokok yaitu, Spiritualitas Kader, Ajaran Sosial Gereja, Strategi Gerakan, Teknik Advokasi.
Peserta yang hadir dari berbagai utusan Komcab dan Komac sejumlah 68 orang dengan rincian Pringsewu 22 orang, Way Kanan 11 orang, Lampung Tengah 8 orang, Pesawaran 8 orang, Bdl 8 orang, Metro 4 orang dan Komda 7 orang. (Pubdok Kmd Lmpng)

Sticky
0
December 03, 2017

Hotdiman Manik : Tugas Kita melahirkan Kader Militan dan Tangguh

Foto Bersama Peserta KKD Komda Sumut dengan Ketua Komda, Pastor Moderator, Serta pengurus Komcab kab. Karo (dok. PK)

Kabanjahe, Sumut – Kusus kepemimpinan Dasar (KKD) merupakan jenjang kaderisasi awal yang Harus dilalui oleh seluruh anggota Pemuda katolik yang telah melalui proses Mapenta, Ucap Hotdiman Manik dalam sambutannya pada pembukaan KKD Pemuda Katolik Komda Sumut bertempat di Aula Paroki St. Petrus dan Paulus Kabanjahe, Sabtu (02/12). Hotdiman panggilan akrabnya menambahkan  Kursus Kepemimpinan ini menjadi Kursus awal untuk meletakkan pondasi kepemimpinan dalam Hidup Kaum Muda, khususnya dalam keluarga dan masyarakat.

“Tugas kita (Pemuda Katolik)  melahirkan kader pemuda yang Militan dan Tangguh yang semangatnya Pro Ecclesia et Patria”, tegas Peria yang sudah  2 tahun memimpin Komda Sumut tersebut.

Dengan penekanan khusus, Hotdiman berharap tahun politik 2018 mendatang di Sumatera Utara ini, semua kader Pemuda Katolik mengambil andil dalam pesta demokrasi yang akan dihadapi, tapi tetap harus menjaga agar tidak terjadi konflik horizontal. “Kita bukan memilih pemimpin Suku, Agama atau Golongan melainkan memilih pemimpin Sumatera Utara yang dapat membawa perubahan demi kemajuan Sumatera Utara dan kemajuan masyarakat ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Romo Ramses Nainggolan, OFM. Cap, yang merupakan Pastor Moderator Pemuda Katolik Komisariat Cabang Tanah Karo menyampaikan sebagai orang muda harus memgang teguh kecintaan terhadap Gereja dan Negara.

“Sebagai bentuk tanggung jawab orang muda dalam hidup menggereja dan bernegara harus mengaktualisasi diri dalam Politik, Ekonomi dan Adminstrasi dengan cara menghargai martabat sesama manusia, adil, memiliki nilai solidaritas, fair dalam berpolitik dan memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diemban,” tegas Romo Ramses.

KKD yang yang berlasung selama 2 hari tersebut diikuti oleh 3 komcab yaitu : Komcab Tanah Karo, Komcab Deli Serdang, dan Komcab Medan. (ast)

Sticky
0
November 30, 2017

Kepala Kampung Pimpin Pemuda Katolik Komcab Way Kanan

Marcus Budi, Ketua Komda Lampung melantik jajaran kepengurusan Komcab Way Kanan (dok.PK)

Lampung – Andreas Sugiman resmi memimpin komcab Way Kanan setelah bendera pemuda katolik diserahkan oleh ketua Komda lampung pasa saat pelantikan. Andreas sendiri merukan seorang kepala kampung.

Ketua Komda Lampung, mengapresiasai kerja keras Komcab Way Kanan. Dengan Wajah baru ini, kami berharap Pemuda Katolik semakin tumbuh dan berkembang serta terasa bermanfaat bagi Umat dan Masyarakat. Pelantikan hari ini menjadi awal, babak baru bagi kiprah Pemuda Katolik. Tentu harus diawali dengan kerja keras. Pungkasnya.

Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, Msi, dalam sambutanya, menyampikan selamat dan sangat antusias mendukung kehadiran Pemuda Katolik di Way Kanan. “Saya sengaja datang kesini bukan ising iseng, tetapi saya betul betul ingin melihat langsung dan mendukung kehadiran Pemuda Katolik di Way Kanan” Ujarnya.

Beliau menyampaikan hampir seluruh bupati bupati di Lampung berusia 30-an tahun, ini luar biasa masih muda muda, ini adalah contoh dan motivasi bagi pemuda, ujar Bupati yang saat ini, menginjak umur 39 tahun.

Pemuda harus ditempa, di asah, agar terampil dan siap. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau kerja keras dan sunguh sunguh, tidak ada yang instan, Ujar bupati yang pernah menjadi Ketua KNPI Way Kanan, dan legislator DPRD Way Kanan 2 periode ini.

Beliau siap mendukung Pemuda Katolik di Way Kanan, asal kegiatan kegiatan bermanfaat untuk masyarakat WAY Kanan. Kegiatan tidak harus mahal, bisa saja Pemuda Katolik menjadi pelopor gotong royong bersama masyarakat di wilayahnya masing masing. Ini contoh sederhana, ungkapnya.

Sementara itu Romo Steven OFM, Romo Paroki Baradatu, mengapresiasai kerja keras Komcab Way Kanan. Beliau berharap Pemuda Katolik bermanfaat bagi Gereja, Umat dan Masyarakat di Way Kanan. Hal ini didasarakan pada visi Keuskupan Tanjung Karang, dimana Kita harus menjadi Terang dan Garam dalam masyarakat.

Prosesi Pelantikan sendiri, dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada masyarakat Kampung Sriwijaya, yang diberikan langsung Bupati Way Kanan. Kegiatan ini juga dihadiri Romo Ruben, OFM selaku Modrator,Unsur Forkompimda Way Kanan, Camat Blambangan Umpu, WaKapolsek Blambangan Umpu, Kepala Desa Se Blambangan Umpu. KNPI, OKP lainya, masyarakat Sriwijaya dan Umat Katolik dari berbagai stasi di wilayah Paroki Baradatu.  (pubdok. Kmd Lmpng)

Sticky
0
November 19, 2017

Pemuda Katolik Ende Gelar Kegiatan Sastra Mengenang Pater Mukese

Ketua Pemuda Katolik Ende (dok. PK)

Ende,NTT – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Ende akan menggelar kegiatan sastra untuk mengenang 40 hari kepergian Pater Dami Mukese, SVD.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua Pemuda Katolik Ende periode 2017-2020, Rae Agustinus , Saat telpon media,Minggu (19/11/17) di Kabupaten Ende.

Menurutnya kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai wujud apresiasi sekaligus memacu generasi penerus terus berkarya melalui ruang-ruang intelektual termasuk sastra.

“Ini merupakan bentuk apresiasi kami, Pemuda Katolik Ende terhadap karya-karya dan perjuangan beliau yang selama ini banyak terwujud melalui sastra, khususnya puisi”Ungkapnya

Ia menilai, beliau telah tiada maka kami berupaya merawat karya-karya beliau itu agar jangan sampai hilang dari sejarah. Hal tersebut sekaligus juga kami anggap sangat berguna untuk menginspirasi generasi penerus dalam bidang sastra.

Ditambahkannya, kegiatan dalam rangka mengenang Pater Mukese ini akan melibatkan banyak pihak, dari mahasiswa, pelajar, dan komunitas-komunitas yang ada di kota Ende. Adapun rangkaian acara di dalam kegiatan ini terdiri dari bedah puisi karya Pater Dami Mukese, dan diselingi dengan pembacaan puisi-puisi beliau, lagu-lagu, dan video perjalan hidup sastrawan yang sering disebut “sastrawan jelata” tersebut.

Untuk diketahui, puisi karya Pater Mukese telah diterbitkan dalam beberapa buku, diantaranya, Doa-doa Semesta, Puisi-puisi Jelata, dan Kupanggil Namamu Madona. Pater John Dami Mukese meninggal pada tanggal 26 Oktober lalu di Ende. (angga)

Sticky
0
November 15, 2017

Sambut Dies Natalis ke-72, ini yang dilakukan Komac Siberut Utara.

Suasana Seminar Komac Siberut Utara menyambut Dies natalis pemuda Katolik Ke-72 (dok.PK)

Siberut Utara, Mentawai – Meskipun baru seumur jagung, setelah resmi dikukuhkan sebagai anggota Pemuda Katolik yang sah dan dilantiknya beberapa pengurus Pemuda Katolik Komisariat Anak Cabang Siberut Utara setelah mengikuti proses struktur utuh melalui Mapenta dan Muskomac pada 7-8 Oktober 2017 yang lalu, tetapi sudah melaksanakan beberapa programnya.

Selang 3 minggu, Pemuda Katolik Komac Siberut Utara sudah melaksanakan Mapenta dan Musyawarah Ranting di Sirilogui pada 28-29 Oktober 2017. Kemudian persiapan bahan material gedung sekretariat Pemuda Katolik Komisariat Anak Cabang Siberut Utara. Selain itu membantu gereja untuk mempersiapkan tempat dan kelengkapan misa arwah yang dilaksanakan pada tanggal 2 November 2017.

“Selang 3 bulan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya”, ungkap Agustinus Aris, S.Pd selaku Ketua Pemuda Katolik Komisariat Anak Cabang Siberut Utara dalam pembukaan sambutannya, Pemuda Katolik Indonesia terbentuk tepat tanggal 15 November yang pada saat ini kita rayakan bersama-sama di seluruh Indonesia, ucap Aris sapaan akrabnya.

“Kiprah Pemuda Katolik di negeri ini” sambungnya, “tidak dapat dipungkiri. Catatan dalam dokumen-dokumen lama mungkin tidak banyak orang ketahui karena tidak masuk dalam meteri pejaran sejarah”. “Di anatarya baanyak menjadi orang hebat di negeri ini”, sambung Aris.

 “Pemuda Katolik jangan hanya beretorika saja, mengkritik saja, buat program saja tetapi tidak ada tindakan nyata. Pemuda Katolik harus menghindari mantra NATO (No Action Talk Only), tetapi walk the talk, harus selaras antara kata dan tindakan” demikian ungkap Aris Sailo, Ketua Pemuda Katolik dalam sambutannya.

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Pemuda Katolik ke 72 tahun, Komisariat Anak Cabang Siberut Utara melakukan beberapa kegiatan di antaranya adalah aksi sosial bedah rumah lansia, dua unit rumah dibuatkan yang baru. “Kondisi kedua rumah tersebut memang tidak layak huni lagi, sehingga perlu segeran dibangun yang baru”. Sementara untuk bangun membangun dan konsumsi selama bekerja secara swadaya dan patungan anggota”, katanya. Pemuda Katolik Komac Siberut Utara berusaha mengumpulkan dana kegiatan tersebut dengan ,

kemudian Seminar Cinta Beda Agama dengan tema: “Pergaulan Zaman Now, Cinta Beda Agama Boleh Gak Ya?” tema tersebut dikatakan Aris “Merupakan refleksi kita dalam beberapa tahun terakhir ini, karena banyak orang muda katolik yang pindah agama akibat menjalin hubungan dengan beda agama, selain itu, Sambung Aris, “ Isu rencana Islamisasi di Mentawai ini sangat kuat, hal itu dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi yang masih menengah ke bawah”.

“Pemuda Katolik harus merapatkan barisan, respek terhadapa segala perubahan dan kebutuhan gereja dan sosial masyarakat, pungkas Agustinus Aris, S.Pd., alumnus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta tersebut. Untuk mengakhiri sambutannya, ia mengutip hasil kongres Pemuda Katolik 2015 yang lalu: “Hasil kongres Pemuda Katolik 2015-2018 mengambil tema: ‘Membangun organisasi yang kuat, melahirkan pemimpin yang melayani’ artinya, sambung Aris, pengagum sosok kepemimpinan Ahok yang tegas sekaligus respek terhadap orang yang lemah dan tersisihkan bahwa “Pemuda Katolik harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pendengar dan penyambung aspirasi masyarakat”. Leadership is an opportunity to serve. It is not trumpet call to self-importance, J Donal Walters, ujarnya. Tidak lupa pula ia dengan mantranya yang khas yakni “Pemuda Katolik, lalu dijawab oleh 500 peserta seminar “Jangan Kasih Kendor”. Rangakaian acara Dies Natalis Pemuda Katolik ke 72 tahun di Komisariat Anak Cabang Siberut Utara ditutup dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh RD. Prian Doni Dongan Malau dan RD. Abel Maia dengan konselebran utama oleh RD. Abel Maia selaku kepala paroki sekaligus Pastor Moderator Pemuda Katolik Komac Siberut Utara. Usai misa, para tamu undangan dijamu makan malam bersama oleh para panitia Dies Natalis Pemuda Katolik ke 72. Selamat ulang tahun Pemuda Katolik yang ke 72, jayalah selalu, mari berkarya demi gereja dan tanah air.
Pro ecclesia et patria.

Penulis : S. Yesica S. Salamang, S.Pd
Editor   : Ast.

Sticky
0
November 06, 2017

Pemuda Katolik Apresiasi Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik

Kabid Hub. Antar Lembaga & OKP Michelle Wondal bersama peserta PP-PTAK (dok.PK)

Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengapresiasi Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik (PP-PTAK) yang diselenggarakan Bimas Katolik Kementerian Agama. Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam mendukung pengembangan kualitas keimanan warga negara khususnya umat Katolik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini dilakukan oleh Bimas Katolik Kementerian Agama. Ini menjadi wujud kehadiran negara dalam mendukung pengembangan kualitas keimanan melalui paduan suara gerejani,” ujar Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga atau OKP PP Pemuda Katolik Michelle Wondal, Minggu (05/11/2017).

Michelle menilai paduan suara adalah ajang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan semangat bekerja keras, kerja sama, toleran, berkreasi, berprestasi dan mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti saling mengasihi dan menghargai satu sama lain sebagai satu Makhluk Ciptaan-Nya,” ungkap dia.

“Paduan suara terdengar enak kalau berbagai suara yang berbeda saling menyesuaikan ke satu harmoni. Hidup menggereja dan hidup bernegara pun bisa menerapkan prinsip yang sama, yakni menciptakan harmoni dalam dan dari keragaman,” jelas dia.

Lebih lanjut, Michelle menuturkan bahwa Pemuda Katolik juga mempunyai tujuan untuk mengembangkan kaum muda Katolik untuk menjadi pendukung hari-hari depan Gereja dan tanah air.

Tujuan Pemuda Katolik sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, kata dia, antara lain mengembangkan watak kristiani dalam diri kaum muda Katolik Indonesia.

“Kami juga fokus menumbuhkan kesadaran kaum muda Katolik Indonesia akan tanggung jawabnya kepada Gereja, Bangsa dan Negara Indonesia serta meningkatkan kepekaannya dalam keterlibatan aktif dengan persoalan sosial kemasyarakatan Gereja, Bangsa dan Negara Indonesia,” kata dia.

Pemuda Katolik, kata dia, berupaya mempersiapkan, memberi bekal dan menempa kaum muda Katolik Indonesia menjadi penggerak kegiatan membangun dan sekaligus menjadi insan pembangunan yang tangguh dan kritis bagi Gereja dan bangsa Indonesia.

“Kami juga mempersiapkan kaum muda Katolik Indonesia menjadi pelopor dan penggalang kehidupan yang rukun, damai penuh kasih, toleransi sejati dan kerjasama positif antar umat Katolik maupun dengan umat yang beragama/kepercayaan lain, terutama dengan generasi muda pada umumnya,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Pagelaran telah buka oleh Mentri Agama : Lukman Hakim Saifuddin di dampingi Ketua Presidium KWI : Ignatius Suharyo, Ketua Komisi VIII : Ali Taher Parasong dan Ditjen Bimas Katolik : Eusabius Binsasi. (Minggu 05 November 2017).

Hadir Para Eselon I Jajaran Kementrian Agama, Para Uskup, Para Kepala Perguruan Tinggi Agama Katolik, dan Para Tokoh Agama.

Sejak hari Sabtu (4/11), peserta Pagelaran Paduan Suara Perguruan Tinggi Agama Katolik (PP-PTAK) sudah sampai di RedTop Hotel, Jakarta. Para Peserta adalah Mahasiswa/i Perguruan Tinggi Agama Katolik se-Indonesia dari 20 PTAK yang berada di bawah naungan kementerian Agama RI dengan jumlah Peserta 440 orang.

Didampingi pendamping dan pelatih, mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan besar yang akan menampilkan kemampuan mereka dalam mengolah vokal dan harmonisasi nada. Mereka akan membawakan lagu wajib Alleluia Handel, dan empat lagu pilihan dari Buku Lagu Puji Syukur, yaitu Gereja Bagai Bahtera, Cahaya Suci, Betapa Tidak Kita Bersyukur dan Betapa Agung Karya Tuhan. (ast)

Sticky
0
October 30, 2017

Komcab Bukittinggi Ajak Kaum Muda Menjiwai Makna Sumpah Pemuda

Foto Bersama Seluruh Peserta Seminar Pemuda Katolik Komcab Bukittinggi 29/10.(dok.PK)

Bukittinggi, Sumbar – Sumpah pemuda yang diperingati pada tiap tanggal 28 oktober merupakan salah satu tonggak sejarah negara ini. Momen ini memiliki makna historis dalam menentukan nasib bangsa ini hingga saat ini. Pemuda katolik komcab bukittinggi mengambil bagian dalam peristiwa penting ini untuk kembali merefleksikan semangat hidup para pemuda-pemudi hari ini.

Dengan mengambil tema “jiwa sumpah pemuda dalam bersaksi (martyria)” Pemuda Katolik Komcab Bukittinggi mengatadakan seminar memperingati hari sumpah pemuda pada hari minggu 29/10. Menyesuaikan dengan tema tahun keuskupan padang martyria, semangat pemuda juga semangat bersaksi. Pada seminar tersebut hadir sebagai pemateri Togu Marulak Simarmata S.H. Togu menyampaikan pentingnya kerjasama orang muda dalam gereja untuk hidup bernegara, dia juga menekankan tetap mempertahankan iman katolik dalam hidup diantara mayoritas. selain makna historis, ada juga makan filosofis yang perlu dimaknai kaum muda dalam kehidupan yang diperoleh dari sumpah pemuda. Nilai semangat persatuan semangat peduli terhadap orang lain.

“berhenti menyalahkan orang lain, mari mulai untuk berbuat dari diri sendiriadalah inti dari semangat muda”, ujar Togu yang merupakan PNS di Kespol PP Bukittinggi.

selain Togu hadir pula Sr. Yosefta OFM sebagai pemateri kedua. Sr. Yosefta menyampaikan menjadi ragi, garam dan terang dunia adalah kewajiban orang katolik. Hal ini harus dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas iman yang bisa berkembang dalam bekerja dan bermasyarakat.

Dalam keterangan resminya Duma Situngkir, Ketua panitia pelaksana menegaskan fokus orang muda sekarang ialah kesaksian hidup berbangsa dan bernegara itu sangat penting. Sumpah pemuda merupakan momen berharga untuk kita merefleksikan makna kehadiran kita ditengah masyarakat.

Acara seminar tersebut juga dihadiri oleh Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Bukittinggi, orang muda katolik St. Aloysius gonzaga paroki Bukittinggi dan perwakilan dewan paroki St. Petrus Calver Bukittinggi dengan total peserta 48 orang. Dalam sambutan penutupan seminar Simon Bernad Sitanggang selaku Ketua Komcab Bukittinggi, mengajak seluruh kaum muda katolik yang ada di Bukittinggi untuk dapat menjiwai makna sumpah pemuda dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, itu merupakan salah satu cara hidup martyria melalui gereja kepada negara dan bangsa. (barita)

Sticky
0
October 29, 2017

Moderator PP Pemuda Katolik : Rapimnas Bukan Hanya Formalitas Organisasi

Romo Johanes Haryanto SJ saat menerima plakat penghargaan dari Ketua PP Pemuda Katolik dr Carolin Margaret Natasa pada pembukaan Rapimnas II PK di Hotel Padjajaran Bogor. (Foto: Dok).

BOGOR – Moderator Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik (PK), Pastor Johanes Haryanto SJ mengingatkan agar pergelaran rapat pimpinan nasional (Rapimnas) II PK yang digelar mulai Jumat (27) hingga Minggu, (29/10/2017) di Bogor, Jawa Barat, bukan sekadar formalitas tetapi untuk menumbuh-kembangkan potensi organisasi.

“Semoga apa yang kita kerjakan dalam Rapimnas ini tidak hanya sebuah formalitas untuk memenuhi kegiatan organisasi.”

“Tapi (Rapimnas ini) menunjukan potensi dari daerah masing-masing sehingga keindonesiaan dan kekatolikan (organisasi) bertemu,” ujar Pastor Haryanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapimnas yang diselenggarakan di Hotel Padjajaran Bogor, Jumat, (27/10/2017) sore.

Peserta Rapimnas ialah pimpinan dari 32 komisariat daerah (Komda) dari seluruh Indonesia, Sabang sampai Merauke.

Selain itu, ia juga menekankan kepada seluruh peserta agar Rapimnas ini meneguhkan tekad untuk semakin setia dan berbakti kepada gereja dan negara.

“Kamu adalah bagian dari gereja dan bangsa, tetap 100 persen Katolik 100 persen Indonesia. Rapimnas merupakan kesempatan baik untuk memberikan daging dari slogan itu,” tuturnya.

Ia juga tak lupa memberi apresiasi kepada panitia. Sebagai organisasi resmi Gereja Katolik, menurutnya, PK telah memberikan contoh positif kehidupan menggereja.

Peristiwa hari ini sangat menggembirakan. Menjadi tanda bahwa Pemuda Katolik hidup dengan cara yang baru. Sebagai bagian dari tubuh gereja, tidak merepotkan pastor-pastor,” ujarnya.

Romo Haryanto juga berharap, sesuai Konsili Vatikan II dan Ajaran Sosial Gereja (ASG), umat Katolik dipanggil untuk memperjuangkan martabat manusia. Demikain pun PK, dipanggil untuk tugas itu.

“Organisasi tidak hanya dilihat sebagai tujuan tapi sarana untuk mewujudkan bonum comunae. Dan bukan hanya untuk umat Katolik tapi untuk semua, karena surga bukan hanya untuk umat Katolik. Kalau hanya untuk katolik tidak akan asyik,” ujarnya.

“Di 28 Oktober 2017 (Sumpah Pemuda), kita tidak sama, tetap kita kerjasama membangun bangsa. Inilah Indonesia. Selamat berapat bersama untuk menyongsong masa depan,” punkasnya.

Rapimnas yang sedianya digelar di Denpasar-Bali ini, dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PK Carolin Margareth Natasha yang juga merupakan bupati Landak Kalimantan Barat.

Hadir pula Mgr Paskalis Bruno Sykur OFM, uskup Keuskupan Bogor, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Menteri Enegri, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, perwakilan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), pengurus DPC PDIP Kota Bogor serta tokoh masyarakat Kota Bogor.

Paduan suara dan tari-tarian dari siswa SMA Budi Mulia Bogor dan Seminari Stela Maris Bogor juga turut memeriahkan acara ini.

Misa pembukaan dipimpin Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM yang juga diiringi koor dari siswa SMA Budi Mulia dan siswa Seminari Stela Maris.

Sumber : katoliknews.com

Sticky
0
September 27, 2017

Pemuda Katolik Ambil Bagian Dalam Pembentukan LP3KN

PP Pemuda Katolik bersama Rm. G. Suprapto, Pr. dan perwakilan ormas katolik lain

Jakarta – Merespon ketetapan Peraturan Kementrian Agama Republik Indonesia nomor 35 tahun 2016 Tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik, selasa (26/09/17) Konferensi Wali Gereja Indonesia mengundang semua Ormas Katolik untuk terlibat dalam pembetukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik yg di singkat LP3K. Rapat dipimpim Romo Kerawam KWI Rm. G. Suprapto, Pr. Ormas katolik yang hadir dalam pertemuan tersebut diataranya ISKA, Pemuda Katolik, Wanita Katolik RI, FMKI, dan Vox Point Indonesia.

Dalam Panitia Pesta Paduan suara Gereja Katolik ( PESPARANI ) salah satu ormas ikut mengambil bagian adalah Pengurus Pusat Pemuda Katolik yg di wakili oleh Michelle Wondal Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga / OKP, Rachel Cecilia Tuerah Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Aloysius F Edomeko Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, Niko Hary Gunawan Wakil Ketua Lembaga Pendampingan Kaderisasi. Pemuda Katolik ikut memberikan masukkan dan bersedia terlibat total dalam pembentukan Lembaga Pengembangan dan Perberdayan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) dan Lembaga Pengembangan dan Perberdayan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) yang di bentuk sesuai mandat dari Peraturan Menteri Agama.

Dengan rangkaian perlombaan paduan suara yg berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat Provinsi yg selanjutya akan mengikuti kompetisi tingkat Nasional yang di rencanakan akan di adakan di Kota Ambon pada tahun 2018. Besar harapan dari Pemuda Katolik agar mandat dari Menteri Agama ini dapat berjalan dengan baik dan dapat di dukung oleh semua umat Katolik dalam berpartisipasi pada acara PESPARANI dari tingkat daerah sampai tingkat Nasional, sehingga acara yang baru pertama kalinya di laksanakan dalam skala Nasional dapat mempersembahkan suara dan lagu yg baik untuk Tuhan. (edo)

Sticky
0